Chapter 10 : Guild Petualang

Hari kedua di kota Vurlin, Ferisu mengalami sebuah kejadian tak terduga di depan kamarnya. Ia bertemu dengan seorang gadis penyihir yang terjatuh karena bertabrakan dengan dirinya. Setelah membantu gadis itu berdiri, mereka berdua berjalan bersama menuju ke lantai pertama untuk sarapan.

"Maaf karena menabrakmu tadi," ucap gadis itu merasa bersalah.

"Tidak, kau tak perlu minta maaf," balas Ferisu dengan senyum kecil di wajahnya.

"Ngomong-ngomong aku tak pernah melihatmu disini, apa kau baru pertama kali ke kota ini?" tanya gadis itu.

"Iya, aku baru sampai di kota ini kemarin," jawab Ferisu.

"Apa mung-"

Saat itu ada sekelompok orang yang duduk dimeja memanggil gadis itu.

"Hana! Disini, ayo kita sarapan," panggil seorang wanita berambut merah dengan gaya ponytail.

"Aku akan pergi ketempat teman-temanku, apa kau mau ikut sarapan bersama?" tanya gadis itu lembut.

"Tidak, aku ingin pergi ke guild petualang," jawab Ferisu.

Ferisu langsung keluar dari penginapan dan pergi menuju ke guild petualang yang berjarak tujuh rumah dari penginapan. Guild petualang memiliki lambang dua pedang yang menyilang dan sebuah perisai. Suasana di dalamnya juga berbeda dengan guild pedagang. Semua orang yang ada di dalam tampak kuat dan penampilan mereka juga cukup sangar.

"Suasananya cukup berbeda dengan guild pedagang," gumam Ferisu saat memasuki guild petualang.

Orang-orang melihat ke arahnya karena wajah baru yang masuk kedalam guild. Ferisu berjalan menuju ke meja resepsionis sembari melihat kesana kemari tanpa menghiraukan tatapan orang-orang. Saat sampai di meja resepsionis, ia disambut dengan hangat oleh petugas guild.

"Selamat pagi, apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" sapanya.

"Aku ingin mendaftar sebagai petualang," jawab Ferisu.

"Kalau begitu tolong isi for-"

Ketika resepsionis itu ingin memberikan formulir pendaftaran untuk Ferisu, seorang petualang bertubuh kekar datang dan menghantam meja dengan keras.

"Oi, bocah! Apa kau pikir bisa menjadi petualang dengan tubuh kecilmu itu?"

Ferisu hanya diam seolah tak mendengar ucapan pria itu dan mencoba mengambil formulir yang dipegang oleh resepsionis.

"Oi! Beraninya kau mengabaikanku bocah sialan!"

Saat sedang mengisi formulir itu Ferisu menoleh ke pria yang berteriak dengan kesal itu. "Eh? Apa kau sedang berbicara denganku?" ucapnya dengan polos.

Dengan kesabaran yang setipis tisu, pria itu mengangkat tangannya dan hendak memukul Ferisu karena kesal. Namun, tiba-tiba tubuhnya melayang dan menghantam dinding guild dengan keras.

"Ugh! A-apa yang ... ?" gumamnya kesakitan.

Saat itu dihadapannya terlihat sosok laki-laki berambut silver dengan mata merah menyala menatapnya dengan tajam.

"Saat ini moodku sedang bagus, tolong jangan membuatnya menjadi buruk. Aku bisa saja membunuhmu tanpa sengaja kau tahu?" ucap Ferisu dengan tatapan sinis dan dingin.

Seisi guild menjadi sunyi karena kejadian itu, seorang pendatang baru melemparkan petualang rank-C dengan begitu mudah. Kejadian semacam itu tak pernah terjadi sebelumnya. Ferisu kembali mengisi formulir pendaftarannya dengan tenang.

Saat selesai mengisi formulir pendaftarannya, Ferisu mendapatkan sebuah kartu berwarna hitam yang berarti petualang peringkat G atau pemula. Resepsionis yang bertugas mulai menjelaskan tentang guild petualang kepada Ferisu yang baru saja mendaftar.

Tugas Guild Petualang adalah mengiklankan berbagai permintaan klien dan mengelola hadiah. Pada saat yang sama, guild juga dapat bertindak sebagai bank tempat para petualang dapat menyetor dan menarik uang di cabang guild mana pun.

Manajer guild dapat bertukar informasi atau permintaan dengan manajer guild lain di area lain menggunakan artefak yang disebut Tracebook. Mungkin juga pemohon menugaskan petualang tertentu untuk melakukan permintaan mereka.

