BAB 15. JAKARTA

...Tidak akan mungkin tertukar apa yang sudah Allah Takar. ...

...☘️...

Malam semakin larut, dingin udara juga semakin menusuk dada.

Bersama dengan seorang pria yang telah berstatus sah sebagai suaminya. Agak nya Khadijah masih belum bisa mempercayai status baru nya.

Ada tiga iring-iringan mobil yang menemani mereka, entah orang seperti apa Aksara, yang jelas dalam pikirkan Khadiah, sudah tentu suaminya bukan orang biasa.

Khadijah berada dalam satu mobil dengan Aksara dan satu orang supir yang menemani mereka.

Sedari tadi Aksara tampak sibuk memainkan ponselnya, sementara Khadijah hanya bisa terdiam dalam lamunannya.

"Mas kuta mau kemana ?"

Dengan rasa penasaran yang memenuhi hatinya, Khadijah memberanikan diri untuk bertanya.

Namun bukan jawaban yang dia dapatkan, melainkan tatapan dingin Aksara yang seketika melumpuhkan saraf-saraf Khadijah.

"Apa kau mau kita kehutan ?, Membuang atau meninggalkanmu ?"

Terdengar begitu dingin ucapan Aksara masuk kedalam telinga Khadijah.

Aksara terlihat mendekatkan kepalanya pada Khadijah, yang seketika itu membuat jantung Khadijah memompa dengan kencang nya.

"Kenapa pertanyaan bodoh itu harus kau tanyakan, bukankah seharusnya kau tahu kemana aku akan membawa mu !!"

Bisikan Aksara tepat di telinga Khadijah.

Mendengar ucapan Aksara yang entah apa maksudnya, Khadijah hanya bisa diam dan tidak lagi berani untuk bertanya.

Melihat bagaimana reaksi Khadijah, bukan iba justru Aksara terdengar menertawakan Khadijah.

***

Ibukota.

Kali ke dua bagi Khadijah menginjakan kaki di sana.

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia.

Wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.

Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan.

Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yakni Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.

Khadijah masih merasa asing sebab ini memang bukan tempat yang biasa di kunjungi nya.

Mobil milik Aksara terlihat memasuki komplek perumahan elit disana. Arsitektur bergaya eropa dan tidak lupa setiap rumah memiliki penjaga an ketat nya.

Perasaan berdebar seketika hinggap di dada Khadijah, membayangkan siapa sebenarnya suaminya, karena yang Khadijah tahu Aksara merupakan CEO dimana tempat Orang tuanya dulu bekerja.

Tidak banyak yang mereka bicarakan dalam perjalanan, hanya beberapa kata yang justru membuat Khadijah takut pada sosok suami nya.

Tidak butuh waktu lama, Mobil yang di kemudikan Supir pribadi suaminya, memasuki area perumahan yang sangat luas dan besar tentu nya.

"Turun !"

Khadijah yang masih belum puas mengagumi keindahan dan kemegahan istana di hadapannya begitu kaget takalar Aksara menarik tangannya.

"Astaghfirullah!"

Khadijah mengibaskan begitu saja tangan Aksara, jujur mungkin karena belum terbiasa dengan status baru diantara mereka.

"Ma.Maaf Mas"

Merasa bersalah pada suaminya membuat Khadijah segera meminta maaf pada nya, namun seolah tidak pernah terjadi apa-apa, Aksara hanya diam dan meninggalkan Khadijah sendiri.

Sampai pada saat pintu samping nya terbuka, menampakkan supir pribadi Aksara yang membuka kan pintu untuk nya.

"Terima kasih" Ucap Khadiah

"Mari Bu saya antar masuk" Ujar supir pribadi Aksara yang masih tampak muda seusia suaminya.

"Baik Pak"

"Panggil saja Dion, Saya Asisten Pribadi Pak Aksara"

Mendengar hal itu, Khadijah pun mengangguk kan kepala nya.

Dari kejauhan Khadijah dapat melihat jika suaminya tengah berbincang dengan seorang wanita paruh baya dengan seorang pria yang duduk diatas kursi roda.

Wanita yang Khadijah yakini memiliki usia sama dengan Almarhum ibu nya. Cantik dan juga masih terlihat muda di usianya yang sudah terbilang tidak muda.

