BAB 17. TERNYATA

...Hiduplah dalam bahagia. Jadilah diri sendiri. Jika Orang lain tidak menyukainya. Itu urusan mereka....

...☘️...

Sesuai perintah ibu mertuanya, Khadijah tidak lantas berlama-lama dengan kegiatan mengganti pakaian nya.

Lagi pula Khadijah juga hanya membawa beberapa potong baju gamis saja, tidak mungkin juga dia mencoba dan menjajal mana yang pas untuk dia kenakan, sementara pilihannya juga hanya itu-itu saja.

Pilihan Khadijah jatuh pada gamis Polos dengan warna lemon, senada dengan hijab dan cadar yang dia kenakan. Warna yang selalu membuat kulit putih Khadijah menjadi semakin cerah sepertinya.

Tidak perlu merias padat wajah nya, Khadijah terbiasa dengan yang natura saja, hanya menambahkan sedikit lipmate tipis di bibirnya, sekedar untuk menambah kesan segar saja tujuan nya.

Setelah selesai dengan persiapan sederhana nya, Khadijah lantas melangkahkan kaki menemui ibu mertua dan keluarga nya.

'Berdebar ?' tentu saja.

Tidak hanya Khadijah, sebagian besar wanita di luar sana tentu akan merasakan hal yang sama.

Bersamaan dengan keluar nya Khadijah, Mbok Nah pun juga telah berdiri tepat di ambang pintu kamar Khadijah.

"Mba Dijah ?" Sapa Mbok Nah.

Khadijah lantas menautkan kedua alisnya, menampakkan guratan kecil di kening nya, sepertinya dia juga baru pertama kali melihat wanita paruh baya di hadapannya.

"Saya Mbok Nah. Salah satu ART di rumah ini"

Belum sempat Khadijah bertanya, Mbok nah sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya.

"Ohh... Mbok Nah"

"Saya Khadijah Mbok" Jawab Khadijah dengan ramah.

Tidak ada obrolan diantara keduanya, karena setelah perkenalan tersebut Mbok Nah membawa Khadijah menemui ibu mertuanya.

Tampak dari kejauhan ada tiga orang yang tengah duduk di meja makan. Bu Gita, Pak Lukman dan yang satu adalah suaminya, Aksara.

Perasaan berdebar muncul begitu saja di hati Khadijah , ini pertama kali Khadijah melihat Aksara dengan baju santai nya, sejak terakhir kali pagi tadi, baru kali ini pula Khadijah bertemu kembali.

'Tampan ?' tentu saja, Terlebih laki-laki yang tengah dia pandangi dari jarak jauh nya, merupakan laki-laki yang telah halal bahkan untuk Khadijah sentuh sekali pun.

"Dijah "

Panggil Bu Gita, tidak lupa ibu mertuanya itu melambaikan tangannya, seraya menepuk kursi di sebelah nya.

"Iya Ma"

Khadijah lantas duduk tepat di samping ibu mertuanya, Meski tidak berhadapan langsung dengan Aksara, namun duduk di depan nya cukup membuat jantung Khadijah tidak baik-baik saja.

Sudah merupakan ketentuan, Jika Khadijah akan duduk di samping Bu Gita, Sementara Aksara akan duduk di samping adiknya, dan Pak Lukman akan duduk di kursi utama yang letaknya paling ujung diantara yang lain nya, tentu karena dia sebagai kepala keluarga.

Untuk sesaat Khadijah merasa bingung, mengingat sebelumnya Bu Gita ingin mengenalkan dirinya pada anggota keluarga lainya, namun yang ada di sini hanya ada mereka 'Pikir Khadijah'.

Namun melihat senyum di wajah Bu Gita, cukup menjelaskan pada Khadijah jika mereka masih sama-sama menantikan kedatangan anak bungsu mereka.

"Assalamualaikum ma !"

Ucapan salam yang menggema di seluruh ruang, seketika membuyarkan lamunan setiap orang.

"Waalaikumsalam sayang"

Khadijah masih setia menundukkan wajahnya, sudah menjadi kebiasaan dan hal itu merupakan adab bagi nya. Sementara Bu Gita tengah berdiri menyambut kedatangan anak bungsunya.

"Maaf ya ma agak lama"

"Nggak papa sayang"

Keduanya saling berpelukan dan melepas rindu, setelah beberapa bulan tidak bertemu.

'Tunggu !'. Ada yang berbeda dalam pikiran Khadijah. Sebuah suara yang dia yakini merupakan suara dari seorang pria. 'Tapi bukan itu'. Khadijah merasa familiar dengan suara yang baru saja di dengar nya.

