BAB 14. IJAB QOBUL

...Ada kuasa yang tidak pernah bisa di hitung dengan apapun, Sehebat apapun manusia, bisa runtuh dengan hanya satu kalimat - Kun Faya Kun...

...☘️...

Dengan Mantap Abah Hasim menjabat tangan calon menantunya.

“Ananda Aksara Virendra Brawijaya bin Lukman Pratama Brawijaya, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Putri saya yang bernama Khadijah Hapsari Binti Alm. Muhammad Hakim, dengan mas kawinnya berupa Cek Sebesar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah”

"Saya Terima Nikah Dan Khawinya Khadijah Hapsari Binti Alm. Muhammad Hakim, dengan mas kawinnya Tersebut Dibayar Tunai"

Khadijah tidak menyangka lembaran Kertas di hadapan Abahnya berisi nominal yang cukup tinggi. Dan Meski tidak begitu percaya, namun Khadijah bahagia karena Aksara benar-benar memuliakannya dengan Mahar tinggi.

"Bagaimana Saksi , Sah???" Ucap Abah.

"Sah"

"Sah"

Alhamdulillah .....

Abah pun Membacakan Doa kepada kedua mempelai.

اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ

Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ

Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”

Bulir-Bulir bening seketika Merembes dari sudut mata indah Khadijah. Bukan tidak bahagia, Hanya saja Khadijah belum bisa mendeskripsikan perasaan nya.

Pelukan Umi Amina cukup membuat Khadijah sedikit merasakan ketenangan dalam hati nya.

Meski Khadijah tahu Umi pun juga menitihkan air mata dalam pernikahannya, Begitu juga dengan Abah yang terlihat dalam mata Khadijah tengah berusaha menyembunyikan air mata nya.

Semua sedih ? 'Mungkin saja' . Namun dari semua rasa yang terasa menyudutkan Khadijah, dia berharap jika pernikahannya dengan Aksara akan membawa bahagia.

"Cium tangan suamimu Nduk ?"

Bisik Umi Amina tepat di telinga Khadijah.

Mendengar ucapan Umi Amina, jujur saja Khadijah ragu untuk melakukanya, entah Aksara akan menerima atau justru sebaliknya, namun Khadijah berusaha menepis segala keraguan dalam pikirannya. Hingga Ukuran tangan Khadija bersambut dengan Tangan Kekar Aksara.

Cup.

Sebuah kecupan tanda bakti khadijah sebagai Istri. Tepat diatas punggung tangan Kekar Milik Aksara.

'Apa ini ?' Batin Aksara dalam hati.

Entah perasaan apa, tapi yang jelas bukan cinta, tiba-tiba saja menghangatkan hati Aksara yang selama ini seolah mati rasa.

Aksara begitu menikmati kecupan lembut bibir Khadijah yang menyentuh punggung tangannya. Meski tertutup oleh cadar yang di kenakan nya, Namun entah mengapa Aksara menyukainya.

"Nak Aksa, Khadijah"

Panggilan Abah seketika membuyarkan lamunan dua anak manusia yang baru saja menyandang status baru nya.

"Kalian sudah resmi menjadi suami dan istri, Abah hanya berpesan Untuk selalu menanamkan Kebaikan dalam rumah tangga"

"Dan untuk nak Aksa"

Abah terdengar menjeda ucapannya, Terlihat Abah yang larut dalam kesedihan di hati nya. Entah benar atau salah keputusan dia menikahkan Khadijah, Namun Abah begitu berharap jika Aksara bisa menjaga putrinya.

"Abah minta, jaga dan lindungi Khadijah, Abah tahu kamu tidak cinta. Jangan Kamu telantarkan atau sia-sia kan dia, Jika memang Nak Aksa sudah tidak menginginkan nya, Kembalikan Khadijah. Abah selalu siap menerima dengan tangan terbuka"

Bergetar tubuh Abah Hasim mengatakan itu pada laki-laki yang sudah sah menjadi menantu sekaligus Suami Khadijah.

Mendengar suara lirih Abah, Entah mengapa sudut hati Aksara juga menghangat seketika. Meski Aksara merasakan perbedaan dalam dirinya, Aksara tetaplah Aksara yang datar dan terkesan dingin.

Hingga Anggukan kepala saja yang menjadi jawaban atas ucapan dan pesan Abah sebelumnya.

Panjang lebar Abah memberikan wejangan dan nasihat berumah tangga untuk Aksara dan Khadijah.

Entah diterima atau hanya sebagai angin lalu saja bagi Aksara, namun Abah tetap berusaha mengingatkan keduanya jika meski terpaksa namun pernikahan ini sah dan di saksikan Allah serta para malaikat nya. Serta jagat raya dan alam semesta pun menjadi saksi di mulainya petualangan rumah tangga mereka.

***

Tidak menunggu esok hari. Malam itu juga Aksara memboyong Khadijah.

Aksara mengabaikan tangisan dan kesedihan wanita yang sudah sah menjadi istri dan keluarganya.

Meski Umi Amina telah memohon untuk malam ini saja mereka menginap di rumahnya, namun Lagi-lagi Aksara menolak nya. Aksara seolah sudah tidak lagi ingin berlama-lama.

