Pertemuan Tak Sengaja

Bintang yang mendapatkan telepon dari Hana bahwa saat ini kondisi ibu mereka memburuk pun tentu saja menjadi panik, ia langsung pergi dari kamar Zulfa ketika wanita itu sudah tidur, ketika sudah sampai di lantai bawah dirinya bertemu dengan Usman yang masih duduk di sofa dan langsung memicingkan matanya menatap Bintang yang tergesa-gesa menuruni anak tangga.

“Mau ke mana kamu malam-malam begini?”

“Anu Tuan, ibu saya sedang ada di rumah sakit dan kondisinya memburuk.”

“Ibumu sakit?”

“Iya Tuan, ibu saya sedang sakit, saya harus segera ke sana sekarang.”

Setelah mengatakan itu Bintang pamit pada Usman dan kemudian ia langsung menuju rumah sakit untuk menemui sang ibu yang kata adiknya tengah sakit, ia datang tidak sendirian karena Vicko juga dikabari oleh Hana tadi.

“Bagaimana keadaan ibu?” tanya Bintang saat mereka tiba di rumah sakit.

“Kondisi ibu semakin memburuk sejak beberapa hari yang lalu, dokter bilang harus segera dilakukan tindakan supaya nyawa ibu bisa tertolong,” jawab Hana.

“Berapa banyak uang yang diperlukan untuk dilakukan tindakan oleh rumah sakit?” tanya Vicko.

“Kalau tidak salah perawat itu bilang estimasinya sekitar 20 hingga 30 juta,” jawab Hana.

“Uang sebanyak itu bagaimana kita bisa mendapatkannya?” tanya Vicko frustasi.

Ketika mereka semua tengah frustasi, tiba-tiba perawat datang menghampiri mereka dan mengatakan bahwa ibu mereka sudah dapat ditangani oleh dokter sekarang karena seseorang sudah membayar biaya tindakan juga biaya rawat inap di rumah sakit ini hingga ibu mereka sembuh. Sontak saja ketiganya terheran-heran siapa yang melakukan hal tersebut, ketika mereka bertanya pada perawat siapa orang dermawan itu, perawat mengatakan bahwa ia tidak boleh mengatakan siapa orang itu pada mereka semua.

“Terima kasih.”

Perawat itu kemudian pergi meninggalkan mereka dan tidak lama kemudian nampaklah Usman yang muncul di hadapan mereka, sontak saja Vicko dan Bintang terkejut melihat keberadaan Usman di sini.

“Tuan?”

“Aku yang melakukan semua itu,” jawab Usman datar.

“Terima kasih banyak Tuan,” ujar Bintang.

“Tapi ini semua tidak gratis, Bintang.”

“Saya tahu, saya akan melakukan apa pun agar dapat mengembalikan uang anda.”

“Saya memiliki tugas khusus untukmu, ikuti saya.”

Usman berbalik badan dan kemudian pergi, Bintang pun mengekor dari belakang ke tempat di mana Usman ingin bicara dengannya. Rupanya Usman membawanya ke taman rumah sakit dan di sana pria itu pun mengatakan apa

yang harus Bintang lakukan.

“Kalau kamu bisa membantuku maka kamu tidak perlu mengembalikan semua uang yang aku berikan dalam rangka pengobatan dan penyembuhan penyakit ibumu.”

“Apa yang harus saya lakukan, Tuan?”

“Istriku diduga bermain gila dengan seorang pria di belakangku selama ini, tugasmu adalah menjadi mataku ketika saya tidak di rumah, kamu harus melaporkan padaku siapa yang ia temui dan apa aktivitasnya selama saya bekerja, mudah bukan?”

“Iya Tuan, saya mengerti.”

“Kamu bisa membawa mobil?”

“Tidak Tuan.”

“Kalau begitu besok saya akan menyuruh Vicko mengajarimu bagaimana cara mengendarai mobil karena saya ingin kamu menjadi sopir pribadi istriku supaya kamu bisa lebih mudah memantau gerak-geriknya.”

