Dalam sebuah perjalanan, kereta kuda dengan lambang kerajaan sedang menuju ke kota Vurlin. Seorang gadis berambut pirang ada didalam kereta itu ditemani oleh seorang pelayan dan dikawal oleh beberapa kesatria. Gadis itu merupakan putri pertama dari kerajaan Yelusia, Amerin von Yelusia. Seorang putri yang dikenal baik pada rakyatnya, tak membedakan status bangsawan dan rakyat jelata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam perjalanan menuju kota Vurlin, Ferisu mempercepat gerakannya agar bisa lebih cepat sampai kesana. Namun, di tengah perjalanan ia bertemu dengan sebuah kereta kuda yang diserang oleh para bandit.
Kejadian yang sangat klise, setelah kuselamatkan dia akan bertanya namaku dan ingin pergi bersamaku menuju ke kota, mending lewatin kayak gak liat apa-apa. Oke sip gitu aja!
Ferisu bergerak dengan cepat sembari menyembunyikan hawa kehadirannya untuk melewati kereta yang sedang diserang oleh para bandit. Namun, seorang kesatria menyadari keberadaanya.
"Kau yang disana! Apa kau bisa membantu kami?!" teriaknya.
Ferisu tersentak dan menoleh kebelakang. "Dia bisa melihatku?" gumamnya tak percaya.
Para bandit berhasil mengambil alih kereta tersebut dan mengacunya dengan cepat. Ia berjalan lurus, namun tiba-tiba penglihatannya menuju ke arah langit. Tanpa ia sadari kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya, kereta itu dihentikan oleh Ferisu.
"Huft~ padahal aku tak ingin ikut campur," gumam Ferisu.
"Si-siapa dia? Dari mana dia muncul?" gumam mereka kebingungan.
Satu persatu bandit yang berada di atap kereta dibunuh oleh Ferisu.
Di dalam kereta kuda.
"A-apa yang terjadi?" gumam Amerin dengan heran.
Salah satu bandit memukul jendela kereta sembari berteriak dengan panik, "Sial! Cepat buka pintunya!"
Pelayan yang ada didalam kereta membelakangi sang putri. "Tuan putri, tolong bersembunyilah dibelakangku!" teriaknya.
Bandit yang memukul jendela ditebas oleh Ferisu dengan ekspresi dingin di wajahnya. Semua bandit berhasil dikalahkan semua, tak lama kemudian terdengar suara telapak kaki kuda yang mendekat. Mereka dalah rombongan kesatria yang mengawal kereta tersebut.
Dari kejauhan mereka melihat kereta sang putri dan segera bergegas, terlihat seorang pria dengan pakaian hitam yang berdiri di atas atap kereta.
"Si-siapa?" gumam salah satu kesatria.
Ferisu langsung turun dari atap kereta dan berjalan pergi meninggalkan mereka. Putri Amerin keluar dari kereta dan melihat pria yang berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Si-siapa dia sebenarnya?" ujarnya dengan heran.
Perjalanan berlangsung dengan cepat, Ferisu sampai di kota Vurlin. Pemeriksaan berjalan seperti biasanya, karena tak memiliki tanda pengenal Ferisu diharuskan membayar 1 koin perak untuk memasuki kota. Uang yang diberikan oleh penduduk desa hanya sekitar 10 koin perak saja.
"Jadi ini kota di dunia ini yah," gumam Ferisu saat memasuki kota tersebut.
Vurlin sebuah kota yang ada di pinggiran wilayah kerajaan Yelusia, tepatnya sebuah kota di daerah perbatasan antara manusia dan iblis. Selain kerajaan Yelusia terdapat dua kerajaan manusia yang lain dan satu kekaisaran.
Para penduduk kota Vurlin kebanyakan berprofesi sebagai petualang. Petualang merupakan sebuah organisasi bebas yang tak terikat dengan sebuah negara, ras selain manusia juga ada di guild petualang. Namun, walaupun begitu diskriminasi tetap ada.
Berjalan mengitari kota, Ferisu pergi ke sebuah guild dagang untuk menjual potion yang diberikan oleh para goblin. Sebuah bangunan dengan lambang gerobak, merupakan guild dagang. Ferisu memasuki guild tersebut sembari melihat sekelilingnya. Ada begitu banyak pedagang yang berdiskusi dan membeli barang atau menjualnya.
"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" ujar pegawai guild.
