...Bukan lupa, Hanya sudah terbiasa. Bukan pula tidak marah, Hanya sudah Lelah....
...☘️...
Khadijah mengikuti langkah kaki ibu mertua nya, masuk kedalam kamar yang di yakini bisa untuk bermain bola didalamnya.
"Aksa dulu tidak seperti itu Khadijah"
Bu Gita memulai perbincangan dengan menceritakan sosok Aksara. Laki-laki yang kini sah menjadi suami Khadijah.
Khadijah pun mendengar kan dengan seksama, duduk di sofa kamar tepat di samping ibu mertua nya.
"Sikap dan sifatnya berubah setelah seorang wanita yang begitu dia cintai mencampakkan Aksa begitu saja"
Mendengar cerita dari mertuanya, Khadijah lantas tersenyum dan menganggukkan kepala. Jujur saja Khadiah yang tidak pernah merasakan jatuh cinta apa lagi pacaran, hanya bisa membayangkan saja bagaimana rasanya sakit hati yang selama ini belum pernah dia ketahui.
Namun apakah sesakit itu, hingga sakit hati karena cinta bisa merubah kepribadian Aksara ?. 'Batin Khadijah'.
Khadijah begitu bersemangat mengetahui sisi lain dari suami yang belum banyak dia ketahui.
"Apa Mas Aksa suka olah raga ma ?"
Meski ragu namun Khadijah memberanikan diri untuk bertanya.
Mendengar pertanyaan menantunya, Bu Gita tampak mengulas senyum di wajah cantik nya.
"Tidak hanya suka, Olah raga juga sudah menjadi Hobby bagi Aksa"
Mendengar penuturan ibu mertua nya, Khadijah lantas mengangguk-anggukan kepala, Sudah Khadijah duga, saat pertama kali tangannya menyentuh Tangan Aksara, Khadijah bisa merasakan betapa perkasa nya tangan sosok Aksara Virendra Brawijaya.
Namun menyadari kekonyolannya, Khadijah lantas tersipu malu, membayangkan pikiran kotor hinggap di otak nya.
"Kamu kenapa Dijah?. Kok senyum-senyum sendiri ?"
Meski masih menutupi wajah nya, namun Bu Gita tahu jika Khadijah menyimpan senyum di balik cadar nya.
"Nggak papa ma" Jawaban yang pada akhirnya keluar dari mulut Khadijah.
Panjang lebar keduanya bercerita, bahkan Khadijah mulai akrab dengan ibu mertuanya, dan entah mengapa keakraban itu mengalir begitu saja.
Khadijah merasa jika Bu Gita seolah telah mengenal nya sejak lama. Meski sejujurnya ini merupakan kali pertama bagi mereka saling bertatap muka.
Selain Bu Gita dan pak Lukman yang tidak memiliki Anak perempuan, Mungkin hal ini juga karena Khadijah merupakan menantu perempuan pertama mereka. Sehingga Bu Gita dan Khadijah mudah sekali menjalin keakraban.
"Kamu istirahat ya Khadijah, Betah-betah disini"
"Kalau butuh apa-apa kamu panggil saja Mbok Nah"
Sebelum pergi tidak lupa Bu Gita mengatakan hal itu pada Khadijah.
Meskipun saat ini masih pagi, namun Bu Gita memilih untuk membiarkan menantunya beristirahat, bukan tanpa alasan dia melakukannya, tentu karena semalaman menantu dan putra nya melakukan perjalanan panjang.
Anggukan kepala menjadi jawaban Khadijah atas ucapan ibu mertuanya.
"Terima kasih ma" ucap Khadijah dengan mengulas senyum di wajah nya.
Setelah kepergian ibu mertuanya, Khadijah lantas membereskan koper baju miliknya, tidak banyak, hanya beberapa stel gamis, laptop dan beberapa perlengkapan seperti makeup dan beberapa keperluan lainya.
Sempat terfikir kan oleh Khadijah jika dia akan mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga suaminya, seperti saat ini Aksara menolak nya, namun Khadijah merasa beruntung, setelah bertemu Bu Gita semua prasangka buruk nya sirna begitu saja.
Merasa gerah dan cukup lelah, Khadijah lantas melepas cadar dan hijab yang menutupi kepala nya, beranjak dari duduk nya dan bergegas untuk membersihkan diri di kamar mandi.
Semua fasilitas di rumah ini begitu memanjakan Khadijah, hingga dia sempat melupakan kepedihan yang sempat dia rasakan, namun Khadijah sadar masih akan ada tugas besar. Pun juga ujian besar tentu telah siap menanti dirinya. 'Batin Khadijah'.
Tidak butuh waktu lama Khadijah telah selesai dengan kegiatan mandi nya.
Menatap kaca besar di hadapannya, Khadijah lantas memandang tubuh nya, lengkap dengan balutan handuk yang melingkar menutupi area terlarang nya.
Untuk sesaat Khadijah memanjakan pikirannya dengan membayangkan sosok Aksara. Manusiawi jika Khadijah juga menginginkan cinta dari suaminya. Meski dia sendiri sadar jika pernikahan ini hanya karena terpaksa saja.
Khadijah lantas menyentuh kulit putih nya, membayangkan malam-malam panjang bersama Aksara dengan tanpa balutan busana. Mungkin hal itu juga menjadi keinginan banyak pasang anak manusia. Bahkan yang bukan merupakan pasangan halal sekali pun.
