Chapter 4 : Ras Goblin

Setelah berhasil mengalahkan para monster, Ferisu melanjutkan perjalanannya untuk keluar dari hutan dan menemukan pemukiman. Mau itu desa manusia, elf, beastmen, atau apapun. Hal itu tak masalah bagi Ferisu, karena seseorang dari dunia sepertinya tak memandang mereka dengan berbeda.

Selagi mencari jalan keluar Ferisu berhadapan dengan berbagai monster, hari demi hari dilewati dengan berbagai pertarungan melawan monster. Ferisu mulai terbiasa dengan tubuh barunya sebagai vampire, di saat energi sihir (mana) dalam tubuhnya habis. Ia akan mengalami peningkatan hasrat untuk meminum darah, darah yang diminum akan disaring menjadi energi sihir. Setiap makhluk hidup memiliki energi sihir yang berbeda, sehingga rasa darah mereka juga berbeda-beda.

Satu minggu kemudian Ferisu melihat sebuah asap yang menandakan jika ada seseorang. Ia berjalan secara mengendap-endap mendekati sumber asap tersebut. Sebuah bangunan yang memiliki atap dari dedaunan, terdapat beberapa makhluk yang memiliki warna hijau tinggal di pemukiman.

Goblin, sebuah ras monster yang memiliki akal, memiliki tinggi badan setara dengan manusia berumur 9 tahun. Bertarung secara berkelompok dan suka menculik orang-orang terlebih lagi wanita.

"Goblin, yah," gumam Ferisu melihat desa tersebut dari dahan pohon.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

"Kepala suku, kami merasakan adanya keberadaan seseorang disekitar sini," ucap seorang goblin melapor pada kepala suku.

Kepala suku mengangguk secara perlahan dan memerintahkan setiap pejuang goblin untuk waspada dan meningkatkan pertahanan desa.

"Apa-apaan energi sihir yang besar ini ... ?" gumam kepala suku sembari meneguk air ludahnya.

Para goblin yang bisa bertarung mulai mengambil persenjataan mereka, tombak, busur panah, belati. Mereka mulai membentuk barisan dan beberapa dari mereka keluar dari desa untuk berpatroli. Kepala desa memiliki kemampuan dalam sihir sehingga bisa merasakan keberadaan Ferisu.

Kepala desa hendak menyuruh semua warganya untuk pergi namun, walaupun pergi sekalipun ia tak berpikir akan selamat. "Sepertinya ini akan menjadi akhir hidup suku Oldurt," gumam kepala suku yang sudah pasrah akan keadaan.

Ketika melihat para goblin itu mengambil posisi siaga akan pertarungan dan memperkuat pertahanan desa, Ferisu sadar jika keberadaannya sudah diketahui oleh para goblin. Turun dari atas dahan pohon, Ferisu berjalan mendekat ke desa goblin dari arah depan.

Barisan goblin yang mengarahkan senjatanya pada Ferisu, tampak gemetaran dan bergerak mundur secara perlahan.

"Jadi benar para goblin, yah," ucap Ferisu saat melihat makhluk hijau di hadapannya.

Kepala suku berjalan kedepan. "A-apa kau seorang manu- ah, kurasa bukan. Apa mungkin Anda seorang iblis?" tanya kepala desa dengan gemetaran.

"Iblis? Ah, kurasa vampir emang termasuk kedalam ras iblis," gumam Ferisu saat ditanyai oleh kepala suku.

"A-apa yang membuat sosok kuat seperti Anda datang ke desa lusuh seperti ini?" tanya kepala suku.

"Hmm? Tak ada maksud apapun, aku hanya melihat sebuah asap dan datang kemari karena kupikir ada desa atau semacamnya," jawab Ferisu dengan santai.

Para goblin masih tetap waspada kepada Ferisu, seseorang yang bisa meratakan desa mereka dengan mudah, hanya datang karena melihat sebuah asap? Alasan itu tak bisa dipercayai oleh para goblin.

"Ada apa? Aku tak ada niatan bertarung, kok," ujar Ferisu dengan senyum simpul. "Apa aku boleh masuk kedalam desa?" sambungnya bertanya.

Kepala desa mengangguk dan menuntun Ferisu ke kediamannya. Seorang goblin membawakan secangkir air dan memberikannya kepada Ferisu.

"Anu..."

"Ferisu, itu namaku," ucap Ferisu saat melihat goblin yang ada di hadapannya tampak bingung.

"Apa yang Anda inginkan dari desa ini, Ferisu-sama?"

