...Hiduplah dalam bahagia. Jadilah diri sendiri. Jika Orang lain tidak menyukainya. Itu urusan mereka....
...☘️...
Sesuai perintah ibu mertuanya, Khadijah tidak lantas berlama-lama dengan kegiatan mengganti pakaian nya.
Lagi pula Khadijah juga hanya membawa beberapa potong baju gamis saja, tidak mungkin juga dia mencoba dan menjajal mana yang pas untuk dia kenakan, sementara pilihannya juga hanya itu-itu saja.
Pilihan Khadijah jatuh pada gamis Polos dengan warna lemon, senada dengan hijab dan cadar yang dia kenakan. Warna yang selalu membuat kulit putih Khadijah menjadi semakin cerah sepertinya.
Tidak perlu merias padat wajah nya, Khadijah terbiasa dengan yang natura saja, hanya menambahkan sedikit lipmate tipis di bibirnya, sekedar untuk menambah kesan segar saja tujuan nya.
Setelah selesai dengan persiapan sederhana nya, Khadijah lantas melangkahkan kaki menemui ibu mertua dan keluarga nya.
'Berdebar ?' tentu saja.
Tidak hanya Khadijah, sebagian besar wanita di luar sana tentu akan merasakan hal yang sama.
Bersamaan dengan keluar nya Khadijah, Mbok Nah pun juga telah berdiri tepat di ambang pintu kamar Khadijah.
"Mba Dijah ?" Sapa Mbok Nah.
Khadijah lantas menautkan kedua alisnya, menampakkan guratan kecil di kening nya, sepertinya dia juga baru pertama kali melihat wanita paruh baya di hadapannya.
"Saya Mbok Nah. Salah satu ART di rumah ini"
Belum sempat Khadijah bertanya, Mbok nah sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya.
"Ohh... Mbok Nah"
"Saya Khadijah Mbok" Jawab Khadijah dengan ramah.
Tidak ada obrolan diantara keduanya, karena setelah perkenalan tersebut Mbok Nah membawa Khadijah menemui ibu mertuanya.
Tampak dari kejauhan ada tiga orang yang tengah duduk di meja makan. Bu Gita, Pak Lukman dan yang satu adalah suaminya, Aksara.
Perasaan berdebar muncul begitu saja di hati Khadijah , ini pertama kali Khadijah melihat Aksara dengan baju santai nya, sejak terakhir kali pagi tadi, baru kali ini pula Khadijah bertemu kembali.
'Tampan ?' tentu saja, Terlebih laki-laki yang tengah dia pandangi dari jarak jauh nya, merupakan laki-laki yang telah halal bahkan untuk Khadijah sentuh sekali pun.
"Dijah "
Panggil Bu Gita, tidak lupa ibu mertuanya itu melambaikan tangannya, seraya menepuk kursi di sebelah nya.
"Iya Ma"
Khadijah lantas duduk tepat di samping ibu mertuanya, Meski tidak berhadapan langsung dengan Aksara, namun duduk di depan nya cukup membuat jantung Khadijah tidak baik-baik saja.
Sudah merupakan ketentuan, Jika Khadijah akan duduk di samping Bu Gita, Sementara Aksara akan duduk di samping adiknya, dan Pak Lukman akan duduk di kursi utama yang letaknya paling ujung diantara yang lain nya, tentu karena dia sebagai kepala keluarga.
Untuk sesaat Khadijah merasa bingung, mengingat sebelumnya Bu Gita ingin mengenalkan dirinya pada anggota keluarga lainya, namun yang ada di sini hanya ada mereka 'Pikir Khadijah'.
Namun melihat senyum di wajah Bu Gita, cukup menjelaskan pada Khadijah jika mereka masih sama-sama menantikan kedatangan anak bungsu mereka.
"Assalamualaikum ma !"
Ucapan salam yang menggema di seluruh ruang, seketika membuyarkan lamunan setiap orang.
"Waalaikumsalam sayang"
Khadijah masih setia menundukkan wajahnya, sudah menjadi kebiasaan dan hal itu merupakan adab bagi nya. Sementara Bu Gita tengah berdiri menyambut kedatangan anak bungsunya.
"Maaf ya ma agak lama"
"Nggak papa sayang"
Keduanya saling berpelukan dan melepas rindu, setelah beberapa bulan tidak bertemu.
'Tunggu !'. Ada yang berbeda dalam pikiran Khadijah. Sebuah suara yang dia yakini merupakan suara dari seorang pria. 'Tapi bukan itu'. Khadijah merasa familiar dengan suara yang baru saja di dengar nya.
