Chp. 19 - Indra and Valentina

Pada malam itu, keduanya pun bersepakat akan menikah secara politik sambil terus menyembunyikan kebenaran tentang Indra sebagai Dewa dan juga untuk menutupi orientasi seksual Valentina. Lalu hari-hari mereka pun dimulai dan diisi dengan kampanye akan hadirnya sang suami Permaisuri yang juga adalah seorang Transendental. Dan tentu saja, berita itu membuat seluruh kekaisaran ikut bersuka cita, karena seluruh penduduk kekaisaran benar-benar mencintai permaisuri mereka.

Namun tidak dengan keluarga Akilus yang terus mendorong Valentina untuk segera menegakkan keadilan terhadap Indra yang telah membunuh leluhur mereka, Metikulus.

Hari demi hari ketika kekaisaran sedang mempersiapkan pernikahan, keluarga Akilus, khususnya sang Duke itu sendiri, Methodios Doren Akilus, terus mendatangi pertemuan di istana kekaisaran tanpa kenal libur. Namun seluruh tuntutannya selalu ditolak oleh kekaisaran maupun hakim tertinggi.

Keluarga Akilus yang mendapatkan dukungan dari para anggota dewan dari Master Dewan pun juga terus bergerak secara agresif demi mendapatkan keadilan. Namun sekali lagi, tuntutan mereka tidak pernah didengar, bahkan sampai di tahap di mana setiap anggota dewan yang mendukung mereka, terus-terusan menghilang secara misterius sampai tidak ada lagi yang tersisa.

Pada akhirnya, keluarga Akilus bersama dengan seluruh pasukan dan ksatria mereka pun menarik diri dari Antipolis dan kembali ke kota besar Agappe dan wilayah di sekitarnya, bahkan tanpa perintah Permaisuri. Dan sejak penarikan diri mereka, istana kekaisaran pun kembali menjadi tempat yang sunyi dan damai.

Di masa-masa itu, ketika kampanye tentang keberadaan suami permaisuri sedang diberitakan ke seluruh benua yang ada, Alisa dan Sophia pun berhasil merujuk ke suami dan keluarga mereka, dan secara perlahan mereka mulai mengurangi frekuensi hubungan terlarang antara mereka dan Indra. Namun disaat hubungan sudah mulai longgar, Alisa dan Sophia ternyata sedang hamil hasil hubungan mereka dengan Indra.

Atas berita tersebut, Indra pun menjadi sering mengunjungi keduanya untuk terus memeriksa dan mengontrol kesehatan mereka. Tentu Indra yang berpengalaman sebagai seorang Ayah, meskipun tidak terlalu baik, nyatanya cukup senang dengan keduanya yang sedang hamil anaknya.

Lalu perlahan kehamilan mereka pun mulai diketahui oleh masing-masing suami dan keluarga mereka. Namun dengan otoritas kekaisaran, Sophia dan Alisa pun diangkat menjadi selir bagi sang calon suami permaisuri dan menceraikan suami-suami mereka. Meskipun pada awalnya muncul kritikan, namun itu dengan cepat meredah karena alasan yang sama seperti anggota dewan pendukung keluarga Akilus. Serangkaian kejadian tersebut pun akhirnya menambah posisi sang permaisuri dan calon suami menjadi semakin tak tertandingi oleh siapapun.

Perlahan di saat hari pernikahan sudah semakin dekat, banyak kuil dari pantheon naga putih justru menarik dan menutup beberapa kongregasi mereka tanpa alasan jelas di beberapa kota besar. Meskipun beberapa hakim tetaplah berasal dari kuil naga putih, tetapi ketidakhadiran mereka di beberapa kota besar benar-benar membuat order di beberapa kota besar tersebut agak berkurang.

