Godaan Tante Girang

Pada akhirnya Bintang dan Zulfa tiba juga di depan ruang inap Rohimah, Bintang nampak gugup sekali ketika hendak membuka pintu ruang inap itu namun Zulfa menggenggam tangannya yang seolah wanita itu memberikan semangat untuk Bintang dapat melakukan hal ini. Bintang memejamkan kedua matanya dan kemudian membuka perlahan pintu ruangan inap sang ibu yang mana di sana nampak ada ibunya dan Hana.

“Bu, aku datang.”

“Bintang.”

Bintang langsung memeluk Rohimah dengan erat sementara itu setelahnya Bintang pun memperkenalkan Zulfa pada ibunya dan juga Hana.

“Bu, ini adalah istriku, Zulfa,” ujar Bintang.

“Halo Bu, apa kabar?” tanya Zulfa seraya menyalami tangan Rohimah.

“Ya Tuhan, Bintang, istrimu cantik sekali,” puji Rohimah.

“Terima kasih, Bu,” ujar Zulfa dengan senyum adanya.

Bintang berusaha untuk bersikap biasa saja seperti yang diperintahkan oleh Zulfa sebelum ini akan tetapi tetap saja ia masih agak canggung karena belum terbiasa memanggil Zulfa dengan tanpa menyebut nona di depannya. Pintu ruangan inap Rohimah terbuka dan menampaka Vicko di sana, pria itu nampak terkejut ketika melihat Bintang dan Zulfa tengah berada di sini.

“Bang, kamu di sini juga?”

“Kebetulan sekali Vicko juga datang, Ibu merindukanmu, Nak,” ujar Rohimah.

Vicko kemudian mendatangi ibunya dan memeluknya, sementara itu setelahnya Vicko seperti memberikan kode untuk Bintang agar mereka berdua bisa bicara sebentar diluar ruangan.

“Bu, aku dan Vicko mau bicara sebentar di luar, ya?”

“Baik, Nak.”

****

Ketika mereka berdua sudah di luar ruangan inap ibu mereka, Vicko pun bertanya kenapa membawa Zulfa bertemu dengan ibu mereka dan Bintang pun mengatakan pada Vicko bahwa ini bukan keinginannya melainkan keinginan Zulfa sendiri.

“Apa katamu?”

“Aku berani bersumpah kalau nona Zulfa yang menginginkan ini, aku sendiri juga tidak menyangka kalau dia mau bertemu dengan ibu.”

“Jangan-jangan dia sudah mulai suka padamu, Bang.”

“Jangan bicara yang tidak-tidak, mana mungkin dia menyukaiku.”

“Kalau dia tidak menyukaimu, untuk apa dia mau diajak ke sini kan?”

“Vicko, kamu jangan bicara yang aneh-aneh, oh iya sekali lagi jangan beri tahu ibu dan Hana mengenai kondisiku yang sebenarnya di rumah, ya?”

“Memangnya kenapa?”

“Aku tidak mau membuat ibu dan Hana jadi kepikiran, tolong rahasiakan ini dari mereka, ya? Aku mohon padamu.”

“Baiklah, aku akan merahasiakannya dari mereka.”

“Terima kasih banyak, Vicko.”

Akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam ruang inap Rohimah, setelah mengobrol cukup lama akhirnya Bintang mengajak Zulfa untuk pulang ke rumah.

“Kok kalian buru-buru sekali?”

“Anu Bu, istriku masih memiliki keperluan lain jadi kami harus segera pergi.”

“Begitu, ya. Padahal Ibu masih ingin mengobrol lama dengan dia.”

“Kapan-kapan aku akan datang lagi ke sini kalau Ibu masih dirawat atau kalau Ibu sudah pulang, aku akan datang ke rumah,” ujar Zulfa.

“Benarkah?”

“Iya Bu.”

Rohimah begitu senang sekali mendengar Zulfa mengatakan itu, ia berharap mereka bisa segera bertemu kembali setelah ini.

****

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Zulfa tidak mengatakan apa pun pada Bintang dan ia menatap keluar jendela mobil hingga membuat Bintang bertanya-tanya apakah Zulfa tidak suka dengan ibu dan adiknya.

“Ibumu baik sekali, ya?”

“Apa?”

“Iya, dari tatapan mata dan sikapnya ketika memperlakukanku, aku bisa merasakan bahwa dia adalah orang yang baik dan bersifat keibuan.”