"Ohya. Mama hampir lupa mau kenalin kamu"
Bu Gita sampai menepuk jidatnya, karena begitu terlena dengan kedatangan putra bungsunya, hampir saja dia melupakan keberadaan Khadijah.
"Sayang. Kenalin ini Khadijah istri nya Ka Aksa !"
Dengan bangga Bu Gita memperkenalkan menantunya pada Putra bungsunya.
"Khadijah. Kenalin ini Dirga, adiknya Aksa !"
Deg.
'Dirga ?' batin Khadijah
Khadijah lantas mendongakkan kepalanya, menyadari sebuah nama yang begitu familiar baginya, dan saat ini tengah di perkenalkan oleh ibu mertuanya.
Tidak hanya Khadijah namun juga Dirga tampak tidak percaya dengan ucapan mama nya. Hingga tanpa menunggu lama, Dirga mengalihkan pandanganya pada sosok bercadar yang tengah duduk di samping mama nya.
Benar saja. Khadijah yang di sebutkan oleh mama nya, merupakan Khadijah yang sama dengan yang ada di kampus nya.
Keduanya saling melemparkan pandangan, untuk sesaat mereka masih tidak percaya, jika mereka akan kembali di pertemukan namun dengan status baru yang sangat membingungkan.
"Khadijah?"
Meski begitu lirih namun Panggilan Dirga jelas masuk ke telinga Khadijah.
"Mas Dirga ?"
Tidak salah lagi, keduanya baru meyakini jika saat ini mereka terlibat hubungan saudara dimana Dirga telah menjadi adik ipar Khadijah.
Khadijah sendiri baru menyadari jika memang antara suaminya dan Dirga memiliki kesamaan nama, bodohnya Khadijah baru menyadari hal ini.
Aksara Virendra Brawijaya dan Dirga Virendra Brawijaya. Bukankah seharusnya Khadijah mengetahui nya sejak awal.
Melihat sikap lain Dirga dan Khadijah, sepasang mata yang sedari tadi mengamati, kini hanya menatap dengan tatapan dinginnya.
'Aksara' . Benar saja ekor mata Aksara menangkap sikap berbeda yang di tunjukkan oleh adik nya. Entah apa yang sedang di pikirkan nya melihat interaksi antara istri dan Adik nya.
"Apa kalian masih ingin mengobrol ?"
"Aku Sudah lapar"
"Jika kalian masih ingin bernostalgia, sebaiknya cari tempat lain saja !"
Sapaan bernada sindiran jelas terdengar keluar dari mulut Aksara, dan entah apa maksudnya. Dengan melipat koran di tangannya, Aksara terlihat mulai jengah dengan suasana yang ada.
"Aksa !"
Tidak suka dengan sikap putra Sulungnya, Pak Lukman lantas menegur Aksara.
"Ma. Pa. Maaf, aku sangat lelah, kalian makan dulu saja. Aku akan langsung ke kamar" Ujar Dirga dengan berlalu meninggalkan ruang makan.
"Lhoo lhoo lhoo... Dirga kenapa ma ?"
Semua orang tampak bingung dengan perubahan sikap Dirga yang di nilai tidak seperti biasa nya. Begitu juga Khadijah yang merasa ini bukan seperti Dirga yang dia kenal sebelum nya. Pak Lukman yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menggeleng dengan sikap putranya.
Berbeda dengan pak Lukman yang menampakkan ekspresi kebingungan nya . Bu Gita justru hanya bereaksi biasa saja.
"Udah kita makan sekarang aja pa, Soal Dirga nanti biar mama yang bawa makanan ke kamar nya" ujar Bu Gita.
"Maaf ya Dijah, Mungkin Dirga lelah" Ujar Bu Gita pada menantu nya.
Mendengar ucapan ibu mertua nya, Khadijah pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
Ini merupakan makan bersama untuk yang pertama kali nya, namun kejadian tidak terduga terjadi begitu saja. Tidak hanya Khadijah namun Dirga pun tampaknya juga begitu tidak percaya jika sosok yang ingin mama nya perkenalkan dengan dirinya adalah Khadijah yang sama dengan yang dia Kenal.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Budyparyanti
subhanallah.....kasian dirga yg nampak xa menaruh tasa ama dija
2023-12-19
0
Hairiah Kamilah
nah awas istrinya diambil afikmu aksa
2023-12-08
0
Hairiah Kamilah
wajar dijah biasanya kan memang kalau lg panik dan dalm kaeadaan gitu gak bakalan sadar lah
2023-12-08
0