Lalu untuk menutupi itu semua, ordo dari kuil Terisus pun dibentuk kembali dan mulai menjadi kuil tandingan di Balkia. Sementara itu, di masa-masa penungguan, Indra terus berteleportasi bolak-balik antara Antipolis dan Zephirus untuk terus menghabisi setiap serangan dari gerombolan undead.

Tiga bulan kemudian, sejak kesepakatan Indra dan Valentina, pernikahan kekaisaran pun digelar dengan cukup sederhana, dengan pendeta dari kuil Terisus sebagai penghulu mereka, beberapa bangsawan dan para penyihir pun ikut hadir di hari ikrar sumpah mereka.

Indra berdiri berhadapan dengan Valentina, sementara sang pendeta berdiri di sebelah mereka.

Sang pendeta pun mulai memanjatkan doanya, “dengan nama Venus, Dewi kesuburan dan cinta, sang penghubung antara insan dan sang penerang jalan, dengan ini dua pasangan yang saling mencintai menghadap untuk meminta restunya. Oh dewi, nikahkan mereka sebagaimana engkau menikahkan sepasang manusia pertama, Herkuli dan Meredith di gunung Argeniir.”

Sang pendeta kemudian memegang tangan Indra dan Valentina, lalu saling menyalami keduanya dengan saling memegang pergelangan tangan. “Sang dewi sedang menyaksikan, maka ucapkanlah ikrar sumpah kaliah.” Sang pendeta menoleh ke arah Indra.

“Aku Indra, Transendental dari timur, dengan penuh cinta dan tanggung jawab berjanji akan selalu bersama dalam keadaan susah maupun senang, di dalam keadaan lapar maupun kenyang, aku Indra berjanji akan selalu bersama istriku, sampai maut memisahkan kita,” ucap Indra dengan tatapan syahdu menatap Valentina.

Sang pendeta kemudian menoleh ke arah Valentina.

“Aku, Valentina Cecilia Maximus, Permaisuri kekaisaran Balkia, dengan penuh cinta dan tanggung jawab berjanji akan selalu bersama dalam keadaan susah maupun senang, di dalam keadaan lapar maupun kenyang, aku Valentina bersedia menikah dengan suamiku dan akan selalu bersama sampai maut memisahkan kita,” ucap Valentina sambil tersenyum lepas dengan air mata yang mulai mengalir.

Dia menangis … aku jadi bernostalgia. Pikir Indra sementara itu. Sebuah pernikahan yang dilandasi bukan karena alasan romantis, telah membuat Valentina mengalirkan air matanya. Mungkin ada cerita lain yang belum sempat ia ceritakan. Indra tersenyum tenang, menatap wajah terharu Valentina.

“Venus Memberkahi kalian untuk menjadi suami dan istri di jalannya. Maka berciumanlah untuk mengunci sumpah kalian,” tutup sang Pendeta.

Indra dan Valentina pun berciuman tanpa paksaan dengan lepas dan harmonis.

Hari itu, bunga-bunga putih pun ditebarkan di jalan-jalan di seluruh kota besar di Balkia, dan seruan salam kepada sang permaisuri dan suaminya pun digaungkan. Lonceng kegembiraan pun dibunyikan dan siapapun yang lahir di hari itu, mendapatkan 100 dinar untuk keluarga mereka.

Hubungan suami istri antara Transendental untuk pertama kalinya pun dicetak di dalam sejarah di hari itu, sebagaimana tidak ada yang sedemikian sebelumnya.

********.

Valentina - Royal Chamber.

Setelah pesta pernikahan, malamnya Indra dan Valentina pun duduk di sofa yang sama dengan disaat mereka membuat kesepakatan. Valentina yang awalnya takut dengan sosok kedewaan Indra, kini ia merasa sangat nyaman di sisinya. Ditambah dengan dirinya yang sudah tiga bulan lebih mengenalnya dan mengisi waktu bersama dengan berbincang tentang banyak hal.

“Jadi … malam ini kita resmi suami istri?” Tanya Indra sambil menatap Valentina yang masih cukup malu-malu untuk menatap nya setiap kali hanya meninggalkan mereka berdua, sendirian di satu ruangan tertutup.

