Chapter 15 : Malaikat Jatuh?

Desa Fulen, tepatnya berada di depan rumah kepala desa. Terlihat begitu banyak orang berkerumun memanggil sang kepala desa keluar dari rumahnya. Saat pintu rumah terbuka semua orang terdiam dan suasana menjadi tegang. Sebuah sosok berjubah hitam melemparkan sang kepala desa keluar dari rumahnya.

"Si-siapa?" gumam para penduduk.

Sosok itu berjalan perlahan mendekati para warga, saat berada tepat dihadapan salah satu warga. Ia menyentuh dahi orang tersebut dengan dua jarinya dan tiba-tiba noda hitam menjalar layaknya akar pohon. Orang yang disentuh berteriak kesakitan dan matanya menjadi merah seakan berubah menjadi monster.

"Semuanya lari!" teriak Alfred yang menyadari jika sosok berjubah itu bukan manusia.

Menarik sebuah pedang yang ada di pinggangnya, Alfred dengan beraninya menyerang sosok berjubah itu seorang diri. Semua warga berlarian dengan panik meninggalkan tempat itu.

"Kurumi tetaplah dibelakangku," ucap Ferisu sembari melihat pertarungan itu.

Alfred terus-menerus menyerang sosok itu dengan pedangnya namun, sosok tersebut terlihat tidak serius menanggapi serangan Alfred seolah-olah serangannya tak berdampak apapun. "Huh, berhenti menggelitikku dasar manusia rendahan!" hanya dengan satu tangan, Alfred terhempas jauh hingga menabrak salah satu rumah.

Sosok itu tampak begitu kebingungan sembari melihat kesana kemari. Ia berjalan mendekati Ferisu yang sedari tadi menontonnya. "Kau, apa kau bisa memberitahu ini dimana?" tanyanya dengan aura tekanan yang kuat.

"Hah? Apa kau barusan bertanya padaku?" saut Ferisu dengan sinis.

Sosok itu sedikit tersentak karena aura yang dipancarkan oleh Ferisu. "Kau bukan manusia yah," ucapnya.

"Entahlah," jawab Ferisu acuh tak acuh.

Sosok itu melepaskan jubah yang menutupi tubuhnya. Saat itu terlihat sosok yang mengenakan armor hitam dengan pola merah disertai sepasang sayap yang besar. "Namaku Lucifer, sosok yang pernah dipuja sebagai malaikat agung," ujarnya memperkenalkan diri.

"Hee~ malaikat, yah. Jadi apa yang diinginkan malaikat agung Lucifer sepertimu disini?" balas Ferisu yang terlihat tertarik.

"Setelah melihat sosokku, kau masih tetap bisa tenang yah? Aku tak tau kau ini berani atau bodoh, yasudah lupakan saja. Ini ada dimana?" ucap Lucifer bertanya soal lokasinya.

"Tempat ini adalah desa bernama Fulen, desa para manusia," jawab Ferisu singkat.

Terlihat Lucifer mendecakkan lidahnya, walaupun mengenakan helm wajahnya yang terlihat kesal bisa dibayangkan oleh Ferisu. Aura membunuh, kebencian, amarah, terpancarkan dengan jelas oleh sosok hitam tersebut.

"Siapa namamu?" tanya Lucifer.

"Ferisu, apa itu saja yang ingin kau tau?" jawab Ferisu.

"Ferisu, yah. Aku akan mengingatnya, jika kau butuh bantuan aku akan menolongmu. Tapi, jika kau menghalangi tujuanku, aku akan memusnahkan-mu hingga tak berisisa," ujar Lucifer terbang menjauh dari desa tersebut.

Ferisu melihat malaikat hitam tersebut terbang pergi menjauh dari desa. "Huft~ siapa juga yang tertarik dengan tujuanmu, burung gagak yang jatuh," gumam Ferisu.

Ferisu berjalan mendekati Alfred yang terduduk sambil menahan sakit. "Ini, minumlah," ujar Ferisu memberikan sebuah potion.

Saat itu seorang pria yang memiliki mata merah dengan sulur hitam yang muncul di seluruh tubuhnya meloncat menerkam Ferisu dari arah belakang. Tangan kanannya bergerak kebelakang menangkap kepala orang tersebut lalu meremuknya hingga hancur.

Alfred yang melihat hal itu terbelalak terkaget-kaget saat melihat kepala seseorang hancur layaknya balon meletus. Saat itu ia tersadar sosok pria berambut silver dengan mata merah dihadapannya bukanlah manusia.

"Dia sudah mati saat disentuh burung gagak tadi, jadi tak ada yang bisa kulakukan selain membunuhnya yang sudah menjadi mayat hidup," jelas Ferisu sembari mengulurkan tangannya.

