Chapter 16 : Para Pedagang?

Setelah masalah yang tak terduga terjadi di desa Fulen, semua penduduk desa setuju akan pindah ke desa Heiwa. Saat itu rombongan para pedagang datang ke desa itu untuk menjual dagangan mereka sebentar lalu pergi lagi menuju ke kota Ur.

"Wah, wah, ada apa ini sampai berkumpul di alun-alun desa?" ucap seorang pedagang turun dari kereta kuda.

Saat itu para petualang terdiam ketika melihat seorang pria yang seharusnya ada dibelakang mereka bisa ada di desa tersebut. "Ba-bagaimana mungkin kau bisa sampai disini duluan?" ujar pemimpin Thunder Wolf.

"Tak ada hubungannya dengan kalian, kan?" saut Ferisu sembari berjalan pergi meninggalkan tempat itu. "Oh iya, Alfred! Aku mau pergi dulu, saat aku kembali bersiaplah!" teriak Ferisu.

Saat itu seorang pedagang datang menghampiri Ferisu. "Hei, apa kau mau pergi ke kota Ur?" ucapnya.

"Tidak juga, tapi arahnya memang sama," jawab Ferisu.

"Begitu yah, kulihat-lihat kau ini cukup kuat. Apa kau mau ikut bersama kami?" ucap pedagang tersebut menawari Ferisu.

Ferisu melihat ke arah Kurumi sejenak lalu mengangguk setuju. Setelah para pedagang selesai dengan urusannya, mereka mulai melanjutkan parjalanan menuju kota Ur. Kota itu berada di wilayah perbatasan antara kerajaan Yelusia dan kerajaan Aur.

Berbeda dengan para petualang yang disewa, Ferisu dan Kurumi duduk di kereta yang sama dengan para pedagang. Tentu saja hal itu membuat jengkel kelompok Silver Prince yang memendam rasa kesal pada Ferisu. Ketika melewati sebuah hutan, mereka dihadang oleh sekelompok bandit.

"Semuanya bersiap untuk pertarungan!" teriak setiap pemimpin kelompok.

Para petualang langsung mengambil posisi mereka masing-masing. Sedangkan Ferisu tetap diam bersantai di dalam kereta, sembari melihat pertarungan mereka. "Hmm, apa kita sudah dekat?" Ferisu mendekat ke telinga Kurumi dan berbisik.

Kurumi menganggukkan kepalanya. "Kita akan sampai sebentar lagi," jawab Kurumi pelan.

Pertarungan masih berlangsung, karena merasa akan memakan waktu jika mengandalkan para petualang, Ferisu keluar dari kereta dan naik ke atapnya untuk melihat pertarungan. Dilihat dari perlengkapannya orang yang menghadang tak terlihat seperti bandit biasa.

"Apa mereka mantan kesatria?" gumam Ferisu berspekulasi.

Tiga kelompok petualang yang disewa bukanlah petualang rank rendah, bagaimana bisa mereka kesulitan hanya karena melawan para bandit? Ada sesuatu yang aneh sedang terjadi, perlengkapan para bandit juga sangat terawat dengan baik.

Saat mengamati wajah para bandit, Ferisu sedikit terkejut ketika melihat seseorang yang bediri di barisan paling belakang para bandit. "Dia ... sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat ... ."

Karena merasa ada yang aneh, Ferisu langsung bergerak menuju garis depan dan melumpuhkan para bandit tanpa membunuh mereka.

"A-apa?! Apa yang terjadi!?" teriak panik orang-orang yang berada di barisan belakang.

Hanya satu hal yang bisa mereka rasakan, hawa membunuh yang besar dari seorang pria dengan rambut silver. Matanya yang merah menyala membuat kaki mereka membeku dan tak bisa bergerak ataupun melarikan diri. "Tidurlah," terdengar sebuah bisikan pelan ditelinga mereka sebelum kehilangan kesadaran.

"Baiklah, itu yang terakhir," gumam Ferisu sembari membunyikan lehernya. "Aku tak terlalu ingat tapi, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" ujar Ferisu bertanya pada seseorang yang dirasa pernah ia temui.

Pria itu tampak tersentak. "Kalian semua cepat serang dia!" teriaknya dengan panik.

Satu persatu orang yang datang dibuat pingsan oleh Ferisu dengan cara memukul bagian belakang leher mereka. Pria itu menghilang dari tempat pertarungan dan berlari dengan begitu cepat sembari menghilangkan hawa keberadaannya.

"Kurasa aku tak perlu mengejarnya," gumam Ferisu sembari melirik ke semua bandit yang pingsan.