“Iya … dan resmi menjadi seorang kaisar,” balas Valentina dengan cara duduknya terlihat seperti gadis feminin pada umumnya.

“Tidak, tidak, aku tidak mau repot-repot mengurus negara. Kamu saja. Bukankah janjinya aku hanyalah suami permaisuri?”

“Iya … benar. Tapi … sebagai dewa, bukankah itu akan sangat percuma?” Valentina Menoleh sedikit.

“Itulah intinya. Aku adalah seorang dewa, lalu kenapa juga aku harus turun pangkat jadi seorang kaisar, ya kan? Hehe,” balas Indra dengan tawa meledek, lalu mulai menyentuh punggung Valentina yang terbuka. “Tenang saja, meskipun ini hanyalah merupakan peran untuk menutupi derajat kedewaan ku, tapi tentu saja aku akan menolongmu di urusan kekaisaran, jika sangat diperlukan.” Lanjutnya sambil melepas sentuhannya.

Valentina kemudian membalik badannya dan mulai menatap Indra dengan tatapan kagum. “Ciuman tadi pagi … itu terasa aneh. Aku pertama kalinya merasakan itu dengan seorang pria. Apakah aku boleh mencobanya lagi?”

Hei! Umur anda sudah lebih dari seribu tahun, kenapa masih bertanya seperti gadis SMP? Dan juga, apakah kamu serius belum pernah mencium seorang pria? Apakah kamu punya “daddy issue” atau semacamnya?

Indra kemudian tersenyum melihat gelagat Valentina. “Itu terasa aneh mungkin karena aku memiliki kumis dan jenggot.”

“Bu-bukan aneh yang semacam itu,” jawab Valentina gugup. “Tapi … itu terasa … lebih … ahhh aku sulit menjelaskannya.” Ia langsung memalingkan wajahnya dengan ekspresi tersipu.

Indra menatap bingung sambil mengerutkan keningnya tanpa mengatakan apapun untuk waktu yang cukup lama.

Kemudian, Valentina tiba-tiba menoleh kembali ke arah Indra sambil memegang kedua tangannya. “B-b-baiklah jika kamu tidak mau! Kalau gitu, kenapa tidak ubah tubuhmu saja menjadi Andra!!? Cepat! Aku sudah tidak sabar karena sudah menunggu tiga bulan lamanya tanpa berhubungan dengan para bunga kecilku!”

Hah? Kenapa tiba-tiba sekali? Tidak bisakah hanya dengan memintanya dengan baik-baik?

“Ba-baiklah,” ucap Indra mengangguk. Kemudian ia pun mulai berdiri dan berjalan ke dekat ranjang yang jaraknya agak jauh dari sofa. “Hah, tapi perlu diingat. Ini adalah pertama kalinya juga untukku dalam melakukan hal se-aneh ini.”

Andra - Royal Chamber.

Tatapan Valentina pun mulai bersemangat sesaat Indra berubah menjadi Andra. Dan dengan begitu, ia pun langsung bangkit dari sofa dan langsung menubruk tubuh Andra dengan seketika.

Andra sementara itu yang dirinya masih belum siap dan masih terasa aneh dengan tubuh hasil polymorph-nya, tiba-tiba langsung terjatuh ke arah ranjang dengan Valentina yang sudah berada di atas tubuhnya, memegang kedua tangannya erat-erat dengan tatapan penuh nafsu.

Valentina dengan ganasnya pun langsung mencium Andra tanpa ampun dan tanpa memberi kesempatan untuk bicara.

Dan pada malam itu, Indra (Andra) untuk pertama kali dalam hidupnya pun akhirnya bisa merasakan teknik guntingan yang selama ini hanya bisa ia lihat di dalam video. Bukan teknik guntingan dari pencak silat, melainkan dari “perguruan” yang berbeda.

