Chp. 14 - Indra : Auction Day III

Di lorong menuju tribun VVIP, Indra berjalan di depan sementara Alisa dan Sophia berjalan di belakangnya. Dengan langkah yang berat, cepat namun terhitung dengan tegas, Indra berjalan dengan gagah sementara dua wanita cantik yang ada di belakangnya tampak berusaha mengikuti langkah kakinya yang lebar, dan keduanya tampak menahan nafas mereka yang berat.

“Haa … haa … apa yang terjadi dengan tuan Indra?” Tanya Sophia.

Alisa tidak menjawab sementara ekspresi lelah yang berusaha ia sembunyikan mulai terlihat samar.

“Apakah kalian membicarakan sesuatu sewaktu di perjalanan?” Sophia Kembali bertanya. “Haa … aku tertidur sih, tadi, jadinya aku terlewat dengan obrolan kalian.”

Kemudian sesampainya di depan pintu tribun VVIP, seorang pelayan wanita yang sudah menunggu pun mulai membukakan pintu untuk mereka bertiga, dan Indra pun langsung berjalan masuk.

Sesaat baru melangkahkan kakinya ke dalam, ia melihat seorang pria pucat duduk di kursi yang lain. Indra kemudian secara reflek langsung menggunakan “absolute identification” -nya untuk memeriksa informasi pria tersebut.

“Hm,” gumam Indra sambil mengelus dagunya sesaat seluruh informasi tentang pria itu muncul di hadapannya. Pria ini, Metikulus, sangatlah lemah. Aku pikir dia akan lebih kuat dari yang aku kira, mengingat dia adalah seorang vampir. Bahkan attributes-nya tidak ada yang sampai tiga digit.

Metikulus yang sudah berdiri sesaat Indra baru memasuki ruangan, pun mulai berjalan menghampiri sambil menjulurkan tangan kirinya ke depan dengan kepala dan pandangan yang menunduk.

Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia ingin menyetop ku untuk masuk? Pikir Indra yang melihat tangan Metikulus yang justru seperti menghalangi jalannya. “Apa Yang sedang kau lakukan? Jangan menghalangi jalanku,” lanjutnya dengan nada jengkel. Dan Metikulus pun langsung secara spontan menepi dan memberinya jalan begitu saja.

Indra pun duduk di kursinya, lalu diikuti dengan dua wanita cantik yang berjalan bersamanya. Lalu, di saat baru saja ia duduk, sebuah pesan pun muncul.

[Skill milik Metikulus mencoba mengorek isi pikiran sang Entitas. Pasif pun dengan mudah berhasil menggagalkan usaha Metikulus.]

Indra yang mengetahui dirinya sedang ingin dibaca pikirannya pun langsung menutup mulutnya dengan tangannya, sementara ia tersenyum lebar. “Ohhh … apa yang sedang dia inginkan? Belum apa-apa sudah hostile saja. Apakah aku harus meng-counter-nya?” ia berbisik.

Indra pun mengurungkan niatnya, karena bukan itu alasan dia datang kesini. Mari kita lihat, siapa yang akan membeli barang yang dianggap seberbahaya itu. Aku penasaran, sebenarnya seberapa legendarisnya emas celestial di dunia.

...****************...

Acara pelelangan pun digelar, dan langsung diawali dengan barang-barang yang termurah. Dan kebanyakan barang yang dilelang, ternyata adalah barang-barang hasil sitaan para penghutang. Tunggu … ini kenapa jadi seperti pegadaian? Padahal aku sempat berharap akan ada artefak-artefak yang mungkin akan berguna, tsk.

Indra yang sempat kecewa pun tiba-tiba dibuat tertarik dengan sebuah pedang yang mulai dipertontonkan di atas panggung.

“Selanjutnya adalah sebuah pedang peninggalan dari Transendental Turrin dari era beruang!” Ucap sang pembawa acara dengan semangatnya. “Kita mulai dari 300 dinar!”

