Setelah Menikah

Bintang menginap di rumah ini dan ia tidak bisa tidur semalaman karena merasa gugup sekaligus tidak percaya kalau hari ini dia akan segera menikah dengan seorang wanita asing yang baru ia temui apalagi wanita itu berasal dari kalangan kelas atas.

“Bang, kamu sudah bangun kan?” tanya Vicko dari luar kamarnya.

“Iya, aku sudah bangun.”

“Cepat keluar karena penata rias sudah datang.”

“Baik.”

Bintang kemudian segera keluar dari kamar itu dan diantar oleh Vicko menuju tempat penata rias berada, Bintang kemudian dirias wajahnya dan ia pun mengenakan stelan jas mahal yang dipinjamkan oleh keluarga Zulfa khusus untuk acara pernikahannya dengan wanita itu.

“Kamu nampak berbeda sekali dengan pakaian itu, Bang,” ujar Vicko yang memerhatikan Bintang yang nampak berbeda saat mengenakan stelan pakaian formal seperti ini.

“Benarkah?”

“Iya, pantas saja nona Zulfa langsung tertarik padamu pada pandangan pertama.”

“Kamu ini bicara apa, sih?”

Tidak lama kemudian orang suruhan keluarga Zulfa meminta supaya Bintang segera bergegas ke gedung tempat di mana acara pernikahan berlangsung dan akhirnya Bintang diantar oleh Vicko menuju gedung tersebut. Bintang nampak benar-benar gugup sekali karena ia akan segera menikah dan tidak pernah terbayang dalam benaknya ia akan menikah secepat ini dengan cara kilat juga seperti ini.

****

Tamu undangan yang datang ke acara pernikahan Zulfa nampak heran sekaligus berbisik-bisik ketika melihat Bintang berdiri di depan altar bersama Zulfa sebelum acara pernikahan mereka dimulai. Zulfa dan keluarga

besarnya nampak berusaha menulikan telinga dan menebalkan wajah mereka atas gunjingan beberapa tamu undangan yang datang ke acara pernikahan Zulfa dan Bintang. Bintang dan Zulfa sudah saling bertukar janji bahwa mereka akan menjadi sepasang suami-istri dan akhirnya untuk pertama kalinya Bintang harus mencium bibir Zulfa setelah sah menjadi istrinya.

“Cium aku, apa lagi yang kamu tunggu,” bisik Zulfa karena Bintang nampak bingung sejak tadi.

Akhirnya Bintang pun untuk pertama kalinya mencium bibir seorang wanita dan wanita itu adalah Zulfa yang telah resmi menjadi istrinya.

Semua tamu undangan bertepuk tangan dan setelahnya acara dilanjutkan dengan memberikan selamat pada kedua pengantin yang sudah resmi menikah. Bintang benar-benar takjub karena banyak sekali orang penting di

negeri ini yang hadir dalam acara pernikahan Zulfa, ia bisa berjabat tangan dengan orang-orang penting itu adalah suatu kehormatan baginya hingga setelah acara selesai, Zulfa dan Bintang tidak menginap di hotel melainkan langsung kembali ke rumah.

“Papa masih mau bicara dengan Bintang,” ujar papanya ketika mereka tiba di rumah.

“Terserah Papa saja,” ujar Zulfa cuek dan ia berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

*****

Usman memperingatkan Bintang bahwa kontrak mereka hanya berlangsung selama satu tahun dan ia berhak untuk memutuskan kapan Bintang harus menceraikan Zulfa, ia juga memperingatkan Bintang untuk jangan menganggap bahwa dirinya itu sekarang sudah diterima menjadi bagian keluarga mereka karena baginya Bintang tetaplah orang rendahan yang beruntung karena dapat menikah dengan Zulfa.

“Ingat itu baik-baik.”

“Iya Tuan, saya paham.”

“Kamu boleh pergi.”

“Saya permisi dulu.”

“Kamu mau ke mana?” tanya Usman saat Bintang hendak pergi ke kamarnya semalam.

“Ke kamar saya, Tuan.”

“Astaga, kamu sekarang kan sudah menjadi suami Zulfa, pergi ke kamarnya!”