Sambil meneguk air ludahnya, Alfred menerima uluran tangan itu dan bangun berdiri. "T-terima kasih, ngomong-ngomong apa kau bukan manusia, Ferisu-san?" tanya Alfred.

"Benar, jika aku bukan manusia apa kau tak mau menjual hewan ternaknya?" jawab Ferisu sembari balik bertanya.

"Te-tentu saja aku akan menjualnya, lagipula kau sudah menyelamatkan nyawaku," balas Alfred. "Aku tak peduli kau manusia atau bukan, semua yang hidup di dunia ini adalah makhluk hidup. Gadis yang bersamamu ini juga bukan manusia, kan?"

"Iya, dia ras bunny. Namanya Kurumi," jawab Ferisu sembari melihat ke arah Kurumi.

Seelag kejadian itu kepala desa dan orang yang kepalanya hancur dimakamkan di kuburan yang ada di dekat bukit. Alfred mengundang Ferisu dan Kurumi kerumahnya untuk mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan desanya dari malaikat hitam sebelumnya.

"Aku tak melakukan apapun kau tau?" ujar Ferisu.

"Tapi kau berbicara dengannya hingga dia pergi dari desa ini," balas Alfred dengan senyum simpul.

Mereka berbincang dimeja makan tentang Ferisu yang ingin membangun sebuah tempat dimana banyak ras yang bisa hidup bersama. Saat mendengar hal itu Alfred terlihat begitu bersemangat, sejak awal Alfred juga menginginkan hal itu. Ia heran kenapa orang-orang bisa membenci ras selain manusia, padahal mereka sama-sama makhluk hidup.

Setelah berbicara panjang, Alfred ingin pergi ke desa itu sekaligus membawa semua hewan ternaknya. Namun, Ferisu menghentikan niatnya. "Kau tak bisa pergi kesana seorang diri, desanya ada didalam hutan yang dipenuhi oleh monster," jelas Ferisu.

Mendengar hal itu Alfred sedikit kecewa karena tak bisa pergi kesana. Ia menghela nafasnya sembari menatap langit-langit rumahnya.

"Setelah aku mengurus ras bunny, aku akan menjemputmu. Saat itu tiba, bersiaplah untuk pindah," ujar Ferisu.

Mendengar hal itu membuat Alfred meloncat kesenangan. Ia sudah lama memimpikan sebuah tempat yang bisa ditinggali oleh berbagai macam ras. Tapi, ia memiliki sebuah permintaan pada Ferisu, yakni semua penduduk desa Fulen akan pindah ke tempat itu.

"Jika mereka bisa terima tinggal dengan ras lain aku tak masalah, tapi jika mereka membuat kerusuhan aku tak akan ragu untuk membunuhnya," jelas Ferisu dengan serius.

"Tentu saja! Aku akan menyakinkan semua penduduk desa!" jawab Alfred dengan percaya diri.

Alfred berlari keluar dari rumahnya dan membunyikan lonceng yang mengumpulkan semua penduduk di alun-alun desa. Alfred merupakan sosok yang sangat dikenal oleh para penduduk, ia merupakan pemuda yang bersemangat dan begitu baik. Terlebih lagi ia juga memiliki bakat berpedang yang hebat dan menjadi seorang penjaga di desa.

Ucapan yang ia katakan bisa dipercaya oleh para penduduk, namun untuk kali ini semua orang tak bisa menerimanya dengan mudah. Hidup bersama goblin? Apa kau bercanda? Bagaimana bisa kami hidup dengan makhluk hijau itu? Terlebih lagi apa mereka benar-benar bisa dipercaya? Satu persatu pernyataan dan pertanyaan dilontarkan oleh para penduduk desa.

Saat itu Ferisu datang dengan memancarkan tekanan aura yang begitu kuat. "Yang dikatakan oleh Alfred benar apa adanya, desa itu bernama Heiwa. Sebuah desa yang akan menjadi titik awal sebuah negeri impian dimana semua ras bisa hidup bersama," ujar Ferisu dengan serius.

Saat mendengar hal itu para penduduk desa meneguk air ludah mereka karena melihat sosok yang memancarkan aura besar tersebut. Mereka mengangguk secara perlahan dan setuju akan pindah ke desa tersebut.

Terpopuler

Comments

Elozz Eins

Elozz Eins

bakat berpedang kak, typo

2023-08-16

0

Elozz Eins

Elozz Eins

Alfrex? maybe you mean Alfred?

2023-08-16

0

Solomon72

Solomon72

semangat Thor lanjutkan mampir juga ya 😁

2023-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!