Terpesona

Miranda minta Bintang untuk berhenti di pinggir jalan dan wanita itu pun turun dari mobil, Bintang pun terkejut dan ikut turun dari dalam mobil seraya bertanya kenapa Miranda turun dari mobil.

“Aku tidak butuh dirimu lagi.”

“Tapi Nyonya ….”

“Sudahlah, kamu bebas menggunakan mobilku ini.”

Miranda mencegat taksi yang kebetulan lewat dan langsung masuk ke dalam taksi tersebut, Bintang tentu saja merasa kesal karena Miranda langsung pergi begitu saja tanpa mereka sampai ke tujuan.

“Aku harus memberitahu tuan Usman.”

Bintang pun menelpon Usman untuk memberitahukan apa yang telah Miranda perbuat tadi, Usman mengatakan bahwa Bintang tidak boleh kehilangan ke mana Miranda pergi, pokoknya ia ingin Bintang mencari tahu ke mana

Miranda pergi dan siapa yang akan ditemui oleh wanita itu.

“Baik Tuan, saya mengerti.”

Bintang segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya itu, akan tetapi karena belum terlalu mahir dalam mengemudi maka Bintang jadi tidak dapat dengan cepat mengejar taksi yang ditumpangi oleh Miranda.

“Aduh dia pergi ke mana, ya?”

Bintang jadi bingung sendiri ketika ia sudah sampai di perempatan jalan dan ia kehilangan jejak taksi tersebut, Bintang menghela napasnya panjang dan kemudian memutuskan untuk pulang saja ke rumah, akan tetapi baru saja ia melajukan mobilnya untuk pulang, ponselnya berdering dan ia pun menepikan mobil untuk melihat siapa orang yang menelponnya saat ini.

“Hana? Kenapa dia menelponku?”

Bintang segera menjawab telepon dari adiknya itu yang mana raut wajah Bintang seketika berubah setelah mendengar cerita adiknya itu.

****

Bintang segera pergi ke rumah sakit tempat di mana ibu mereka dirawat, Hana mengatakan kalau saat ini ibu mereka sudah siuman dan kemudian ia memanggil nama Bintang ketika siuman.

“Ibu.”

“Bintang.”

Bintang memeluk ibunya dengan erat, ia bersyukur pada Tuhan karena nyawa sang ibu bisa terselamatkan karena bantuan dari Usman.

“Syukurlah Ibu sudah siuman.”

“Di mana Vicko?”

“Vicko? Apakah kamu tidak menelponnya?” tanya Bintang pada Hana.

“Aku sudah mencoba menelponnya akan tetapi ponselnya tidak aktif.”

Bintang yang mendengar itu nampak mengerutkan keningnya heran, ia merasa aneh saja kalau ponsel Vicko tidak aktif hingga dirinya pun mencoba menghubungi Vicko melalui ponselnya.

“Bagaimana, Bang? Aku serius kan?”

“Iya, ponselnya tidak aktif.”

“Bintang, bagaimana kita membayar biaya rumah sakit ini? Kenapa Ibu ditempatkan di kelas VIP dan bukannya di ruang inap biasa?”

“Soal biaya, Ibu tak perlu memikirkan itu.”

“Kamu tidak berutang pada lintah darat kan?”

“Tidak kok Bu, aku sama sekali tidak berutang seperti yang Ibu pikirkan.”

“Lantas bagaimana bisa Ibu ditempatkan di ruang VIP begini?”

“Ini semua karena mertua Bang Bintang yang membiayai semua, Bu.”

“Mertua? Kapan Bintang menikah? Bintang saja tidak pernah mengenalkan calon istrinya pada Ibu kok tiba-tiba kamu bilang Bintang sudah menikah?”

****

Bintang pun akhirnya menceritakan semuanya pada ibunya kalau ia sudah menikah dengan seorang wanita kaya raya akibat calon suami dari wanita itu meninggalkannya tepat satu hari sebelum hari pernikahan mereka,

karena tak mau menanggung malu yang teramat besar maka Bintang dijadikan sebagai suami pengganti oleh wanita itu.

“Aku akan bercerai dengannya satu tahun lagi seperti yang tertuang dalam kontrak yang mereka sodorkan padaku.”

