Dimarahi Papa

Zulfa akhirnya pulang ke rumah menjelang pagi dan ketika ia baru saja tiba di rumah, Usman sudah menantinya dan menatapnya dengan tatapan marah. Tanpa banyak basa-basi Usman langsung bertanya dari mana saja Zulfa hingga baru pulang jam segini.

“Aku minta maaf.”

“Papa tidak menyuruhmu untuk meminta maaf, Papa bertanya kamu dari mana saja hingga baru pulang jam segini?”

“Aku menghabiskan waktu dengan temanku.”

“Teman? Teman siapa?”

“Papa tak perlu tahu siapa temanku.”

“Zulfa!”

“Usman, sudahlah jangan bersikap seperti ini pada Zulfa,” ujar Miranda memperingatkan suaminya.

“Jadi kamu membenarkan perbuatan Zulfa yang pulang menjelang pagi begini?”

“Bukannya begitu, hanya saja dia pasti memiliki alasan kenapa bisa pulang jam segini, dia nampak lelah sekali, kenapa tidak membiarkannya untuk istirahat dan kemudian bicara saat mood sedang baik kan?”

Usman menghela napasnya panjang, ia kemudian tak bicara banyak lagi dan memilih untuk pergi meninggalkan Zulfa, Miranda pun menyuruh Zulfa untuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya kemudian istirahat.

“Terima kasih, Ma.”

“Tidak masalah, sayang.”

Zulfa tiba di kamarnya dan tidak lama Bintang pun tiba di kamar itu, Bintang bertanya ke mana saja Zulfa semalaman dan Zulfa tak menjawab pertanyaan dari Bintang barusan.

“Nona?”

“Bintang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

“Mengatakan apa, Nona?”

“Aku mencintai Hamish, kamu tahu itu kan?”

“Iya aku tahu, Nona.”

“Kalau begitu tolong rahasiakan kalau aku menjalin hubungan dengan Hamish.”

“Nona masih menjalin hubungan dengan mantan tunangan Nona itu? Bukankah sebelumnya Nona mengatakan kalau membenci mantan tunangan Nona itu?”

“Iya, sebelumnya aku memang mengatakan itu padamu akan tetapi sekarang aku tidak membencinya sama sekali, aku sadar kalau aku mencintainya.”

****

Bintang tak tahu harus bersikap seperti apa mengenai yang dikatakan oleh Zulfa barusan, kalaupun ia melarang Zulfa untuk berhubungan dengan Hamish ia tidak memiliki hak untuk itu karena ia hanya seorang suami pengganti di mata Zulfa dan wanita itu juga pasti tak akan mau mendengarkannya. Bintang membawakan Zulfa makanan ke dalam kamar dan hal tersebut membuat Zulfa berterima kasih pada Bintang karena sudah repot-repot membawakannya makan.

“Beruntung sekali wanita yang kamu cintai memiliki pria sepertimu.”

“Menurut Nona seperti itu?”

“Iya, tentu saja. Apakah sekarang kamu menyukai seseorang?”

“Tidak, aku belum menyukai seseorang.”

“Benarkah? Sampai saat ini kamu belum pernah mengalami jatuh cinta?”

“Aku sudah pernah jatuh cinta dan aku juga sudah pernah berpacaran akan tetapi itu ketika aku masih SMA dulu, aku juga ragu apakah itu benar-benar cinta sungguhan atau cinta pada masa puber semata.”

Mengobrol dengan Bintang membuat perasaan Zulfa menjadi lebih baik, ia merasa nyaman dengan Bintang bukan sebagai seorang suami melainkan sebagai seorang teman dekat untuk berbagi keluh kesahnya yang tak bisa ia utarakan pada siapa pun.

“Bintang.”

“Ada apa, Nona?”

“Maukah kamu menjadi temanku?”

“Kenapa Nona harus menanyakan itu?”

“Karena aku tidak mau memaksamu kalau tidak mau berteman denganku.”

