BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA

...Ini Hanya Tentang Perjalanan. Jangan Dipikirkan Endingnya. Tapi Nikmati Prosesnya...

...☘️...

Suasana malam yang seharusnya tenang dan tentram, namun tidak dirasakan oleh Abah Hasim dan keluarganya, justru malam ini begitu terasa kelam, hanya ada ketegangan dan kepanikan.

"Mas Azis jangan diam saja"

"Katakan sesuatu mas !"

"Jika Mas Azis diam mereka akan menganggap ini sebuah kebenaran !!"

Khadijah masih berbaik sangka, jika semua kejadian ini hanya lah kesalahpahaman semata.

Namun seketika wajah Khadijah berubah pucat, tatkala laki-laki di hadapan Abah melemparkan sebuah dokumen yang berisikan semua bukti kejahatan kakak nya.

Sejumlah mutasi uang ke beberapa rekening yang jelas atas nama kakak nya. Tidak hanya itu saja namun juga sepertinya Kakaknya telah mempergunakan uang tersebut untuk kegiatan haram di luar sana.

Beberapa salinan tiket perjalanan ke Hongkong juga turut menjadi bukti atas tindakan kriminal kakak nya.

Dan sepanjang yang Khadijah tahu, Azis telah menggelapkan uang perusahaan dan dia pergunakan untuk judi di sebuah kasino terkenal di Hongkong.

Khadijah yang awalnya berjongkok di depan Umi Amina, kini hanya bisa tertunduk lemas, tidak percaya jika inilah kebenaran dan merupakan jawaban dari pertanyaan yang selama ini selalu Khadijah simpan dalam-dalam.

Dan ini pula lah yang menjadi alasan diam nya Umi dan Abi saat ini, keduanya terlihat hanya bisa tertunduk dengan rasa malu nya.

Khadijah begitu paham dengan perasaan keduanya, memikirkan bagaimana cara mereka mengganti uang itu saja rasa-rasanya sudah begitu memusingkan kepala, belum lagi jika nanti banyak santri yang mengetahui masalah ini.

"Bagaimana Pak Ustadz apakah ada penawaran lain?"

Sosok laki-laki di hadapan Abah Hasim lantas kembali bertanya.

"Em. Atau begini ! pesantren ini saja sebagai gantinya, meski saya pikir ini tidak akan cukup untuk mengganti kerugian saya, tapi tidak masalah karena mungkin hanya ini yang kalian punya !!"

"Pak Aksara !!, Saya mohon jangan libatkan pesantren Abah saya !"

Setelah sekian banyak kata dan perdebatan yang ada, barulah Khadijah mendengar kakak nya memohon pada lawan bicara nya. Azis terlihat begitu tidak berdaya berhadapan dengan mantan Bos besarnya tersebut.

Sosok Laki-laki yang terlihat berbeda dari laki-laki lain nya. Secara Fisik dan wajah bisa dibilang diatas standar ketampanan orang-orang Indonesia, juga dia terlihat begitu mencolok jika di bandingkan dengan yang lainya.

Belakangan di ketahui jika dia merupakan sosok nomer 1 di tempat Azis bekerja, itu berarti dia juga yang merupakan Bos di tempat orang tua Khadijah bekerja.

' Aksara Virendra Brawijaya'

CEO sekaligus pemegang saham tertinggi di perusahaan AVB. Perusahaan yang bergerak di bidang Properti, tidak hanya di Indonesia namun AVB juga telah melebarkan sayapnya di berbagai negara di belahan dunia, yang diantaranya ada di Dubai, Australia dan yang terdekat adalah Malaysia.

"Saya mohon pak"

"Saya akan mempertanggung jawabkan semua kesalahan saya"

"Tolong jangan libatkan Pesantren ataupun orang tua saya"

Azis begitu memohon dan berharap pada belas kasihan dari mantan Bos besarnya tersebut.

Mendengar permohonan dari Azis, agaknya hanya terlihat senyum seringai di bibirnya Aksara. Mungkin saja dia juga sudah begitu kecewa dan tidak lagi ingin mempercayai ucapan lawan bicara nya.

"CK"

"Baiklah !. Jika begitu saya pastikan kamu akan mendekam dalam waktu yang lama !!"

Mendengar ucapan Aksara spontan Abah dan Umi Amina saling pandang, keduanya tidak kuasa menahan kesedihan dalam dada. Membayangkan putra Sulungnya akan berada di balik jeruji besi.

"Pak Saya Mohon, Tidak bisakah Bapak memberi kesempatan pada kami " mohon Abah pada Aksara.

Tidak seperti Abah yang Khadijah kenal sebelumnya, Jika biasanya Abah selalu bijaksana dan penuh wibawa, namun kini, Abah seolah orang bersalah yang memohon belas kasihan atas nama putra nya, memohon pada sosok laki-laki yang umurnya saja terpaut jauh dengan dirinya.

"CK"

"Maaf pak Ustadz, Bukan saya meremehkan"

"Tapi kesempatan apa yang pak Ustadz minta ?"