“Baik Tuan.”

Buru-buru Bintang bergegas pergi ke kamar Zulfa di lantai dua akan tetapi ia bingung di mana kamar Zulfa itu karena banyak sekali kamar yang ada di lantai dua rumah ini.

“Kamu sedang apa di sini?” tanya adik Zulfa yang bernama Raina ketika ia menemukan Bintang berdiri bingung menatap setiap pintu kamar.

“Aku mencari kamar nona Zulfa,” jawab Bintang.

“Zulfa? Kamarnya di situ,” tunjuk Raina pada sebuah pintu kamar.

“Terima kasih banyak.”

Bintang kemudian mengetuk pintu kamar itu dan masuk ke dalam, ia nampak takjub ketika melihat kamar Zulfa yang luas tersebut hingga secara mengejutkan Zulfa keluar dari kamar mandi dan ia menjerit menemukan Bintang ada di dalam kamarnya.

****

“Apa yang kamu lakukan di kamarku?!”

“Anu…saya diminta tuan untuk tidur di sini.”

“Apa maksudmu?!”

“Saya tidak bohong, kok.”

Usman muncul dari balik pintu kamar setelah mendengar suara putrinya menjerit keras tadi, ia bertanya apa yang terjadi barusan hingga Zulfa sampai menjerit begitu.

“Pa, kenapa pria ini ada di kamarku?”

“Kenapa? Karena dia adalah suamimu.”

“Pa!”

“Jangan membantah, dia bisa tidur di mana pun di kamar ini asal tidak tidur satu ranjang denganmu.”

“Baiklah kalau begitu.”

“Ingat apa yang aku katakan padamu, Bintang.”

“Iya Tuan, saya ingat.”

Usman kemudian pergi dari kamar putrinya dan kemudian Zulfa menghela napasnya kesal, ia membentak Bintang yang masih berdiri saja dan bukannya mandi.

“Sana mandi, kenapa masih berdiri di situ saja!”

“Baik Nona.”

Buru-buru Bintang masuk ke dalam kamar mandi dan kemudian Zulfa mengenakan pakaian tidurnya, akan tetapi ia baru ingat kalau Bintang belum mengambil handuk.

“Pria itu benar-benar.”

Zulfa kemudian mengambilkan handuk untuk Bintang dan setelah itu ia mengetuk pintu kamar mandi.

“Kamu lupa handukmu!”

“Iya Nona.”

Pintu kamar mandi pun terbuka dan Zulfa nampak terkejut melihat separuh tubuh Bintang yang tidak mengenakan pakaian, Zulfa buru-buru kembali ke kasurnya dan berusaha meredakan degup jantungnya yang menggila akibat ulah Bintang barusan.

****

Bintang keluar dari dalam kamar mandi dan kemudian ia bingung harus tidur di mana, Zulfa mengatakan bahwa Bintang harus mengganti pakaiannya dulu sebelum tidur dan ia sudah menyiapkan pakaian ganti untuk pria

itu di atas sofa.

“Terima kasih, Nona.”

Bintang membuka bajunya dan membuat Zulfa seketika memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya, Bintang yang menyadari kekeliruannya meminta maaf karena ia sudah lancang membuka baju di depannya.

“Apakah kamu sengaja ingin pamer badan di depanku?”

“Tidak Nona, bukan seperti itu.”

“Ah sudahlah, pokoknya ganti baju kotormu itu dan taruh di keranjang pakaian kotor yang ada di sudut ruangan, kalau kamu tidur terserah di mana saja, aku tak peduli asal jangan satu ranjang denganku, apakah kamu paham?!”

“Aku paham Nona.”

Zulfa kemudian tidur sementara Bintang memutuskan untuk rebahan di sofa, ia sudah berusaha untuk memejamkan mata akan tetapi ia tidak dapat tertidur sepenuhnya hingga ponselnya berdering dan Bintang pun

segera melihat siapa yang menelponnya saat ini.

“Hana?”

Bintang kemudian menjawab telepon dari adik bungsunya itu dan menanyakan kenapa ia menelponnya malam-malam begini.

“Bang, kamu di mana? Saat ini kondisi ibu memburuk.”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!