****

Hamish pulang ke rumah dan langsung disambut oleh ocehan kedua orang tuanya yang menantikan kepulangan dirinya sejak semalam. Papanya nampak begitu marah karena ia dianggap menelantarkan istrinya akan tetapi Hamish langsung memiliki sebuah pembelaan mengenai hal itu.

“Aku menikahinya bukan karena aku mencintainya, dia bisa menikah denganku akibat kesalahanku malam itu.”

“Berani sekali kamu mengatakan itu!”

“Kenapa? Apakah yang barusan aku katakan salah, Pa? Itu adalah sesuatu hal yang benar terjadi.”

Hamish kemudian langsung menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, istrinya itu mengikutinya sampai ke dalam kamar dan bertanya apa yang sudah Hamish lakukan semalaman dan dengan siapa Hamish tidur.

“Apa hakmu menanyakan itu padaku?”

“Aku istrimu, aku berhak untuk mengetahui semua hal tentangmu, Hamish.”

“Iya, kamu benar, kamu memang istriku akan tetapi istri di atas kertas, jadi jangan pernah mencoba mengusik kehidupan pribadiku.”

“Apakah kamu menemui mantanmu itu dan kalian berdua tidur bersama semalam?”

“Menurutmu?”

Raut wajah Nitya berubah saat mendengar ucapan Hamish barusan, ia hendak menampar Hamish akan tetapi pria itu sudah terlebih dahulu menahan tangannya sebelum mengenai wajahnya.

“Jangan pernah mencoba melakukan sesuatu hal yang buruk padaku dan memancing amarahku, kamu tahu kan ketika aku marah maka aku bisa melakukan apa pun?”

****

Bintang membawakan piring dan gelas kotor ke bawah untuk ia cuci di dapur, ketika ia melintas di ruang tamu nampak Usman memanggilnya untuk datang ke sini.

“Ada apa, Tuan?”

“Jangan banyak tanya, datang ke sini menghadapku sekarang juga!”

Bintang pun segera menghadap Usman seperti apa yang diperintahkan oleh pria itu barusan.

“Kamu kenapa membawa piring dan gelas kotor ini?”

“Tadi nona Zulfa lapar jadi aku membawakannya makan dan minum ke kamar.”

“Memangnya kamu ini asistennya apa? Kenapa mau-maunya disuruh anakku melakukan semua ini?”

“Anu Tuan, saya tidak tega karena sepertinya nona Zulfa belum makan dan minum sejak tadi maka dari itu saya membawakannya.”

“Di mana dia sekarang?”

“Ada di kamar, Tuan.”

“Panggil dia sekarang.”

“Baik Tuan, akan tetapi saya menaruh piring dan gelas kotor ini ke dapur.”

“Cepat lakukan itu.”

“Baik Tuan.”

Setelah menaruh piring dan gelas kotor ke dapur, Bintang bergegas menuju kamar dan memanggil Zulfa karena Usman ingin bicara dengannya akan tetapi saat Bintang tiba di sana nampak Zulfa sedang lelap tertidur hingga ia tak tega jika harus membangunkan Zulfa.

“Bagaimana ini? Nona Zulfa sedang tertidur.”

Bintang pun kemudian memilih untuk tidak membangunkan Zulfa dan pergi keluar kamar untuk menghadapi Usman walaupun ia tahu kelak dia akan kena marah pria itu.

****

Bintang benar-benr dimarahi oleh Usman karena dia tidak melakukan tugasnya, Bintang sudah menjelaskan apa yang terjadi akan tetapi Usman tak percaya hingga ia datang sendiri ke kamar Zulfa dan langsung membangunkan kasar Zulfa yang tengah tertidur.

“Papa?”

“Kenapa kamu malah tidur dan bukannya menemuiku di bawah?”

“Papa mau apa ke kamarku?”

“Katakan padaku, semalaman kamu di mana dan dengan siapa?”