"Kalaupun pun kalian berniat mengangsur, mau lunas berapa tahun pak Ustadz?"

Aksara terlihat menggelengkan kepalanya, di iringi dengan tawa kecil di bibirnya.

Sementara Khadijah yang mendengar penuturan Abah, meski dinilai tidak masuk akal, namun hal itu lumrah dilakukan oleh orang tua pada anaknya, Khadijah yakin tidak hanya Abah saja, tapi hal itu tentu juga akan banyak di lakukan oleh orang tua di luar sana.

Namun Khadijah juga membenarkan ucapan Aksara sebelumnya, jika di cicil pun rasa-rasanya akan butuh waktu yang sangat lama untuk melunasi uang sebanyak itu.

Suasana tampak hening setelah tidak adanya kesepakatan diantara kedua belah pihak.

"Bawa dia !" Titah Aksara.

Beberapa orang yang sebelumnya memegang Azis kini bersiap menyeretnya keluar dan membawa nya pergi.

Umi dan Abah hanya bisa meratapi dan menyesali semua yang terjadi, segala upaya dan usaha telah mereka lakukan demi menebus kesalahan Azis pada perusahaan.

Namun Abah dan Umi sadar kesalahan putranya tetap harus mendapatkan ganjarannya.

Melihat kesedihan di wajah Abah dan Umi Amina, Khadijah begitu tidak tega melihatnya. Terlebih dalam kasus ini nama baik Pesantren menjadi taruhannya.

Entah keberanian dari mana Khadijah begitu nekat menghadang langkah Aksara yang akan meninggalkan kediaman Abah dan Umi Amina. Jujur saja Khadijah masih tidak rela jika masalah ini harus berakhir di jeruji besi.

"Saya mohon Pak. Beri kami kesempatan"

Mungkin saja saat ini Khadijah sudah merelakan harga diri dan rasa malu nya, berlutut di hadapan seorang Aksara Virendra Brawijaya.

Melihat keberanian Khadijah, Aksara terlihat biasa saja. Meski mungkin ini juga baru pertama kalinya ada seorang wanita yang berani menentang dirinya.

Terlebih wanita yang berani menentang Aksara adalah wanita seperti Khadijah, wanita yang selalu dianggap lemah. Wanita yang menutupi dirinya dengan baju besar dan cadar, bagi Aksara mungkin saja Khadijah tengah menutupi kekurangan dalam dirinya, atau mungkin saja memainkan peran cosplay ninja.

Khadijah sedikit memundurkan badanya, tatkala menyadari tatapan tajam dari Aksara yang cukup membuatnya bergidik ngeri.

Entah apa yang tengah di bicarakan, namun Khadijah menangkap seorang asisten membisikan sesuatu pada Aksara. Bahkan Khadijah juga melihat senyum yang tidak bisa di artikan dari sosok laki-laki dihadapannya.

Tidak mendapatkan tanggapan dari permohonan Khadijah sebelumnya, justru saat ini Khadijah kembali mendengar tepuk kan tangan dari Aksara.

"Jadi kamu anak Pak Hakim rupanya ?"

"Gadis yang bisa kuliah karena beasiswa perusahaan ?"

Deg.

Khadijah tampak tidak percaya Aksara menyebutkan nama orang tuanya dalam masalah ini. Untuk sesaat Khadijah terdiam dalam lamunan dan rasa takut nya.

Meski wajahnya selalu menunduk, namun Khadijah tahu jika Aksara saat ini tengah menertawakan dirinya, entah karena sebab apa.

"Kamu tahu kenapa beasiswa mu di cabut ?"

Mendengar pertanyaan Aksara, Khadiah hanya bisa menggeleng dengan menundukkan wajahnya.

"Karena Orang tuamu lah. Koruptor ini ada di perusahaan ku !!"

Aksara berbicara dengan menunjuk Azis sebagai sasarannya.

Tidak sampai di situ Aksara kembali menatap tajam Khadijah.

"Bukankah seharusnya kau juga bertanggung jawab jika begitu ?" Tegas Aksara pada Khadijah.

***

Terpopuler

Comments

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

kayaknya djijah bakalan jd istri aksara

2023-12-08

3

Mami Pihri An Nur

Mami Pihri An Nur

Makanya,, Dr dulu aku krja diluar negeri mjkn atw klrga mjkn ku minta sm aku minta pmbntu Bru Dr klrga ku atw tmnku, aku sllu jwb tdk mau, krn aku takut ky gitu, aplgi mjkn ku baik tp jua blm tentu baik bgi orng lain,, krn nasib kita itu tak sma, walaupun kita Satu mjkn kdng kita tak senasib baik

2023-10-12

0

AR Althafunisa

AR Althafunisa

Kan begitu, kita bekerja dengan baik terus ngajak orang lain untuk bekerja di tempat kita bekerja. Dan akhirnya orang yang kita ajak, klo ga mempermalukan karena pekerjaannya yg buruk klo ga kitanya yg dijatuhkan 😌

2023-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!