Setelah mengatasi para bandit, Ferisu membuat mereka menjadi penjaga untuk desa. Semua warga dan bandit yang mati dikuburkan di pemakaman desa. Di pagi yang cerah semua warga desa dan para bandit sedang merapikan dan memperbaiki kerusakan yang terjadi semalam.
"Desa ini, mungkin akan kujadikan tempat uji coba terlebih dahulu," gumam Ferisu.
Ferisu meminta semua orang untuk berkumpul di alun-alun dan menghentikan semua kegiatan. Semua orang tampak bingung karena diminta berkumpul secara tiba-tiba.
"Aku akan pergi sebentar dan kembali lagi, kalian tetap melakukan tugas seperti yang kukatakan. Mantan bandit menjadi penjaga desa dan para warga tetap melakukan pekerjaan seperti biasa," ujar Ferisu.
Semua orang mengangguk. "Jangan ada yang berkelahi atau apapun yang menyebabkan kerugian, jika tidak. Kalian tahu apa akibatnya, kan?" tegas Ferisu dengan senyuman simpul.
"Iyaa!"
Ferisu meninggalkan desa tersebut dan berjalan menuju ke desa goblin yang pernah ia singgahi. Tak seperti sebelumnya, Ferisu meningkatkan kecepatannya dengan accelerator dan bisa sampai di desa tersebut hanya dalam kurun waktu 1 hari.
Para goblin yang sedang berpatroli menyadari keberadaan Ferisu dan langsung menyambutnya. "Se-selamat datang Tu-Tuan," ucap mereka dengan gemetaran.
"Ah, iya. Apa kepala desa ada?" tanya Ferisu.
Para goblin mengangguk dan memandu Ferisu menuju ke desa. Di rumah kepala desa, Ferisu berbicara dengan kepala suku Oldurt, yang tak lain kepala desa itu sendiri.
"A-apa yang Tuan butuhkan hingga datang ke desa lusuh ini lagi?" tanya kepala suku.
"Aku ingin kalian ikut denganku," ujar Ferisu.
"Eh?" kepala suku terkejut dengan ucapan Ferisu yang meminta mereka untuk ikut dengannya. "Kemana?" tanya kepala suku.
"Ke sebuah desa milik manusia yang tak jauh dari sini," jawab Ferisu.
"Desa manusia, kurasa itu cukup mustahil. Saat melihat kami, mereka akan langsung menyerang, da-," ucap kepala suku.
"Tak perlu khawatir, itu tak akan terjadi," sela Ferisu.
Melihat Ferisu yang serius, kepala suku menerima ajakan tersebut dan mengumpulkan semua goblin dari suku Oldurt. Ferisu memberikan sihir peningkatan kecepatan pada mereka agar bisa pergi menuju desa itu dengan cepat. Tak lama kemudian mereka sampai di desa manusia.
Para penjaga desa menjadi waspada saat melihat ada banyak goblin. "A-apa yang..."
"Tenanglah, para goblin ini ada dibawah perintahku," ujar Ferisu.
Mereka masuk kedalam desa dan berkumpul di alun-alun. Para manusia tampak waspada dengan para goblin, begitu pula sebaliknya. Walaupun begitu, mereka tak bisa mengabaikan sosok yang ada dihadapan mereka.
"Aku tau kalian pasti bingung kenapa aku membawa para goblin kesini. Mereka berasal dari suku Oldurt yang ahli dalam tanaman dan obat-obatan. Aku ingin kalian hidup secara berdampingan," ujar Ferisu.
Saat mendengar pernyataan tersebut semua orang tercengang karena perkataan yang tak masuk akal seperti hidup berdampingan. Bahkan untuk tak saling menyerang saat bertemu itu saja sudah seperti keanehan, hidup berdampingan? Itu adalah hal yang paling tak bisa dipercaya.
"Aku paham dengan apa yang kalian pikirkan, hidup berdampingan itu hal yang tak masuk akal. Tapi aku ingin menciptakan sebuah utopia, sebuah negeri dongeng dimana semua ras hidup berdampingan tanpa adanya rasa permusuhan dan kebencian," ujar Ferisu.
Mendengar hal itu para goblin dan manusia saling melihat satu sama lain lalu mengangguk pelan. Kepala suku goblin mengangkat tangannya dan bertanya.
"Ferisu-sama, apa Anda benar-benar serius tentang itu?" tanya kepala suku goblin.
