BAB 12. MENERIMA TAWARAN

...Untuk keburukan yang saat ini menimpamu, Dan untuk rasa sakit yang sampai saat ini belum sembuh, Percayalah bahwa semua luka akan kering pada masanya, Selama kau gantungkan harapanmu hanya Kepada Nya...

...☘️...

Melihat sudah tidak ada lagi peluang dari kesempitan yang selalu menyudutkan. Khadijah kembali memilih untuk pasrah.

Hingga dua orang bawahan Aksara mendekat dan ingin meraih pergelangan tangannya.

"Stop !!"

Khadijah menghentikan langkah keduanya. Dan mengangkat kedua telapak tangannya.

"Saya bisa jalan sendiri"

Kalimat yang pada akhirnya keluar dari mulut Khadijah.

Dengan mata yang kembali berkaca-kaca, karena Kata sudah tidak lagi bisa mewakili rasa.Pada akhirnya Khadijah telah siap jika memang dirinya akan menebus semua kesalahan yang tidak pernah di lakukan nya, hanya satu alasan Khadijah. Khadijah tidak ingin nama orang tua nya yang telah tidak ada turut di bawa dan di jadikan sasaran atas kemarahan Aksara.

Melihat begitu saja Khadijah menyerahkan dirinya, Umi Amina lantas menangis sejadi-jadinya, dia tidak rela jika Khadijah harus di bawa begitu saja.

"Dijah. Jangan lakukan ini !"

Umi berharap jika semua bisa kembali, namun agaknya harapannya terlalu tinggi, Khadijah hanya bisa pasrah.

Tidak hanya Umi Amina, namun juga Abah yang sesaat terdiam dengan rasa tidak percaya.

"Tunggu !!"

Langkah Aksara dan bawahannya terhenti, tatkala Abah kembali mengehentikan mereka.

Aksara yang sudah berdiri di ambang pintu, lantas memutar badan nya dan kembali menatap Abah dengan tatapan dingin nya.

"Jika Memnag Pak Aksa ingin membawa Khadijah. Saya akan merelakannya. Tapi sebelum itu ada satu permintaan saya !"

Semua mata tampak tertuju pada Abah, Begitu juga Aksara yang tidak menyangka masih ada saja keberanian Abah untuk menghentikan langkah nya.

Namun mendengar ucapan Abah , tidak lantas membuat Aksara murka, justru dia ingin mendengar permintaan apa yang masih berani Abah minta dari dirinya.

"Tolong Muliakan Khadijah sebelum pak Aksa membawa nya"

Deg.

Dua Bola mata Khadijah membulat sempurna, mendengar kalimat Abah, yang jelas dia tahu apa maksud nya.

Begitu juga dengan Umi Amina dan Azis yang berdiri di belakang Abah, keduanya tampak saling pandang, tidak percaya dengan apa yang di katakan Abah Hasim pada Aksara.

Namun berbeda dengan Khadijah, Umi dan Azis yang tahu maksud nya. Aksara justru menautkan kedua alisnya, dan benar saja Aksara tidak paham dengan apa yang sebenarnya diminta Abah Hasim pada dirinya.

"Pak Ustadz !. Kalau bicara yang pasti-pasti saja !"

"Katakan apa keinginan Anda !!"

Dengan tatapan dingin dan nada bicara tegas nya Aksara katakan itu pada Pendiri sekaligus pemimpin pesantren Darul Qur'an.

"Nikahi Khadijah !"

Jika tadi Khadijah, kini justru Aksara yang membulatkan kedua bola mata nya. Menatap tidak percaya pada lawan bicaranya.

Sungguh ucapan Abah mampu membuat Aksara terdiam untuk sesaat.

Aksara lantas menghela nafas panjang dan mengendurkan dasi yang dia kenakan. 'Menikah' batin Aksara.

"CK"

"Apa lagi ini pak Ustadz?"

Aksara yang memang tidak paham agama hanya tertawa atas permintaan Abah Hasim sebelumnya.

"Saya tidak bercanda Pak Aksa !. Nikahi Khadijah sebelum Anda membawa nya !"

Tegas dan jelas Abah mengatakan itu pada Aksara, dan seketika ucapan tersebut kembali membuat kepala Aksara berdenyut kencang rasa nya.

"Abahh ???"

Belum juga Aksara menjawab permintaan Abah, panggilan Khadijah seketika mengalihkan pandangan Abah pada nya.

Jelas di dalam pelupuk mata Abah, betapa Khadijah sangat tidak percaya dengan apa yang sebelumnya dia katakan pada Aksara.

