Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny

Di kedalaman hutan, tepatnya di pinggir kolam kecil di area hutan yang terbuka. Ferisu sedang bersama dengan seorang gadis kecil yang ia bawa dari distrik merah. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang dengan mata berwarna merah dengan sepasang telinga kelinci. Pada awalnya Ferisu tak tau jika gadis yang ia bawa merupakan seorang demi human kelinci. Sebelumnya gadis itu menggunakan sebuah mantel yang menutupi seluruh tubuhnya.

Di gelap gulitanya malam hari, angin dingin berhembus diikuti suara jangkrik yang terdengar jelas. Panas yang dihasilkan oleh api unggun menghangatkan tubuh yang sedang kedinginan. Gadis itu hanya duduk diam sembari menatap api unggun yang ada di depannya dan sesekali melirik laki-laki yang ada bersamanya.

Aku seharusnya tau jika ini akan terjadi, tapi kenapa aku tetap merasa takut? Dia adalah orang yang akan menolongku, tidak, dia sudah menolongku.

Bunyi uap yang mengepul dari teko memecah kesunyian. Ferisu mengangkat teko berisi air dan menuangkannya ke dalam cangkir berisi bubuk coklat. Sebuah coklat panas siap diminum dimalam yang dingin tersebut.

"Ini minumlah," ucap Ferisu memberikan secangkir coklat panas kepada gadis itu.

"T-terima kasih," ucap gadis itu pelan sembari menerima secangkir coklat panas yang diberikan oleh Ferisu.

Gadis itu kembali termenung, menatap secangkir cokelat panas di tangannya. Dia tahu bahwa pria yang bersamanya bukanlah manusia karena kekuatan yang dia miliki. Kemampuan memprediksi masa depan. 

Alasan dia berada di distrik merah adalah karena dia tahu Ferisu akan ada disana. Demi bertemu dengan seseorang yang memiliki kekuatan besar, gadis muda itu sengaja mencemarkan dirinya agar orang tidak mendekat karena baunya yang menyengat. Namun, Ferisu tetap mendekatinya dan mengulurkan tangannya untuk membantunya. 

"Jadi, kenapa kau bisa ada di distrik merah itu?" tanya Ferisu untuk mencairkan suasana yang hening.

"Eh? A-apa kakak tak akan bertanya kenapa aku tau jika kamu bukan manusia? Atau tentang diriku yang berasal dari ras bunny ... ," saut gadis itu balik bertanya dengan heran.

"Tergantung dirimu, jika kau mau mengatakannya aku akan mendengarkan. Jika tidak, maka tak perlu memaksakan diri untuk menceritakannya," jawab Ferisu sembari meminum cokelat panas.

Gadis itu mulai menceritakan tentang latar belakangnya. Namanya adalah Kurumi, seorang ras bunny. Desa ras bunny berada di wilayah perbatasan kerajaan Yulesia dengan kerajaan Aur (kerajaan manusia). Desa itu berada di dalam hutan, mereka hidup secara sembunyi-sembunyi agar tak ditangkap oleh para manusia.

Dalam kekuatan tempur, ras bunny tak memiliki kekuatan yang besar. Mereka juga tak suka dengan kekerasan dan selalu hidup dengan damai. Namun, suatu hari Kurumi mendapatkan sebuah penglihatan masa depan dimana desa mereka akan hancur. Banyak ras bunny yang terbunuh dan ditangkap oleh para manusia.

Karena hal itu, Kurumi meminta izin pada kepala desa untuk pergi keluar dari desa dan mencari seseorang yang kuat untuk mengatasi bencana yang akan datang tersebut.

"Begitulah ceritanya," ucap Kurumi.

Ferisu diam sejenak sembari melihat langit malam yang dipenuhi bintang. Menundukkan kepalanya, lalu ia menoleh kesamping dan menatap mata Kurumi. "Apa desa-mu searah dengan desa Fulen?" tanyanya.

"Eh? I-iya!" jawab Kurumi.

"Kalau begitu sudah diputuskan," ucap Ferisu sembari bangun berdiri, bibirnya memperlihatkan sebuah senyuman kecil.

"Ma-maksudnya Kakak mau membantu kami?" ucap Kurumi untuk memastikan.

"Iya, tapi aku memiliki satu syarat," jawab Ferisu. "Kau tau bukan? Saat ini kau sedang meminta bantuan pada seorang iblis," sambung Ferisu dengan senyum yang terlihat menyeramkan.

