BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN

...Jangan Bandingkan Hidupmu Dengan Hidup Orang Lain. Pun, Tidak Ada Perbandingan Antara Matahari dan Bulan, Karena Mereka Akan Bersinar Saat Waktunya Tiba. ...

...☘️...

Khadijah mendongakkan kepalanya, menatap sekilas wajah Aksara yang sepertinya kini menjadikan Khadijah sasaran dari kemarahannya.

"Tanggung jawab ?. Maksud bapak apa ?"

Khadijah yang tidak tahu apa maksud dari ucapan Aksara lantas dengan polosnya bertanya.

Namun belum juga Khadijah mendapatkan jawabannya, Umi Aminah lebih dulu menarik lengan Khadijah dan membawanya berdiri tepat di belakangnya.

"Maaf Pak. Ini hanya ke salah pahaman saja, Dijah tidak tahu apa-apa, Maafkan dia"

Umi Amina yang menyadari situasi kembali tidak terkendali lantas mencoba untuk kembali meredam semua nya. Dan membawa Khadijah untuk berdiri di belakangnya.

Namun bukan menjadi baik, justru suasana kembali tegang tatkala Aksara menampakkan senyum seringainya.

"Lepaskan dia" Titah Aksara.

Telunjuk Aksara mengarah pada Azis yang saat ini tengah di apit oleh para bawahan Aksara.

Tidak hanya Azis saja yang terkejut dengan ucapan Aksara namun para bawahan Aksara pun tidak kalah terkejut mendengar ucapan bos besarnya.

Bagaiman bisa Aksara meminta melepaskan orang yang sudah berbulan-bulan menjadi incaran mereka begitu saja.

"Kalian tidak salah dengar, lepaskan dia !" titah Aksara untuk yang kedua kalinya.

Mendengar ucapan tersebut dua orang bawahan Aksara langsung melepaskan Azis begitu saja tanpa kembali bertanya.

Semua mata tampak tertuju pada Aksara, termasuk Abah dan Umi Amina. Mereka tidak menyangka jika Aksara akan merubah pikirannya.

Hingga senyum umi Amina terlihat lebar menghiasi bibirnya, begitu juga Abah yang terdengar mengucap syukur karena rasa lega di hatinya.

Namun ternyata ada harga dari senyuman mereka.

Aksara tidak begitu saja dan secara cuma-cuma melepaskan Azis begitu saja.

Aksara bukan laki-laki bodoh yang mau saja menerima kata damai dari lawan bicaranya.

"Bawa dia !"

Kini ekor mata Aksara melemparkan pandanganya pada Khadijah.

Mendengar titah Aksara Virendra Brawijaya sontak membuat mata Khadijah melebar sempurna.

'Apa ini' Batin khadijah

Mungkin tidak hanya Khadijah, namun juga Umi dan Abah serta Azis pula yang tampak tidak percaya.

'Kenapa Khadiah, Kenapa justru dia yang akhirnya dibawa oleh Aksara'

Semua orang tampak bingung, begitu juga Khadijah yang saat ini sudah menatap Umi Amina dengan mata berkaca-kaca.

"Pak Aksa. Apa maksud bapak ?"

Azis mencoba mencari kebenaran dari ucapan Aksara sebelumnya.

" Apa kau keberatan?"

Dengan membenarkan jas yang dia kenakan, Aksara terdengar dingin menjawab pertanyaan Azis sebelumnya.

"Aku membebaskanmu, tapi sebagai jaminan nya, dia akan ikut denganku, sampai kalian bisa melunasi semua kerugian perusahaan"

Tidak sedikitpun terlihat keraguan di wajah Aksara. Tatapan tajam nya cukup menegaskan jika dia tidak pernah main-main dengan ucapannya.

"Tapi pak !. Khadijah tidak tahu apa-apa"

Azis mencoba bernegosiasi dengan mantan bos besarnya, namun sepertinya sia-sia saja, siapa yang tidak mengenal Aksara Virendra Brawijaya, dia tidak akan pernah merubah keputusan yang telah dia ambil. Apapun itu resiko nya.

Entah sejak kapan namun sudut mata Khadijah seketika melelehkan cairan bening di sana, entah kesalahan apa yang sudah dia buat sehingga dalam sekejap saja dia mendapatkan ganjaran nya.

"Bawa dia !"

Untuk yang kedua kalinya Aksara memerintahkan bawahannya untuk membawa Khadijah, sekalipun harus memaksa.

Begitu pula Khadijah, melihat dua orang bertubuh besar menghampirinya, sungguh membuat nyalinya ciut begitu saja.

Pikiran Khadijah melayang seketika, memikirkan dia akan tinggal dengan laki-laki yang tidak pernah dia kenal sebelumnya dan laki-laki tersebut tentu bukan mahram nya.

Membayangkan entah sampai kapan Khadijah akan menjalani hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Cukup membuat Khadijah ingin pingsan saja.

