...Jalani Lah Kehidupan dunia ini, Tanpa Membiarkan Dunia hidup Dalam Dirimu. Karena ketika perahu berada diatas Air, Ia mampu berlayar dengan Sempurna, Namun ketika Air Masuk Kedalamnya, Perahu itu Akan Tenggelam Begitu Saja...
...☘️...
Mendengar pertanyaan Khadijah sebelumnya, agak nya Aksara tidak percaya jika Khadijah benar-benar tidak paham akan sindiran dari nya.
"CK"
"Sepertinya memang kau sangat mendalami peran mu"
Dengan meneguk minuman di tangannya, Aksara kembali melayangkan ejekan pada istri nya. Namun bukan membalas, Khadijah memilih diam mendengar ejekan dari suaminya.
"Jika begitu sia-sia saja ya Beasiswa yang di berikan perusahaan pada mu, jika pada akhirnya hanya berakhir di dapur saja, memasak, dan --"
Aksara terdengar menggantungkan kalimat nya, sejenak menatap Khadijah yang saat ini juga tengah menatap dirinya.
"Apa mas ?. menjadi ibu Rumah Tangga ?"
Khadijah hanya mencoba menebak arah pembicaraan Aksara, yang sedari tadi terus saja merendahkan dirinya.
"Tapi sebelum itu, Khadijah rasa perlu meluruskan sesuatu"
"Apa mas Aksa tahu, pekerjaan apa yang memiliki gaji paling tinggi di dunia bahkan mungkin Mas Aksa sendiri tidak mampu menggaji nya?"
"Dan peran apa yang paling berharga dalam kehidupan manusia termasuk dalam kehidupan Mas Aksa ?"
Tajam mata Khadijah menatap suaminya. Benar saja bukan memberikan jawaban, Aksara justru terlihat hanya membuang muka dan kembali menikmati minuman di tangannya.
"Jawaban nya sepele saja Mas. 'Ibu Rumah Tangga'. Orang yang Mas Aksa pandang sebelah mata"
Khadijah masih setia memandangi wajah suami nya. Jujur saja dia ingin tahu akan Semarah apa jika Khadijah berani menjawab ucapan nya.
Bukan durhaka atau tidak menurut perintah agama, atau juga bukan tidak berbakti pada suami nya, hanya saja Khadijah merasa perlu untuk mengingatkan Aksara.
"Ibu Rumah Tangga adalah karir termahal yang tidak dapat di bayar oleh manusia, terkaya sekalipun !."
"Sebab dia berani menginvestasikan seluruh potensi terbaik yang dia miliki, untuk melayani suami dan juga anak-anak nya, dengan Surga sebagai bayaran nya"
Terdengar sangat lembut penuturan Khadijah, namun meski begitu Khadijah dapat melihat mata Aksara menatap dirinya, 'Tidak suka ?. Mungkin saja.
Aksara sendiri merasa baru kali ini dan merupakan pertama kali dalam kehidupan nya, seorang wanita berani menceramahi nya.
Entah karena rasa malu atau kah Aksara tengah membenarkan ucapan Khadijah, yang jelas saat ini Aksara hanya terdiam mendengar semua ucapan Khadijah.
"Lalu bagaiman Khadijah bisa membenarkan anggapan mas Aksa tentang Ibu rumah tangga ?"
Khadijah kembali mengingatkan suami nya dengan kalimat yang dia rangkai sedemikian rupa.
Khadijah sendiri sadar meski dirinya tengah mencoba meluruskan anggapan salah dari suaminya, tetap Khadijah harus memperhatikan harga diri dan rasa malu seorang pria yang kodratnya tidak suka di rendahkan oleh wanita, sekalipun itu istrinya.
"Bukankah kita tidak pernah tahu, akan seperti apa kehidupan kita di masa mendatang ?"
"Bisa jadi suatu hari nanti akan tumbuh Aksara kecil, dari ibu rumah tangga yang bernama Khadijah"
"Khadijah cuma mau ingatkan mas Aksa, jangan suka asal dalam berbicara"
"Kita juga tidak pernah tahu apakah kita akan menyesal atau tidak nantinya, dengan ucapan yang pernah kita katakan sebelum nya"
Panjang lebar Khadijah mengatakan isi hati nya, meski Aksara tampak mengacuhkan ucapanya, namun Khadijah sangat yakin jika Aksara mendengarkan apa yang baru saja di katakan nya.
Merasa sudah cukup berbincang, dan tidak ingin lebih panjang terlibat pertikaian, Khadijah memilih untuk berlalu meninggalkan Aksara yang masih berdiri di samping nya.
Nahas belum sempat Khadijah melangkah kan kakinya, Gamis panjang yang tidak sengaja dia injak sendiri, membuatnya terjungkal begitu saja.
Beruntung Aksara cepat tanggap menangkap Khadijah, sehingga wanita muda itu tidak sampai jatuh ke lantai dingin di bawah nya.
Khadijah pun mendongakkan wajah nya, untuk sesaat keduanya saling melemparkan tatapan yang entah mengisyaratkan apa.
Buru-buru Khadijah bangkit dari pelukan Aksara dan membenarkan gamis dan hijab nya, meski hanya untuk mengelabuhi rasa malu nya saja.
"Terima kasih"
Terdengar lirih namun masih jelas Aksara mendengarkan kalimat itu dari Khadijah.
Terlihat salah tingkah, Khadijah berlalu begitu saja meninggalkan Aksara yang masih berdiri di tempat nya semula.
Bertepatan dengan keluarnya Khadijah dari dapur, saat itu juga dia bertemu dengan Mbok Nah yang juga baru selesai dengan pekerjaannya.
'Lega' Batin Khadijah.
"Mbok. Masakannya sudah selesai semua, tinggal di angkat saja ya, Dijah mau ke kamar dulu"
Cepat-cepat Khadijah berlalu, jujur saja mungkin dia juga begitu merasa malu.
***
Tanpa di sadari oleh Aksara dan Khadijah, sepasang mata telah menangkap keakraban diantara keduanya.
'Dirga'
Bahkan sebelum kedatangan Aksara pun Dirga sudah berdiri di tempat nya, tentu tujuan nya hanya untuk melihat wanita pujaan hatinya saja.
Namun sial. Dirga yang memang bukan siapa-siapa harus rela menerima takdir yang memang tidak berpihak pada diri nya.
Kecewa ?. Tentu saja.
Meski begitu sakit hatinya, tapi Dirga bisa apa ?, Pada akhirnya Dirga tetap hanya bisa menjadi pengagum rahasia wanita yang saat ini telah sah menjadi istri dari Kaka nya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Budyparyanti
kasian dirga yg dengan tulus menaruh hati ke dijah
2023-12-19
4
Sugiharti Rusli
istri yang masih belum dianggap istri Dirga oleh kakak kamu,,,
2023-09-09
1
E Dnisa
istilah yg sangat mulia bagi perempuan. di dunia ini ada istilah ibu rumah tangga , tapi tak akan pernah ad bapak rumah tangga, mau sehebat apapun laki laki itu.
2023-09-07
4