BAB 16. KESAN PERTAMA

...Bukan lupa, Hanya sudah terbiasa. Bukan pula tidak marah, Hanya sudah Lelah....

...☘️...

Khadijah mengikuti langkah kaki ibu mertua nya, masuk kedalam kamar yang di yakini bisa untuk bermain bola didalamnya.

"Aksa dulu tidak seperti itu Khadijah"

Bu Gita memulai perbincangan dengan menceritakan sosok Aksara. Laki-laki yang kini sah menjadi suami Khadijah.

Khadijah pun mendengar kan dengan seksama, duduk di sofa kamar tepat di samping ibu mertua nya.

"Sikap dan sifatnya berubah setelah seorang wanita yang begitu dia cintai mencampakkan Aksa begitu saja"

Mendengar cerita dari mertuanya, Khadijah lantas tersenyum dan menganggukkan kepala. Jujur saja Khadiah yang tidak pernah merasakan jatuh cinta apa lagi pacaran, hanya bisa membayangkan saja bagaimana rasanya sakit hati yang selama ini belum pernah dia ketahui.

Namun apakah sesakit itu, hingga sakit hati karena cinta bisa merubah kepribadian Aksara ?. 'Batin Khadijah'.

Khadijah begitu bersemangat mengetahui sisi lain dari suami yang belum banyak dia ketahui.

"Apa Mas Aksa suka olah raga ma ?"

Meski ragu namun Khadijah memberanikan diri untuk bertanya.

Mendengar pertanyaan menantunya, Bu Gita tampak mengulas senyum di wajah cantik nya.

"Tidak hanya suka, Olah raga juga sudah menjadi Hobby bagi Aksa"

Mendengar penuturan ibu mertua nya, Khadijah lantas mengangguk-anggukan kepala, Sudah Khadijah duga, saat pertama kali tangannya menyentuh Tangan Aksara, Khadijah bisa merasakan betapa perkasa nya tangan sosok Aksara Virendra Brawijaya.

Namun menyadari kekonyolannya, Khadijah lantas tersipu malu, membayangkan pikiran kotor hinggap di otak nya.

"Kamu kenapa Dijah?. Kok senyum-senyum sendiri ?"

Meski masih menutupi wajah nya, namun Bu Gita tahu jika Khadijah menyimpan senyum di balik cadar nya.

"Nggak papa ma" Jawaban yang pada akhirnya keluar dari mulut Khadijah.

Panjang lebar keduanya bercerita, bahkan Khadijah mulai akrab dengan ibu mertuanya, dan entah mengapa keakraban itu mengalir begitu saja.

Khadijah merasa jika Bu Gita seolah telah mengenal nya sejak lama. Meski sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi mereka saling bertatap muka.

Selain Bu Gita dan pak Lukman yang tidak memiliki Anak perempuan, Mungkin hal ini juga karena Khadijah merupakan menantu perempuan pertama mereka. Sehingga Bu Gita dan Khadijah mudah sekali menjalin keakraban.

"Kamu istirahat ya Khadijah, Betah-betah disini"

"Kalau butuh apa-apa kamu panggil saja Mbok Nah"

Sebelum pergi tidak lupa Bu Gita mengatakan hal itu pada Khadijah.

Meskipun saat ini masih pagi, namun Bu Gita memilih untuk membiarkan menantunya beristirahat, bukan tanpa alasan dia melakukannya, tentu karena semalaman menantu dan putra nya melakukan perjalanan panjang.

Anggukan kepala menjadi jawaban Khadijah atas ucapan ibu mertuanya.

"Terima kasih ma" ucap Khadijah dengan mengulas senyum di wajah nya.

Setelah kepergian ibu mertuanya, Khadijah lantas membereskan koper baju miliknya, tidak banyak, hanya beberapa stel gamis, laptop dan beberapa perlengkapan seperti makeup dan beberapa keperluan lainya.

Sempat terfikir kan oleh Khadijah jika dia akan mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga suaminya, seperti saat ini Aksara menolak nya, namun Khadijah merasa beruntung, setelah bertemu Bu Gita semua prasangka buruk nya sirna begitu saja.

Merasa gerah dan cukup lelah, Khadijah lantas melepas cadar dan hijab yang menutupi kepala nya, beranjak dari duduk nya dan bergegas untuk membersihkan diri di kamar mandi.

Semua fasilitas di rumah ini begitu memanjakan Khadijah, hingga dia sempat melupakan kepedihan yang sempat dia rasakan, namun Khadijah sadar masih akan ada tugas besar. Pun juga ujian besar tentu telah siap menanti dirinya. 'Batin Khadijah'.

Tidak butuh waktu lama Khadijah telah selesai dengan kegiatan mandi nya.

Menatap kaca besar di hadapannya, Khadijah lantas memandang tubuh nya, lengkap dengan balutan handuk yang melingkar menutupi area terlarang nya.

Untuk sesaat Khadijah memanjakan pikirannya dengan membayangkan sosok Aksara. Manusiawi jika Khadijah juga menginginkan cinta dari suaminya. Meski dia sendiri sadar jika pernikahan ini hanya karena terpaksa saja.

Khadijah lantas menyentuh kulit putih nya, membayangkan malam-malam panjang bersama Aksara dengan tanpa balutan busana. Mungkin hal itu juga menjadi keinginan banyak pasang anak manusia. Bahkan yang bukan merupakan pasangan halal sekali pun.