"Ohya. Mama hampir lupa mau kenalin kamu"

Bu Gita sampai menepuk jidatnya, karena begitu terlena dengan kedatangan putra bungsunya, hampir saja dia melupakan keberadaan Khadijah.

"Sayang. Kenalin ini Khadijah istri nya Ka Aksa !"

Dengan bangga Bu Gita memperkenalkan menantunya pada Putra bungsunya.

"Khadijah. Kenalin ini Dirga, adiknya Aksa !"

Deg.

'Dirga ?' batin Khadijah

Khadijah lantas mendongakkan kepalanya, menyadari sebuah nama yang begitu familiar baginya, dan saat ini tengah di perkenalkan oleh ibu mertuanya.

Tidak hanya Khadijah namun juga Dirga tampak tidak percaya dengan ucapan mama nya. Hingga tanpa menunggu lama, Dirga mengalihkan pandanganya pada sosok bercadar yang tengah duduk di samping mama nya.

Benar saja. Khadijah yang di sebutkan oleh mama nya, merupakan Khadijah yang sama dengan yang ada di kampus nya.

Keduanya saling melemparkan pandangan, untuk sesaat mereka masih tidak percaya, jika mereka akan kembali di pertemukan namun dengan status baru yang sangat membingungkan.

"Khadijah?"

Meski begitu lirih namun Panggilan Dirga jelas masuk ke telinga Khadijah.

"Mas Dirga ?"

Tidak salah lagi, keduanya baru meyakini jika saat ini mereka terlibat hubungan saudara dimana Dirga telah menjadi adik ipar Khadijah.

Khadijah sendiri baru menyadari jika memang antara suaminya dan Dirga memiliki kesamaan nama, bodohnya Khadijah baru menyadari hal ini.

Aksara Virendra Brawijaya dan Dirga Virendra Brawijaya. Bukankah seharusnya Khadijah mengetahui nya sejak awal.

Melihat sikap lain Dirga dan Khadijah, sepasang mata yang sedari tadi mengamati, kini hanya menatap dengan tatapan dinginnya.

'Aksara' . Benar saja ekor mata Aksara menangkap sikap berbeda yang di tunjukkan oleh adik nya. Entah apa yang sedang di pikirkan nya melihat interaksi antara istri dan Adik nya.

"Apa kalian masih ingin mengobrol ?"

"Aku Sudah lapar"

"Jika kalian masih ingin bernostalgia, sebaiknya cari tempat lain saja !"

Sapaan bernada sindiran jelas terdengar keluar dari mulut Aksara, dan entah apa maksudnya. Dengan melipat koran di tangannya, Aksara terlihat mulai jengah dengan suasana yang ada.

"Aksa !"

Tidak suka dengan sikap putra Sulungnya, Pak Lukman lantas menegur Aksara.

"Ma. Pa. Maaf, aku sangat lelah, kalian makan dulu saja. Aku akan langsung ke kamar" Ujar Dirga dengan berlalu meninggalkan ruang makan.

"Lhoo lhoo lhoo... Dirga kenapa ma ?"

Semua orang tampak bingung dengan perubahan sikap Dirga yang di nilai tidak seperti biasa nya. Begitu juga Khadijah yang merasa ini bukan seperti Dirga yang dia kenal sebelum nya. Pak Lukman yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menggeleng dengan sikap putranya.

Berbeda dengan pak Lukman yang menampakkan ekspresi kebingungan nya . Bu Gita justru hanya bereaksi biasa saja.

"Udah kita makan sekarang aja pa, Soal Dirga nanti biar mama yang bawa makanan ke kamar nya" ujar Bu Gita.

"Maaf ya Dijah, Mungkin Dirga lelah" Ujar Bu Gita pada menantu nya.

Mendengar ucapan ibu mertua nya, Khadijah pun tersenyum dan menganggukkan kepala nya.

Ini merupakan makan bersama untuk yang pertama kali nya, namun kejadian tidak terduga terjadi begitu saja. Tidak hanya Khadijah namun Dirga pun tampaknya juga begitu tidak percaya jika sosok yang ingin mama nya perkenalkan dengan dirinya adalah Khadijah yang sama dengan yang dia Kenal.

***

Terpopuler

Comments

Budyparyanti

Budyparyanti

subhanallah.....kasian dirga yg nampak xa menaruh tasa ama dija

2023-12-19

0

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

nah awas istrinya diambil afikmu aksa

2023-12-08

0

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

wajar dijah biasanya kan memang kalau lg panik dan dalm kaeadaan gitu gak bakalan sadar lah

2023-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!