********.

Agamemnon The High Priest

Di Sozopolis, seorang pria yang sangat tua sedang berlutut di depan altar yang di belakangnya terdapat patung lima dewa utama dari pantheon naga putih. Ia berdoa dengan khusyu dan dengan suara yang pelan. Matanya yang memejam seperti tidak menghiraukan sekitarnya, bahkan membuatnya tidak sadar bahwa dua sosok gelap yang tertutupi bayangan malam berjalan di belakangnya.

“Baiklah, pak tua. Kamu tidak akan mendapatkan jawaban apapun karena mereka akan terus menutup diri mereka karena rasa ketakutan mereka terhadap seorang Dewa dari semesta lain,” ucap sang sosok gelap yang seorang wanita.

“Benar … bagaimana jika kamu pergi bersama kami? Dan kami pastinya akan membantu kamu dalam membalaskan dendam Dewa— tidak, Dewi kamu yang malang itu,” ucap sosok gelap yang lain, dan dia adalah pria. “Dewa Kami sudah menjanjikan itu, loh. Jadi tunggu apa lagi?”

“Hmmm, sebenarnya dia seorang Dewa atau Dewi, sih?”

“Hahahah, aku juga tidak tahu.”

Agamemnon menoleh dengan ekspresi jengkelnya. “Kalau aku ikut bersama kalian, lalu apa yang akan kalian dapat? Pastinya kalian bukanlah tipe orang yang suka menjadi sukarelawan, bukan?”

“Dengar, pak tua,” ucap sang sosok pria. “Ini hanyalah sebuah permainan bagi mereka. Jadi kau, kami, tidak ada yang perlu tahu apa yang akan aku atau dewa kami dapatkan. Mengerti? Kita hanyalah pion, dan kamu harus mengakuinya.”

“Apakah kejadian di masa primordial akan terjadi lagi?” Tanya Agamemnon.

“Entahlah, kenapa harus dipikirkan.”

Sang sosok wanita pun berjalan lebih dekat sambil mengulurkan tangannya. “Ayolah, jangan menunda waktu lebih lama lagi. Bergabunglah! Di dalam permainan pantheon, aku yakin kamu akan mendapatkan ganjaran yang sepadan.” Dari gelapnya malam, wanita itu tetap terlihat raut wajahnya yang tersenyum.

Agamemnon pun tampak ragu untuk sesaat dengan menunduk dan mengerutkan keningnya. Lalu, tak lama, ia pun mendongak dengan tatapan yang sungguh-sungguh sambil meraih tangan sang sosok wanita.

“Selamat datang ke dalam permainan-Nya,” ucap sang sosok wanita sambil menarik tangan Agamemnon untuk berdiri.

*********.

Bersambung …

Lore sisipan :

Masa-masa Primordial (n.) dijelaskan dari buku-buku sejarah dan kita-kitab, masa-masa ini adalah sebuah masa dimana penanggalan dewa lama belum diterapkan, dan para dewa masih lah merupakan simbol belaka. Mereka sudah ada, tetapi keikutan campur mereka pada dunia fana belumlah terjadi. Di masa ini pernah terjadi sebuah serangan dahsyat dari Dewa yang berasal dari semesta lain, yang mana membuat dewa-dewa lama di masa itu akhirnya turun tangan untuk membantu manusia di dunia. Mereka mengajarkan para manusia untuk menembus batasan mereka dengan menjadi Maestro dan seterusnya. Dan peperangan mereka, memerlukan waktu ratusan ribu tahun untuk benar-benar mengalahkan para dewa dari semesta lain itu.

Para monster yang masih berkeliaran sampai sekarang, di luar dari dari dua kutub, juga dikatakan bahwa mereka adalah merupakan hasil dari sisa-sisa makhluk ciptaan dewa-dewa dari semesta lain itu. Meskipun di Balkia (mencakupi seluruh benua yuria) monster-monster sudah sangatlah langka, tetapi di wilayah-wilayah di benua Neomora dan Eres, mereka masih lah banyak dan berkeliaran bebas.