Tidak lupa sebelum pergi, Abah menyampaikan jika Urusan dengan Azis akan tetap dia upayakan, apapun dan bagaimana pun cara nya.

Karena kesalahan Azis yang mengambil barang bukan miliknya, Abah anggap sebagai hutang, maka tetap mereka harus mempertanggung jawabkan dengan mengembalikan. Kecuali Aksara mengikhlaskan semua.

Aksara hanya bereaksi datar saja tatkala Abah mengatakan semua maksud dan tujuan nya, yang jelas saat ini Aksara sudah tidak ingin berlama-lama. Hingga lagi-lagi anggukan kepala menjadi jawaban atas ucapan Abah sebelumnya.

Tidak banyak yang Aksara harapkan, Karena uang sebanyak itu tentu tidak dengan mudah di dapat kan. Dan Entah mengapa Aksara mulai untuk melupakan. Meski masih di pikirkan.

Dengan hanya berbekal koper kecil yang berisi segala macam keperluan. Khadijah memantapkan hati dan meneguhkan pikiran untuk mengikuti langkah sang suami.

"Nduk. Jangan lupa selalu kabari Umi"

Pesan Umi Amina sebelum benar-benar berpisah dengan Khadijah.

Sementara Abah hanya bisa menatap kepergian Khadijah dengan segala rasa yang begitu menyesakan dada.

Azis sendiri hanya bisa tertunduk lemas dengan rasa bersalah, karena ulah dan kesalahan dirinya, Khadijah harus menanggung semua akibatnya. Bahkan menikah dengan Aksara yang jelas bukan merupakan pilihan nya.

"Assalamualaikum Umi, Abah"

Kalimat terakhir sebelum Khadijah masuk kedalam mobil Aksara.

Lambaian tangan menjadi pertanda jika perpisahan sementara meraka di mulai dari saat ini. Siap tidak siap dan rela tidak rela Khadijah akan menjalaninya.

Menjalani hari baru dengan menyandang status baru. Entah sampai kapan, Yang jelas Khadijah hanya berusaha untuk menjadikan rumah tangganya bersama Aksara sebagai bahtera dan pelabuhan pertama serta terakhirnya.

***

Bagaimana Kakak Readers ? Semoga suka dengan Alur ceritanya ya. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata. 🤗❤️☘️

Terpopuler

Comments

Farrohatul Jannah

Farrohatul Jannah

meskipun terlambat, selamat atas pernikahanmu dijah🥲

2025-01-23

0

sri Hartati_

sri Hartati_

samawa aksara Khadijah❤️❤️

2024-08-08

1

Anonymous

Anonymous

Semoga SAMAWA buat Khodijah dan suaminya

2024-02-05

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. KABAR DUKA
2 BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3 BAB 3. NASIHAT ABAH
4 BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5 BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6 BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7 BAB 7. TUMPANGAN
8 BAB 8. BERTEMU
9 BAB 9. KEMBALI PULANG
10 BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11 BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12 BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13 BAB 13. PERSIAPAN
14 BAB 14. IJAB QOBUL
15 BAB 15. JAKARTA
16 BAB 16. KESAN PERTAMA
17 BAB 17. TERNYATA
18 BAB 18. MEMASAK
19 BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20 BAB 20. PERASAAN DIRGA
21 BAB 21. TAMPARAN
22 BAB 22. PERHATIAN
23 BAB 23. KABAR ABAH
24 BAB 24. KANTOR
25 BAB 25. PERDEBATAN
26 BAB 26. KEPANIKAN
27 BAB 27. PERTEMUAN
28 BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29 BAB 29. CERITA LAMA
30 BAB 30. MEMINTA IZIN
31 BAB 31. TERKEJUT
32 BAB 32. KAMAR AKSARA
33 BAB 33. PENYESALAN
34 BAB 34. TEDUH
35 BAB 35. MALU
36 BAB 36. VISUAL
37 BAB 37. PULANG
38 BAB 38. RUMAH SAKIT
39 BAB 39. Dirga Dan Aksara
40 BAB 40. PULANG
41 BAB 41. DATANG
42 BAB 42. MENGINAP.
43 BAB 43. AISYAH
44 BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45 BAB 45. KERINGAT DINGIN
46 BAB 46. WAKTU SUBUH
47 BAB 47. PAGI
48 BAB 48. OBROLAN PAGI
49 BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50 BAB 50. MARISSA
51 BAB 51. TERKEJUT
52 BAB 52. KETEGASAN
53 BAB 53. APARTEMEN
54 BAB 54. MALAM
55 BAB 55. LINGERIE
56 BAB 56. MENGAGUMI
57 BAB 57. SKIN TO SKIN
58 BAB 58. PAGI MENYAPA
59 BAB 59. BERHALANGAN
60 BAB 60. SARAPAN
61 BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62 BAB 62. PERSETUJUAN
63 BAB 63. GODAAN
64 BAB 64. ISI HATI AKSARA
65 BAB 65. DUA WANITA
66 BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67 BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68 BAB 68. MAKAN MALAM
69 BAB 69. MALAM PERTAMA
70 BAB 70. BINCANG
71 BAB 71. KABAR BAHAGIA
72 BAB 72. PETUALANG PAGI
73 BAB 73. MANDI KE DUA
74 BAB 74. RUMAH MAMA
75 BAB 75. BERULAH
76 BAB 76. SALAH PAHAM
77 BAB 77. BERTEMU
78 BAB 78. MAAF
79 BAB 79. RENCANA AKSARA
80 BAB 80. PINDAH
81 BAB 81. BERSIAP
82 BAB 82. MASA LALU
83 BAB 83. PELAKU
84 BAB 84. PECI
85 BAB 85. KEJUTAN
86 BAB 86. BERBADAN DUA
87 BAB 87. SURGA ISTRI
88 BAB 88. RUMAH SAKIT
89 89. PAHALA MEMINTA
90 BAB 90. MUAL
91 BAB 91. KABAR BAIK
92 BAB 92. DEPRESI
Episodes