Membayangkan Aksara menyentuh nya saja, seketika membuat wajah Khadijah terasa panas. Senyum di bibirnya merekah begitu saja, memikirkan dia yang tengah bersama suaminya.

"Astaghfirullah!"

Khadijah lantas merutuki dirinya yang dengan lancang melibatkan Aksara dalam khayalan nya.

Entah sejak kapan, namun ingatan Khadijah melayang pada masa kanak-kanak nya, berkhayal tentang sebuah pernikahan penuh cinta dan bahagia. Memerankan lakon pernikahan dengan teman seusia nya.

Menyenangkan sekali jika membayangkan saat itu 'Batin Khadijah'

Namun kenyataan Khayalannya justru bertolak belakang dengan apa yang dia dapatkan di dunia nyata. Khadijah harus bersabar dengan penolakan suaminya.

Bahkan Khadijah sendiri tidak tahu, anggapan apa yang di berikan Aksara pada dirinya.

Meski Khadijah tidak pernah menganggap pernikahan ini hanya main-main saja. Namun dalam benak nya sempat terfikir jika bisa saja Aksara menganggap pernikahan ini tidak pernah ada.

Lelah bergelut dengan pikirannya, Khadijah memilih menyudahi kegiatan nya, lagi pula rambut yang sebelumnya dia keringkan saat ini juga telah kering sepenuh nya.

"Khadijah !!! "

Sebuah teriakan melengking begitu kencangnya di telinga Khadijah.

Deg.

Khadijah begitu terkejut mendapati sosok ibu mertuanya telah berada di dalam kamar nya, bahkan saat ini tengah memandangi Khadijah yang tanpa busana, hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian sensitif nya.

"Ma. Mama"

Kedua bola mata Khadijah membulat sempurna, melihat sosok di hadapannya benar merupakan ibu mertua nya.

Sebisa mungkin Khadijah berusaha menutupi area pundaknya, dengan kedua tangannya.

Sama hal nya dengan Khadijah yang begitu terkejut atas kedatangan ibu mertua nya. Bu Gita pun sama, Bedanya hanya dia terkejut melihat betapa di hadapannya tengah berdiri seorang bidadari.

Untuk sesaat Bu Gita begitu mengagumi kecantikan Menantunya, Bahkan dia tidak menyangka sosok di balik cadar itu benar-benar sempurna.

"Dijah !!!" Teriak Bu Gita.

Khadijah yang tidak tahu apa-apa , masih dalam mode tidak percaya, lantas bingung dengan sikap ibu mertuanya.

"Maa.Maaf Ma, Dijah ganti baju dulu"

Khadijah merasa sikap dan perbuatanya salah Dimata ibu mertuanya.

"Tunggu tunggu"

Bu Gita mencekal tangan Khadijah yang akan kembali ke kamar mandi. Memutari tubuh polos menantunya. Dan entah mengapa Khadijah menangkap senyum di wajah ibu mertuanya. 'Ada apa' Batin Khadijah bertanya.

"Dijah ! . Kamu cantik sekali" Puji Bu Gita dengan begitu mengagumi.

Mendengar pujian dari ibu mertuanya, Khadijah hanya bisa mengulas senyum kecil di bibirnya, jujur saja saat ini Khadijah sudah tidak nyaman, dengan pakaiannya yang terlihat berani di depan ibu mertuanya.

"Kamu malu ?. Nggak papa, Kan cuma ada mama"

Menyadari Khadijah yang tidak nyaman, Bu Gita lantas mengatakan jika memang mereka hanya berdua saja. Lagi pula sebelumnya tidak lupa Bu Gita menutup pintu kamar Khadijah.

Benar saja setelah mengedarkan pandanganya, Khadijah mendapati Pintu kamarnya masih tertutup rapat.

Bu Gita lantas menjelaskan, jika sebelumnya dia telah beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari Khadijah, dan benar dugaanya jika menantunya sedang membersihkan dirinya.

Namun meski begitu tetap saja Khadijah tidak nyaman berhadapan dengan ibu mertuanya, sementara dia hanya mengenakan handuk saja.

"Ya sudah kamu ganti baju gih, Mama sama papa tunggu di meja makan ya, Kita makan siang bareng"

Setelah mengatakan tujuan dan maksud kedatangan nya ke kamar Khadijah, Bu Gita lantas memilih untuk segera beranjak pergi. Tidak mungkin juga dia menunggu Khadijah yang ingin mengganti pakaian nya.

Namun belum sampai Bu Gita meraih handle pintu, ibu mertua Khadijah itu kembali memutar tubuhnya.

"Ohya Dijah, Jangan lama-lama ya, Mama mau kenalin kamu sama adiknya Aksa"

Terlihat Bu Gita begitu bersemangat ingin mengenalkan seluruh anggota keluarga nya pada menantu pertamanya.

"Baik Ma" Jawab Khadijah pada akhirnya.

***

Terpopuler

Comments

sri Hartati_

sri Hartati_

Hati2 Aksa. bentargi bucinnnnn

2024-08-08

1

Budyparyanti

Budyparyanti

terkejut sy fikir dijah membuat mertua za marah🤭

2023-12-19

1

Aas Azah

Aas Azah

ternyata oh ternyata adiknya Azka itu adalah dirga😱😱😱

2023-12-08

4

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!