BAB 18. MEMASAK

...Tidak ada yang salah dengan doa. Namun ketika Kita memutuskan untuk berhenti ber dia disitulah kesalahan nya....

...☘️...

Kamar Dirga.

Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak mendapatkan tanggapan dari putra nya, Bu Gita lantas masuk begitu saja.

Tampak dari kejauhan Dirga tengah berada di balkon kamarnya, pantas saja jika dia tidak mendengar ketukan dari ibunya.

"Sayang"

Dirga sedikit kaget mendapati Mama nya telah berada tepat di belakang nya.

"Ma" sapa Dirga.

"Mama bawakan makanan untuk kamu, mau makan dulu ?" Ajak Bu Gita pada putra nya.

Dirga hanya menatap pada nampan makanan yang mama nya letakkan di meja, Jujur saja sebelum ini mungkin Dirga memang sangat lapar, bahkan dia sempat menunda makan dan minum nya hanya untuk makan siang bersama Kaka ipar yang sudah sangat di nantikan oleh keluarga nya sejak lama.

Bagaimana tidak sejak lama, Aksara merupakan tipe yang sangat pemilih, sementara sejak terakhir kali dia menjalin hubungan dengan seorang wanita, pada akhirnya berakhir penghianatan saja.

Mungkin tidak hanya pemilih namun juga selektif, banyak wanita yang berniat dan dengan sengaja mendekati Aksara, namun lagi-lagi semua wanita Aksara tolak dengan alasan yang sama, semua wanita dia anggap hanya menyukai harta nya saja.

"Mama tahu. Dia !. Khadijah yang sempat Dirga ceritakan pada mama"

Mendengar putra bungsu nya bercerita, Bu Gita tampak diam dan mendengarkan nya. Jujur Bu Gita pun paham perasaan putranya.

"Dia juga yang pernah Dirga kirim foto nya ke mama"

"Dia itu Khadijah yang sama ma"

Mendengar cerita dari putra bungsu nya, Bu Gita pun hanya bisa menghela nafas, dan menganggukkan kepala nya.

Bu Gita tidak lupa atau berusaha melupakan cerita dari putra bungsu nya, hanya saja semua keadaan memang berbeda pada akhirnya.

Karena sejak awal pun Bu Gita tahu jika Khadijah yang di bawa pulang Aksara merupakan Khadijah yang sama dengan yang di kagumi oleh putra bungsu nya.

Karena cerita Dirga lah, Bu Gita bisa begitu mudah akrab ketika pertama kali bertemu Khadijah, semua kebaikan Khadijah telah Dirga ceritakan pada Mama nya, sehingga Bu Gita pun setuju saja, tatkala asisten pribadi Aksara mengatakan jika Aksara akan menikahi Khadijah.

"Mama tahu sayang"

"Kamu harus ikhlaskan, semua sudah di takdirkan oleh Tuhan"

Usapan lembut di punggung sang putra, menjadi dukungan Bu Gita pada putra bungsunya yang saat ini tengah sakit hati dan kecewa.

"Kenapa ma ?. Kenapa harus Khadijah yang menjadi istri Ka Aksa !"

Dirga masih tidak percaya, dirinya yang masih menjaga hati dan perasaan nya untuk Khadijah , bahkan belum sempat untuk Dirga utarakan pada wanita pujaan hatinya , justru orang lain yang mendapatkan nya, tanpa usaha dan dengan begitu mudah nya Aksara menjadikan Khadijah sebagai istri nya. 'Batin Dirga'

Jujur ingin marah rasanya, namun Dirga bisa apa jika memang takdir telah memilihnya untuk tidak bersama dengan wanita yang dia cinta.

"Semua terjadi tiba-tiba sayang, Mama juga tidak menyangka"

Jujur Bu Gita memang masih belum percaya Aksara datang tiba-tiba dengan membawa status baru dalam hidupnya, serta istri yang juga baru di nikahi nya.

Namun meski begitu Bu Gita cukup bahagia. Setelah sekian lama memaksa putra sulungnya untuk menikah, dan selalu di tolak oleh Aksara, bahkan perjodohan yang di rencanakan nya pun juga di tolak begitu saja oleh Putranya, justru saat ini Aksara datang dengan membawa pilihan hati nya, meski wanita yang di nikahi nya merupakan cinta pertama dari putra Bungsu nya.

***

Setalah melaksanakan 4 raka'at kewajibannya, jujur saja Khadijah merasa bosan terus berada di dalam kamar.

Jika di pesantren Khadiah masih bisa menghibur dirinya dengan segala aktifitas dan kesibukan mengajarnya, namun di rumah besar ini Khadijah begitu merasa sepi.

Menatap ke luar jendela kamar nya, Khadijah mendapati beberapa tukang kebun Tengah sibuk memangkas pohon dan menyiangi Tanaman liar di sekitarnya.

Tidak jauh dari pandangan mata Khadijah, dua orang satpam tengah berjaga di depan pintu gerbang. Melihat mereka yang di luar sana, ingin rasanya Khadijah mengajak mereka mengobrol. Tapi mengingat keberadaan mereka disini untuk bekerja, lantas membuat Khadijah mengurungkan niat nya.