"Tunggu !!"

Belum sampai dua orang bawahan Aksara menyeret paksa Khadijah, Abah lebih dulu menghentikan tindakan mereka.

Dalam kebingungan, Abah tidak bisa membiarkan begitu saja Khadijah menanggung semua beban.

Apa pun resiko nya, Abah tetap akan menghentikan tindakan nekat Aksara yang akan membawa Khadijah.

"Masalah ini tidak ada kaitannya dengan Khadijah, jadi jangan pernah anda libatkan dia dalam masalah putra saya !!"

Sempat terlihat hilang kewibawaan di wajah Abah. Namun saat ini Khadijah melihat betapa gagah Abah mempertahankan dirinya, Agar Aksara tidak membawa paksa dirinya.

Mendengar ucapan Abah, keheningan seketika mendominasi suasana.

Sama dengan Abah. Aksara pun sama, sedikitpun tidak terlihat ketakutan di wajah nya, Aksara masih tetap diam, seolah tengah menantikan kejutan apa yang ingin di perdengarkan.

"Masalah ini bermula dari kesalahan putra saya. Jadi saya sudah ikhlas dan rela jika Anda membawa nya"

"Saya mohon jangan libatkan Khadijah"

Meski dengan mata berkaca-kaca namun Abah sudah benar-benar yakin dengan ucapanya, 'Menyerahkan Azis dan membiarkan putranya mempertanggung jawabkan semua perbuatannya' .

Mungkin memang berat, namun ini merupakan keputusan yang bijak dari sosok Abah yang sudah tidak bisa melihat kesulitan di mata Khadijah.

Mendengar ucapan Abah, Aksara hanya terlihat mengulas senyum kecil di bibir nya. Tidak sampai situ saja, Aksara juga hanya terlihat menganggukkan kepala.

"Jika di pikir-pikir kesalahan tidak bermula dari Azis saja Pak Ustadz!"

"Jika Pak Hakim tidak membawa putra anda masuk kedalam perusahaan saya, maka semua ini tidak akan terjadi"

"Jadi jangan salahkan saya jika dia !. Harus mempertanggungjawabkan kesalahan Orang tuanya !!"

Deg.

Deras sudah Air mata Khadijah, bahkan cadar yang tengah dia kenakan kini sudah basah.

"Umi.." Lirih Khadijah di tengah rasa takutnya.

"Abah"

Mendengar ucapan Aksara Abah dan Umi Amina hanya bisa terdiam seribu bahasa. Sungguh mereka tidak menyangka jika Aksara akan berfikir sampai ke sana.

"Maaf pak !. Tapi saya bukan barang yang bisa anda jadikan jaminan !!"

Dalam ketakutan, Khadijah mencoba meneguhkan keyakinan jika memang dia tidak harus melakukan semua. 'Ini bukan kesalahan nya' pikir Khadijah.

"Maaf !!. Tapi saya menolak Perintah anda !!"

Entah keberanian dari mana , namun Khadijah berusaha mempertahankan dirinya. Karena sejatinya memang ini bukan kesalahan yang harus dia pertanggung jawabkan.

Melihat Khadijah dengan suara tinggi, serta derai air mata yang membasahi pipi. Bukan merasa iba, justru hal itu membuat Aksara ingin tertawa.

Aksara mungkin tengah berfikir jika keluarga Abah tengah memainkan sandiwara, dan Aksara tidak akan masuk kedalam perangkap mereka.

"Maaf keputusan saya tidak bisa diganggu gugat"

Meski telah di rugikan, tapi Aksara tidak lupa untuk menyelipkan kata maaf dalam kalimatnya pada lawan bicara yang tentu usianya lebih tua dari dirinya 'Abah Hasim' .

"Bawa Dia !!"

Untuk yang kesekian kalinya Aksara memerintahkan bawahannya untuk membawa paksa Khadijah.

Sementara Azis yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya menyesali perbuatan nya yang ternyata begitu merugikan keluarganya, tidak hanya Abah dan Umi Amina saja, namun juga ternyata Khadijah pun harus turut menanggung nya.

"Saya Mohon Pak Aksa !. Jangan bawa Khadijah, bawa saja saya !!"

Azis begitu memohon belas kasihan mantan bos nya, namun nyatanya usahanya hanyalah sia-sia saja. Aksara tetap pada pendiriannya.

***

Yuk... Komen nya mana dong. Jangan Lupa Favorit nya ya, supaya ada Notif ketika update Bab baru kakak 🤗🙏

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Kasihan Khodijah anak itu baik sekali shlekhah

2024-02-04

0

Dewi Pratysta

Dewi Pratysta

visualnya thor

2023-12-21

2

Budyparyanti

Budyparyanti

sungguh malang nasib khadijah....harus jadi sandra tuk kesalahan yg tak di lakukan dan dia sendiri tak tahu masalah xa...

2023-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!