“Baik Tuan.”

Setelah mengatakan itu, Usman langsung berbalik badan dan meninggalkan Bintang yang masih berdiri di tempatnya.

****

Bintang kembali ke tempat di mana Hana dan Vicko berada tadi, sesaat setelah Bintang kembali maka keduanya pun bertanya apa yang dibicarakan oleh Usman tadi padanya.

“Aku tidak dapat mengatakannya pada kalian sekarang, maaf.”

“Tidak masalah, tapi dia tidak menyuruhmu melakukan hal yang aneh-aneh kan?” tanya Vicko.

“Sama sekali tidak, kok.”

Setelah mengetahui tindakan yang dilakukan oleh dokter berjalan dengan baik dan kondisi ibu mereka bisa berangsur membaik membuat mereka semua tenang, Vicko dan Bintang pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan ketika sampai di rumah, Zulfa menatap tajam suaminya itu.

“Dari mana saja kamu semalaman?”

“Anu… aku semalam di rumah sakit karena ibuku perlu mendapatkan tindakan lebih lanjut dari dokter, Nona.”

“Bersama dia?” tanya Zulfa mengarahkan matanya pada Vicko.

“Iya, dia kan adikku,” jawab Bintang.

Zulfa memerhatikan Bintang dari ujung rambut hingga sepatu yang ia kenakan, ia tidak suka penampilan Bintang yang seperti ini dan akhirnya ia meminta Bintang untuk segera masuk ke dalam dan mandi karena ia akan mengajak Bintang ke suatu tempat.

“Kita akan ke mana, Nona?”

“Jangan banyak bertanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan!”

“Baik.”

****

Bintang melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Zulfa barusan, mereka pun kemudian pergi menuju sebuah mall untuk mencari sesuatu, Bintang sendiri nampak bingung kenapa Zulfa membawanya ke sini.

“Nona, kenapa kita ke sini?”

“Kamu jangan banyak tanya, bisa kan?”

Bintang pun diam dan tak lagi bertanya hingga mereka tiba di sebuah tempat untuk mencukur rambut, Zulfa berbicara pada pegawai tempat ini supaya penampilan Bintang bisa berubah dan pegawai itu nampak

mengerti seraya mulai menjalankan tugasnya. Zulfa duduk menantikan hasil acara cukur rambut Bintang saat ini dan tidak lama kemudian akhirnya acara cukur rambut pun selesai, Zulfa agak terpesona dengan penampilan Bintang yang sudah cukup tampan dengan gaya rambutnya yang seperti itu.

“Sempurna, sekarang kita mencari pakaian untukmu.”

Kini Zulfa mengajak Bintang untuk mencari pakaian untuk pria itu di sebuah toko pakaian, Zulfa tidak melihat harga yang tertera di pakaian itu dan langsung mengambil asal saja pakaian yang menurutnya menarik dan cocok untuk digunakan oleh Bintang.

****

Zulfa meminta Bintang mencoba satu persatu pakaian yang sudah ia pilihkan untuk pria itu dan Bintang menuruti apa yang diinginkan oleh Zulfa, ketika Bintang mencoba satu persatu pakaian yang dipilihkannya maka Zulfa merasa puas karena memang Bintang sudah cukup tampan dan tidak membuatnya malu ketika dibutuhkan.

“Terima kasih banyak, Nona,” ujar Bintang setelah mereka selesai berbelanja dan makan siang.

“Kamu jangan berterima kasih padaku karena aku memiliki misi khusus untukmu,” ujar Zulfa.

“Misi khusus?”

“Iya, tidak lama lagi pria kurang ajar itu akan menikah dan aku ingin kamu memanas-manasinya supaya dia menyesal telah mencampakanku di hari pernikahan kita.”

“Aku mengerti, Nona.”

Ketika mereka baru saja keluar dari mall, rupanya Zulfa secara tidak sengaja bertemu dengan Hamish dan membuat mereka berdua terkejut karena pertemuan ini sama sekali tidak dirancang.

“Zulfa?”

“Hamish?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!