“Woaahh, pedang milik Transendental?” Beberapa orang yang ada di tribun bawah pun terpukau.

Indra pun penasaran dan langsung menggunakan “absolute identification”-nya untuk melihat kemampuan dari pedang tersebut. Namun sesaat informasi tentang pedang muncul, pedang tersebut hanya memiliki kemampuan berupa anti korosi, anti karat dan anti tumpul, yang mana itu adalah stats dasar pada semua pedang sihir di dalam game.

“Tsk, itu sih pedang biasa saja,” ucap Indra. “Siapa juga yang akan membeli pedang tersebut—”

Tiba-tiba Metikulus berdiri sambil mengangkat papan nomornya, sambil berteriak, “seribu dinar!”

Indra pun hanya menatap heran Metikulus. Wow, terkadang aku lupa kalau ini adalah dunia yang berbeda. haa … sepertinya hanya sampai disitu saja. Mana mungkin ada mau menaikkan harga lebih daripada—

1200!

1300!

Tiba-tiba suara para penawar pun saling berbunyi dan bersahutan.

Dan Indra pun hanya bisa bersandar, sambil bersantai tidak melakukan apa-apa. Sementara setiap kali barang lelangan digilir, Metikulus tampak dengan sesekali menatapnya dan juga dua wanita yang duduk menghimpitnya.

Beberapa lelang kemudian, barang terakhir nan spesial pun mulai dikeluarkan.

“Dan sekarang adalah barang terakhir yang akan mengguncang dunia! Sebuah artefak yang sangat, sangat, sangat langka! Ini adalah sebuah logam yang hanya ditemukan di cerita-cerita legenda! Ini adalah koin dinar yang terbuat dari emas Celestial! sebuah emas yang bahkan bisa membunuh transendental lemegeton! tuan-tuan dan nyonya-nyonya sekalian! ini dia, barang yang sudah kalian nanti-nantikan!” sang pembawa acara membuka kain hitam yang menutupi kotak kaca.

Para hadirin pun hanya terdiam, namun beberapa orang yang hadir tampak mata mereka berbinar-binar saat melihat koin dirham tersebut.

Kotak kaca pun dibuka. Kemudian sang pembawa acara sementara itu langsung mengeluarkan sebuah vial darah dari dalam sakunya. “Ini adalah darah dari Baginda permaisuri. Ahem … jika kalian bertanya kenapa kami memiliki darahnya, itu karena beliau sendiri yang meminta langsung untuk dibuktikan. Dan ngomong-ngomong, Beliau saat ini sedang mengikuti acara pelelangan ini sedari tadi melalui kristal komunikasi, heheh.” sang pembawa acara menjelaskan sambil menggaruk-garuk kepalanya, seakan merasa bersalah.

Metikulus sementara itu, tampak ingin berdiri dari kursinya dengan tatapan penasaran. Namun secara bersamaan, tampak jelas di wajahnya adalah ekspresi kekesalan.

Indra yang menyaksikan gelagat Metikulus pun hanya bisa memiringkan alisnya. Lalu ia pun memalingkan pandangannya dan mulai menatap Sophia. “Apakah ini hal biasa bagi seorang permaisuri ikut pelelangan seperti ini?”

Sophia yang ditanya seperti itu pun juga tampak ikut agak terkejut. “Sebenarnya tidak ada larangan beliau bisa ikut atau tidak, terlepas dari jabatan. Tapi hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dan aku tidak memberitahu siapapun kecuali ke para pelanggan VIP sampai VVIP saja. Sedangkan sang Permaisuri bukanlah pelanggan Venus. Sama sekali bukan pelanggan Venus. Meskipun Venus adalah satu-satunya cabang serikat dagang besar yang buka di Antipolis.”

“Haa … ya sudah, tidak apa-apa,” ucapnya, mengelus kepala Sophia. “Sepertinya koin dinar ku benar-benar menarik perhatian bahkan sang Permaisuri sekalipun. Hmmm, menarik.” Indra mulai tersenyum lebar dan mengelus dagunya.

