Mengulik Kebenaran Sang Mantan

Zulfa dan Hamish saling berpandangan untuk beberapa saat setelah itu Zulfa yang sadar dengan itu dengan sengaja merangkul lengan Bintang dan membuat Hamish agak cemburu.

“Dia suamimu, ya?” tanya Hamish.

“Tentu saja dia suamiku, dia tampan kan?” jawab Zulfa menyombongkan Bintang di depan Hamish.

“Aku tidak menyangka kalau kamu bisa langsung menemukan pria lain yang kamu jadikan penggantiku di hari pernikahanmu, apa pekerjaannya?”

“Itu sama sekali tidak penting, sudahlah aku tidak mau berbicara denganmu.”

“Zulfa, apakah kamu akan datang ke pernikahanku?”

“Tentu saja aku akan datang ke acara pernikahanmu, Hamish.”

Setelah mengatakan itu Zulfa dan Bintang pun pergi meninggalkan pria itu untuk menuju mobil, di dalam mobil nampak Zulfa masih mencoba untuk mengatur emosinya akibat pertemuannya dengan Hamish yang tak

terduga.

“Apa lihat-lihat?” bentak Zulfa ketika Bintang mengamatinya sejak tadi.

“Ini,” ujar Bintang memberikan tisu dari dashboard mobil.

“Terima kasih,” ujar Zulfa menerima tisu itu dan mengusap air matanya yang tadi sempat keluar karena tidak menyangka akan bertemu dengan Hamish di tempat seperti ini.

Sepanjang perjalanan pulang, mereka tidak mengatakan apa pun hingga akhirnya Zulfa mengatakan bahwa Hamish adalah pria yang ia cintai namun ia tega membatalkan rencana pernikahan mereka sehari sebelum hari

bahagia itu datang.

“Aku sampai sekarang tidak tahu apa yang membuatnya membatalkan rencana pernikahan kita.”

Bintang sama sekali tidak mengatakan apa pun, ia hanya menjadi seorang pendengar yang baik saja ketika Zulfa mencurahkan semua keluh kesah yang ada di dalam hatinya hingga Zulfa merasa jauh lebih baik.

“Terima kasih karena kamu sudah mau mendengarkan keluh kesahku, Bintang.”

“Tidak masalah, Nona Zulfa.”

****

Vicko melihat Zulfa dan Bintang baru saja pulang, Vicko kemudian membukakan pintu untuk Zulfa dan wanita itu meminta Vicko membawakan barangnya masuk ke dalam.

“Biar aku saja,” ujar Bintang.

“Tidak perlu, Vicko sudah biasa melakukannya.”

Setelah mengatakan itu Zulfa langsung masuk ke dalam rumah dan Bintang bingung apa yang harus ia lakukan saat ini dan ia baru ingat kalau diberikan tugas oleh Usman semalam.

“Kalian dari mana saja?” tanya Vicko.

“Dia mengajakku ke mall dan memberikan beberapa pakaian dan mencukur rambutku,” jawab Bintang.

“Wah kalau dengan gaya rambut seperti ini kamu seperti bintang film saja, Bang.”

“Masa sih? Rasanya aku biasa saja.”

“Pantas kalau nona Zulfa memilihmu sebagai suami kan?”

“Lebih tepatnya suami pengganti, eh iya ngomong-ngomong kamu tahu di mana nyonya Miranda?”

“Nyona Miranda? Kenapa kamu menanyakan soal dia?”

“Eh anu, aku hanya bertanya saja, kok.”

“Beliau tadi bilangnya sih ingin bertemu dengan rekan-rekan sosialitanya di suatu tempat.”

“Begitu rupanya.”

“Memangnya ada apa, sih?”

“Bukan apa-apa.”

“Bang, tadi aku memberitahu Hana bahwa kamu dan nona Zulfa sudah menikah.”

“Benarkah? Lalu bagaimana tanggapannya?”

“Dia tentu saja terkejut, bagaimana mungkin kamu bisa tiba-tiba menikah dengan nona Zulfa padahal kalian baru pertama kali bertemu.”

Bintang kemudian masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Zulfa untuk bicara dengan wanita itu.

****

Bintang meminta izin pada Zulfa untuk pergi menjenguk ibunya yang ada di rumah sakit, Zulfa nampak tak peduli dengan apa yang Bintang katakan dan membiarkan Bintang pergi. Ketika tiba di rumah sakit, ia langsung menuju ruangan inap ibu mereka yang secara sengaja ditingkatkan ke kelas VIP oleh Usman.

