Cium Aku

Zulfa barusan merasa terkejut ketika tiba-tiba saja Bintang mengatakan kalau ia tak akan tergoda dengan wanita lain karena ia sudah menikah dengan dirinya dan tentu saja ucapan Bintang barusan membuatnya mengerutkan kening menatap ke arah pria itu.

“Maaf Nona, aku tak bermaksud begitu.”

“Lupakan saja.”

Zulfa diam-diam di dalam hatinya begitu kegirangan saat Bintang mengatakan itu akan tetapi ia berusaha untuk terlihat tetap tenang dan tak terpengaruh dengan ucapan pria itu hingga akhirnya mereka pun tiba di rumah, Zulfa langsung pergi ke kamar sementara Usman meminta Bintang pergi menemuinya di ruangan kerjanya. Bintang mengikuti langkah kaki Usman menuju ruangan kerja pria itu dan setelah pintunya ditutup, Usman meminta Bintang menghampirinya yang sudah duduk di kursi kebesarannya.

“Apa saja yang kamu dan Zulfa lakukan barusan?”

“Kami menjenguk ibu saya, Tuan.”

“Hanya itu saja?”

“Nona Zulfa tadi setelah dari rumah sakit minta diantar ke gym katanya dia ingin olahraga.”

“Apakah kamu ada rasa pada anak saya?”

“Apa?”

“Saya bertanya padamu, apakah kamu memiliki perasaan pada anak saya?”

“Tidak Tuan, saya tahu posisi saya.”

“Bagus kalau kamu tahu posisimu karena saya tidak akan membiarkan kamu benar-benar jatuh cinta pada anak saya, ingat statusmu Bintang.”

“Saya ingat status saya, Tuan.”

“Walaupun kamu dekat dengan anak-anak saya bukan berarti kamu bisa melupakan tugasmu.”

“Saya mengerti, Tuan.”

“Kamu boleh pergi.”

“Baik Tuan.”

****

Bintang kemudian keluar dari dalam ruangan kerja Usman dan menuju kamar yang ia huni dengan Zulfa, ketika membuka pintu kamar nampak Zulfa sudah berganti pakaian dan ia langsung bertanya pada Bintang ke mana saja pria itu kenapa baru masuk.

“Tadi aku dipanggil tuan ke ruangan kerjanya.”

“Papaku mengatakan apa padamu?”

“Dia tidak mengatakan apa pun padaku, Nona.”

“Tidak mungkin papaku tidak mengatakan apa pun padamu, dia pasti menyampaikan sesuatu padamu kan?”

“Dia memintaku supaya tahu posisiku di rumah ini.”

“Memang seharusnya begitu, walaupun aku bersikap baik padamu bukan berarti kamu bisa memanfaatkan sifat baikku ini, ya.”

“Iya Nona, aku paham.”

“Sudah sana kamu mandi.”

Bintang pun kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian, sementara Zulfa meraih ponselnya dan ia menemukan sebuah pesan dari Hamish yang membuatnya terkejut.

“Untuk apa pria itu mengirimiku pesan?”

Zulfa tak mau membalas pesan yang Hamish kirim padanya, ia memilih untuk mengabaikannya akan tetapi tidak lama kemudian justru Hamish malah menelponnya dan Zulfa tetap tak mau menjawabnya. Akan tetapi Hamish terus menerus menelponnya hingga membuat Zulfa akhirnya mau menjawab telepon dari pria ini.

“Mau apa kamu menelponku?”

“Akhirnya kamu menjawab juga teleponku, Zulfa.”

“Katakan apa maumu menelponku, Hamish.”

****

Hamish diam-diam berada di halaman belakang rumah untuk bertelepon dengan mantan tunangannya yang sudah ia hancurkan hatinya, selepas pernikahannya dengan wanita yang kini menjadi istrinya, Hamish sama sekali tidak bersikap baik padanya, ia mengatakan sejak awal walaupun mereka menikah akan tetapi sampai kapan pun hatinya hanya untuk Zulfa seorang.

“Aku merindukanmu.”

“Berhentilah bicara omong kosong.”

“Siapa yang bicara omong kosong, Zulfa? Aku mengatakan hal yang sebenarnya.”