Sementara itu, sang pembawa acara pun mulai menuangkan darah sang permaisuri ke koin dinar tersebut. Dan setetes darah itu pun langsung menguap secara cepat.

“Tidak mungkin … apakah itu benar-benar ….” Beberapa hadirin pun langsung mulai berbisik-bisik.

Metikulus tiba-tiba berteriak dan berdiri dari kursinya. “Satu juta dinar! Berikan itu kepadaku! Aku akan memberikanmu 1 juta dinar!”

Sang pembawa acara langsung menatap ke arah tribun VVIP dengan tatapan segan dan ketakutan, dan mulai berucap dengan gugup. “Ba-baiklah, satu juta … a-apakah ada lagi?”

Beberapa pelanggan pun langsung mengangkat nomor mereka sambil melemparkan harga mereka.

1 juta 500!

1 juta 600!

1 juta 900!

2 juta!

Dan seterusnya, sampai harga tertinggi yakni 10 juta pun berhasil diteriaki. Dan itu adalah suara milik sang Permaisuri merah dari sebuah kristal sihir yang dipangku oleh seorang penyihir berjubah biru gelap.

“Apakah tidak ada yang lain?” Tanya sang pembawa acara.

Semua pun terdiam.

“Baiklah!” Tok tok tok! Suara palu diketuk pun berbunyi sebagai tanda pengesahan harga.

Sementara itu, Metikulus tampak sangat kesal dengan seluruh urat yang ada di kepalanya timbul. Kini dirinya hanya bisa bersandar pada kaca tribun dengan kedua tangannya yang mengepal sambil dengan sesekali menggebrak kaca.

Indra pun berdiri. “Mari kita keluar dari sini.”

Metikulus yang masih sangat kesal dan jengkel, entah apa alasannya, tiba-tiba pun menatap Indra dengan tajam dan penuh kebencian. Giginya menggeretak keras sambil tersenyum lebar. Ia terlihat seperti orang yang sudah kehilangan akalnya.

Kemudian, diikuti dengan aura merah yang keluar dari setiap pori-porinya, Metikulus pun membentuk aura merah itu menjadi beberapa belati yang melayang di sekitar tubuhnya. Kemudian dengan tangan yang menggenggam erat, dengan urat nadi di kepala yang begitu mengencang, dengan tatapan penuh kebencian, ia pun langsung berjalan mendekat ke arah Indra.

“Kau … kau sedari tadi tidak ikut membeli apapun. Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau salah satu suruhan Baginda yang juga bertujuan untuk menyingkirkanku!?" Metikulus Mulai berbicara tidak masuk akal dengan dirinya yang tampak tidak terkendali. “Itu kau kan!? Orang gila yang tidak tahu takut, yang telah melemparkan sihir api tujuh hari yang lalu!? hah!! jadi, ledakan api itu … kau tembakkan ke langit dengan sengaja untuk—”

“Woi vampir! Bisakah kau diam?!” Ucap Indra dengan nada yang lebih berat, santai namun sangat mengancam dan mendominasi. “Kau sedari tadi sudah membuatku kesal, hah! tak hanya berisik saat menawar harga! kau juga sempat menghalangi jalanku!” lanjutnya sambil menggiring Sophia dan Alisa untuk berdiri di belakangnya.

Sementara itu, para pelayan wanita yang berdiri dari tadi pun mulai merasa tidak nyaman dan panik.

“T-tuan … mohon tenanglah!” Ucap salah satu pelayan berusaha menenangkan Metikulus.

Lalu tiba-tiba Metikulus langsung meluncurkan serangannya dengan hendak mencekik sang Pelayan, tetapi tangannya dengan cepat berhasil ditahan oleh Indra.

“Lepaskan! Atau ku bunuh seluruh orang yang ada di ruangan ini!” Ancam Metikulus sambil mengarahkan setiap belatinya kepada seluruh orang yang ada di dalam tribun VVIP, tak terkecuali Sophia dan Alisa.