Membayangkan Aksara menyentuh nya saja, seketika membuat wajah Khadijah terasa panas. Senyum di bibirnya merekah begitu saja, memikirkan dia yang tengah bersama suaminya.
"Astaghfirullah!"
Khadijah lantas merutuki dirinya yang dengan lancang melibatkan Aksara dalam khayalan nya.
Entah sejak kapan, namun ingatan Khadijah melayang pada masa kanak-kanak nya, berkhayal tentang sebuah pernikahan penuh cinta dan bahagia. Memerankan lakon pernikahan dengan teman seusia nya.
Menyenangkan sekali jika membayangkan saat itu 'Batin Khadijah'
Namun kenyataan Khayalannya justru bertolak belakang dengan apa yang dia dapatkan di dunia nyata. Khadijah harus bersabar dengan penolakan suaminya.
Bahkan Khadijah sendiri tidak tahu, anggapan apa yang di berikan Aksara pada dirinya.
Meski Khadijah tidak pernah menganggap pernikahan ini hanya main-main saja. Namun dalam benak nya sempat terfikir jika bisa saja Aksara menganggap pernikahan ini tidak pernah ada.
Lelah bergelut dengan pikirannya, Khadijah memilih menyudahi kegiatan nya, lagi pula rambut yang sebelumnya dia keringkan saat ini juga telah kering sepenuh nya.
"Khadijah !!! "
Sebuah teriakan melengking begitu kencangnya di telinga Khadijah.
Deg.
Khadijah begitu terkejut mendapati sosok ibu mertuanya telah berada di dalam kamar nya, bahkan saat ini tengah memandangi Khadijah yang tanpa busana, hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian sensitif nya.
"Ma. Mama"
Kedua bola mata Khadijah membulat sempurna, melihat sosok di hadapannya benar merupakan ibu mertua nya.
Sebisa mungkin Khadijah berusaha menutupi area pundaknya, dengan kedua tangannya.
Sama hal nya dengan Khadijah yang begitu terkejut atas kedatangan ibu mertua nya. Bu Gita pun sama, Bedanya hanya dia terkejut melihat betapa di hadapannya tengah berdiri seorang bidadari.
Untuk sesaat Bu Gita begitu mengagumi kecantikan Menantunya, Bahkan dia tidak menyangka sosok di balik cadar itu benar-benar sempurna.
"Dijah !!!" Teriak Bu Gita.
Khadijah yang tidak tahu apa-apa , masih dalam mode tidak percaya, lantas bingung dengan sikap ibu mertuanya.
"Maa.Maaf Ma, Dijah ganti baju dulu"
Khadijah merasa sikap dan perbuatanya salah Dimata ibu mertuanya.
"Tunggu tunggu"
Bu Gita mencekal tangan Khadijah yang akan kembali ke kamar mandi. Memutari tubuh polos menantunya. Dan entah mengapa Khadijah menangkap senyum di wajah ibu mertuanya. 'Ada apa' Batin Khadijah bertanya.
"Dijah ! . Kamu cantik sekali" Puji Bu Gita dengan begitu mengagumi.
Mendengar pujian dari ibu mertuanya, Khadijah hanya bisa mengulas senyum kecil di bibirnya, jujur saja saat ini Khadijah sudah tidak nyaman, dengan pakaiannya yang terlihat berani di depan ibu mertuanya.
"Kamu malu ?. Nggak papa, Kan cuma ada mama"
Menyadari Khadijah yang tidak nyaman, Bu Gita lantas mengatakan jika memang mereka hanya berdua saja. Lagi pula sebelumnya tidak lupa Bu Gita menutup pintu kamar Khadijah.
Benar saja setelah mengedarkan pandanganya, Khadijah mendapati Pintu kamarnya masih tertutup rapat.
Bu Gita lantas menjelaskan, jika sebelumnya dia telah beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari Khadijah, dan benar dugaanya jika menantunya sedang membersihkan dirinya.
Namun meski begitu tetap saja Khadijah tidak nyaman berhadapan dengan ibu mertuanya, sementara dia hanya mengenakan handuk saja.
"Ya sudah kamu ganti baju gih, Mama sama papa tunggu di meja makan ya, Kita makan siang bareng"
Setelah mengatakan tujuan dan maksud kedatangan nya ke kamar Khadijah, Bu Gita lantas memilih untuk segera beranjak pergi. Tidak mungkin juga dia menunggu Khadijah yang ingin mengganti pakaian nya.
Namun belum sampai Bu Gita meraih handle pintu, ibu mertua Khadijah itu kembali memutar tubuhnya.
"Ohya Dijah, Jangan lama-lama ya, Mama mau kenalin kamu sama adiknya Aksa"
Terlihat Bu Gita begitu bersemangat ingin mengenalkan seluruh anggota keluarga nya pada menantu pertamanya.
"Baik Ma" Jawab Khadijah pada akhirnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
sri Hartati_
Hati2 Aksa. bentargi bucinnnnn
2024-08-08
1
Budyparyanti
terkejut sy fikir dijah membuat mertua za marah🤭
2023-12-19
1
Aas Azah
ternyata oh ternyata adiknya Azka itu adalah dirga😱😱😱
2023-12-08
4