"Abah ?. Apa maksud Abah dengan meminta dia menikahi Dijah ?"

Dengan mata berkaca-kaca Khadijah bertanya, jujur saja dia tidak menyangka jika ini keputusan yang benar-benar akan dia terima.

Meski lirih namun Aksara dapat mendengar dengan jelas Khadijah bertanya itu pada Abah nya.

Abah hanya diam dengan menganggukkan kepala, meski Abah tahu Khadijah menuntut jawaban atas pertanyaannya, namun Abah hanya berusaha membuat keadaan tidak semakin buruk kedepannya.

Melihat diamnya Abah, Khadijah lantas hanya bisa kembali menundukkan wajahnya, menyimpan derai air mata yang seolah tidak pernah ada habis nya.

Khadijah percaya tidak mungkin Abah melakukan ini jika bukan tanpa alasan di dalam nya. Untuk masalah ini mungkin menurut dan pasrah menjadi solusi bagi Khadijah.

Kini semua mata tertuju pada Aksara yang masih saja diam sejak terakhir kali Abah mengatakan keseriusannya meminta Aksara menikahi Khadijah.

Harapan agar Aksara menolak permintaan Abah mungkin saja ada dalam benak dan pikiran Khadijah. Namun Khadijah pun tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya berdoa dan mengikuti alur dari Sang Maha Kuasa.

"Baiklah !"

"Saya akan menikahi dia !"

"Hari ini. Dan saat ini Juga !"

Tegas dan begitu jelas Aksara mengatakan kesungguhan nya untuk menikahi Khadijah di hadapan Abah dan Umi Amina.

Mendengar kesungguhan Aksara, jujur saja membuat Abah dan yang lainya tidak percaya, jika Aksara akan begitu saja menerima tanpa memikirkan terlebih dahulu tawaran Abah sebelum nya.

Sementara Khadijah semakin pula menundukkan kepala nya, menyadari jika orang seperti Aksara Memang tidak pernah main-main dalam ucapannya.

Melihat reaksi diam nya Abah, lantas membuat Aksara kembali bertanya.

"Bagaimana pak Ustadz?"

"Apa tawaran tadi hanya rencana pak Ustadz untuk mengelabuhi saya saja ?"

Aksara memang selalu berpikir dari sudut pandangnya saja tanpa memikirkan bagaimana pandangan agama. Hal itu tentu karena dia yang memang minim akan pengalaman agama.

"Tidak. Saya juga tidak pernah mempermainkan Sakralnya sebuah ikatan"

Tidak hanya Aksara saja yang berbicara dengan keyakinan di wajah nya, namun Abah pun juga sama tidak sedikitpun terlihat keraguan di wajah tua Abah Hasim.

"Baiklah. Jika begitu"

"Nikahkan Kami !"

"Karena saya tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu !"

Terdengar enteng dan mudah sekali Aksara mengatakan semua itu pada lawan bicara nya.

Mendengar ucapan yang bernada tantangan dari Aksara sekaligus calon menantu nya, Abah hanya bisa menghembuskan nafasnya dalam-dalam saja.

Karena sejatinya Abah menikahkan Khadijah bukan sebagai penebusan dosa atau jaminan atas kesalahan putranya, namun lebih pada menjaga Maruah Khadijah agar terhindar dari segala fitnah.

"Kami perlu melakukan persiapan. Saya harap Anda bisa meluangkan sedikit waktu untuk menunggu !"

Abah sudah dengan keyakinan penuh di hatinya, mengatakan jika dia siap untuk menikahkan Khadijah dengan Aksara.

Melihat Khadijah dengan kebingungan dan kepanikan, Umi Amina lantas membawanya masuk kembali dan membawa Khadijah menuju kamarnya.

Hening.

Setibanya di kamar, Khadijah lantas meluapkan semua rasa di dalam dada Umi Amina. Khadijah tidak membutuhkan apa pun selain doa dan pelukan Umi Amina untuk dirinya.

"Umi .."

Bergetar suara Khadijah memikirkan pernikahan ini akan menjadi seperti apa nanti nya.

Sungguh semua terjadi diluar kendali Manusia, Khadijah meyakini jika semua terjadi memang karena takdir Allah yang telah menggariskan semua untuk diri nya.

***

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Semoga Khotijah bahagia sampai janahnya

2024-02-04

2

Budyparyanti

Budyparyanti

bismillah ....semoga kedepan xa khadijah bernasib baij,karna hanya Allah lah yg menggenggam hati setiap insan

2023-12-19

3

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

gara2 aziz

2023-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!