BAB 13. PERSIAPAN

...Kokoh Lah Dalam Kebenaran. Meski Kau Hanya Sendirian...

...☘️...

Meski semua serba dalam suasana terpaksa, namun Umi Amina tidak lantas membiarkan Khadijah terus larut dalam kesedihan nya.

"Nduk. Pakai ini"

Umi Aminah menyodorkan sebuah gaun panjang dengan hiasan manik-manik yang menambah daya tarik. Jujur saja Gaun itu sangat cantik dalam benak Khadijah.

"Ini Baju Mba Aisya Saat dulu Menikah dengan Mas Umar" ujar Umi Amina.

Khadijah lantas menerima gaun di tangan Umi Amina, untuk sesaat Khadijah hanya bisa memandangi gain cantik ini dengan senyum pahit di hati.

Khadijah pun juga wanita biasa dia bukan dewa, manusiawi jika dalam hatinya dia menginginkan pernikahan yang akan berujung bahagia di mulai dengan cinta.

Namun Khadijah sadar harapan tetaplah harapan, karena semua takdir telah tertulis dalam genggaman Tuhan.

Dengan menyeka sisa-sisa air mata, Khadijah beranjak dari dudu nya, berjalan menuju kamar mandi dan mulai mengganti baju gamisnya dengan gaun cantik pinjaman Mba Aisya.

Tidak mengapa jika gaun ini hasil dari pinjam, yang terpenting adalah sakralnya pernikahan dan sebuah ikatan yang sebentar lagi akan di resmikan. 'Pikir Khadijah'.

Setelah mengganti pakaian nya, Khadijah lantas berjalan keluar, disana sudah Ada Umi yang menanti.

"Kamu cantik sekali Nduk, Persis seperti ibu mu dulu"

Puji Umi Amina pada Khadijah, Meski belum di rias namun Khadijah memang telah cantik dari sana nya. Kulit putih nan bersih, hidung mbangir dan ada lesung pipi di sisi kanan kiri, Bulu mata lentik serta rambut hitam panjang yang kini di ikat asal saja.

Mendengar pujian Umi Amina, Khadijah hanya mengulas senyum kecil di bibirnya.

Entah harus bahagia atau bersedih, rasanya Khadijah sudah tidak bisa memikirkannya.

Umi Amina lantas membantu keponakannya untuk berhias, mengenakan sedikit bedak dan lipstik serta menambahkan sedikit blush-on di pipi Khadijah agar terlihat lebih segar.

"MashaAllah. Mirip sekali kamu Nduk dengan Ibu mu"

Untuk yang kesekian kali Umi Amina memuji Khadijah.

Mendengar Umi mengatakan jika dirinya mirip dengan Almarhum ibunya, seketika luruh kembali Air mata Khadijah, membayangkan jika kedua orang tuanya berada di sini tentu mereka menjadi orang pertama yang akan begitu bahagia, ataukah sebaliknya. 'Entah lah'.

Sementara Umi yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya berusaha menguatkan Khadijah dengan mengusap lembut puncak kepala nya.

"Kenakan cadarmu kembali, Acara mungkin tinggal sebentar lagi"

Lembut Umi Amina meminta itu pada Khadijah.

Melihat Khadijah masih menundukkan wajahnya, Umi tahu jika Khadijah mungkin saja belum siap, dan umi Amina tidak melarang Khadijah untuk menangis, karena hanya itu cara satu-satunya untuk melegakan suasana hati yang sedang tidak baik-baik saja.

"Minta sama Allah Nduk, Semoga Semua selalu dalam keberkahan dan lindungannya"

Khadijah hanya bisa menganggukkan kepala nya. Jujur memang itu yang tengah Khadijah pikirkan dalam hatinya, apa pun itu awalnya, Khadijah hanya berdoa dan berharap jika Aksara memang jodoh yang telah di tentukan untuk dirinya.

Segar dalam ingatan Khadijah saat Almarhum ibunya membekali dia dengan sebuah doa yang selalu diajarkan untuk Khadijah.

Di mana doa ini dulu pernah dibaca oleh Nabi Musa as ketika menghadapi Fir’aun. Dalam doa ini berisi permohonan agar dilapangkan, dimudahkan dalam suatu urusan, serta dilancarkan lidahnya dalam berucap.

قَالَرَبِّاشْرَحْلِيْصَدْرِيْۙ وَيَسِّرْلِيْٓاَمْرِيْۙ وَاحْلُلْعُقْدَةًمِّنْلِّسَانِيْۙ يَفْقَهُوْاقَوْلِيْۖ

Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli.

Artinya: “ Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku." (QS. Taha: 25 -28).

