Chapter 9 : Kota Petualang

Dalam sebuah perjalanan, kereta kuda dengan lambang kerajaan sedang menuju ke kota Vurlin. Seorang gadis berambut pirang ada didalam kereta itu ditemani oleh seorang pelayan dan dikawal oleh beberapa kesatria. Gadis itu merupakan putri pertama dari kerajaan Yelusia, Amerin von Yelusia. Seorang putri yang dikenal baik pada rakyatnya, tak membedakan status bangsawan dan rakyat jelata.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Dalam perjalanan menuju kota Vurlin, Ferisu mempercepat gerakannya agar bisa lebih cepat sampai kesana. Namun, di tengah perjalanan ia bertemu dengan sebuah kereta kuda yang diserang oleh para bandit.

Kejadian yang sangat klise, setelah kuselamatkan dia akan bertanya namaku dan ingin pergi bersamaku menuju ke kota, mending lewatin kayak gak liat apa-apa. Oke sip gitu aja!

Ferisu bergerak dengan cepat sembari menyembunyikan hawa kehadirannya untuk melewati kereta yang sedang diserang oleh para bandit. Namun, seorang kesatria menyadari keberadaanya.

"Kau yang disana! Apa kau bisa membantu kami?!" teriaknya.

Ferisu tersentak dan menoleh kebelakang. "Dia bisa melihatku?" gumamnya tak percaya.

Para bandit berhasil mengambil alih kereta tersebut dan mengacunya dengan cepat. Ia berjalan lurus, namun tiba-tiba penglihatannya menuju ke arah langit. Tanpa ia sadari kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya, kereta itu dihentikan oleh Ferisu.

"Huft~ padahal aku tak ingin ikut campur," gumam Ferisu.

"Si-siapa dia? Dari mana dia muncul?" gumam mereka kebingungan.

Satu persatu bandit yang berada di atap kereta dibunuh oleh Ferisu.

Di dalam kereta kuda.

"A-apa yang terjadi?" gumam Amerin dengan heran.

Salah satu bandit memukul jendela kereta sembari berteriak dengan panik, "Sial! Cepat buka pintunya!"

Pelayan yang ada didalam kereta membelakangi sang putri. "Tuan putri, tolong bersembunyilah dibelakangku!" teriaknya.

Bandit yang memukul jendela ditebas oleh Ferisu dengan ekspresi dingin di wajahnya. Semua bandit berhasil dikalahkan semua, tak lama kemudian terdengar suara telapak kaki kuda yang mendekat. Mereka dalah rombongan kesatria yang mengawal kereta tersebut.

Dari kejauhan mereka melihat kereta sang putri dan segera bergegas, terlihat seorang pria dengan pakaian hitam yang berdiri di atas atap kereta.

"Si-siapa?" gumam salah satu kesatria.

Ferisu langsung turun dari atap kereta dan berjalan pergi meninggalkan mereka. Putri Amerin keluar dari kereta dan melihat pria yang berjalan pergi meninggalkan mereka.

"Si-siapa dia sebenarnya?" ujarnya dengan heran.

Perjalanan berlangsung dengan cepat, Ferisu sampai di kota Vurlin. Pemeriksaan berjalan seperti biasanya, karena tak memiliki tanda pengenal Ferisu diharuskan membayar 1 koin perak untuk memasuki kota. Uang yang diberikan oleh penduduk desa hanya sekitar 10 koin perak saja.

"Jadi ini kota di dunia ini yah," gumam Ferisu saat memasuki kota tersebut.

Vurlin sebuah kota yang ada di pinggiran wilayah kerajaan Yelusia, tepatnya sebuah kota di daerah perbatasan antara manusia dan iblis. Selain kerajaan Yelusia terdapat dua kerajaan manusia yang lain dan satu kekaisaran.

Para penduduk kota Vurlin kebanyakan berprofesi sebagai petualang. Petualang merupakan sebuah organisasi bebas yang tak terikat dengan sebuah negara, ras selain manusia juga ada di guild petualang. Namun, walaupun begitu diskriminasi tetap ada.

Berjalan mengitari kota, Ferisu pergi ke sebuah guild dagang untuk menjual potion yang diberikan oleh para goblin. Sebuah bangunan dengan lambang gerobak, merupakan guild dagang. Ferisu memasuki guild tersebut sembari melihat sekelilingnya. Ada begitu banyak pedagang yang berdiskusi dan membeli barang atau menjualnya.

"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" ujar pegawai guild.