“Sungguh … semenjak aku membunuh Egnis dan sadar bahwa dunia ini adalah dunia nyata, aku merasa enggan untuk berlaku kasar kepada siapapun, apalagi mengingat kekuatan yang aku miliki. Dan karena itu pula, aku tidak mau menjadi arogan atau semacamnya yang mana akan berakhir membuatku menjadi tirani jahat,” ucap Indra dengan kata-katanya yang presisi dan terhitung.

Metikulus yang mendengar itu pun langsung terkejut. Meskipun ia tidak mengerti apa yang dimaksud dengan “dunia nyata”, tetapi ia tahu betul siapa itu Egnis. “Hah! Kau hanya berbicara omong kosong saja! Egni? Kau membunuh Egni? Ahahaha, ya ya ya, aku sadar kau adalah orang yang kuat, tapi sampai membunuh seorang Dewa? Hahaha lucu sekali. Dasar manusia!”

Indra yang mendengar itu pun langsung tersenyum dengan begitu lebar. Kemudian dengan skillnya yang bernama “Absolute Dispel” pun langsung membuat seluruh aura yang ada pada Metikulus menghilang secara tiba-tiba.

Metikulus terkejut bukan main karena tidak hanya seluruh kemampuan menjadi tidak aktif secara paksa, ia juga tidak bisa kembali menggunakan kekuatannya itu.

“Apakah kau tahu siapa yang sedang kau hadapi sekarang?” Tanya Indra dengan tatapan tajam dan merendahkan.

“Si-siapa?” Secara spontan Metikulus menjawab seakan tubuhnya bukan lagi miliknya.

“Divine Presence, 0,0001% Aktif!” Ucap Indra, meskipun ia tidak perlu mengatakannya karena ia dapat melakukannya di luar kepala layaknya mengatur volume speaker.

Tiba-tiba seluruh orang yang ada di dalam gedung pelelangan pun langsung merasakan sesak nafas, tak terkecuali Sophia dan Alisa. Sementara itu, Metikulus yang mengalami kontak fisik secara langsung dengan Indra tiba-tiba merasakan seluruh tulangnya hancur berkeping-keping dan setiap selnya terlepas layaknya kulit yang terkelupas dan meleleh.

Itu adalah rasa sakit yang sangat diluar akal sehat, dan untuk pertama kalinya Metikulus rasakan. Ia tidak bisa berkata apa-apa sementara air matanya yang tidak pernah keluar itu pun mulai mengucur. Ia yang awalnya memiliki ketidakstabilan mental, kini berubah menjadi ketiadaan mental. Matanya pun berakhir dengan menatap kosong.

“Kau terlalu lemah!” Ucap Indra dan langsung membanting tubuh Metikulus yang sudah mati itu sambil menonaktifkan “divine presence”-nya. “Baru begitu saja sudah mati.”

Oh … sial, aku baru saja membunuh seseorang— vampir, lebih tepatnya.

Semuanya pun kembali normal. Semua orang bisa bernafas dengan normal sementara mereka tidak mengetahui apa yang terjadi barusan. Bahkan Sophia dan Alisa yang berada di dekatnya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi.

Tiba-tiba Julius bersama dengan beberapa kesatria maestro pun membuka pintu tribun VVIP, dan langsung masuk begitu saja.

“Tuan … Apakah anda yang bernama Tuan Indra sang Transendental dari timur?” Tanya Julius, tidak memperhatikan keadaan sekitar.

Indra yang masih belum membenarkan posturnya pasca melempar tubuh tak bernyawa Metikulus pun langsung menoleh. “Iya … itu saya.”

“Tuan … Saya ingin menginformasikan kepada anda bahwa ….” Julius mulai melirik ke arah tubuh Metikulus yang tergeletak tak bernyawa. “... Baginda permaisuri … mengundang … eh? Apa yang terjadi kepada tuan Metikulus?”