Membalikkan tubuhnya, Ferisu melihat para petualang yang tampak kelelahan dengan nafas yang terengah-engah. "Hee~ kukira yang mengawal petualang rank atas, melawan bandit rendahan saja tak bisa?" ejek Ferisu sambil menatap kelompok Silver Prince dengan sinis.

Walaupun merasa kesal dengan ejekan tersebut, mereka tak bisa membalasnya karena emang benar apa adanya. Mereka yang bertingkah sombong dan memandang rendah orang, kini merasa begitu terpukul oleh kata-kata mereka sendiri.

"Namun, wajar saja kalian kalah. Mereka bukanlah bandit, melainkan seorang kesatria," ujar Ferisu saat menggeleda salah satu bandit. "Apa kalian tau ini lambang kerajaan apa?" tanyanya sembari memperlihatkan sebuah lambang di dada kanan pakaian bandit tersebut.

"I-itukan, lambang kekaisaran Igrasia!" ucap para petualang dengan terkejut.

"Hee~ kekaisaran, yah," gumam Ferisu dengan senyum yang tampak menikmatinya.

"Kurumi! Turunlah dari kereta, kita akan melanjutkannya dengan jalan kaki," ujar Ferisu memanggil Kurumi.

Kurumi langsung turun dari kereta dan bergegas menghampiri Ferisu. Saat berlari, tudung yang menutupi kepalanya terbuka hingga telinga kelincinya terlihat oleh orang-orang.

"Ras bunny!?" semua manusia yang ada dikaravan pedagang terkejut saat melihat hal itu.

Pada saat itu seorang pedagang turun dari kereta dan datang menghampiri Ferisu. "Tuan, apa ras bunny ini budakmu?" tanyanya dengan wajah yang tersenyum aneh.

"Apa ada masalah?" jawab Ferisu dengan tatapan dingin.

"Ah, tidak-tidak! Hanya saja, mereka sangat langka dan begitu disenangi oleh para bangsawan. Apa Anda mau menjualnya pada saya? Saya akan membayar tiga kali lipat dari harga belinya!" ujar pedagang tersebut mencoba untuk bernegosiasi.

Kurumi tampak ketakutan dan memeluk dengan erat dengan mata yang berbinar-binar menatap Ferisu.

"Hee~ menarik, coba sebutkan harganya," ucap Ferisu dengan senyum simpul.

Saat mendengar hal itu Kurumi terkejut dan melihat Ferisu dengan tak percaya. "K-Kakak, ka-kamu tak akan menjualku, kan?" ucapnya gemetaran.

"Apa aku pernah bilang begitu? Bukannya aku pernah bilang, 'aku bisa saja menjualmu' kau ingat, kan?" saut Ferisu dengan senyum simpul.

Pedagang itu menawarkan harga sebesar 500 koin emas, namun Ferisu memasang wajah yang datar ketika mendengar hal itu. Kemudian ia menaikkan harganya sebesar 700 koin emas.

Hee~ tak kusangka harganya semahal ini

"Ha-hanya itu yang bisa kuberikan padamu," ujar pedagang tersebut.

"Apa kau membawa uangnya sekarang?" tanya Ferisu.

"Tentu saja! Jika ingin saya bisa bayar sekarang!" jawab pedagang itu dengan bersemangat.

Saat itu terlihat senyum kecil di bibir Ferisu. Para petualang langsung menyuruh pedagang itu mundur dan mengacungkan pedang mereka pada Ferisu.

"Tanpa menjualnya, aku bisa langsung mengambil uangnya darimu, kan? Kebetulan sekali aku membutuhkan kereta untuk mengangkut orang-orang yang pingsan ini," ujar Ferisu.

"Sebenarnya aku sudah merasa ada yang aneh, padahal sudah tahu jika diserang oleh para bandit. Tapi, kenapa semua pedagang di karavan ini seolah tenang-tenang saja, hei apa kau bisa menjawabnya? Tuan penyeludup?"

"Kesatria dari kekaisaran yang menyamar sebagai bandit, para pedagang yang terlihat tenang ketika diserang, membawa uang sebanyak itu pada saat dalam perjalanan yang cukup jauh. Apa kau pikir bisa mengelabuiku? Ah, satu lagi. Sebenarnya kau sudah tau kalau Kurumi merupakan ras bunny, kan? Itulah kenapa kau mengajakku kedalam perjalanan ini, benar, kan?" sambung Ferisu.

Terpopuler

Comments

Queen Of Gossip

Queen Of Gossip

woh ni si MC emang sebelum rengkarnasi kerja jadi detektif apa

2023-11-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!