"Tentu, itulah kenapa aku membawa kalian para goblin ke desa ini," jawab Ferisu.
Para manusia dan goblin masih terlihat ragu dengan hal itu, walaupun begitu mereka juga mengharapkan tentang negeri dimana semua ras bisa hidup berdampingan.
"Untuk sekarang kita coba jalani terlebih dahulu, para manusia akan bertani dan menjaga kemanan dan para goblin bisa membantu sekaligus mengobati yang terluka dengan obat-obatan buatan mereka," ujar Ferisu.
Setelah mendengarkan penjelasan itu para goblin dan manusia mencoba untuk hidup secara berdampingan. Satu minggu berlalu dengan cepat, mereka bisa hidup secara berdampingan dan mulai percaya satu sama lain. Para goblin juga membantu dalam pertanian dan mengajarkan para penduduk desa (manusia) soal tanaman herbal.
Pembangunan desa juga menjadi lebih cepat, mereka membangun perumahan untuk para goblin dan mantan bandit yang menjadi penjaga desa. Saat ini mereka sedang membangun sebuah dinding untuk melindungi desa dari serangan.
Pada awalnya Ferisu hendak menggunakan sebuah sihir tanah untuk menciptakan sebuah dinding, namun ia mengurungkan niatnya. Hal itu ia lakukan untuk melihat kerja sama para goblin dan manusia untuk membangun sebuah dinding yang akan melindungi tempat tinggal mereka.
"Tak kusangka akan berjalan selancar ini," gumam Ferisu melihat para goblin dan manusia hidup secara berdampingan.
Kepala suku Oldurt dan kepala desa manusia datang menemui Ferisu. Mereka bertanya soal nama desa ini, karena sudah berubah mereka ingin sebuah nama baru.
"Nama yah, hmm, bagaimana kalau Heiwa?" ujar Ferisu memberikan sebuah nama.
"Heiwa?" mereka berdua tampak bingung dengan nama itu.
"Benar, artinya kedamaian," ujar Ferisu.
Mereka setuju dan memberitahu semua orang tentang nama desa yang baru. Desa Heiwa memiliki total penduduk sebanyak 35 orang manusia dan 20 goblin dari suku Oldurt. Ferisu berjalan-jalan melihat perdesaan, anak-anak yang tersenyum bahagia dan bermain bersama, mau itu anak goblin atau manusia.
Saat makan siang Ferisu menemui kepala suku goblin untuk menanyakan lokasi desa suku goblin yang lain. Kepala suku memanggil seorang goblin yang bertugas sebagai penjaga desa. Goblin itu pernah pergi menuju desa suku redhood untuk menjual ramuan obat.
"Apa kau bisa memanduku ke desa itu?" tanya Ferisu.
"Tentu saja Ferisu-sama, serahkan pada saya!" jawabnya dengan penuh percaya diri.
Keesokan paginya Ferisu pergi bersama beberapa goblin menuju ke desa suku Redhood. Perjalanan menuju ke desa itu memakan waktu selama 3 hari, namun karena sihir dari Ferisu mereka bisa sampai di desa itu dalam kurun waktu 1 hari perjalanan.
Desanya tampak cukup berbeda dari desa suku Oldurt, suku Redhood memiliki sebuah dinding pertahanan yang mengelilingi desa. Goblin yang berpatroli juga memiliki kemampuan sihir. Walaupun begitu, mereka akan lemah jika bertarung dalam jarak dekat.
Salah satu goblin mendekat ke desa itu untuk memberi tahu jika Ferisu ingin berkunjung kesana dan berbicara dengan kepala suku. Redhood memiliki sekitar 60 goblin yang tinggal di desa tersebut. Semua goblin memiliki kemampuan dalam menggunakan sihir.
"Ternyata benar ada goblin jenis lain di dunia ini," gumam Ferisu melihat para goblin.
Mereka-pun sampai di rumah kepala suku, di dalam sudah ada kepala suku dengan 2 pengawalnya yang memiliki peringkat tertinggi dari para goblin yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
jancookk
wah ini mah tensei..beda nih tensei slime dan Mc nih vampire itu jg perempuan..
2024-05-20
1
AnS Duo
Jadi inget empire gw di stellaris. Gw pake ethic authoritarian, xenophile ama militarist. Jadi kayak lu harus akur kalo enggak lu mati. 😅
2024-04-01
1
TOXIC|READER
alurnya kecepatan , kurang seru deh
2023-12-21
1