“Hehe, saya bisa menjelaskan.”

********.

Bersambung ….

********.

kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!

Terpopuler

Comments

Rainfall Cahya

Rainfall Cahya

heum... mantap indra

2023-10-23

1

lihat semua
Episodes
1 Chp. 1 - Indra : A Desperate Man
2 Chp. 2 - Indra : Traveling Through Dimensions
3 Chp. 3 - Indra : Arrival
4 Chp. 4 - Indra : Antipolis
5 Chp. 5 - Indra : Antipolis II
6 Chp. 6 - Indra : Realization
7 Chp. 7 - Valentina : Red Empress
8 Chp. 8 - Indra : Life in a Strange New World
9 Chp. 9 - Indra : And Two Beauties
10 Chp. 10 - Metikulus : Bloody Maestro
11 Chp. 11 - Indra : Auction Day
12 Chp. 12 - Metikulus : Auction Day
13 Chp. 13 - Indra : Auction Day II
14 Chp. 14 - Indra : Auction Day III
15 Chp. 15 - Valentina : She Owns Everything
16 Chp. 16 - Indra : and The Red Empress
17 Chp. 17 - Indra : and The Red Empress II
18 Chp. 18 - Indra : Reconciliation
19 Chp. 19 - Indra and Valentina
20 Chp. 20 - Indra : New Life as Empress’s Husband
21 Chp. 21 - Indra : A Quest
22 Chp. 22 - Indra : a Quest II
23 Chp. 23 - Indra : A Quest III
24 Chp. 24 - Indra : Ordo of Rebels
25 Chp. 25 - Valentina : Afternoon Tea
26 Chp. 26 - Valentina : The Waiting and The Tragedy
27 Chp. 27 - Valentina : The Waiting and The Tragedy II
28 Chp. 28 - Indra : The Day He Lost
29 Chp. 29 - Julius : Two Responsibilities
30 Chp, 30 - Julius : A Task
31 Chp. 31 - Lucia : Daughter of Julius
32 Chp. 32 - Indra : God Among Men I
33 chp. 33 - Indra : God Among Men II
34 Chp. 34 - Indra : God Among Men III
35 chp. 35 - Indra : Indraprasta Pantheon I
36 Chp. 36 – Indra : Indraprasta Pantheon II
37 Chp. 37 – Indra : Indraprasta Pantheon III
38 Chp. 38 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise
39 Chp. 39 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise II
40 Chp. 40 – Indra : Indraprasta Pantheon IV
41 Chp. 41 – Indra : Indraprasta Pantheon V
42 Chp. 42 – Indra : Indraprasta Pantheon VI
43 Chp. 43 – Indra : Dimensional Problem I
44 Chp. 44 – Indra : Dimensional Problem II
45 Chp. 45 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels.
46 Chp. 46 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels II
47 Chp. 47 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels III
48 Chp. 48 – Indra : Purge of the Infidels!
49 Chp. 49 – Indra : Gods have a life too!
50 Chp. 50 – Indra : The Great Temple of Indraprasta
51 Chp. 51 – Indra : Pantheons Cleansing!
52 Chp. 52 – Indra : Pantheons Cleansing! II
53 Chp. 53 – Indra : Dimensional Problem III
54 Chp. 54 – Indra : Dimensional Plans
55 Chp. 55 – Indra : Dimensional Plans II
56 Chp. 56 – Indra : Versus Cheat
57 Chp. 57 – Indra : Dimensional Plans III
58 Chp. 58 – Indra : The Cause
59 Chp. 59 – Indra : Silurian Hypothesis
60 Chp. 60 – Throst : God of Ice
61 Chp. 61 – Throst : NTR'ed
62 Chp. 62 – Indra : The Annihiliation
63 Chp. 63 – Indra : Last Aggression
