Setelah masalah yang tak terduga terjadi di desa Fulen, semua penduduk desa setuju akan pindah ke desa Heiwa. Saat itu rombongan para pedagang datang ke desa itu untuk menjual dagangan mereka sebentar lalu pergi lagi menuju ke kota Ur.
"Wah, wah, ada apa ini sampai berkumpul di alun-alun desa?" ucap seorang pedagang turun dari kereta kuda.
Saat itu para petualang terdiam ketika melihat seorang pria yang seharusnya ada dibelakang mereka bisa ada di desa tersebut. "Ba-bagaimana mungkin kau bisa sampai disini duluan?" ujar pemimpin Thunder Wolf.
"Tak ada hubungannya dengan kalian, kan?" saut Ferisu sembari berjalan pergi meninggalkan tempat itu. "Oh iya, Alfred! Aku mau pergi dulu, saat aku kembali bersiaplah!" teriak Ferisu.
Saat itu seorang pedagang datang menghampiri Ferisu. "Hei, apa kau mau pergi ke kota Ur?" ucapnya.
"Tidak juga, tapi arahnya memang sama," jawab Ferisu.
"Begitu yah, kulihat-lihat kau ini cukup kuat. Apa kau mau ikut bersama kami?" ucap pedagang tersebut menawari Ferisu.
Ferisu melihat ke arah Kurumi sejenak lalu mengangguk setuju. Setelah para pedagang selesai dengan urusannya, mereka mulai melanjutkan parjalanan menuju kota Ur. Kota itu berada di wilayah perbatasan antara kerajaan Yelusia dan kerajaan Aur.
Berbeda dengan para petualang yang disewa, Ferisu dan Kurumi duduk di kereta yang sama dengan para pedagang. Tentu saja hal itu membuat jengkel kelompok Silver Prince yang memendam rasa kesal pada Ferisu. Ketika melewati sebuah hutan, mereka dihadang oleh sekelompok bandit.
"Semuanya bersiap untuk pertarungan!" teriak setiap pemimpin kelompok.
Para petualang langsung mengambil posisi mereka masing-masing. Sedangkan Ferisu tetap diam bersantai di dalam kereta, sembari melihat pertarungan mereka. "Hmm, apa kita sudah dekat?" Ferisu mendekat ke telinga Kurumi dan berbisik.
Kurumi menganggukkan kepalanya. "Kita akan sampai sebentar lagi," jawab Kurumi pelan.
Pertarungan masih berlangsung, karena merasa akan memakan waktu jika mengandalkan para petualang, Ferisu keluar dari kereta dan naik ke atapnya untuk melihat pertarungan. Dilihat dari perlengkapannya orang yang menghadang tak terlihat seperti bandit biasa.
"Apa mereka mantan kesatria?" gumam Ferisu berspekulasi.
Tiga kelompok petualang yang disewa bukanlah petualang rank rendah, bagaimana bisa mereka kesulitan hanya karena melawan para bandit? Ada sesuatu yang aneh sedang terjadi, perlengkapan para bandit juga sangat terawat dengan baik.
Saat mengamati wajah para bandit, Ferisu sedikit terkejut ketika melihat seseorang yang bediri di barisan paling belakang para bandit. "Dia ... sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat ... ."
Karena merasa ada yang aneh, Ferisu langsung bergerak menuju garis depan dan melumpuhkan para bandit tanpa membunuh mereka.
"A-apa?! Apa yang terjadi!?" teriak panik orang-orang yang berada di barisan belakang.
Hanya satu hal yang bisa mereka rasakan, hawa membunuh yang besar dari seorang pria dengan rambut silver. Matanya yang merah menyala membuat kaki mereka membeku dan tak bisa bergerak ataupun melarikan diri. "Tidurlah," terdengar sebuah bisikan pelan ditelinga mereka sebelum kehilangan kesadaran.
"Baiklah, itu yang terakhir," gumam Ferisu sembari membunyikan lehernya. "Aku tak terlalu ingat tapi, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" ujar Ferisu bertanya pada seseorang yang dirasa pernah ia temui.
Pria itu tampak tersentak. "Kalian semua cepat serang dia!" teriaknya dengan panik.
Satu persatu orang yang datang dibuat pingsan oleh Ferisu dengan cara memukul bagian belakang leher mereka. Pria itu menghilang dari tempat pertarungan dan berlari dengan begitu cepat sembari menghilangkan hawa keberadaannya.
"Kurasa aku tak perlu mengejarnya," gumam Ferisu sembari melirik ke semua bandit yang pingsan.