Ferisu menghela nafasnya, "Aku tak punya niat apapun, baiklah. Kalau begitu berikan aku informasi tentang ras kalian dan kota terdekat dari sini."

Karena melihat para goblin itu tampak tak percaya jika diberitahu tak punya niat apapun, Ferisu meminta beberapa informasi.

Kepala desa goblin, tetua dari suku Oldurt mulai menjelaskan soal ras goblin. Ras goblin memiliki 4 suku yang berbeda pertama suku Oldurt, mereka memiliki kulit berwarna hijau, kemampuan dalam pertarungan mereka memang tak kuat. Mereka spesialis dalam obat-obatan dan paham dengan tumbuh-tumbuhan.

Kedua suku Gayle, mereka memiliki kulit yang cukup gelap dan paham soal racun. Assassin, mereka adalah para goblin yang hebat dalam pembunuhan, memiliki gerakan yang cepat dan cukup licik.

Ketiga suku Redhood, ciri khas mereka adalah tudung merah. Memiliki warna kulit hijau daun dan hebat dalam menggunakan Sihir.

Keempat suku Regrus, mereka memiliki tubuh yang besar atau bisa dibilang hobgoblin. Mereka mempunya kekuatan yang besar dan bertarung dengan sebuah gada atau tangan kosong.

"Begitu, yah. Kukira semua goblin itu sama," gumam Ferisu setelah mendengar penjelasan tersebut.

Kepala suku juga memberitahu lokasi kota terdekat dari hutan ini, jika Ferisu berjalan menuju ke arah selatan ia akan sampai di sebuah kota manusia dalam kurun waktu 14 hari perjalanan. Setelah mendengar hal itu Ferisu bangun berdiri dan keluar dari rumah.

"A-apa Anda ingin langsung pergi?" tanya kepala suku dengan terkejut.

"Iya, makasih atas informasinya," saut Ferisu dan berterima kasih.

Pergi keluar dari desa itu, ia berhenti sejenak di depan gerbang desa. Membalikkan tubuhnya dan mengangkat tangannya mengarah ke arah desa.

"Wind Shield!"

Sebuah pusaran angin muncul mengitari desa tersebut dan perlahan menghilang. "Aku sudah memasang penghalang di desa kalian. Monster atau orang yang tak diizinkan masuk tak akan bisa melewati penghalang ini," jelas Ferisu.

Ferisu meninggalkan desa tersebut sembari melambaikan tangannya.

Para goblin melihat sosoknya dengan kagum, "Siapa sebenarnya dia?"

"Aku juga tak tau, penampilannya mirip manusia. Tapi, dia bilang kalau dirinya itu iblis dari suku vampire," ujar kepala suku.

"Vampire? Aku tak pernah dengar ada suku yang bernama vampire," ucap goblin lain.

Kepala suku mengangguk, "Benar, apa mungkin mereka suku yang bersembunyi selama ini, sepertinya kita bertemu dengan seorang yang akan mengubah dunia ini."

"Maksud Anda?"

"Suku yang tak pernah diketahui, dia juga tak tau soal ras, bersikap baik pada kita, kau paham maksudku, kan?"

"Legenda ... itu?"

"Benar!"

Sebuah legenda yang sudah pernah didengar oleh semua orang. Setiap 1000 tahun sekali, para dewa akan mengirimkan seorang ke dunia. Sebuah ras atau suku baru yang tak pernah diketahui oleh orang-orang. Hal itu pernah terjadi satu tahun yang lalu, namun mereka berasal dari manusia dan di panggil sebagai pahlawan.

Bagi ras manusia itu merupakan legenda pemanggilan pahlawan ketika sedang berperang untuk membantu umat manusia. Jelas berbeda dengan kedatangan Ferisu yang berasal dari permintaan para dewa.

Perjalanan Ferisu selama 5 hari berjalan dengan begitu cepat, ia berhasil keluar dari hutan dan melihat padang rumput yang terbentang luas dibawah birunya langit.

Terpopuler

Comments

SweetiePancake

SweetiePancake

kalau pahlawan itu utusan dunia, sedangkan yang dimaksud legenda itu jelaslah utusan para dewa. Karena ras baru jelas merupakan kehendak dewa, berbeda dengan pahlawan yang dipanggil oleh suatu kerajaan untuk menyelamatkan dunia

2024-03-14

0

SweetiePancake

SweetiePancake

bukannya beda?