“Nona tidak merasa risih dengan ibuku?”

“Sama sekali tidak, aku justru malah merasa nyaman ketika berbicara dengannya.”

Bintang nampak tersenyum ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Zulfa barusan karena ia tak menyangka kalau Zulfa akan memberikan penilaian positif pada ibunya.

“Tapi jangan berharap aku akan memperlakukanmu baik, ingat statusmu, Bintang.”

“Aku tahu, Nona. Terima kasih banyak.”

“Kamu sudah lelah?”

“Kenapa memangnya, Nona?”

“Aku mau pergi ke gym sekaligus untuk mendaftarkanmu sebagai member di sana.”

“Gym?”

“Iya, apakah kamu keberatan?”

“Tidak sama sekali, Nona.”

Akhirnya mereka pun segera pergi ke gym dan di sana Zulfa langsung mendaftarkan Bintang sebagai member di gym yang sama dengannya. Zulfa langsung pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian karena memang ia sudah membawa pakaian ganti di dalam tasnya dan hal tersebut berbeda dengan Bintang yang sama sekali tidak membawa pakaian ganti.

****

Bintang pertama kalinya melihat tubuh indah Zulfa yang mengenakan pakaian olahraga, Zulfa sendiri nampak begitu menggodan dan seksi ketika melakukan olahraga pada alat gym sementara Bintang hanya menjadi penonton saja karena ia tidak membawa pakaian ganti.

“Kamu tidak ikut bergabung?” tanya Zulfa dari cermin menatap ke arah Bintang.

“Tidak Nona, aku tidak membawa pakaian ganti,” jawab Bintang.

“Kalau begitu besok kamu harus datang ke gym ini dan mulai olahraga di sini.”

“Baik, Nona.”

Setelah puas berolahraga, akhirnya Zulfa pergi ke kamar ganti untuk berganti pakaian dan mandi ketika Zulfa tengah mandi dan berganti pakaian, Bintang duduk sendirian menunggu Zulfa selesai dan ia dihampiri oleh seorang wanita yang tidak lain adalah teman dari Miranda.

“Kamu menantunya Miranda kan?”

“Iya Nyonya.”

“Nyonya?”

“Eh?”

“Ah, kamu pria yang sopan rupanya, aku jadi semakin menyukaimu.”

“Eh, terima kasih.”

“Kamu sedang apa sendirian di sini?”

“Aku menunggu istriku selesai olahraga.”

“Kamu sendiri tidak olahraga?”

“Aku tidak membawa pakaian ganti.”

“Aduh sayang sekali padahal aku ingin sekali melihatmu olahraga, pasti kamu seksi sekali ya ketika berolahraga.”

Bintang nampak tak nyaman dengan ucapan wanita ini yang seperti sangat terobsesi padanya bahkan wanita ini sengaja duduk sangat dekat dengannya namun untung saja Zulfa muncul dan menghentikan aksi wanita itu.

****

Zulfa menatap heran pada rekan sosialita mamanya yang tengah berbincang akrab dengan suaminya, akan tetapi sepertinya ada yang aneh ketika ia datang karena Bintang seperti tidak nyaman dengan wanita itu.

“Tante.”

“Oh Zulfa.”

“Tante mau olahraga?”

“Iya sayang, Tante mau gym kamu sudah selesai gym-nya, sayang?”

“Iya Tante, aku sudah selesai, kalau begitu kami pamit dulu, ya?”

“Baiklah sayang, hati-hati di jalan, sampaikan salamku pada mamamu.”

“Baik Tante, kami pulang dulu.”

Zulfa dan Bintang kemudian pergi dari gym itu dan masuk ke dalam mobil, di dalam mobil itulah Zulfa meminta Bintang bercerita mengenai apa saja yang mereka bicarakan tadi.

“Anu Nona, teman nyonya Miranda itu membuatku tidak nyaman.”

“Maksudnya?”

“Itu dia seperti suka padaku dan itu membuatku tidak nyaman.”

“Dia itu memang wanita kesepian yang suka menggoda pria yang usianya jauh lebih muda darinya, kamu harus menjaga jarak dengannya atau nantinya kamu malah akan tergoda dengan dia.”

“Aku tidak akan tergoda dengan dia karena sekarang aku kan sudah menikah dengan Nona Zulfa.”

“Eh?”

Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!