"Ya, aku ingin menjual sebuah potion," saut Ferisu.
Pegawai tersebut memandu Ferisu menuju ke meja resepsionis. "Dimana potion yang ingin Anda jual?" tanyanya.
Ferisu mengeluarkan empat kotak yang berisikan potion buatan para goblin. Resepsionis itu tampak terkejut saat melihat Ferisu mengeluarkan empat kotak berisikan potion tingkat menengah.
"Sihir penyimpanan dimensi?" gumam resepsionis dengan kaget.
"Aku ingin menjual ini semua," ujar Ferisu dengan santai.
Resepsionis itu mengecek potion yang dijual menggunakan skill penilaian. Semua potion dihargai sebanyak dua koin emas dan empat puluh koin perak. Satu potion tingkat menengah dihargai sebanyak tiga koin perak, setiap kotak berisi dua puluh botol potion.
10 koin perunggu \= 1 koin perak
100 koin perak \= 1 koin emas
1.000 koin emas \= 1 koin platinum
"Aku sudah menjual potionnya dan sekarang ada sekitar 2 koin emas dan 49 koin perak di kantungku. Sekarang aku perlu mengetahui harga pasar," gumam Ferisu sembari keluar dari guild dagang.
Ferisu berjalan mengelilingi kota mencari tahu harga pasar serta membeli bibit yang diperlukan untuk pertanian desa. Tanpa ia sadari waktu berjalan dengan begitu cepat dan hari sudah mulai gelap.
"Sebaiknya aku mencari penginapan terlebih dahulu," gumamnya sembari melihat langit yang mulai gelap.
Bagi Ferisu yang merupakan seorang vampir, ia bisa terjaga hingga satu minggu tanpa tidur. Namun, ia tak mungkin berkeliaran dimalam hari untuk menyelusuri kota. Malam hari dan siang hari, suasananya akan terasa berbeda.
Sebuah bangunan dengan lambang seekor domba dan bulan sabit, merupakan penginapan yang ditemukan oleh Ferisu dekat dengan guild petualang. Saat memasuki penginapan itu, suasananya begitu ramai, ada begitu banyak orang yang sedang duduk makan, bercerita dan saling mengobrol satu sama lain.
Kebanyakan dari mereka seorang petualang, tak ada ras lain selain manusia dalam penginapan tersebut. "Tempat ini benar-benar ramai, dipikir-pikir nuansanya terasa seperti yang ada di dalam cerita-cerita atau game," gumam Ferisu saat melihat sekitarnya.
Ferisu pergi menuju meja resepsionis untuk memesan kamar selama empat hari.
"Ini kunci kamarnya," ucap resepsionis memberikan kunci kamar pada Ferisu.
Ferisu menerima kunci itu dan pergi menuju ke kamarnya yang berada di lantai tiga penginapan. Kamar itu berisikan sebuah kasur, kursi, meja kecil di dekat jendela dan sebuah lemari. Ferisu merebahkan tubuhnya di kasur dan langsung tertidur dengan cepat.
Hari-pun berganti, Ferisu bangun di pagi hari sembari menguap, ia membuka jendela kamar. Sinar mentari pagi menyinari wajahnya dengan hangat, angin sejuk berhembus dengan lembut hingga membuat perasaan kantuk kembali.
"Tidak, tidak, aku harus pergi menuju ke guild petualang hari ini," gumamnya sembari menggelengkan kepala.
Ferisu keluar dari kamarnya dan tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Kya!"
"Ah, maaf!" ucap Ferisu spontan saat melihat seorang gadis yang terjatuh akibat menabrak dirinya.
Gadis itu memiliki rambut berwarna coklat dengan mata hijau daun. Ia mengenakan sebuah jubah dan memegang sebuah tongkat, terlihat seperti seorang penyihir.
Ferisu mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri. "Apa kau baik-baik saja?" ucapnya dengan lembut.
Gadis itu menerima uluran tangannya. "Iya, terima kasih."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Sak. Lim
ga mau ikut cmpur ngurung diri trus ga usa keluar di tempat ramai jdi ga tau dan ga lihat kejadian yg ga perlu lo cmpri hidup ini mc kta nya dpet misi tuk menyatukan semuanya ras tpi punya pikiran picik gitu....
2024-01-28
0
Sak. Lim
mc idioooooot jgn naaaaaif
2024-01-28
0
Queen Of Gossip
semangat author
2023-11-19
0