Namun tidak heran bagi orang kaya seperti mereka, apapun bisa mereka lakukan demi mendapatkan keinginannya. 'Pikir Khadijah'.

"Tidak perlu takut Bu, mereka Orang tua Pak Aksara, Tuan dan Nyonya baik Orangnya"

Jujur saja ini yang menjadi tanda tanya besar di kepala Khadijah, dan beruntung Asisten Pribadi suaminya mau berbaik hati mengatakan hal itu pada dirinya.

"Assalamualaikum"

Terdengar Lembut suara Khadijah menyapa kedua mertua nya.

Belum mendapatkan jawaban, namun Khadijah mendapatkan sebuah senyuman dari kedua orang tua suami nya. Hal itu cukup meyakinkan Khadijah jika dia diterima, atau mungkin sebaliknya. 'Entah lah'.

"Waalaikumsalam Khadiah"

Sudut bibir Khadiah terangkat seketika, mendengar Nama nya di sebut oleh ibu mertua nya. Jujur ini merupakan kali pertama, dan keduanya belum saling mengenal sebelumnya.

Merasa sungkan Khadijah pun mengangguk kan kepala nya. Tidak lupa Khadijah menyalami Kedua mertua nya. sebagai adab yang mudah terhadap yang lebih tua. Dan hal itu yang dulu selalu diajarkan oleh Almarhum ibu Khadijah pada nya.

"Kamu pasti lelah, Mama antar ke kamar yuk"

'Bu Gita' Merupakan nama dan sapaan akrab ibu dari Aksara.

Khadijah merasa beruntung, dirinya yang hanya orang dari desa bisa diterima dengan baik oleh keluarga dari suaminya.

"Pa. Mama antar Khadijah dulu ya" Lembut suara Bu Gita meminta izin pada suami nya.

"Ma !"

Panggilan Aksara seketika menghentikan langkah Khadijah dan Bu Gita.

"Aku tidak mau satu kamar dengan dia !"

Deg.

Untuk sesaat Khadijah merasakan jantungnya berhenti berdetak. Penolakan Aksara yang baru saja Khadijah dengar cukup menyisakan perih didada.

Bagaimana bisa suami dan istri tidak tidur dalam satu kamar 'Pikir Khadijah'. Meski tidak saling cinta bukankah setidaknya mereka mencoba untuk hidup bersama dan saling berbagi rasa.

"Kalau tidak mau satu kamar, jangan menikah !"

Setelah menjawab Ucapan putranya, Bu Gita lantas meraih bahu Khadijah, kembali menunjukan kamar untuk Khadijah.

Bu Gita tahu putranya tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Maka dari itu dia merasa perlu untuk menghibur nya.

Tidak lagi ingin berdebat dengan putranya, Bu Gita lantas membawa begitu saja Khadijah menuju kamar nya.

Ceklek.

Sebuah kamar yang dalam pandangan Khadijah seluas rumah nya. Cukup kagum melihat fasilitas dan mewahnya kamar yang di tunjukan oleh ibu mertua nya.

"Untuk sementara ini akan menjadi kamar kamu Khadijah, semoga kamu suka ya"

"Kalau ada kurang-kurangnya kamu bilang ya sama mama"

Bu Gita merasa tidak tega sejujurnya membiarkan menantu nya tidur di kamar tamu.

"MashaAllah Ma. Ini lebih dari cukup ma, tidak ada kurnag sama sekali" Jawab Khadijah dengan polosnya.

Bu Gita pun tersenyum mendengar ucapan Khadijah.

"Maaf ya Aksa belum bisa menerima kamu sebagai istrinya"

"Dia itu kelihatanya aja galak, tapi sebenarnya baik"

Bu Gita menceritakan sedikit tentang putra sulungnya, dan hal itu cukup membahagiakan bagi Khadijah yang tidak mengetahui apa pun tentang Aksara.

***

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Alhamdulikkah Khatidah punya ibu mertua yg baik

2024-02-05

1

Budyparyanti

Budyparyanti

semoga cuma di awal pernikahan ajj aksa dingin dan kejam.....dan aemoga khadijah mampu bikin aksa bucin pada akhir xa

2023-12-19

1

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

alhamdulilahibunya baik semoga semuanya baik sam dijah

2023-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!