Khadijah memilih mengayunkan kaki nya keluar dari kamar. Tujuan nya kali ini adalah 'dapur'. Mungkin di sana dia bisa sedikit menghibur dirinya dengan memuat sedikit masakan tanpa harus mengganggu orang lain yang tengah bekerja, 'Pikir Khadijah'.

Binar bahagia terlihat jelas di wajah Khadijah, dapur tampak sepi dan hanya Mbok Nah saja sepertinya yang ada di sana.

"Mba Dijah" sapa Mbok Nah.

"Lagi masak Mbok ?, Boleh Dijah bantu ?"

Mendengar ucapan Khadijah agak nya Mbok Nah sedikit tidak percaya.

"Tidak usah Mba, Nanti Ibu dan Mas Aksara marah"

Entah karena sebab apa, namun seketika Khadijah tertawa, Mendengar ucapan Mbok Nah yang Khadijah nilai berlebihan rasanya.

"Tidak akan mbok. Boleh yaa Dijah bantu ??"

Khadijah begitu memohon agar dia di izinkan untuk membantu asisten rumah tangga di rumah ibu mertua nya.

Dan benar saja melihat mata Khadijah yang memelas, agak nya mbok Nah tidak tega melihat nya.

"Ya sudah boleh deh"

Meski jujur saja takut pada majikannya , namun pada akhirnya Mbok Nah memperbolehkan Khadijah ikut memasak.

Belum ada yang Mbok Nah siapkan atau buat sebelumnya, karena Mbok Nah sendiri juga masih bingung untuk memasak apa untuk makan malam nanti.

Namun melihat begitu banyaknya bahan makanan, membuat Khadijah gemas ingin segera mengeksekusi nya.

"Mbok mau masak apa?" tanya Khadijah pad akhirnya.

Benar dugaan Khadijah jika mbok Nah sendiri tidak tahu akan membuat apa. Dan gelengan kepala menjadi jawaban Mbok Nah atas pertanyaan Khadija sebelumnya.

"Kalau Dijah yang masak boleh mbok ?"

Meski bisa saja Khadijah tidak meminta izin , namun meski begitu rasanya kurang pas dan tidak sopan saja jika dia mengambil alih pekerjaan asisten rumah tangga ibu mertua nya. Sekalipun tujuan Khadijah hanya karena alasan mengisi waktu luang saja.

"Tapi Mba. Ini kan tugas saya, Kalau nanti saya di marahi Ibu bagaiman ?"

Lumrah ketakutan mbok Nah, tentu mengkhawatirkan dirinya yang bisa jadi, karena tindakan Khadijah justru dia akan mendapatkan getah nya.

"Nanti Dijah yang bilang sama mama mbok" Lembut suara Khadijah menjelaskan pada Mbok Nah.

Meski ragu namun pada akhirnya Mbok Nah pun menyetujuinya, kini justru Mbok Nah lah yang terbantu dengan ada nya Khadijah.

Mbok Nah pun mengagumi skill dan kepiawaian Khadijah dalam bidang memasak, tidak di ragukan lagi jika Khadijah terpilih menjadi menantu di rumah ini, sudah Solihah, cantik, pandai memasak, calon dokter lagi 'Batin Mbok Nah'

Pagi tadi Mbok Nah banyak mendapatkan cerita dari majikanya mengenai sosok menantu baru nya, dan ternyata benar jika Khadijah begitu istimewa.

Beberapa menu telah siap untuk di sajikan, meski masih ada beberapa lainnya yang masih proses pematangan.

"Mba. Mbok Nah Siapkan piring dulu ya"

"Iya mbok"

Setelah mengatakan itu pada Khadijah, Mbok Nah pun bergegas ke ruang sebelah, menyiapkan Piring dan segala macamnya di meja. Sementara khadija menyelesaikan sisa masakan nya.

"Kamu memang pantas melakukannya. Sepertinya kamu juga sangat mendalami peran sebagai pembantu !"

Suara bernada sindiran dan ejekan, yang barusaja Khadijah dengar merupakan suara yang tidak lain merupakan milik suami nya.

'Khadijah tahu itu'

Aksara terlihat tengah mengambil minuman kaleng dalam kulkas, entah sejak kapan kedatangan Aksara , bahkan Khadijah pun tidak melihat nya, namun yang jelas ucapan Aksara sebelumnya cukup membuat Khadijah menundukkan wajahnya, Sedih ?. Tentu saja.

Namun Khadijah memilih untuk diam dan tidak membalas ucapan Suami nya.

"Mas Aksa butuh sesuatu ?. Biar Dijah Bantu ?"

Kalimat yang pada akhirnya keluar dari mulut Khadijah.

***

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Bagus sekalii novel Khodijah

2024-02-05

1

Budyparyanti

Budyparyanti

andai dirga tau aksa menikahi dijah terpaksa mungkin dirga siap menampung xa

2023-12-19

1

Hairiah Kamilah

Hairiah Kamilah

awas aja kamu aksa. orang yg kmu ejek nanti yanv kamu rindukan

2023-12-08

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!