...Tidak ada yang salah dengan doa. Namun ketika Kita memutuskan untuk berhenti ber dia disitulah kesalahan nya....
...☘️...
Kamar Dirga.
Setelah beberapa kali mengetuk dan tidak mendapatkan tanggapan dari putra nya, Bu Gita lantas masuk begitu saja.
Tampak dari kejauhan Dirga tengah berada di balkon kamarnya, pantas saja jika dia tidak mendengar ketukan dari ibunya.
"Sayang"
Dirga sedikit kaget mendapati Mama nya telah berada tepat di belakang nya.
"Ma" sapa Dirga.
"Mama bawakan makanan untuk kamu, mau makan dulu ?" Ajak Bu Gita pada putra nya.
Dirga hanya menatap pada nampan makanan yang mama nya letakkan di meja, Jujur saja sebelum ini mungkin Dirga memang sangat lapar, bahkan dia sempat menunda makan dan minum nya hanya untuk makan siang bersama Kaka ipar yang sudah sangat di nantikan oleh keluarga nya sejak lama.
Bagaimana tidak sejak lama, Aksara merupakan tipe yang sangat pemilih, sementara sejak terakhir kali dia menjalin hubungan dengan seorang wanita, pada akhirnya berakhir penghianatan saja.
Mungkin tidak hanya pemilih namun juga selektif, banyak wanita yang berniat dan dengan sengaja mendekati Aksara, namun lagi-lagi semua wanita Aksara tolak dengan alasan yang sama, semua wanita dia anggap hanya menyukai harta nya saja.
"Mama tahu. Dia !. Khadijah yang sempat Dirga ceritakan pada mama"
Mendengar putra bungsu nya bercerita, Bu Gita tampak diam dan mendengarkan nya. Jujur Bu Gita pun paham perasaan putranya.
"Dia juga yang pernah Dirga kirim foto nya ke mama"
"Dia itu Khadijah yang sama ma"
Mendengar cerita dari putra bungsu nya, Bu Gita pun hanya bisa menghela nafas, dan menganggukkan kepala nya.
Bu Gita tidak lupa atau berusaha melupakan cerita dari putra bungsu nya, hanya saja semua keadaan memang berbeda pada akhirnya.
Karena sejak awal pun Bu Gita tahu jika Khadijah yang di bawa pulang Aksara merupakan Khadijah yang sama dengan yang di kagumi oleh putra bungsu nya.
Karena cerita Dirga lah, Bu Gita bisa begitu mudah akrab ketika pertama kali bertemu Khadijah, semua kebaikan Khadijah telah Dirga ceritakan pada Mama nya, sehingga Bu Gita pun setuju saja, tatkala asisten pribadi Aksara mengatakan jika Aksara akan menikahi Khadijah.
"Mama tahu sayang"
"Kamu harus ikhlaskan, semua sudah di takdirkan oleh Tuhan"
Usapan lembut di punggung sang putra, menjadi dukungan Bu Gita pada putra bungsunya yang saat ini tengah sakit hati dan kecewa.
"Kenapa ma ?. Kenapa harus Khadijah yang menjadi istri Ka Aksa !"
Dirga masih tidak percaya, dirinya yang masih menjaga hati dan perasaan nya untuk Khadijah , bahkan belum sempat untuk Dirga utarakan pada wanita pujaan hatinya , justru orang lain yang mendapatkan nya, tanpa usaha dan dengan begitu mudah nya Aksara menjadikan Khadijah sebagai istri nya. 'Batin Dirga'
Jujur ingin marah rasanya, namun Dirga bisa apa jika memang takdir telah memilihnya untuk tidak bersama dengan wanita yang dia cinta.
"Semua terjadi tiba-tiba sayang, Mama juga tidak menyangka"
Jujur Bu Gita memang masih belum percaya Aksara datang tiba-tiba dengan membawa status baru dalam hidupnya, serta istri yang juga baru di nikahi nya.
Namun meski begitu Bu Gita cukup bahagia. Setelah sekian lama memaksa putra sulungnya untuk menikah, dan selalu di tolak oleh Aksara, bahkan perjodohan yang di rencanakan nya pun juga di tolak begitu saja oleh Putranya, justru saat ini Aksara datang dengan membawa pilihan hati nya, meski wanita yang di nikahi nya merupakan cinta pertama dari putra Bungsu nya.
***
Setalah melaksanakan 4 raka'at kewajibannya, jujur saja Khadijah merasa bosan terus berada di dalam kamar.
Jika di pesantren Khadiah masih bisa menghibur dirinya dengan segala aktifitas dan kesibukan mengajarnya, namun di rumah besar ini Khadijah begitu merasa sepi.
Menatap ke luar jendela kamar nya, Khadijah mendapati beberapa tukang kebun Tengah sibuk memangkas pohon dan menyiangi Tanaman liar di sekitarnya.
Tidak jauh dari pandangan mata Khadijah, dua orang satpam tengah berjaga di depan pintu gerbang. Melihat mereka yang di luar sana, ingin rasanya Khadijah mengajak mereka mengobrol. Tapi mengingat keberadaan mereka disini untuk bekerja, lantas membuat Khadijah mengurungkan niat nya.