Updated 92 Episodes

1
BAB 1. KABAR DUKA
2
BAB 2. PERTEMUAN TERAKHIR.
3
BAB 3. NASIHAT ABAH
4
BAB 4. PESANTREN DARUL QUR'AN
5
BAB 5. PUTRA ABAH HASIM
6
BAB 6. KEBERANGKATAN KHADIJAH
7
BAB 7. TUMPANGAN
8
BAB 8. BERTEMU
9
BAB 9. KEMBALI PULANG
10
BAB 10. AKSARA VIRENDRA BRAWIJAYA
11
BAB 11. PERTANGGUNG JAWABAN
12
BAB 12. MENERIMA TAWARAN
13
BAB 13. PERSIAPAN
14
BAB 14. IJAB QOBUL
15
BAB 15. JAKARTA
16
BAB 16. KESAN PERTAMA
17
BAB 17. TERNYATA
18
BAB 18. MEMASAK
19
BAB 19.IBU RUMAH TANGGA
20
BAB 20. PERASAAN DIRGA
21
BAB 21. TAMPARAN
22
BAB 22. PERHATIAN
23
BAB 23. KABAR ABAH
24
BAB 24. KANTOR
25
BAB 25. PERDEBATAN
26
BAB 26. KEPANIKAN
27
BAB 27. PERTEMUAN
28
BAB 28. BERBELANJA BERSAMA
29
BAB 29. CERITA LAMA
30
BAB 30. MEMINTA IZIN
31
BAB 31. TERKEJUT
32
BAB 32. KAMAR AKSARA
33
BAB 33. PENYESALAN
34
BAB 34. TEDUH
35
BAB 35. MALU
36
BAB 36. VISUAL
37
BAB 37. PULANG
38
BAB 38. RUMAH SAKIT
39
BAB 39. Dirga Dan Aksara
40
BAB 40. PULANG
41
BAB 41. DATANG
42
BAB 42. MENGINAP.
43
BAB 43. AISYAH
44
BAB 44. KAMAR KHADIJAH.
45
BAB 45. KERINGAT DINGIN
46
BAB 46. WAKTU SUBUH
47
BAB 47. PAGI
48
BAB 48. OBROLAN PAGI
49
BAB 49. KABAR BAHAGIA.
50
BAB 50. MARISSA
51
BAB 51. TERKEJUT
52
BAB 52. KETEGASAN
53
BAB 53. APARTEMEN
54
BAB 54. MALAM
55
BAB 55. LINGERIE
56
BAB 56. MENGAGUMI
57
BAB 57. SKIN TO SKIN
58
BAB 58. PAGI MENYAPA
59
BAB 59. BERHALANGAN
60
BAB 60. SARAPAN
61
BAB 61. TAMU TAK DI UNDANG
62
BAB 62. PERSETUJUAN
63
BAB 63. GODAAN
64
BAB 64. ISI HATI AKSARA
65
BAB 65. DUA WANITA
66
BAB 66. PERMINTAAN MARISSA
67
BAB 67. SISI LAIN KHADIJAH
68
BAB 68. MAKAN MALAM
69
BAB 69. MALAM PERTAMA
70
BAB 70. BINCANG
71
BAB 71. KABAR BAHAGIA
72
BAB 72. PETUALANG PAGI
73
BAB 73. MANDI KE DUA
74
BAB 74. RUMAH MAMA
75
BAB 75. BERULAH
76
BAB 76. SALAH PAHAM
77
BAB 77. BERTEMU
78
BAB 78. MAAF
79
BAB 79. RENCANA AKSARA
80
BAB 80. PINDAH
81
BAB 81. BERSIAP
82
BAB 82. MASA LALU
83
BAB 83. PELAKU
84
BAB 84. PECI
85
BAB 85. KEJUTAN
86
BAB 86. BERBADAN DUA
87
BAB 87. SURGA ISTRI
88
BAB 88. RUMAH SAKIT
89
89. PAHALA MEMINTA
90
BAB 90. MUAL
91
BAB 91. KABAR BAIK
92
BAB 92. DEPRESI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!