Memancing Emosi

Tri Anggara Utama adalah putra bungsu dari tiga bersaudara keluarga Utama, selama hampir 27 tahun hidupnya ia habiskan di London hingga akhirnya sang papa memintanya kembali ke Indonesia karena ingin dia bergabung dengan perusahaan. Tri sudah menolak permintaan papanya untuk bergabung di perusahaan karena ia sama sekali tidak tertarik dengan bisnis keluarga dan ia ingin bersolo karir sebagai seorang musisi akan tetapi papanya

menolak itu bahkan ia menghentikan dana Tri dan membuatnya tidak memiliki tempat tinggal di London yang membuatnya harus kembali ke Indonesia.

“Menyebalkan sekali kan pak tua itu?”

Vicko hanya diam mendengar celoteh Tri yang menumpahkan kekesalannya pada papanya karena memaksanya kembali ke Indonesia setelah sekian lama, terakhir kali ia pulang ke rumah adalah 3 tahun lalu dan ia nampak sudah banyak yang berubah semenjak 3 tahun yang lalu ketika ia datang ke sini. Akhirnya mereka pun tiba di rumah dan Miranda langsung menyambut putranya itu.

“Anakku sayang,” ujar Miranda yang langsung memeluk dan mencium Tri di depan Vicko.

“Mama ini apa-apaan, sih? Aku ini sudah besar, jangan memperlakukanku seperti anak usia 7 tahun,” ujar Tri kesal.

“Di mata Mama kamu masih anak kecil selamanya.”

“Menyebalkan sekali.”

“Vicko, kamu bawakan koper Tri ke kamarnya, ya.”

“Baik Nyonya.”

“Eh tidak perlu Vicko, aku bisa membawanya sendiri.”

“Nak, itu kan memang sudah menjadi tugas Vicko.”

“Sudahlah Ma, aku ini masih kuat membawa koperku sendiri ke kamar dan tak perlu mengandalkan orang lain untuk membawanya.”

****

Miranda bercerita banyak sekali mengenai kejadian di rumah ini pada Tri hingga yang terbaru adalah Zulfa menikah dengan pria asing dari kalangan miskin, sontak saja Tri terkejut dengan apa yang Miranda katakan

barusan.

“Bukankah dia harusnya menikah dengan Hamish?”

“Hamish sudah menghamili wanita lain dan oleh sebab itu dia membatalkan pernikahannya dengan Zulfa untuk bertanggung jawab pada wanita itu.”

“Sulit dipercaya.”

“Iya dan oleh sebab itu Zulfa sampai menikah dengan pria itu karena dia tidak ingin kami semua terlanjur malu di depan para tamu undangan yang sudah terlanjur hadir namun tetap saja kami malu karena bukan Hamish yang berdiri di pelaminan melainkan pria itu.”

“Di mana dia? Aku penasaran dengan suaminya Zulfa.”

“Aku tidak tahu dia di mana.”

Ketika mereka tengah membicarakan Bintang, sosok yang sejak tadi mereka bicarakan akhirnya muncul juga bersama dengan Zulfa. Zulfa nampak menatap tajam Tri dan langsung pergi begitu saja tanpa memberikan

pelukan atau mengatakan sepatah kata pun padanya hingga membuat Tri heran dengan sikap kakaknya barusan.

“Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia melengos begitu saja?”

“Sudahlah, mungkin sekarang dia sedang sensi, kamu jangan terlalu memikirkannya.”

Bintang sendiri hanya tersenyum dan membungkukan badannya sebagai rasa hormatnya pada Tri, ia hendak pergi akan tetapi Tri menghalanginya dan mengatakan ingin mengobrol dengannya lebih banyak.

****

Tri mengajak Bintang mengobrol di halaman belakang, Tri mengungkapkan bahwa ia senang sekali bisa memiliki seorang kakak ipar seperti Bintang karena kedua kakaknya perempuan hingga tidak bisa ia ajak berbagi mengenai beberapa masalah pribadi. Bintang merasa bahwa Tri memperlakukannya dengan baik dan tulus, Tri tidak mempermasalahkan dirinya yang datang dari keluarga tidak mampu.

“Jadi sebelumnya kamu tidak mengenal kakakku?”

“Tidak, sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengannya juga.”

