Cerita Tentang Mama

Raina kemudian menceritakan pengalamannya melihat mama mereka mengendap-endap dari rumah belakang seperti ada sesuatu yang tengah mama mereka sembunyikan. Tentu saja ucapan Raina tersebut membuat Zulfa menjadi penasaran untuk mencari tahu lebih jauh mengenai kira-kira apa yang coba mama mereka sembunyikan.

“Apakah kamu sudah mencoba untuk menanyakan asisten rumah tangga mengenai hal ini?”

“Aku sudah mencoba menanyakannya, akan tetapi mereka bilang tidak tahu.”

“Benarkah?”

“Iya, aku sudah mencobanya, kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya sendiri pada mereka.”

Zulfa kemudian pergi menemui asisten rumah tangga yang tengah memasak di dapur, kedatangan Zulfa membuat asisten rumah tangga itu terkejut karena tidak biasanya Zulfa ke dapur.

“Ada apa, Nona?”

“Besok temui aku di halaman belakang karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”

“Baik Nona.”

Setelah mengatakan itu Zulfa langsung berbalik badan menuju kamarnya, ketika ia baru saja masuk, dirinya dibuat terkejut karena menemukan Bintang yang baru saja keluar kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit sebatas pinggangnya saja.

“Nona Zulfa, aku minta maaf karena mandi duluan, soalnya badanku rasanya lengket sekali tadi.”

“Tidak apa, sudah sana cepat pakai bajumu.”

Bintang kemudian mengenakan pakaiannya di depan Zulfa tanpa rasa bersalah dan hal tersebut membuat Zulfa kesal dan segera masuk ke dalam kamar mandi dengan degup jantungnya yang berdegup lebih cepat.

“Ya Tuhan, pria itu sepertinya benar-benar ingin sekali menggodaku.”

Zulfa kemudian segera mandi dan membersihkan dirinya kemudian keluar dari kamar mandi, ketika ia baru saja keluar dari kamar mandi nampak Bintang tengah menatap ponselnya dan ponsel Bintang menarik perhatiannya.

“Kamu menggunakan ponsel itu?”

“Iya Nona, memangnya kenapa?”

“Astaga, kamu ini benar-benar!”

****

Keesokan harinya Zulfa pergi menemui asisten rumah tangga itu sebelum ia berangkat kerja, Zulfa sudah berdiri di taman belakang hingga sang asisten akhirnya muncul dan meminta maaf padanya.

“Maafkan saya terlambat, Nona.”

“Tidak apa, aku memanggilmu ke sini karena aku ingin menanyakan sesuatu padamu dan aku harap kamu mau menjawab pertanyaanku ini dengan jujur.”

“Apa yang hendak Nona tanyakan pada saya?”

“Apakah kamu tahu selama ini mamaku mengendap-endap masuk ke rumah belakang?”

Raut wajah asisten rumah tangga itu nampak terkejut ketika Zulfa menanyakan hal tersebut, ia berusaha bersikap sebiasa mungkin dengan menampik apa yang tadi Zulfa tanyakan akan tetapi Zulfa dapat melihat dengan jelas bahwa raut wajah asisten rumah tangganya ini seperti sedang berdusta padanya.

“Tidak ada siapa pun di sini kecuali kita, kenapa kamu tidak mau mengatakan saja yang sebenarnya?”

“Maaf Nona, akan tetapi saya sudah mengatakan yang sebenarnya.”

“Kamu masih mau berdusta? Apa yang sudah mamaku lakukan padamu hingga kamu harus tutup mulut begini?”

Asisten rumah tangga itu semakin terpojok saat ini dan ia merasa tidak nyaman ketika Zulfa memaksanya untuk mengatakan apa yang ia ketahui, akan tetapi rupanya Miranda muncul dan membuat Zulfa gagal melakukan intrograsi lebih lanjut dengan asisten rumah tangganya ini.

“Zulfa, apa yang sedang kamu lakukan di sini? Bukankah seharusnya kamu sudah berangkat kerja?”