“Aku kan sudah bilang aku dengan temanku, kenapa Papa tidak percaya, sih?”

“Teman katamu? Apakah diam-diam kamu bertemu dengan Hamish yang kurang ajar itu?”

“Tidak, Pa! Sungguh aku tidak bertemu dengan Hamish, aku bertemu dengan temanku semalam.”

“Baiklah kalau memang begitu, untuk kali ini aku akan percaya padamu akan tetapi aku akan terus mengawasimu, jika aku mengetahui kamu masih menjalin hubungan dengan Hamish maka aku tidak akan mengampunimu, ingat itu!”

Setelah mengatakan itu, Usman langsung pergi dari kamar dan membuat Zulfa benar-benar shock karena bangun tidur ia langsung dimarahi oleh papanya.

“Maafkan aku Nona karena tidak dapat berbuat apa-apa.”

“Tida apa, Bintang.”

Terpopuler

Comments

Pratama windra

Pratama windra

ini keluarga apa
pelakor

2025-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa Menikah
2 Setelah Menikah
3 Pertemuan Tak Sengaja
4 Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5 Menabrak Seseorang
6 Menjemput Seseorang
7 Memancing Emosi
8 Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9 Terpesona
10 Anak-Anak Pun Curiga
11 Cerita Tentang Mama
12 Tolong Temani Aku
13 Permintaan Istri
14 Mengenalkan Pada Ibu
15 Godaan Tante Girang
16 Cium Aku
17 Bujukan Sang Mantan
18 Dimarahi Papa
19 Dia Tampan Juga
20 Mertua yang Genit
21 Terbongkarnya Rahasia
22 Sudah Menikah
23 Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24 Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25 Aku Percaya Padamu
26 Sudah Boleh Pulang
27 Menelan Pil Pahit
28 Kabar Buruk Menjadi Nyata
29 Setelah Semua Berlalu
30 Cinta Lama Belum Usai
31 Bentuk Tubuh
32 Tahu Semuanya
33 Jangan Mengharap Lebih
34 Hanya Sebuah Mimpi
35 Kamu Suka Padaku
36 Tunggu Sebentar
37 Orang Baik
38 Gangguan Kembali Datang
39 Kakak Penasaran
40 Tak Mau Berdebat
41 Alasan Untuk Bertemu
42 Baru Tahu
43 Sakit Tak Berdarah
44 Mencari Cara
45 Wanita Itu Datang
46 Hal Tidak Enak
47 Obrolan Tak Nyaman
48 Bukti Untukmu
49 Tak Ada Pilihan
50 Jalan Terbaik
51 Terlanjur
52 Tak Ingin Berpisah
53 Hanya Masalah
54 Bicara Dengan Siapa?
55 Kecewa Pada Dia
56 Tak Sengaja Mereka Bertemu
57 Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58 Drama Dua Hati
59 Ketika Ancaman Tak Berhasil
60 Terbit Masalah Baru
61 Membicarakan Masa Lalu
62 Bertengkar Karena Wanita
63 Bersulang
64 Ditipu Istri Sendiri
65 Tahu yang Sebenarnya
66 Selingkuh yang Terbongkar
67 Cerita Secara Jujur
68 Kondisi Ricuh
69 Jangan Percaya
70 Setelah Terjadi
71 Hilang Akal
72 Dia Pergi
73 Jebakan Sang Istri
74 Mencoba Menggoda
75 Siksaan Batin
76 Menaruh Racun
77 Tak Ada Niatan Buruk
78 Hanya Mimpi
79 Kenapa Jadi Begini?
80 Rumah Sakit Jiwa
81 Penghinaan
