Setelah berhasil mengalahkan para monster, Ferisu melanjutkan perjalanannya untuk keluar dari hutan dan menemukan pemukiman. Mau itu desa manusia, elf, beastmen, atau apapun. Hal itu tak masalah bagi Ferisu, karena seseorang dari dunia sepertinya tak memandang mereka dengan berbeda.
Selagi mencari jalan keluar Ferisu berhadapan dengan berbagai monster, hari demi hari dilewati dengan berbagai pertarungan melawan monster. Ferisu mulai terbiasa dengan tubuh barunya sebagai vampire, di saat energi sihir (mana) dalam tubuhnya habis. Ia akan mengalami peningkatan hasrat untuk meminum darah, darah yang diminum akan disaring menjadi energi sihir. Setiap makhluk hidup memiliki energi sihir yang berbeda, sehingga rasa darah mereka juga berbeda-beda.
Satu minggu kemudian Ferisu melihat sebuah asap yang menandakan jika ada seseorang. Ia berjalan secara mengendap-endap mendekati sumber asap tersebut. Sebuah bangunan yang memiliki atap dari dedaunan, terdapat beberapa makhluk yang memiliki warna hijau tinggal di pemukiman.
Goblin, sebuah ras monster yang memiliki akal, memiliki tinggi badan setara dengan manusia berumur 9 tahun. Bertarung secara berkelompok dan suka menculik orang-orang terlebih lagi wanita.
"Goblin, yah," gumam Ferisu melihat desa tersebut dari dahan pohon.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Kepala suku, kami merasakan adanya keberadaan seseorang disekitar sini," ucap seorang goblin melapor pada kepala suku.
Kepala suku mengangguk secara perlahan dan memerintahkan setiap pejuang goblin untuk waspada dan meningkatkan pertahanan desa.
"Apa-apaan energi sihir yang besar ini ... ?" gumam kepala suku sembari meneguk air ludahnya.
Para goblin yang bisa bertarung mulai mengambil persenjataan mereka, tombak, busur panah, belati. Mereka mulai membentuk barisan dan beberapa dari mereka keluar dari desa untuk berpatroli. Kepala desa memiliki kemampuan dalam sihir sehingga bisa merasakan keberadaan Ferisu.
Kepala desa hendak menyuruh semua warganya untuk pergi namun, walaupun pergi sekalipun ia tak berpikir akan selamat. "Sepertinya ini akan menjadi akhir hidup suku Oldurt," gumam kepala suku yang sudah pasrah akan keadaan.
Ketika melihat para goblin itu mengambil posisi siaga akan pertarungan dan memperkuat pertahanan desa, Ferisu sadar jika keberadaannya sudah diketahui oleh para goblin. Turun dari atas dahan pohon, Ferisu berjalan mendekat ke desa goblin dari arah depan.
Barisan goblin yang mengarahkan senjatanya pada Ferisu, tampak gemetaran dan bergerak mundur secara perlahan.
"Jadi benar para goblin, yah," ucap Ferisu saat melihat makhluk hijau di hadapannya.
Kepala suku berjalan kedepan. "A-apa kau seorang manu- ah, kurasa bukan. Apa mungkin Anda seorang iblis?" tanya kepala desa dengan gemetaran.
"Iblis? Ah, kurasa vampir emang termasuk kedalam ras iblis," gumam Ferisu saat ditanyai oleh kepala suku.
"A-apa yang membuat sosok kuat seperti Anda datang ke desa lusuh seperti ini?" tanya kepala suku.
"Hmm? Tak ada maksud apapun, aku hanya melihat sebuah asap dan datang kemari karena kupikir ada desa atau semacamnya," jawab Ferisu dengan santai.
Para goblin masih tetap waspada kepada Ferisu, seseorang yang bisa meratakan desa mereka dengan mudah, hanya datang karena melihat sebuah asap? Alasan itu tak bisa dipercayai oleh para goblin.
"Ada apa? Aku tak ada niatan bertarung, kok," ujar Ferisu dengan senyum simpul. "Apa aku boleh masuk kedalam desa?" sambungnya bertanya.
Kepala desa mengangguk dan menuntun Ferisu ke kediamannya. Seorang goblin membawakan secangkir air dan memberikannya kepada Ferisu.
"Anu..."
"Ferisu, itu namaku," ucap Ferisu saat melihat goblin yang ada di hadapannya tampak bingung.
"Apa yang Anda inginkan dari desa ini, Ferisu-sama?"