****

Miranda minta diantar oleh Bintang menuju sebuah restoran karena ia ingin bertemu dengan salah seorang teman sosialitanya, Bintang menuruti saja apa yang dikatakan oleh Miranda barusan. Selama perjalanan dari rumah menuju restoran itu, Miranda diam-diam memerhatikan Bintang dan rupanya Bintang dapat melihat itu dari kaca tengah mobil yang mengarah pada Miranda yang duduk di kursi belakang.

“Ngomong-ngomong sebelumnya kamu bekerja di mana?”

“Sebelumnya saya bekerja di restoran cepat saji.”

“Bagaimana dengan latar belakang keluargamu?”

“Ayah saya tidak tahu di mana karena sejak usia saya 6 tahun, ayah saya sudah pergi meninggalkan kami sejak saat itu ibu banting tulang untuk membiayai hidup dan sekolah saya dan adik-adik saya.”

“Vicko salah satu adikmu?”

“Iya Nyonya.”

“Lalu yang satunya lagi?”

“Dia saat ini bekerja di sebuah minimarket, Nyonya.”

“Aku dengar suamiku memberikan bantuan dana pada perawatan ibumu, apakah itu benar?”

“Iya Nyonya, tuan Usman memang membantu dalam biaya perawatan ibu saya.”

Setelah itu Miranda tidak menanyakan apa pun lagi pada Bintang hingga mereka akhirnya tiba di restoran itu.

“Kamu bisa pulang saja, nanti kalau sudah selesai akan aku telepon kamu.”

“Baik Nyonya.”

****

Akan tetapi tentu saja Bintang tidak akan pulang ke rumah karena ia sudah ditugaskan oleh Usman untuk tidak meninggalkan Miranda sendirian lagi tanpa pengawasan atau ia akan menjadi sasaran kemarahan Usman kalau sampai ia lengah.

“Kali ini aku tidak boleh lengah, aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama seperti kemarin.”

Bintang mengawasi diam-diam dari luar restoran, ia memerhatikan setiap gerak-gerik Miranda yang ada di dalam restoran itu, tidak lama kemudian teman Miranda itu muncul dan mereka nampak langsung akrab satu sama lain.

“Nyonya Miranda benar-benar bertemu dengan temannya.”

Sebagai bukti Bintang mengirim foto pertemuan Miranda dan temannya pada Usman agar tuannya itu tahu bahwa ia benar-benar bekerja. Baru saja ia menaruh ponselnya di saku celana, ponselnya sudah berdering lagi, ia pikir Usman yang menelponnya akan tetapi justru ia melihat sebuah nomor asing tertera di sana.

“Halo, siapa ini?”

“Ini aku, kamu tidak menyimpan nomor ponselku?”

“Anu Nona, aku minta maaf, akan tetapi bukankah kita tidak pernah bertukar nomor ponsel sebelumnya?”

“Berisik, kamu di mana sekarang?”

“Aku sedang bekerja, memangnya kenapa?”

“Apa yang sedang kamu kerjakan?”

“Menunggu nyonya Miranda selesai bertemu dengan temannya.”

“Mamaku tidak akan selesai dalam waktu satu jam, sudah kamu temui aku di sini sekarang juga.”

“Tapi Nona….”

“Aku akan kirim lokasinya, kamu segera datang ke sini.”

****

Bintang akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Zulfa karena tak mau membuat istrinya itu marah padanya, rupanya Zulfa mengajaknya bertemu di sebuah mall lagi dan Bintang bingung kenapa Zulfa mengajaknya bertemu di sini.

“Nona, kenapa kita ke sini?”

“Jangan banyak tanya, ikuti saja aku.”

Zulfa memimpin jalan masuk ke dalam mall tersebut dan Bintang hanya diam seraya mengekori langkah Zulfa yang bermuara pada sebuah toko ponsel, ia masuk ke dalam toko ponsel tersebut dan nampak memilih milih ponsel hingga akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah ponsel.

“Ini untukmu, ponselmu sudah ketinggalan zaman,” ujar Zulfa yang memberikan ponsel itu pada Bintang.

“Nona tidak perlu melakukan ini untukku.”

“Aku melakukan ini supaya kamu terlihat berkelas sebagai suami penggantiku, jadi jangan besar kepala,” ujar Zulfa ketus.

“Terima kasih, Nona.”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!