64 Chp. 64 – Indra : The Higher Apotheosis
65 Intermezo 1 – Gods and Kings
66 Intermezo 2 – Temple of Indraprastha
67 Intermezo 3 – Heroes
68 Season 2 Intro : New Era
69 Chp. 65 – Alister : Exodus
70 Chp. 66 – Alister : Drama Lessons I
71 Chp. 67 – Alister : Drama Lessons II
72 Chp. 68 – Alister : Drama Lessons III
73 Chp. 69 – Novia : Unpleasant Meeting
74 Chp. 70 – Novia : The Facade I
75 Chp. 71 – Novia : The Facade II
76 Chp. 72 – Novia : The Facade III
77 Chp. 73 – Novia : The Facade IV
78 Chp. 74 – Laurentin : Malevolent
79 Chp. 75 – Laurentin : Awkward Journey I
80 Chp. 76 – Laurentin : Awkward Journey II
81 Chp. 77 – Laurentin : Dark Magic
82 Alasan Belum/jarang Up
83 Chp. 78 – Laurentin : Obsession
84 Chp. 79 – Novia : Agony in a Secret Room
85 Chp. 80 – Novia : Puppeteer
86 Chp. 81 – Alister : What a First Time
87 Chp. 82 – Alister : Arrogant Kid
88 Chp. 83 – Alister : Mage Battle
89 Chp. 84 – Novia : Knight Battle
90 Chp. 85 – Novia : Contemplating
91 Chp. 86 – Novia : Immoral Approach I
92 Chp. 87 – Novia : Immoral Approach II
93 Chp. 88 – Alister : a Letter to a Sister
94 Chp. 89 – Alister : Misery in Folkoga
95 Chp. 90 – Alister : Death in the Valley of Eir
96 Chp. 91 – Alister : Chaos in Agappe
97 Chp. 92 – Alister : Brutally Beaten
98 Chp. 93 – Alister : Search For A Sister
99 Chp. 94 – Anya : The Guild Master
100 Chp. 95 – Alister : A Commitment I
101 Chp. 96 – Alister : A Commitment II
102 Chp. 97 - Alister : Ambushed
103 Chp. 98 – Anya : Different Circumtances
104 Chp. 99 – Anya : The Heraldress
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Chp. 1 - Indra : A Desperate Man
2
Chp. 2 - Indra : Traveling Through Dimensions
3
Chp. 3 - Indra : Arrival
4
Chp. 4 - Indra : Antipolis
5
Chp. 5 - Indra : Antipolis II
6
Chp. 6 - Indra : Realization
7
Chp. 7 - Valentina : Red Empress
8
Chp. 8 - Indra : Life in a Strange New World
9
Chp. 9 - Indra : And Two Beauties
10
Chp. 10 - Metikulus : Bloody Maestro
11
Chp. 11 - Indra : Auction Day
12
Chp. 12 - Metikulus : Auction Day
13
Chp. 13 - Indra : Auction Day II
14
Chp. 14 - Indra : Auction Day III
15
Chp. 15 - Valentina : She Owns Everything
16
Chp. 16 - Indra : and The Red Empress
17
Chp. 17 - Indra : and The Red Empress II
18
Chp. 18 - Indra : Reconciliation
19
Chp. 19 - Indra and Valentina
20
Chp. 20 - Indra : New Life as Empress’s Husband
21
Chp. 21 - Indra : A Quest
22
Chp. 22 - Indra : a Quest II
23
Chp. 23 - Indra : A Quest III
24
Chp. 24 - Indra : Ordo of Rebels
25
Chp. 25 - Valentina : Afternoon Tea
26
Chp. 26 - Valentina : The Waiting and The Tragedy
27
Chp. 27 - Valentina : The Waiting and The Tragedy II
28
Chp. 28 - Indra : The Day He Lost
29
Chp. 29 - Julius : Two Responsibilities
30
Chp, 30 - Julius : A Task
31
Chp. 31 - Lucia : Daughter of Julius
32
Chp. 32 - Indra : God Among Men I
33
chp. 33 - Indra : God Among Men II
34
Chp. 34 - Indra : God Among Men III
35