2024-03-14

0

Raven Blackwood

Raven Blackwood

seperti scene di slime

2024-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Reinkarnasi
2 Chapter 2 : Dunia Envend
3 Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4 Chapter 4 : Ras Goblin
5 Chapter 5 : Serangan Bandit
6 Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7 Chapter 7 : Serangan
8 Chapter 8 : Pembentukan Desa
9 Chapter 9 : Kota Petualang
10 Chapter 10 : Guild Petualang
11 Chapter 11 : Misi Pertama
12 Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13 Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14 Chapter 14 : Desa Fulen
15 Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16 Chapter 16 : Para Pedagang?
17 Chapter 17 : Pertikaian
18 Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19 Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20 Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21 Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22 Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23 Chapter 23 : Di Balik Senyum
24 Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25 Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26 Chapter 26 : Serangan Sepihak
27 Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28 Chapter 28 : Petunjuk
29 Chapter 29 : Tujuan Baru
30 Chapter 30 : Pelatihan
31 Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32 Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33 Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34 Chapter 34 : Lembah Berkabut
35 Chapter 35 : Lamia
36 Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37 Chapter 37 : Sword of Nothingness
38 Chapter 38 : Hutan Elf
39 Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40 Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41 Chapter 41 : Hilang Kendali
42 Chapter 42 : Alter Ego
43 Chapter 43 : Melepas Kutukan
44 Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45 Chapter 45 : Berpindah Tempat
46 Chapter 46 : Hutan Dryad
47 Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48 Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49 Chapter 49 : Bersatu
50 Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51 Chapter 51 : Hutan Kematian
52 Chapter 52 : Menuju Dungeon
53 Chapter 53 : Colosseum
54 Chapter 54 : Mendaki Dungeon
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Chapter 1 : Reinkarnasi
2
Chapter 2 : Dunia Envend
3
Chapter 3 : Pertarungan Dengan Tubuh Baru
4
Chapter 4 : Ras Goblin
5
Chapter 5 : Serangan Bandit
6
Chapter 6 : Goblin Dan Manusia
7
Chapter 7 : Serangan
8
Chapter 8 : Pembentukan Desa
9
Chapter 9 : Kota Petualang
10
Chapter 10 : Guild Petualang
11
Chapter 11 : Misi Pertama
12
Chapter 12 : Anak Kecil Di Distrik Merah?
13
Chapter 13 : Permintaan Ras Bunny
14
Chapter 14 : Desa Fulen
15
Chapter 15 : Malaikat Jatuh?
16
Chapter 16 : Para Pedagang?
17
Chapter 17 : Pertikaian
18
Chapter 18 : Kedatangan Ras Bunny
19
Chapter 19 : Menuju Ke Ibu Kota Urushia
20
Chapter 20 : Gadis Penyihir Yang Tak Bisa Menggunakan Sihir?
21
Chapter 21 : Mengajarkan Sihir
22
Chapter 22 : Kebetulan Yang Gila
23
Chapter 23 : Di Balik Senyum
24
Chapter 24 : Iblis Bertopeng Manusia
25
Chapter 25 : Mengeliminasi 1 Dari 8 Organisasi Gelap
26
Chapter 26 : Serangan Sepihak
27
Chapter 27 : Kembali Ke Awal
28
Chapter 28 : Petunjuk
29
Chapter 29 : Tujuan Baru
30
Chapter 30 : Pelatihan
31
Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya
32
Chapter 32 : Pertarungan Di Rawa
33
Chapter 33 : Pertarungan Di Rawa #2
34
Chapter 34 : Lembah Berkabut
35
Chapter 35 : Lamia
36
Chapter 36 : Terjalinnya Hubungan Dengan Para Lamia
37
Chapter 37 : Sword of Nothingness
38
Chapter 38 : Hutan Elf
39
Chapter 39 : Kedatangan Monster Bencana
40
Chapter 40 : Monster Zaman Dewa
41
Chapter 41 : Hilang Kendali
42
Chapter 42 : Alter Ego
43
Chapter 43 : Melepas Kutukan
44
Chapter 44 : Desa Heiwa Sementara
45
Chapter 45 : Berpindah Tempat
46
Chapter 46 : Hutan Dryad
47
Chapter 47 : Dryad Dan Fairy
48
Chapter 48 : Tuan Dari Hydra
49
Chapter 49 : Bersatu
50
Chapter 50 : Melanjutkan Perjalanan
51
Chapter 51 : Hutan Kematian
52
Chapter 52 : Menuju Dungeon
53
Chapter 53 : Colosseum
54
Chapter 54 : Mendaki Dungeon

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!