Khadijah memilih mengayunkan kaki nya keluar dari kamar. Tujuan nya kali ini adalah 'dapur'. Mungkin di sana dia bisa sedikit menghibur dirinya dengan memuat sedikit masakan tanpa harus mengganggu orang lain yang tengah bekerja, 'Pikir Khadijah'.
Binar bahagia terlihat jelas di wajah Khadijah, dapur tampak sepi dan hanya Mbok Nah saja sepertinya yang ada di sana.
"Mba Dijah" sapa Mbok Nah.
"Lagi masak Mbok ?, Boleh Dijah bantu ?"
Mendengar ucapan Khadijah agak nya Mbok Nah sedikit tidak percaya.
"Tidak usah Mba, Nanti Ibu dan Mas Aksara marah"
Entah karena sebab apa, namun seketika Khadijah tertawa, Mendengar ucapan Mbok Nah yang Khadijah nilai berlebihan rasanya.
"Tidak akan mbok. Boleh yaa Dijah bantu ??"
Khadijah begitu memohon agar dia di izinkan untuk membantu asisten rumah tangga di rumah ibu mertua nya.
Dan benar saja melihat mata Khadijah yang memelas, agak nya mbok Nah tidak tega melihat nya.
"Ya sudah boleh deh"
Meski jujur saja takut pada majikannya , namun pada akhirnya Mbok Nah memperbolehkan Khadijah ikut memasak.
Belum ada yang Mbok Nah siapkan atau buat sebelumnya, karena Mbok Nah sendiri juga masih bingung untuk memasak apa untuk makan malam nanti.
Namun melihat begitu banyaknya bahan makanan, membuat Khadijah gemas ingin segera mengeksekusi nya.
"Mbok mau masak apa?" tanya Khadijah pad akhirnya.
Benar dugaan Khadijah jika mbok Nah sendiri tidak tahu akan membuat apa. Dan gelengan kepala menjadi jawaban Mbok Nah atas pertanyaan Khadija sebelumnya.
"Kalau Dijah yang masak boleh mbok ?"
Meski bisa saja Khadijah tidak meminta izin , namun meski begitu rasanya kurang pas dan tidak sopan saja jika dia mengambil alih pekerjaan asisten rumah tangga ibu mertua nya. Sekalipun tujuan Khadijah hanya karena alasan mengisi waktu luang saja.
"Tapi Mba. Ini kan tugas saya, Kalau nanti saya di marahi Ibu bagaiman ?"
Lumrah ketakutan mbok Nah, tentu mengkhawatirkan dirinya yang bisa jadi, karena tindakan Khadijah justru dia akan mendapatkan getah nya.
"Nanti Dijah yang bilang sama mama mbok" Lembut suara Khadijah menjelaskan pada Mbok Nah.
Meski ragu namun pada akhirnya Mbok Nah pun menyetujuinya, kini justru Mbok Nah lah yang terbantu dengan ada nya Khadijah.
Mbok Nah pun mengagumi skill dan kepiawaian Khadijah dalam bidang memasak, tidak di ragukan lagi jika Khadijah terpilih menjadi menantu di rumah ini, sudah Solihah, cantik, pandai memasak, calon dokter lagi 'Batin Mbok Nah'
Pagi tadi Mbok Nah banyak mendapatkan cerita dari majikanya mengenai sosok menantu baru nya, dan ternyata benar jika Khadijah begitu istimewa.
Beberapa menu telah siap untuk di sajikan, meski masih ada beberapa lainnya yang masih proses pematangan.
"Mba. Mbok Nah Siapkan piring dulu ya"
"Iya mbok"
Setelah mengatakan itu pada Khadijah, Mbok Nah pun bergegas ke ruang sebelah, menyiapkan Piring dan segala macamnya di meja. Sementara khadija menyelesaikan sisa masakan nya.
"Kamu memang pantas melakukannya. Sepertinya kamu juga sangat mendalami peran sebagai pembantu !"
Suara bernada sindiran dan ejekan, yang barusaja Khadijah dengar merupakan suara yang tidak lain merupakan milik suami nya.
'Khadijah tahu itu'
Aksara terlihat tengah mengambil minuman kaleng dalam kulkas, entah sejak kapan kedatangan Aksara , bahkan Khadijah pun tidak melihat nya, namun yang jelas ucapan Aksara sebelumnya cukup membuat Khadijah menundukkan wajahnya, Sedih ?. Tentu saja.
Namun Khadijah memilih untuk diam dan tidak membalas ucapan Suami nya.
"Mas Aksa butuh sesuatu ?. Biar Dijah Bantu ?"
Kalimat yang pada akhirnya keluar dari mulut Khadijah.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Anonymous
Bagus sekalii novel Khodijah
2024-02-05
1
Budyparyanti
andai dirga tau aksa menikahi dijah terpaksa mungkin dirga siap menampung xa
2023-12-19
1
Hairiah Kamilah
awas aja kamu aksa. orang yg kmu ejek nanti yanv kamu rindukan
2023-12-08
2