Setelah terbunuh Ferisu berpindah ke tempat yang tak ia kenal dan bertemu dengan 7 orang di sebuah ruangan. Mereka semua melihat Ferisu seolah sedang menilainya.
"Hmm, kurasa dia cukup bagus."
"Kau benar, dari pengalaman dia juga punya."
"Tapi, masa lalunya juga cukup kelam."
"Lupakan soal semua itu, kita memerlukan dia!"
"Kau benar, jarang sekali kita menemukan seseorang yang memiliki potensi sepertinya."
"Hmm ... dari hatinya, ia juga sepertinya ingin menjadi orang yang baik."
Ke-6 orang yang sedang duduk mengutarakan semua isi pikiran ketika ketika melihat Ferisu. Hanya bisa diam dan memerhatikan sekitar, Ferisu berusaha untuk memahami situasinya sekarang.
"Saya tahu Anda kebingungan Ferisu-sama, namun tolong tenanglah dan dengarkan penjelasan kami," ucap wanita yang membawa Ferisu.
Wanita itu duduk di kursi, begitu pula dengan Ferisu yang duduk di sebuah kursi kosong. Orang-orang yang berada diruangan itu merupakan seorang dewa dan dewi dari dunia yang bernama Envend. Sebuah dunia yang dipenuhi oleh pedang dan sihir, ras yang beragam dengan budaya yang berbeda-beda.
Satu persatu berdiri dan memperkenalkan diri mereka. Pertama Zepus, dewa pencipta. Kedua Circe, dewa sihir. Ketiga Demeter, dewi bumi. Keempat Freya, dewi perang. Kelima Faego, dewa dagang. Keenam Aprodite, dewi cinta. Ketujuh Rhea, dewi kehidupan.
Setelah memperkenalkan diri, mereka semua mulai menjelaskan tentang Ferisu yang berada di taman para dewa. Saat dirinya meninggal, Zepus bertemu dengan dewa yang mengatur dunia yang bernama bumi untuk meminta roh dari Ferisu.
"Jadi begitu, setelah mati kalian memanggilku kesini untuk sebuah permintaan," simpul Ferisu yang mulai memahami situasi.
"Benar, kami ingin kau pergi ke dunia yang kami kelola Envend," ujar Zepus.
"Jadi, apa permintaan kalian?" tanya Ferisu dengan serius.
"Sepertinya kau sudah siap yah," ucap Freya.
"Entahlah, aku sudah melewati begitu banyak situasi yang cukup buruk. Jika diberikan kesempatan kedua untuk hidup aku ingin melakukannya dengan baik," saut Ferisu.
"Dunia yang akan kau datangi bukanlah dunia yang damai seperti Bumi. Disana terdapat begitu banyak peperangan dan kebencian," jelas Zepus.
"Peperangan? Kebencian? Ah, aku paham. Jadi kalian ingin aku membawakan perdamaian di dunia itu?" ujar Ferisu menyimpulkan.
"Kau cukup pintar, yah. Benar! Itulah permintaan kami," ucap Faego.
Mereka terus berbincang mengenai dunia Envend dan situasinya. Dunia itu diciptakan oleh mereka dengan begitu banyak ras, namun karena perbedaan budaya dan kebiasaan. Semua ras yang hidup disana mulai bertarung satu sama lain, kebencian mulai terukir dalam hati mereka. Peperangan selalu terjadi, perebutan wilayah, perbudakan, semua itu terjadi secara alami.
Para dewa mulai merasa jika mereka sudah menciptakan dunia yang kejam. Saat melihat dunia bernama bumi, hanya terdapat satu ras yakni manusia. Kedamaian, hidup tenang, kehidupan yang saling terhubung satu sama lain. Para dewa dari dunia Envend terpukau oleh hal itu. Itulah kenapa mereka meminta salah satu penduduk bumi untuk datang ke dunia mereka.
Orang yang terpilih itu merupakan Ferisu, ia akan mengemban tugas yang begitu berat di pundaknya. Tugas untuk membawakan perdamaian di dunia yang dipenuhi oleh kebencian.
"Bagaimana? Apa kau mau menerimanya?" tanya Zepus.
"Bagaimana yah, membawa perdamaian kurasa itu cukup sulit. Aku perlu membangun sebuah negeri dimana semua ras hidup berdampingan, kan? Menguasai dengan ketakutan atau cinta, permen atau cambuk, kah," gumam Ferisu.
Ia merenung sejenak memikirkan hal yang ingin ia lakukan.
"Baiklah, aku akan menerimanya. Tapi, apapun yang kulakukan mau itu dengan kejahatan atau kebaikan itu terserah padaku. Asalkan bisa membuat sebuah negeri yang bisa ditinggali oleh berbagai ras. Raja iblis ataupun pahlawan, aku bisa memilih apapun yang kumau, kan?"
"Ya, kau bebas melakukan apapun," ujar Zepus menyetujui ucapan Ferisu.
"Jadi kapan kalian akan memindahkanku? Apa aku akan tetap menjadi seorang manusia?"