Tidak lupa Doa tersebut saat ini Khadijah Langit kan dalam hati nya.

Saat ini mungkin di bilang sudah bukan waktunya untuk orang bersenang senang apa lagi menggelar pesta bahagia.'Pikir Khadijah'

Namun semua ini nyata dan terjadi pada dirinya, Khadijah akan menikah hari ni dan saat ini pula. Meski waktu telah menunjukan pukul 22. 45.

Nyatanya tidak menyurutkan niat Aksara untuk mempersunting Khadijah, 'Apa karena cinta ?' , tentu saja tidak.

Aksara hanya mengikuti kemauan Abah sebagai syarat untuk membawa Khadijah, entah akan seperti apa nantinya tentu belum Aksara pikirkan semuanya.

"Kita keluar sekarang, Abah sudah menunggu kita"

Kalimat Umi Amina kembali mengagetkan dan membuyarkan lamunan Khadijah, Meski begitu pada akhirnya Khadijah hanya mengangguk dan menurut saja.

Dengan di bantu Umi Amina, Khadijah keluar dari kamar. Mengenakan Gaun panjang dengan hiasan Manik-manik di beberapa bagiannya sungguh membuat tampilan Khadijah lebih mempesona dibanding sebelumnya.

'Apakah Aksara akan menyukainya ?'

Tentu saja tidak, jangankan menyukai, melirik Khadijah saja sepertinya tidak.

Begitu juga Khadijah yang saat ini hanya bisa berpasrah, entah setelah menikah status akan berubah atau justru setelah menikah kebahagiaan akan musnah ?' Entah lah' .

Melihat betapa dingin dan datarnya wajah Aksara, sudah cukup menjelaskan pad Khadijah jika pernikahan nya nanti tidak lah akan mudah.

Khadijah diminta Abah untuk duduk tepat di samping Aksara, dengan Abah berada tepat di depan mereka.

Sementara Umi Amina setia menemani Khadijah di belakangnya.

Tidak banyak orang yang Abah undang, mengingat waktu juga sudah hampir tengah malam.

Hanya beberapa Orang yang Abah minta datang sebagai saksi nikah, Sementara Wali Khadijah juga adalah Abah.

Abah sendiri yang akan menikahkan Khadijah. Juga merupakan Wali nikah Khadijah. Mengingat ayah kandung Khadijah sudah tidak ada. Dan Khadijah sendiri tidak memiliki saudara kandung laki-laki.

Wali nikah dalam akad nikah Islam dikatakan jumhur ulama sebagai rukun yang tak bisa dilewatkan, lantaran mempengaruhi keabsahan pernikahan tersebut.

Muhammad Bagir dalam buku Fiqih Praktis 2 menjelaskan maksud perwalian nikah, yakni hak yang diberikan oleh syariat kepada seseorang wali untuk melakukan akad pernikahan atas orang yang diwakilkan

Merupakan wali yang diambil berdasarkan keturunan, atau yang punya hubungan nasab dengan pengantin perempuan. Mayoritas ulama mengurutkan wali nasab dari paling berhak dan masih hidup, karena yang terdekat adalah amat utama.

"Sudah siap Nduk ?"

Sekilas Abah menatap lekat wajah Khadijah. Meski tidak tega namun ini sudah menjadi keputusan nya.

Daripada membiarkan Khadijah tinggal dan hidup bersama laki-laki yang jelas bukan Mahram nya, lebih baik Abah menikahkan keduanya, 'Meski terpaksa'.

Anggukan kepala.menjadi jawaban Khadijah atas pertanyaan Abah.

Khadijah terus saja berusaha menyeka air mata nya, meski telah berusaha untuk menahannya, namun sepertinya Khadijah memang sangat ingin mengeluarkan nya.

Setelah bertanya pada Khadijah, Abah lantas mengarahkan pandangan pada Aksara.

"Apakah Nak Aksara sudah siap ?"

'Nak' kata yang disematkan Abah dalam panggilannya pada calon menantu nya.

Meski dengan wajah biasa dan cenderung datar saja. Aksara mengatakan

"Siap !!"

***

Terpopuler

Comments

Budyparyanti

Budyparyanti

sungguh suasana pernikahan yg tak di inginkan

2023-12-19

2

AR Althafunisa

AR Althafunisa

semoga ada titik kebaikan di hati Aksara dan menerima Khadijah sebagai istrinya 🤧

2023-10-10

2

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

seperti judulnya yah, ini memang takdir yang harus Khadijah jalanin entah akan berakhir seperti apa pernikahan yang mereka jalanin kelak,,,

2023-09-09

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!