“Kamu sudah menikah dan aku juga sudah menikah, jangan mengatakan hal yang aneh-aneh.”

“Kenapa? Apakah kamu takut kalau terbawa perasaan?”

“Terbawa perasaan? Siapa yang terbawa perasaan, dasar terlalu percaya diri.”

“Walau aku tak bisa melihat wajahmu saat ini, aku bertaruh kalau saat ini wajahmu pasti memerah kan?”

“Jangan sok tahu kamu.”

Mengobrol dengan Zulfa menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi Hamish setelah suntuk menghabiskan akhir pekannya hanya di rumah saja, akan tetapi rupanya diam-diam Petra mengamati kakaknya itu dari dalam rumah, ia sempat mencuri dengar percakapan kakaknya dengan seseorang lewat telepon tersebut yang ia yakini orang tersebut adalah Zulfa. Setelah Hamish selesai menelpon, kini Petra mendatangi kakaknya untuk bertanya.

“Kamu barusan menelpon Zulfa?”

“Kenapa memangnya? Kamu ingin mengadu pada papa dan mama?”

“Tidak kok, tapi bukankah tidak pantas kamu masih bertelepon dengan seseorang yang sudah memiliki suami dan kamu sendiri juga sudah memiliki istri?”

“Petra, bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu? Aku dan Nitya menikah bukan karena cinta, aku hanya mencintai Zulfa seorang.”

****

Percakapan singkat antara Zulfa dan Hamish membuat Zulfa jadi teringat masa-masa di mana mereka masih bersama, rasanya Zulfa masih belum rela kalau hubungan mereka harus berakhir seperti ini karena jauh di lubuk hatinya ia masih berharap kalau dirinya dan Hamish bisa kembali bersama seperti dulu lagi.

“Nona baik-baik saja?”

“Tidak, aku tidak baik-baik saja.”

“Ada apa, Nona?”

“Hamish, dia menelponku barusan dan mengatakan kalau dia merindukanku.”

“Lalu tanggapan Nona bagaimana?”

“Aku bilang aku tak merindukannya akan tetapi aku berbohong, sejujurnya aku juga merindukannya.”

“Kalau memang begitu Nona tidak perlu berbohong pada diri Nona sendiri.”

“Bintang….”

“Nona berhak untuk mencintai dan dicintai oleh orang yang benar-benar dicintai dan mencintai Nona.”

“Apakah kamu tidak menaruh rasa padaku, Bintang?”

“Aku sama sekali tidak menaruh rasa pada Nona, bukankah statusku hanya sebagai suami pengganti saja dan kita akan segera bercerai?”

Entah kenapa kalimat dari Bintang barusan membuat Zulfa menjadi tidak nyaman, ia baru sadar kalau sebenarnya perlahan ia sudah mulai nyaman dengan Bintang walau ia belum lama mengenal pria ini.

“Bintang.”

“Ada apa, Nona?”

“Maukah kamu menciumku sekali saja?”

“Apa?”

“Aku mohon.”

Bintang bingung apa yang harus ia lakukan hingga akhirnya Zulfa pun merangsek dan mencium bibir Bintang terlebih dahulu.

****

Bintang nampak terkejut dengan apa yang Zulfa lakukan akan tetapi ia tak melakukan apa pun, ia membiarkan Zulfa mencium bibirnya karena mereka memang sudah sah menjadi pasangan suami istri, Zulfa sendiri merasa bahwa sepertinya ada sesuatu perasaan yang bergejolak ketika dirinya berciuman dengan Bintang barusan akan tetapi ia tak tahu perasaan itu, apakah itu cinta atau bukan karena ia tidak dapat berpikir dengan jernih sekarang.

“Maaf,” ujar Zulfa yang sudah melerai ciuman mereka.

“Tidak apa, Nona.”

“Apakah kamu menikmatinya?”

“Eh?”

“Bintang, katakan padaku, apakah aku ini cukup cantik di matamu?”

“Iya Nona, kamu sangat cantik.”

“Terima kasih.”

Zulfa kemudian pergi meninggalkan Bintang sendirian di dalam kamar dan selepas Zulfa pergi, Bintang memegangi bibirnya yang barusan dicium oleh Zulfa.

“Apakah barusan aku hanya bermimpi?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!