Membalikkan tubuhnya, Ferisu melihat para petualang yang tampak kelelahan dengan nafas yang terengah-engah. "Hee~ kukira yang mengawal petualang rank atas, melawan bandit rendahan saja tak bisa?" ejek Ferisu sambil menatap kelompok Silver Prince dengan sinis.
Walaupun merasa kesal dengan ejekan tersebut, mereka tak bisa membalasnya karena emang benar apa adanya. Mereka yang bertingkah sombong dan memandang rendah orang, kini merasa begitu terpukul oleh kata-kata mereka sendiri.
"Namun, wajar saja kalian kalah. Mereka bukanlah bandit, melainkan seorang kesatria," ujar Ferisu saat menggeleda salah satu bandit. "Apa kalian tau ini lambang kerajaan apa?" tanyanya sembari memperlihatkan sebuah lambang di dada kanan pakaian bandit tersebut.
"I-itukan, lambang kekaisaran Igrasia!" ucap para petualang dengan terkejut.
"Hee~ kekaisaran, yah," gumam Ferisu dengan senyum yang tampak menikmatinya.
"Kurumi! Turunlah dari kereta, kita akan melanjutkannya dengan jalan kaki," ujar Ferisu memanggil Kurumi.
Kurumi langsung turun dari kereta dan bergegas menghampiri Ferisu. Saat berlari, tudung yang menutupi kepalanya terbuka hingga telinga kelincinya terlihat oleh orang-orang.
"Ras bunny!?" semua manusia yang ada dikaravan pedagang terkejut saat melihat hal itu.
Pada saat itu seorang pedagang turun dari kereta dan datang menghampiri Ferisu. "Tuan, apa ras bunny ini budakmu?" tanyanya dengan wajah yang tersenyum aneh.
"Apa ada masalah?" jawab Ferisu dengan tatapan dingin.
"Ah, tidak-tidak! Hanya saja, mereka sangat langka dan begitu disenangi oleh para bangsawan. Apa Anda mau menjualnya pada saya? Saya akan membayar tiga kali lipat dari harga belinya!" ujar pedagang tersebut mencoba untuk bernegosiasi.
Kurumi tampak ketakutan dan memeluk dengan erat dengan mata yang berbinar-binar menatap Ferisu.
"Hee~ menarik, coba sebutkan harganya," ucap Ferisu dengan senyum simpul.
Saat mendengar hal itu Kurumi terkejut dan melihat Ferisu dengan tak percaya. "K-Kakak, ka-kamu tak akan menjualku, kan?" ucapnya gemetaran.
"Apa aku pernah bilang begitu? Bukannya aku pernah bilang, 'aku bisa saja menjualmu' kau ingat, kan?" saut Ferisu dengan senyum simpul.
Pedagang itu menawarkan harga sebesar 500 koin emas, namun Ferisu memasang wajah yang datar ketika mendengar hal itu. Kemudian ia menaikkan harganya sebesar 700 koin emas.
Hee~ tak kusangka harganya semahal ini
"Ha-hanya itu yang bisa kuberikan padamu," ujar pedagang tersebut.
"Apa kau membawa uangnya sekarang?" tanya Ferisu.
"Tentu saja! Jika ingin saya bisa bayar sekarang!" jawab pedagang itu dengan bersemangat.
Saat itu terlihat senyum kecil di bibir Ferisu. Para petualang langsung menyuruh pedagang itu mundur dan mengacungkan pedang mereka pada Ferisu.
"Tanpa menjualnya, aku bisa langsung mengambil uangnya darimu, kan? Kebetulan sekali aku membutuhkan kereta untuk mengangkut orang-orang yang pingsan ini," ujar Ferisu.
"Sebenarnya aku sudah merasa ada yang aneh, padahal sudah tahu jika diserang oleh para bandit. Tapi, kenapa semua pedagang di karavan ini seolah tenang-tenang saja, hei apa kau bisa menjawabnya? Tuan penyeludup?"
"Kesatria dari kekaisaran yang menyamar sebagai bandit, para pedagang yang terlihat tenang ketika diserang, membawa uang sebanyak itu pada saat dalam perjalanan yang cukup jauh. Apa kau pikir bisa mengelabuiku? Ah, satu lagi. Sebenarnya kau sudah tau kalau Kurumi merupakan ras bunny, kan? Itulah kenapa kau mengajakku kedalam perjalanan ini, benar, kan?" sambung Ferisu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Queen Of Gossip
woh ni si MC emang sebelum rengkarnasi kerja jadi detektif apa
2023-11-19
1