“Bang.”

“Ibu belum siuman?”

“Belum.”

“Semoga saja Ibu segera siuman.”

“Bang, tadi aku bertanya pada bang Vicko kalau kamu sudah menikah, apakah itu benar?”

“Vicko sudah bercerita banyak padamu kan?”

“Iya sih, akan tetapi bagaimana bisa?”

Bintang pun menceritakan semuanya pada Zulfa dan tentu saja adik bungsunya itu terkejut dan tak percaya kalau kisah hidup kakaknya bisa berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam satu malam.

“Aku rasa kamu seperti cinderella versi laki-lakinya.”

“Kamu ini jangan bicara konyol.”

“Siapa yang bicara konyol? Apa yang aku katakan itu memang benar kan? Maksudku sekarang kamu sudah menjadi suami seorang wanita dari keluarga kaya raya dan mertuamu membiayai biaya rumah sakit ibu kita.”

“Aku hanya seorang suami pengganti, aku tidak dicintai oleh wanita itu.”

“Wanita itu kan baru pertama bertemu denganmu, wajar kalau cinta itu belum tumbuh akan tetapi aku percaya lama kelamaan maka rasa cinta itu pasti akan tumbuh.”

****

Bintang baru saja tiba di rumah dan ketika ia masuk dari pintu depan, nampak mama mertuanya tengah berbincang dengan seorang wanita juga yang sepertinya adalah teman dekatnya.

“Kok menantumu jadi tambah tampan saja, sih?” tanya wanita yang merupakan teman mama mertuanya itu.

“Kamu ini selalu saja tertarik pada pria muda,” jawab Miranda.

“Tapi kalau dilihat-lihat memang dia tampan kok, tidak salah kalau Zulfa memilihnya sebagai suaminya menggantikan Hamish itu.”

“Kamu kenapa berdiri di sana saja? Kamu besar kepala karena dipuji tampan oleh teman saya?!” bentak Miranda pada Bintang.

“Maaf Nyonya, saya permisi dulu,” ujar Bintang yang kemudian pergi meninggalkan mereka.

“Kok kamu galak begitu sih pada pria itu?”

“Terpaksa aku harus menerimanya sebagai suami Zulfa karena Hamish membatalkan pernikahannya dengan anakku.”

“Apakah kamu tahu apa alasan Hamish membatalkan pernikahannya dengan Zulfa?”

“Menurut suamiku sih, katanya Hamish menghamili wanita lain dan wanita itu meminta untuk bertanggung jawab.”

Diam-diam Zulfa mencuri dengar apa yang tengah Miranda dan temannya bicarakan barusan, ia nampak menutup mulutnya tak percaya kalau Hamish ternyata menghamili wanita lain saat mereka menjalin hubungan.

“Tidak mungkin seperti itu kan?” lirih Zulfa.

Bintang terkejut ketika berpapasan dengan Zulfa yang tengah terisak, ia mendekati Zulfa untuk menenangkannya. Zulfa langsung memeluk tubuh Bintang dan menangis dalam pelukan pria itu.

****

Zulfa menelpon adik dari Hamish karena siapa tahu saja adik dari Hamish itu tahu sesuatu mengenai hal ini.

“Halo, Zulfa?”

“Petra, kamu sekarang ada di mana?”

“Aku ada di kantor, memangnya kenapa?”

“Bagaimana kalau nanti malam kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”

“Baiklah, di mana kita akan bertemu?”

“Aku akan memberikan alamatnya nanti.”

Setelah menutup sambungan telepon, Zulfa kemudian memberikan alamat di mana mereka janjian untuk bertemu nanti. Zulfa kemudian besiap untuk pergi tanpa memberitahu Bintang ia akan pergi ke mana dan Bintang pun sungkan untuk bertanya pada Zulfa mau pergi ke mana istrinya itu.

“Cepatlah bisa mengemudi mobil supaya aku tidak perlu harus mengendarai mobilku sendiri,” ujar Zulfa ketus yang kemudian pergi dari kamarnya menuju sebuah café untuk bertemu dengan Petra.

Ketika tiba di café nampak Petra sudah menantinya di sebuah meja, Zulfa duduk di kursi yang berhadapan dengan pria itu.

“Jadi ada apa, Zulfa?”

“Katakan padaku yang kamu ketahui mengenai pernikahan Hamish, apakah benar kalau dia menikahi wanita itu karena sudah menghamilinya?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!