********.

kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!

Episodes
1 Chp. 1 - Indra : A Desperate Man
2 Chp. 2 - Indra : Traveling Through Dimensions
3 Chp. 3 - Indra : Arrival
4 Chp. 4 - Indra : Antipolis
5 Chp. 5 - Indra : Antipolis II
6 Chp. 6 - Indra : Realization
7 Chp. 7 - Valentina : Red Empress
8 Chp. 8 - Indra : Life in a Strange New World
9 Chp. 9 - Indra : And Two Beauties
10 Chp. 10 - Metikulus : Bloody Maestro
11 Chp. 11 - Indra : Auction Day
12 Chp. 12 - Metikulus : Auction Day
13 Chp. 13 - Indra : Auction Day II
14 Chp. 14 - Indra : Auction Day III
15 Chp. 15 - Valentina : She Owns Everything
16 Chp. 16 - Indra : and The Red Empress
17 Chp. 17 - Indra : and The Red Empress II
18 Chp. 18 - Indra : Reconciliation
19 Chp. 19 - Indra and Valentina
20 Chp. 20 - Indra : New Life as Empress’s Husband
21 Chp. 21 - Indra : A Quest
22 Chp. 22 - Indra : a Quest II
23 Chp. 23 - Indra : A Quest III
24 Chp. 24 - Indra : Ordo of Rebels
25 Chp. 25 - Valentina : Afternoon Tea
26 Chp. 26 - Valentina : The Waiting and The Tragedy
27 Chp. 27 - Valentina : The Waiting and The Tragedy II
28 Chp. 28 - Indra : The Day He Lost
29 Chp. 29 - Julius : Two Responsibilities
30 Chp, 30 - Julius : A Task
31 Chp. 31 - Lucia : Daughter of Julius
32 Chp. 32 - Indra : God Among Men I
33 chp. 33 - Indra : God Among Men II
34 Chp. 34 - Indra : God Among Men III
35 chp. 35 - Indra : Indraprasta Pantheon I
36 Chp. 36 – Indra : Indraprasta Pantheon II
37 Chp. 37 – Indra : Indraprasta Pantheon III
38 Chp. 38 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise
39 Chp. 39 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise II
40 Chp. 40 – Indra : Indraprasta Pantheon IV
41 Chp. 41 – Indra : Indraprasta Pantheon V
42 Chp. 42 – Indra : Indraprasta Pantheon VI
43 Chp. 43 – Indra : Dimensional Problem I
44 Chp. 44 – Indra : Dimensional Problem II
45 Chp. 45 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels.
46 Chp. 46 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels II
47 Chp. 47 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels III
48 Chp. 48 – Indra : Purge of the Infidels!
49 Chp. 49 – Indra : Gods have a life too!
50 Chp. 50 – Indra : The Great Temple of Indraprasta
51 Chp. 51 – Indra : Pantheons Cleansing!
52 Chp. 52 – Indra : Pantheons Cleansing! II
53 Chp. 53 – Indra : Dimensional Problem III
54 Chp. 54 – Indra : Dimensional Plans
55 Chp. 55 – Indra : Dimensional Plans II
56 Chp. 56 – Indra : Versus Cheat
57 Chp. 57 – Indra : Dimensional Plans III
58 Chp. 58 – Indra : The Cause
59 Chp. 59 – Indra : Silurian Hypothesis
60 Chp. 60 – Throst : God of Ice
61 Chp. 61 – Throst : NTR'ed
62 Chp. 62 – Indra : The Annihiliation
63 Chp. 63 – Indra : Last Aggression
64 Chp. 64 – Indra : The Higher Apotheosis
65 Intermezo 1 – Gods and Kings
66 Intermezo 2 – Temple of Indraprastha
67 Intermezo 3 – Heroes