Permintaan dibagi berdasarkan peringkat berdasarkan kesulitannya. Semua permintaan yang tersedia di area tersebut dapat dilihat di papan permintaan guild dan para petualang dapat menerima permintaan dengan mengajukannya di meja resepsionis.

Setelah menyelesaikan permintaan, hadiah dapat diambil di meja resepsionis dengan menunjukkan bukti penaklukan atau kartu pencarian dengan stempel persetujuan dari pemohon atau jika otoritas yang lebih tinggi mengkonfirmasi penyelesaian pencarian. Jika petualang membawa barang yang diminta dalam jumlah ekstra, guild akan membeli sisanya dengan harga pasar.

Sistem peringkat didasarkan pada kesulitan permintaan. Peringkat terendah hingga tertinggi adalah hitam (rank-G), ungu (rank-F), hijau (rank-E), biru (rank-D), merah (rank-C), perak (rank-B), emas (rank-A) yang masing-masing sesuai dengan status pemula, petualang dalam pelatihan, petualang, petualang veteran, petualang kelas satu, elit petualang, dan pahlawan masing-masing. Ada satu lagi peringkat yang dikatakan sebagai legenda dan hanya ada sedikit orang yang bisa meraihnya. Yakni peringkat S dengan kartu platinum.

Saat peringkat naik, permintaan yang ditawarkan juga meningkat dalam kesulitan. Untuk meningkatkan peringkat mereka, petualang perlu mengumpulkan poin pencarian atau menerima sejumlah rekomendasi dari otoritas yang lebih tinggi seperti raja atau kaisar. Belakangan, guild menambahkan peringkat baru: Putih. Orang yang memegang peringkat ini bahkan tidak dihitung sebagai petualang, dan hanya berstatus tentatif.

Setelah mendengarkan resepsionis itu menjelaskan soal guild secara panjang lebar, Ferisu paham dengan sistem dari guild. Ia pergi menuju ke papan untuk mengambil beberapa misi, namun ada satu hal yang baru teringat olehnya.

"Ah, aku tak bisa membacanya ... ," gumam Ferisu saat melihat tulisan asing.

ᎷᏋᎷᏰᏬᏒᏬ ᏰᏝᎧᎧᎴᎩ ᎶᏒᎥፚፚᏝᎩ ᎷᎥᏕᎥ ᎮᏋᏖᏬᏗᏝᏗᏁᎶ ᏒᏗᏁᏦ-ፈ.

Setelah termenung melihat semua lembaran kertas yang berisikan tulisan. Ferisu mengambil sebuah kertas dan membawanya ke meja resepsionis.

Ah, terserahlah. Bawa saja yang ini!

Saat melihat misi yang ingin diambil oleh Ferisu, resepsionis itu menolaknya. "Maaf, tapi ini misi untuk petualang rank-B."

"Iya," saut Ferisu dengan polos.

"Ah, Tuan ... Anda hanya bisa mengambil misi yang satu peringkat di atas Anda saja," ucap resepsionis itu dengan kebingungan.

"Misi ini berisikan apa?" ujar Ferisu dengan senyum simpul.

"Ini misi untuk memburu Bloody Grizzly," jawab resepsionis itu.

"Ah, kebetulan sekali!" ujar Ferisu, ia membuka penyimpanan dimensi dan mengeluarkan mayat Bloody Grizzly yang ia kalahkan di hutan.

"Bagaimana? Apa aku bisa menerima quest itu?" ucap Ferisu sembari menepuk-nepuk mayat beruang yang ia keluarkan.

Resepsionis itu tampak terkejut saat melihat sihir dimensi dan mayat Bloody Grizzly. "Ahem! Maaf Tuan, tapi itu tetap tidak bisa dilakukan. Namun, kami bisa membeli material dari Bloody Grizzly dengan harga pasar jika Anda mau," ucapnya.

Ferisu menerimanya, beruang itu dihargai sebesar 10 koin emas. Dengan begitu Ferisu memiliki 12 koin emas di tangannya. Karena tak bisa menerima misi yang ranknya lebih tinggi dan tak bisa membaca tulisan di papan, Ferisu meminta resepsionis itu untuk mencarikan misi yang cocok untuknya.

"Bagaimana dengan ini? Misi pembasmian Horned Rabbit," ujarnya.

"Baiklah," Ferisu menerima misi itu dan pergi keluar dari guild petualang.

Terpopuler

Comments

Katsumi

Katsumi

c

2024-01-29

0

Sufiani Rumatora

Sufiani Rumatora

memburu bloody grizzly tugas rank d atau c?

2024-01-29

0

Elozz Eins

Elozz Eins

"ketempat" (ke tempat)

2023-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!