Ferisu menghela nafasnya, "Aku tak punya niat apapun, baiklah. Kalau begitu berikan aku informasi tentang ras kalian dan kota terdekat dari sini."
Karena melihat para goblin itu tampak tak percaya jika diberitahu tak punya niat apapun, Ferisu meminta beberapa informasi.
Kepala desa goblin, tetua dari suku Oldurt mulai menjelaskan soal ras goblin. Ras goblin memiliki 4 suku yang berbeda pertama suku Oldurt, mereka memiliki kulit berwarna hijau, kemampuan dalam pertarungan mereka memang tak kuat. Mereka spesialis dalam obat-obatan dan paham dengan tumbuh-tumbuhan.
Kedua suku Gayle, mereka memiliki kulit yang cukup gelap dan paham soal racun. Assassin, mereka adalah para goblin yang hebat dalam pembunuhan, memiliki gerakan yang cepat dan cukup licik.
Ketiga suku Redhood, ciri khas mereka adalah tudung merah. Memiliki warna kulit hijau daun dan hebat dalam menggunakan Sihir.
Keempat suku Regrus, mereka memiliki tubuh yang besar atau bisa dibilang hobgoblin. Mereka mempunya kekuatan yang besar dan bertarung dengan sebuah gada atau tangan kosong.
"Begitu, yah. Kukira semua goblin itu sama," gumam Ferisu setelah mendengar penjelasan tersebut.
Kepala suku juga memberitahu lokasi kota terdekat dari hutan ini, jika Ferisu berjalan menuju ke arah selatan ia akan sampai di sebuah kota manusia dalam kurun waktu 14 hari perjalanan. Setelah mendengar hal itu Ferisu bangun berdiri dan keluar dari rumah.
"A-apa Anda ingin langsung pergi?" tanya kepala suku dengan terkejut.
"Iya, makasih atas informasinya," saut Ferisu dan berterima kasih.
Pergi keluar dari desa itu, ia berhenti sejenak di depan gerbang desa. Membalikkan tubuhnya dan mengangkat tangannya mengarah ke arah desa.
"Wind Shield!"
Sebuah pusaran angin muncul mengitari desa tersebut dan perlahan menghilang. "Aku sudah memasang penghalang di desa kalian. Monster atau orang yang tak diizinkan masuk tak akan bisa melewati penghalang ini," jelas Ferisu.
Ferisu meninggalkan desa tersebut sembari melambaikan tangannya.
Para goblin melihat sosoknya dengan kagum, "Siapa sebenarnya dia?"
"Aku juga tak tau, penampilannya mirip manusia. Tapi, dia bilang kalau dirinya itu iblis dari suku vampire," ujar kepala suku.
"Vampire? Aku tak pernah dengar ada suku yang bernama vampire," ucap goblin lain.
Kepala suku mengangguk, "Benar, apa mungkin mereka suku yang bersembunyi selama ini, sepertinya kita bertemu dengan seorang yang akan mengubah dunia ini."
"Maksud Anda?"
"Suku yang tak pernah diketahui, dia juga tak tau soal ras, bersikap baik pada kita, kau paham maksudku, kan?"
"Legenda ... itu?"
"Benar!"
Sebuah legenda yang sudah pernah didengar oleh semua orang. Setiap 1000 tahun sekali, para dewa akan mengirimkan seorang ke dunia. Sebuah ras atau suku baru yang tak pernah diketahui oleh orang-orang. Hal itu pernah terjadi satu tahun yang lalu, namun mereka berasal dari manusia dan di panggil sebagai pahlawan.
Bagi ras manusia itu merupakan legenda pemanggilan pahlawan ketika sedang berperang untuk membantu umat manusia. Jelas berbeda dengan kedatangan Ferisu yang berasal dari permintaan para dewa.
Perjalanan Ferisu selama 5 hari berjalan dengan begitu cepat, ia berhasil keluar dari hutan dan melihat padang rumput yang terbentang luas dibawah birunya langit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
SweetiePancake
kalau pahlawan itu utusan dunia, sedangkan yang dimaksud legenda itu jelaslah utusan para dewa. Karena ras baru jelas merupakan kehendak dewa, berbeda dengan pahlawan yang dipanggil oleh suatu kerajaan untuk menyelamatkan dunia
2024-03-14
0
SweetiePancake
bukannya beda?
2024-03-14
0
Raven Blackwood
seperti scene di slime
2024-01-01
0