68 Season 2 Intro : New Era
69 Chp. 65 – Alister : Exodus
70 Chp. 66 – Alister : Drama Lessons I
71 Chp. 67 – Alister : Drama Lessons II
72 Chp. 68 – Alister : Drama Lessons III
73 Chp. 69 – Novia : Unpleasant Meeting
74 Chp. 70 – Novia : The Facade I
75 Chp. 71 – Novia : The Facade II
76 Chp. 72 – Novia : The Facade III
77 Chp. 73 – Novia : The Facade IV
78 Chp. 74 – Laurentin : Malevolent
79 Chp. 75 – Laurentin : Awkward Journey I
80 Chp. 76 – Laurentin : Awkward Journey II
81 Chp. 77 – Laurentin : Dark Magic
82 Alasan Belum/jarang Up
83 Chp. 78 – Laurentin : Obsession
84 Chp. 79 – Novia : Agony in a Secret Room
85 Chp. 80 – Novia : Puppeteer
86 Chp. 81 – Alister : What a First Time
87 Chp. 82 – Alister : Arrogant Kid
88 Chp. 83 – Alister : Mage Battle
89 Chp. 84 – Novia : Knight Battle
90 Chp. 85 – Novia : Contemplating
91 Chp. 86 – Novia : Immoral Approach I
92 Chp. 87 – Novia : Immoral Approach II
93 Chp. 88 – Alister : a Letter to a Sister
94 Chp. 89 – Alister : Misery in Folkoga
95 Chp. 90 – Alister : Death in the Valley of Eir
96 Chp. 91 – Alister : Chaos in Agappe
97 Chp. 92 – Alister : Brutally Beaten
98 Chp. 93 – Alister : Search For A Sister
99 Chp. 94 – Anya : The Guild Master
100 Chp. 95 – Alister : A Commitment I
101 Chp. 96 – Alister : A Commitment II
102 Chp. 97 - Alister : Ambushed
103 Chp. 98 – Anya : Different Circumtances
104 Chp. 99 – Anya : The Heraldress
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chp. 1 - Indra : A Desperate Man
2
Chp. 2 - Indra : Traveling Through Dimensions
3
Chp. 3 - Indra : Arrival
4
Chp. 4 - Indra : Antipolis
5
Chp. 5 - Indra : Antipolis II
6
Chp. 6 - Indra : Realization
7
Chp. 7 - Valentina : Red Empress
8
Chp. 8 - Indra : Life in a Strange New World
9
Chp. 9 - Indra : And Two Beauties
10
Chp. 10 - Metikulus : Bloody Maestro
11
Chp. 11 - Indra : Auction Day
12
Chp. 12 - Metikulus : Auction Day
13
Chp. 13 - Indra : Auction Day II
14
Chp. 14 - Indra : Auction Day III
15
Chp. 15 - Valentina : She Owns Everything
16
Chp. 16 - Indra : and The Red Empress
17
Chp. 17 - Indra : and The Red Empress II
18
Chp. 18 - Indra : Reconciliation
19
Chp. 19 - Indra and Valentina
20
Chp. 20 - Indra : New Life as Empress’s Husband
21
Chp. 21 - Indra : A Quest
22
Chp. 22 - Indra : a Quest II
23
Chp. 23 - Indra : A Quest III
24
Chp. 24 - Indra : Ordo of Rebels
25
Chp. 25 - Valentina : Afternoon Tea
26
Chp. 26 - Valentina : The Waiting and The Tragedy
27
Chp. 27 - Valentina : The Waiting and The Tragedy II
28
Chp. 28 - Indra : The Day He Lost
29
Chp. 29 - Julius : Two Responsibilities
30
Chp, 30 - Julius : A Task
31
Chp. 31 - Lucia : Daughter of Julius
32
Chp. 32 - Indra : God Among Men I
33
chp. 33 - Indra : God Among Men II
34
Chp. 34 - Indra : God Among Men III
35
chp. 35 - Indra : Indraprasta Pantheon I
36
Chp. 36 – Indra : Indraprasta Pantheon II
37