“Ngomong-ngomong kamu jangan panggil aku dengan embel-embel ‘tuan’ karena itu membuatku tidak nyaman, panggil saja aku Tri, oke?”

“Apakah itu sopan?”

“Sopan? Tentu saja, kamu kan kakak iparku sekarang, akhirnya aku memiliki kakak laki-laki juga, kamu tahu Bintang selama ini aku ingin sekali memiliki kakak laki-laki dan akhirnya keinginanku ini terwujud.”

Mereka berdua bisa dengan mudah akrab dan Zulfa yang melihat keakraban mereka dari balik pintu merasa kesal, ia langsung menghampiri mereka dan meminta Bintang jangan mengobrol terlalu lama dengan Tri.

“Kak, memangnya kamu tidak rindu padaku?” tanya Tri pada Zulfa.

Zulfa memilih melengos begitu saja dan tak menjawab pertanyaan dari adik bungsunya itu, Tri nampak terheran-heran dengan sikap Zulfa yang tidak bersahabat padanya itu.

“Aku minta maaf atas sikap nona Zulfa barusan.”

“Ah tidak apa-apa, kok.”

****

Ketika Bintang masuk ke dalam kamar, Zulfa menumaphkan kekeslannya pada Bintang, ia menganggap Bintang mulai berusaha membuat semua orang di rumah ini menyukainya padahal bukan seperti itu yang terjadi

sebenarnya. Bintang sudah mencoba menjelaskan semuanya pada Zulfa akan tetapi wanita itu tetap tak mau mendengarkannya.

“Asal kamu tahu saja Bintang, setelah satu tahun kita menikah maka kita akan bercerai dan kamu akan kembali ke kehidupanmu yang menyedihkan itu, jadi jangan berharap bisa selamanya menjadi bagian dari keluarga ini, paham?!”

“Aku paham Nona.”

“Baguslah, kamu itu harus tahu diri jangan karena sekarang kamu sudah menikah denganku maka kamu bisa seenaknya saja melakukan ini dan itu.”

“Aku minta maaf, Nona.”

Zulfa kemudian pergi meninggalkan Bintang di kamarnya sendirian, Zulfa terkejut karena menemukan Tri yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya. Zulfa masih tak mau bicara dengan adiknya itu dan memilih untuk

pergi akan tetapi Tri tidak membiarkan hal tersebut terjadi, ia mencengkram tangan Zulfa supaya kakaknya tidak melarikan diri darinya.

“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!”

“Akhirnya kamu mau bicara juga padaku, Kak.”

“Lepaskan aku atau aku akan menggigit tanganmu!”

“Kenapa kamu tidak mau bicara padaku sebelumnya dan bersikap dingin padaku tadi? Rasanya sikapmu tidak sedingin ini 3 tahun lalu ketika aku tiba di rumah?”

“Kenapa? Kamu bertanya kenapa sikapku menjadi seperti ini? Semua karena Papa yang membuatku menjadi seperti ini, aku membencimu!”

“Apa yang sudah papa lakukan?”

****

Keesokan harinya Zulfa akan pergi ke kantor dan melakukan pekerjaannya seperti biasa walaupun Usman mengatakan bahwa Zulfa masih mendapatkan jatah cuti untuk menikmati bulan madunya dengan Bintang.

“Aku tidak betah harus berlama-lama di rumah,” ujar Zulfa tegas ketika mereka sedang sarapan.

“Itu bagus, kamu bisa langsung memantau Tri di kantor,” ujar Usman.

“Apa maksud Papa?”

“Tri akan menjadi tanggung jawabmu selama dia bekerja di kantor, sesuai dengan keinginannya dia ingin menjadi pegawai biasa dulu di kantor karena tidak ingin langsung diangkat menjadi Direktur, jadi selama dia belajar mengenai sistem kerja di perusahaan kita kamu bisa melihat bagaimana perkembangannya.”

“Pa, pekerjaanku saja sudah banyak sekali bagaimana mungkin Papa memberikan tanggung jawabnya padaku?!”

“Pokoknya Papa percayakan Tri padamu selama dia menjadi pegawai di kantor kita, Papa percaya kalau kamu pasti bisa melakukan itu.”

“Mohon kerja samanya, senior,” ujar Tri yang sengaja memancing emosi Zulfa.

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!