"Ya, aku ingin menjual sebuah potion," saut Ferisu.

Pegawai tersebut memandu Ferisu menuju ke meja resepsionis. "Dimana potion yang ingin Anda jual?" tanyanya.

Ferisu mengeluarkan empat kotak yang berisikan potion buatan para goblin. Resepsionis itu tampak terkejut saat melihat Ferisu mengeluarkan empat kotak berisikan potion tingkat menengah.

"Sihir penyimpanan dimensi?" gumam resepsionis dengan kaget.

"Aku ingin menjual ini semua," ujar Ferisu dengan santai.

Resepsionis itu mengecek potion yang dijual menggunakan skill penilaian. Semua potion dihargai sebanyak dua koin emas dan empat puluh koin perak. Satu potion tingkat menengah dihargai sebanyak tiga koin perak, setiap kotak berisi dua puluh botol potion.

10 koin perunggu \= 1 koin perak

100 koin perak \= 1 koin emas

1.000 koin emas \= 1 koin platinum

"Aku sudah menjual potionnya dan sekarang ada sekitar 2 koin emas dan 49 koin perak di kantungku. Sekarang aku perlu mengetahui harga pasar," gumam Ferisu sembari keluar dari guild dagang.

Ferisu berjalan mengelilingi kota mencari tahu harga pasar serta membeli bibit yang diperlukan untuk pertanian desa. Tanpa ia sadari waktu berjalan dengan begitu cepat dan hari sudah mulai gelap.

"Sebaiknya aku mencari penginapan terlebih dahulu," gumamnya sembari melihat langit yang mulai gelap.

Bagi Ferisu yang merupakan seorang vampir, ia bisa terjaga hingga satu minggu tanpa tidur. Namun, ia tak mungkin berkeliaran dimalam hari untuk menyelusuri kota. Malam hari dan siang hari, suasananya akan terasa berbeda.

Sebuah bangunan dengan lambang seekor domba dan bulan sabit, merupakan penginapan yang ditemukan oleh Ferisu dekat dengan guild petualang. Saat memasuki penginapan itu, suasananya begitu ramai, ada begitu banyak orang yang sedang duduk makan, bercerita dan saling mengobrol satu sama lain.

Kebanyakan dari mereka seorang petualang, tak ada ras lain selain manusia dalam penginapan tersebut. "Tempat ini benar-benar ramai, dipikir-pikir nuansanya terasa seperti yang ada di dalam cerita-cerita atau game," gumam Ferisu saat melihat sekitarnya.

Ferisu pergi menuju meja resepsionis untuk memesan kamar selama empat hari.

"Ini kunci kamarnya," ucap resepsionis memberikan kunci kamar pada Ferisu.

Ferisu menerima kunci itu dan pergi menuju ke kamarnya yang berada di lantai tiga penginapan. Kamar itu berisikan sebuah kasur, kursi, meja kecil di dekat jendela dan sebuah lemari. Ferisu merebahkan tubuhnya di kasur dan langsung tertidur dengan cepat.

Hari-pun berganti, Ferisu bangun di pagi hari sembari menguap, ia membuka jendela kamar. Sinar mentari pagi menyinari wajahnya dengan hangat, angin sejuk berhembus dengan lembut hingga membuat perasaan kantuk kembali.

"Tidak, tidak, aku harus pergi menuju ke guild petualang hari ini," gumamnya sembari menggelengkan kepala.

Ferisu keluar dari kamarnya dan tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.

"Kya!"

"Ah, maaf!" ucap Ferisu spontan saat melihat seorang gadis yang terjatuh akibat menabrak dirinya.

Gadis itu memiliki rambut berwarna coklat dengan mata hijau daun. Ia mengenakan sebuah jubah dan memegang sebuah tongkat, terlihat seperti seorang penyihir.

Ferisu mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri. "Apa kau baik-baik saja?" ucapnya dengan lembut.

Gadis itu menerima uluran tangannya. "Iya, terima kasih."

Terpopuler

Comments

Sak. Lim

Sak. Lim

ga mau ikut cmpur ngurung diri trus ga usa keluar di tempat ramai jdi ga tau dan ga lihat kejadian yg ga perlu lo cmpri hidup ini mc kta nya dpet misi tuk menyatukan semuanya ras tpi punya pikiran picik gitu....

2024-01-28

0

Sak. Lim

Sak. Lim

mc idioooooot jgn naaaaaif

2024-01-28

0

Queen Of Gossip

Queen Of Gossip

semangat author

2023-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!