“Kenapa kamu harus melakukan ini, Nak?”

“Aku sendiri juga bingung bagaimana menjelaskannya karena rasanya seperti mimpi saja, kemarin aku masih sendiri sekarang aku sudah menikah dan hidup di rumah keluarga kaya.”

“Dan Ibu lihat Bang Bintang semakin tampan dan modis kan?” tanya Hana pada ibunya.

“Iya, kamu jadi tambah tampan dan terawat, Nak,” ujar sang ibu yang membuat Bintang tersenyum.

“Pokoknya Ibu tak perlu mengkhawatirkanku, aku akan baik-baik saja.”

“Kamu yakin, Nak? Ibu tidak mau kamu terlibat dalam bahaya yang jauh lebih besar dari yang kamu duga.”

“Percayalah Bu, semua akan baik-baik saja.”

Moment indah itu harus terhenti ketika ponsel Bintang berdering dan ketika ia melihat layar ponselnya nampak nama Usman tertera di sana, buru-buru ia keluar dari ruangan inap sang ibu untuk menjawab telepon

dari Usman.

“Iya Tuan?”

“Bagaimana? Kamu sudah mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai istriku?”

“Anu Tuan, maaf saya kehilangan jejak.”

****

Bintang sudah menduga kalau dia akan dimarahi habis-habisan oleh Usman karena tugasnya gagal, Bintang tidak dapat melakukan apa pun kecuali pasrah saja ketika dimarahi oleh Usman karena memang dia yang salah. Akan tetapi rupanya Tri dan Raina membelanya, mereka mengatakan tidak seharusnya papa mereka merendahkan Bintang dan memarahinya seperti tadi.

“Bagus sekali kalian berdua sekarang ikut campur dengan urusanku.”

Setelah itu Usman langsung pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun, Tri bertanya pada Bintang apakah dia baik-baik saja dan Bintang menganggukan kepalanya.

“Ini memang salahku, aku memang berhak menerima semua ini.”

“Memangnya apa yang sudah kamu lakukan, Bintang?” tanya Raina.

“Anu… tadi aku diminta oleh tuan Usman untuk mengantarkan nyonya Miranda ke sebuah tempat akan tetapi nyonya Miranda minta diturunkan di tempat yang bukan semestinya, aku diminta mengejar nyonya Miranda

tapi malah kehilangan jejak.”

“Ah sudahlah, kamu jangan memasukan ucapan papa yang tadi ke hati, papa orangnya memang menyebalkan begitu,” ujar Tri.

“Iya yang Tri katakan itu benar, jangan masukan kata-kata papa ke hati, kamu sudah berusaha yang terbaik,” ujar Raina.

“Terima kasih.”

“Ngomong-ngomong Bintang, kamu yakin tidak mau menerima tawaranku?”

“Tawaran? Tawaran apa?” tanya Tri heran.

“Tawaran untuk berselingkuh denganku,” jawab Raina.

****

Zulfa nampak sama sekali tidak memerhatikan Bintang yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, ia sibuk dengan ponselnya dan kemudian ia langsung merebahkan diri di atas kasur akan tetapi sebelumnya Zulfa mewanti-wanti supaya Bintang tidak naik ke kasurnya.

“Awas saja kalau kamu berani naik ke kasur dan tidur denganku.”

“Aku tidak akan melakukan itu, Nona.”

“Bagus karena awas saja kalau kamu sampai melakukan itu.”

Setelah itu Zulfa langsung tidur dan Bintang memutuskan untuk tidur di sofa, karena ia juga sangat lelah seharian ini maka Bintang pun langsung tertidur di sofa. Tidak lama setelah Bintang tertidur, Zulfa membuka kedua matanya dan ia melihat ke arah Bintang yang sudah tidur di sofa, perlahan ia menyibak selimutnya dan berjalan ke arah Bintang yang sudah tidur itu, ia menatap lekat wajah tampan suaminya itu dan tangannya perlahan terulur untuk menyentuh wajah Bintang akan tetapi ia segera sadar dan tak jadi melakukannya.

“Ya Tuhan apa yang barusan hendak aku lakukan?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!