Kurumi meneguk air ludahnya, bangun berdiri dan menatap mata Ferisu dengan serius. "I-iya, asalkan hanya aku saja, kamu bebas mau mengambil jiwaku ataupun tubuhku. Tolong selamatkan desa dan ras bunny yang lain," ujarnya dengan gemetaran.

Saat mendengar Kurumi mengatakan hal itu, Ferisu memasang wajah datar yang terlihat begitu kebingungan. "Eh? Sepertinya kau salah paham, aku tak menginginkan tubuhmu ataupun jiwamu," ucap Ferisu meluruskan kesalahpahamannya.

"Eh? A-apa diriku saja tak cukup? Ja-jangan bilang ... ," ucap Kurumi menerka niat Ferisu.

"Oke, berhenti disana, aku akan mengatakannya," sela Ferisu.

Ferisu menjelaskan tentang syarat yang ia katakan sebelumnya. Ia akan menolong ras bunny dengan syarat mereka harus pindah ke desa Heiwa, mereka tak boleh memberontak ataupun bermusuhan dengan penduduk lain yang tinggal di desa. Membantu pembangunan desa, mau itu bertani, berternak, dan hal yang lain.

Setelah mendengar hal itu Kurumi langsung menyetujuinya. "Aku menerimanya! Aku yakin yang lainnya pasti akan setuju!" ucapnya dengan bersemangat.

"Apa kau tak takut jika semua ras bunny yang datang ke desa Heiwa dijadikan budak? Terlebih lagi, aku bisa saja mengikatmu dan menjualmu pada bangsawan yang menyukai ras bunny," ucap Ferisu sembari menatap Kurumi.

Kurumi tersentak dan terduduk gemetar. "A-apa kau akan melakukannya?" ucapnya dengan gemetaran.

"Mungkin saja," jawab Ferisu sembari menaikkan kedua bahunya dan tangannya setinggi dada dengan terbuka.

"T-tapi, aku percaya kamu tak akan melakukan hal keji seperti itu. Dari semua orang yang ada di tempat itu, hanya dirimu seorang yang mengulurkan tangan padaku. Aku yakin kamu adalah orang yang baik!" ujar Kurumi dengan tatapan yang serius.

"Orang baik, kah?" gumam Ferisu pelan.

Orang yang bisa membunuh siapapun tanpa perasaan adalah orang yang baik? Anak ini, aku tak tau apa yang dikatakannya itu benar atau tidak. Kemampuan untuk memprediksi masa depan? Itu cukup sulit untuk dipercaya, namun kurasa aku akan mempercayai ceritanya.

"Baiklah, kita akan berangkat besok pagi. Malam ini istirahalah dan tidurlah yang nyenyak," ucap Ferisu.

"Iya!"

Di dekat api unggun, sebuah tikar dibentang untuk menjadi alas tidur. Kurumi tertidur dengan lelap dengan dibungkus oleh sebuah selimut putih yang menjaganya dari rasa kedinginan.

Disisi lain.

Ferisu duduk didepan api unggun sembari menjaga api agar tak padam. Ia berniat untuk berjaga semalaman agar tak ada monster yang menyerang mereka. Tak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat hingga sang fajar-pun tiba. Ferisu pergi menuju sungai yang berada di dekat sana untuk menangkap beberapa ikan untuk dijadikan sarapan.

Sembari memanggang ikan yang sudah ditangkap, ia menunggu gadis kelinci yang bernama Kurumi untuk bangun dari tidur manisnya. Aroma harun dari ikan yang dipanggang, ditiup pelan oleh sang angin hingga tercium oleh Kurumi.

Hidungnya mengendus-endus bau harum yang tercium hingga membangunkannya dari tidur. "Euhmm, apwa swudah pwagi?" ucapnya sembari menguap dan menggosok matanya.

"Iya, cuci mukamu dan kita sarapan. Setelah itu kita akan mulai berjalan menuju desamu," saut Ferisu dengan senyuman.

Terpopuler

Comments

SweetiePancake

SweetiePancake

ya wajar, lu kan bukan ras manusia melainkan pampir ;]

2024-03-14

0

Fikri Rifki

Fikri Rifki

kata aur bikin gw ingat sama ain soph aur

2024-02-08

0

Wuta Ali Zubair

Wuta Ali Zubair

mantap bang

2023-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!