"Tidak, kami akan membuatmu menjadi seorang vampire. Ras itu belum ada di dunia Envend dan tak ada satupun yang mengenalinya. Kekuatan, kemampuan, penampilan, semua itu tak diketahui oleh siapapun," jawab Zepus.
"Kau bisa memilih untuk direinkarnasi atau dipanggil," ujar Rhea.
Reinkarnasi dan dipanggil memiliki perbedaan. Reinkarnasi seperti namanya, seseorang akan mengulang kehidupan dari bayi. Sedangkan dipanggil mereka akan tetap sama dengan wujud sebelumnya dan tetap membawa ingatan masa lalunya.
"Reinkarnasi atau dipanggil," gumam Ferisu berpikir.
Saat sedang berpikir Ferisu kembali bertanya, "Jika dipanggil, apa aku akan berada di kerajaan manusia yang melakukan ritual pahlawan?"
"Ritual pahlawan? Ah, maksudmu sihir pemanggilan orang dari dunia lain," ucap Circe. "Itu memang ada, namun kami tak akan melakukan itu," sambungnya.
"Itu benar. Jika kau dipanggil oleh sebuah negara, kau pasti akan menjadi sekutu mereka itulah yang dipikirkan oleh orang-orang. Akan sulit untukmu berkomunikasi dengan ras lain," sambung Zepus.
"Kami akan membuat tubuh baru untukmu dan menurunkanmu di sebuah hutan. Hutan itu dipenuhi oleh monster, mungkin itu akan cocok untuk latihanmu," ujar Freya.
Ferisu diam sejenak sembari memejamkan matanya, lalu membuka mata kirinya sedangkan mata kanan tetap tertutup. "Baiklah, aku akan menerimanya. Jadi, kalian akan mengirimku sekarang?" ujarnya bertanya.
Semua dewa melihat satu sama lain lalu mengangguk. Mereka memberikan kekuatan pada Ferisu, membuat tubuh yang sama persis dengan tubuh aslinya, namun diubah menjadi ras yang berbeda. Meningkatkan semua panca indra, kekuatan, kepekaan terhadap sihir.
Saat membuka matanya, Ferisu melihat pepohonan dengan daun hijau yang menyegarkan mata. Angin berhembus pelan menggoyang dedaunan dan rerumputan. "Jadi ini dunia Envend, yah?" gumam Ferisu bangun berdiri.
Melihat ke arah tangannya sembari menggerakkan mengepal dan melepas. Ferisu merasakan tubuhnya sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa yang berbeda. Pendengaran yang meningkatkan membuatnya bisa mendengar suara air yang mengalir. Ferisu pergi menuju ke sumber suara, terdapat sungai dengan air yang begitu jernih.
Melihat ke permukaan air, bayangan dirinya terpantul. Wajahnya sama seperti sebelumnya namun, warna rambut dari hitam berubah jadi silver, mata biru menjadi merah darah, telinga yang sedikit meruncing, dan gigi taring yang memanjang.
"Begitu yah. Hmm, kurasa aku memang menjadi vampire. Dari tampilan saja sudah mirip yang ada didalam cerita ataupun visual dari komik," gumam Ferisu.
Setelah melihat dirinya, Ferisu mulai berjalan mengikuti aliran sungai. Ia terus berjalan hingga melihat seekor monster yang sedang minum. "Monster ... ?"
Ferisu bersembunyi dibalik pohon dan mencoba apa yang diajarkan oleh Circe. "Alirkan mana ke arah mata ... analisis!"
Blood Grizzly, seekor monster rank-c berbentuk seperti beruang dengan cakar berwarna merah darah. Memiliki kekuatan yang besar, cakarnya yang tajam dapat mengoyak zirah besi dengan mudah. Memiliki penciuman yang cukup tajam.
Ketika sedang menganalisis, beruang itu menoleh kearah Ferisu dan langsung berlari untuk menyerang. Melihat hal itu Ferisu langsung naik ke atas pohon, namun beruang itu mencakar pohon itu hingga tumbang. Meloncat dari dahan pohon sebelum jatuh, Ferisu menendang kepala beruang itu dan membuat sebuah jarak.
Beruang itu terdorong hanya karena kutendang?
Ferisu melihat kearah beruang itu dengan waspada. Ia sadar jika kekuatan dan panca indranya meningkat. "Baru sampai sudah bertemu beruang, yah. Apa boleh buat, kau akan kujadikan kelinci percobaanku," ujar Ferisu dengan senyum angkuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
SweetiePancake
Tiap komik/anime yang kalau mcnya dipanggil kedua lain ( bukan kerajaan yang bertindak tapi dewa ) selalu saja latar awalnya dibawah pepohonan. Sekali-kali kek muncul di pantai atau ga di pintu masuk goa /Hey//Hey/
2024-03-14
1
LastingLegacy
mau di lelang
2024-02-10
0
TIMS
kenapa gk konsultasi saja sama dewa yang membuat bumi
2024-01-04
0