chp. 35 - Indra : Indraprasta Pantheon I
36
Chp. 36 – Indra : Indraprasta Pantheon II
37
Chp. 37 – Indra : Indraprasta Pantheon III
38
Chp. 38 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise
39
Chp. 39 – Aelteroth : Brain Eater in Disguise II
40
Chp. 40 – Indra : Indraprasta Pantheon IV
41
Chp. 41 – Indra : Indraprasta Pantheon V
42
Chp. 42 – Indra : Indraprasta Pantheon VI
43
Chp. 43 – Indra : Dimensional Problem I
44
Chp. 44 – Indra : Dimensional Problem II
45
Chp. 45 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels.
46
Chp. 46 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels II
47
Chp. 47 – Valentina : Terisus, Ordo of Rebels III
48
Chp. 48 – Indra : Purge of the Infidels!
49
Chp. 49 – Indra : Gods have a life too!
50
Chp. 50 – Indra : The Great Temple of Indraprasta
51
Chp. 51 – Indra : Pantheons Cleansing!
52
Chp. 52 – Indra : Pantheons Cleansing! II
53
Chp. 53 – Indra : Dimensional Problem III
54
Chp. 54 – Indra : Dimensional Plans
55
Chp. 55 – Indra : Dimensional Plans II
56
Chp. 56 – Indra : Versus Cheat
57
Chp. 57 – Indra : Dimensional Plans III
58
Chp. 58 – Indra : The Cause
59
Chp. 59 – Indra : Silurian Hypothesis
60
Chp. 60 – Throst : God of Ice
61
Chp. 61 – Throst : NTR'ed
62
Chp. 62 – Indra : The Annihiliation
63
Chp. 63 – Indra : Last Aggression
64
Chp. 64 – Indra : The Higher Apotheosis
65
Intermezo 1 – Gods and Kings
66
Intermezo 2 – Temple of Indraprastha
67
Intermezo 3 – Heroes
68
Season 2 Intro : New Era
69
Chp. 65 – Alister : Exodus
70
Chp. 66 – Alister : Drama Lessons I
71
Chp. 67 – Alister : Drama Lessons II
72
Chp. 68 – Alister : Drama Lessons III
73
Chp. 69 – Novia : Unpleasant Meeting
74
Chp. 70 – Novia : The Facade I
75
Chp. 71 – Novia : The Facade II
76
Chp. 72 – Novia : The Facade III
77
Chp. 73 – Novia : The Facade IV
78
Chp. 74 – Laurentin : Malevolent
79
Chp. 75 – Laurentin : Awkward Journey I
80
Chp. 76 – Laurentin : Awkward Journey II
81
Chp. 77 – Laurentin : Dark Magic
82
Alasan Belum/jarang Up
83
Chp. 78 – Laurentin : Obsession
84
Chp. 79 – Novia : Agony in a Secret Room
85
Chp. 80 – Novia : Puppeteer
86
Chp. 81 – Alister : What a First Time
87
Chp. 82 – Alister : Arrogant Kid
88
Chp. 83 – Alister : Mage Battle
89
Chp. 84 – Novia : Knight Battle
90
Chp. 85 – Novia : Contemplating
91
Chp. 86 – Novia : Immoral Approach I
92
Chp. 87 – Novia : Immoral Approach II
93
Chp. 88 – Alister : a Letter to a Sister
94
Chp. 89 – Alister : Misery in Folkoga
95
Chp. 90 – Alister : Death in the Valley of Eir
96
Chp. 91 – Alister : Chaos in Agappe
97
Chp. 92 – Alister : Brutally Beaten
98
Chp. 93 – Alister : Search For A Sister
99
Chp. 94 – Anya : The Guild Master
100
Chp. 95 – Alister : A Commitment I
101
Chp. 96 – Alister : A Commitment II
102
Chp. 97 - Alister : Ambushed
103
Chp. 98 – Anya : Different Circumtances
104
Chp. 99 – Anya : The Heraldress

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!