82 Kejadian Tak Terduga Kembali
83 Panik
84 Akhirnya Ku Menemukanmu
85 Kamu Takut
86 Sungguh Terlalu
87 Janji Padaku
88 Cinta Segitiga
89 Kembali Bertemu
90 Senyum Lebar
91 Siapa yang Salah?
92 Kakak yang Malang
93 Merasa Iba
94 Tahu Semuanya
95 Dia Tak Cinta Aku
96 Tak Menyangka
97 Akhirnya Tahu
98 Kesedihan yang Nyata
99 Memberi Pelajaran
100 Menyelamatkan Dia
101 Sekian Lama
102 Tak Perlu Penjelasan
103 Akhir Kisah
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Dipaksa Menikah
2
Setelah Menikah
3
Pertemuan Tak Sengaja
4
Mengulik Kebenaran Sang Mantan
5
Menabrak Seseorang
6
Menjemput Seseorang
7
Memancing Emosi
8
Kamu Tak Dapat Menghalangiku
9
Terpesona
10
Anak-Anak Pun Curiga
11
Cerita Tentang Mama
12
Tolong Temani Aku
13
Permintaan Istri
14
Mengenalkan Pada Ibu
15
Godaan Tante Girang
16
Cium Aku
17
Bujukan Sang Mantan
18
Dimarahi Papa
19
Dia Tampan Juga
20
Mertua yang Genit
21
Terbongkarnya Rahasia
22
Sudah Menikah
23
Jatuh Cinta Pada Orang yang Salah
24
Ingin Mengatakan yang Sesungguhnya
25
Aku Percaya Padamu
26
Sudah Boleh Pulang
27
Menelan Pil Pahit
28
Kabar Buruk Menjadi Nyata
29
Setelah Semua Berlalu
30
Cinta Lama Belum Usai
31
Bentuk Tubuh
32
Tahu Semuanya
33
Jangan Mengharap Lebih
34
Hanya Sebuah Mimpi
35
Kamu Suka Padaku
36
Tunggu Sebentar
37
Orang Baik
38
Gangguan Kembali Datang
39
Kakak Penasaran
40
Tak Mau Berdebat
41
Alasan Untuk Bertemu
42
Baru Tahu
43
Sakit Tak Berdarah
44
Mencari Cara
45
Wanita Itu Datang
46
Hal Tidak Enak
47
Obrolan Tak Nyaman
48
Bukti Untukmu
49
Tak Ada Pilihan
50
Jalan Terbaik
51
Terlanjur
52
Tak Ingin Berpisah
53
Hanya Masalah
54
Bicara Dengan Siapa?
55
Kecewa Pada Dia
56
Tak Sengaja Mereka Bertemu
57
Tiba-Tiba Datang Dengan Pernyataan Cinta
58
Drama Dua Hati
59
Ketika Ancaman Tak Berhasil
60
Terbit Masalah Baru
61
Membicarakan Masa Lalu
62
Bertengkar Karena Wanita
63
Bersulang
64
Ditipu Istri Sendiri
65
Tahu yang Sebenarnya
66
Selingkuh yang Terbongkar
67
Cerita Secara Jujur
68
Kondisi Ricuh
69
Jangan Percaya
70
Setelah Terjadi
71
Hilang Akal
72
Dia Pergi
73
Jebakan Sang Istri
74
Mencoba Menggoda
75
Siksaan Batin
76
Menaruh Racun
77
Tak Ada Niatan Buruk
78
Hanya Mimpi
79
Kenapa Jadi Begini?
80
Rumah Sakit Jiwa
81
Penghinaan
82
Kejadian Tak Terduga Kembali
83
Panik
84
Akhirnya Ku Menemukanmu
85
Kamu Takut
86
Sungguh Terlalu
87
Janji Padaku
88
Cinta Segitiga
89
Kembali Bertemu
90
Senyum Lebar
91
Siapa yang Salah?
92
Kakak yang Malang
93
Merasa Iba
94
Tahu Semuanya
95
Dia Tak Cinta Aku
96
Tak Menyangka
97
Akhirnya Tahu
98
Kesedihan yang Nyata
99
Memberi Pelajaran
100
Menyelamatkan Dia
101
Sekian Lama
102
Tak Perlu Penjelasan
103
Akhir Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!