Chp. 37 – Indra : Indraprasta Pantheon III
38
Chp. 38 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise
39
Chp. 39 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise II
40
Chp. 40 – Indra : Indraprasta Pantheon IV
41
Chp. 41 – Indra : Indraprasta Pantheon V
42
Chp. 42 – Indra : Indraprasta Pantheon VI
43
Chp. 43 – Indra : Dimensional Problem I
44
Chp. 44 – Indra : Dimensional Problem II
45
Chp. 45 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels.
46
Chp. 46 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels II
47
Chp. 47 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels III
48
Chp. 48 – Indra : Purge of the Infidels!
49
Chp. 49 – Indra : Gods have a life too!
50
Chp. 50 – Indra : The Great Temple of Indraprasta
51
Chp. 51 – Indra : Pantheons Cleansing!
52
Chp. 52 – Indra : Pantheons Cleansing! II
53
Chp. 53 – Indra : Dimensional Problem III
54
Chp. 54 – Indra : Dimensional Plans
55
Chp. 55 – Indra : Dimensional Plans II
56
Chp. 56 – Indra : Versus Cheat
57
Chp. 57 – Indra : Dimensional Plans III
58
Chp. 58 – Indra : The Cause
59
Chp. 59 – Indra : Silurian Hypothesis
60
Chp. 60 – Throst : God of Ice
61
Chp. 61 – Throst : NTR'ed
62
Chp. 62 – Indra : The Annihiliation
63
Chp. 63 – Indra : Last Aggression
64
Chp. 64 – Indra : The Higher Apotheosis
65
Intermezo 1 – Gods and Kings
66
Intermezo 2 – Temple of Indraprastha
67
Intermezo 3 – Heroes
68
Season 2 Intro : New Era
69
Chp. 65 – Alister : Exodus
70
Chp. 66 – Alister : Drama Lessons I
71
Chp. 67 – Alister : Drama Lessons II
72
Chp. 68 – Alister : Drama Lessons III
73
Chp. 69 – Novia : Unpleasant Meeting
74
Chp. 70 – Novia : The Facade I
75
Chp. 71 – Novia : The Facade II
76
Chp. 72 – Novia : The Facade III
77
Chp. 73 – Novia : The Facade IV
78
Chp. 74 – Laurentin : Malevolent
79
Chp. 75 – Laurentin : Awkward Journey I
80
Chp. 76 – Laurentin : Awkward Journey II
81
Chp. 77 – Laurentin : Dark Magic
82
Alasan Belum/jarang Up
83
Chp. 78 – Laurentin : Obsession
84
Chp. 79 – Novia : Agony in a Secret Room
85
Chp. 80 – Novia : Puppeteer
86
Chp. 81 – Alister : What a First Time
87
Chp. 82 – Alister : Arrogant Kid
88
Chp. 83 – Alister : Mage Battle
89
Chp. 84 – Novia : Knight Battle
90
Chp. 85 – Novia : Contemplating
91
Chp. 86 – Novia : Immoral Approach I
92
Chp. 87 – Novia : Immoral Approach II
93
Chp. 88 – Alister : a Letter to a Sister
94
Chp. 89 – Alister : Misery in Folkoga
95
Chp. 90 – Alister : Death in the Valley of Eir
96
Chp. 91 – Alister : Chaos in Agappe
97
Chp. 92 – Alister : Brutally Beaten
98
Chp. 93 – Alister : Search For A Sister
99
Chp. 94 – Anya : The Guild Master
100
Chp. 95 – Alister : A Commitment I
101
Chp. 96 – Alister : A Commitment II
102
Chp. 97 - Alister : Ambushed
103
Chp. 98 – Anya : Different Circumtances
104
Chp. 99 – Anya : The Heraldress

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!