Lima hari sejak Indra sadar bahwa dunia fantasi ini adalah kenyataan barunya, Alisa terus melayaninya dengan penuh kepatuhan dan nafsu di dalam kamar penginapan yang ia sewakan kepadanya. Setiap tiga hari sekali, ia masuk keluar kamar Indra untuk melayani— tidak, lebih tepatnya untuk memuaskan nafsu dirinya sebagai seorang istri yang ditinggal tugas oleh suaminya.
Dari hubungan layaknya Tuan dan budak itu, Indra juga akhirnya belajar bahwa hasrat tubuhnya bisa dikendalikan semudah seakan memiliki saklar pengendali.
Tepatnya di pagi hari, setelah semalam hanya bisa bermeditasi untuk menenangkan miliknya, Indra berhasil menemukan saklar pada alam bawah sadarnya itu, yang mana membuatnya bisa mengendalikan kapan ia akan berhasrat dan kapan dia akan mencapai puncak. Selain itu, ia juga bisa mematikan dan menghidupkan hasratnya semudah mematikan dan menyalakan lampu.
Setelah lima hari berhubungan dengan Alisa, dan selalu bergulat di kamarnya seperti tidak ada hal lain yang dilakukan, Indra belajar banyak hal tentang dunia ini di luar fungsi tubuhnya dari Alisa dan beberapa pelanggan di bar penginapannya. Khususnya tentang Maestro.
Maestro adalah mereka yang menembus batasan manusia dari pelatihan maupun ramuan ajaib. Dan mereka berasal dari dua tipe keahlian, yakni penyihir dan prajurit. Kekuatan mereka terukur dan terwakili dari setiap naik satu taraf adalah kelipatan dari taraf itu sendiri. Jika taraf 1 sama dengan dua kali kekuatan dari puncak kekuatan manusia biasa, maka taraf 2 adalah empat kali lebih kuat dan begitu seterusnya.
"Jadi … sang permaisuri, kamu bilang dia berada di ranah transendental dan sudah hidup lebih dari seribu tahun. Kira-kira seberapa kuat dia?" Indra berbaring sambil menatap langit-langit kamar, sementara Alisa berbaring di sebelah kanannya sambil memeluk dengan manja dengan lengan Indra yang ia gunakan sebagai bantal kepala.
Alisa mengusap pipinya ke dada telanjang Indra sambil tangan kirinya merasakan perut batu bata Indra sambil berbicara dengan pelan dan lembut. "Yaa … aku kurang tahu, sih. Hmmm, kenapa tidak kamu tanyakan langsung saja? Bukankah kamu seorang maestro yang berasal dari negeri timur?"
Indra untuk sesaat merasa kurang yakin dengan kemampuan sosialisasinya. Benar, ia dulunya adalah seorang pebisnis dan veteran perang yang suka berurusan dengan orang-orang yang memiliki kedudukan di atasnya, tapi itu sudah lama sekali. Apalagi mengingat ini adalah dunia nyata, salah bicara sedikit maka permasalahannya akan menjadi semakin rumit, tidak seperti AI dari NPC yang mudah ditebak dan diselesaikan.
"Oh iya, ini adalah hari terakhir aku menginap, ya?" ucap Indra dan mulai berpikir. Aku tidak tahu bahwa 1 dinar sama dengan 10 dirham, tidak seperti di game yg mana 1 dinar sama dengan 4 dirham. Dan sekarang aku hanya tinggal punya 5 dinar lagi dari Sophia.
Alisa kemudian bangkit dan duduk di sebelah Indra, dan mulai menggodanya dengan belaian tangannya yang lembut. "Kenapa tidak tinggal disini saja, kamu tidak perlu membayarnya. Tapi asalkan, kamu … ahem." Wajahnya mulai tersipu, padahal sudah 5 hari ini mereka berdua melakukannya.
Indra mengangkat tangannya dan mulai membelai pipi memerah Alisa. "Hmmm, jika itu mau kamu, apa boleh buat. Lalu bagaimana dengan suamimu?" Dengan senyumannya, Alisa pun merasa tergoda dan langsung menyambar bibirnya.
"Aku tidak peduli," ucap Alisa di antara jeda ciuman panasnya.
Setidaknya balik modal.
Setelah Alisa melepas sentuhan basah bibirnya, Indra kemudian mengeluarkan 1 keping dinar dari dalam inventarisnya. "Koin ini, apakah menurutmu akan laku?" Tanyanya.
Alisa memicingkan matanya, dan membuat darah saudagarnya bergejolak. Kemudian dengan cepat, tangannya langsung menyambar koin tersebut. "Ini … apakah ini dari negerimu? Koin ini indah sekali dengan ukiran intrikatnya, ini seakan aku sedang menyaksikan artefak dewa atau semacamnya," ucapnya, kemudian mulai menimbang-nimbang koin tersebut dengan tangannya. "Wow, bahkan bobotnya juga jauh lebih berat dari dinar pada umumnya."
"Ya, tentu saja lebih berat, ukurannya juga 2 kali lipat lebih besar," balas Indra, sementara dadanya tertindih oleh dada Alisa yang saat ini sedang telungkup di atasnya. "Ahem, jadi … apakah itu akan berguna?"
"Ini sih bukan berguna lagi, orang-orang pasti akan memperebutkannya. Oh iya, jika kamu memiliki banyak koin ini, jangan katakan kepada orang lain, jika tidak mau harganya menjadi turun. Aku sarankan, kamu menjualnya melaluiku dan aku bisa menukarnya setidaknya sebanyak 20 sampai 30 dinar Balkia. Bagaimana? Dan aku akan hanya mengambil 20℅-nya saja, hehehe."
"Mhm, kamu bisa menukarnya," ucap Indra mengangguk. Sepertinya aku akan hidup di dunia ini dengan penuh kedamaian dan kemudahan. Pikirnya, tersenyum tipis sambil melihat layar inventarisnya yang menunjukkan jumlah dinarnya saat ini adalah … tidak terukur.
*********.
Serikat dagang Venus, adalah serikat dagang terbesar kedua di Balkia dan berpusat di Aquantis. Mereka mempunyai cabang hampir di setiap kota besar maupun kecil di seluruh benua Yuria dan Neomora. Dan mereka juga menjadi satu-satunya serikat dagang besar yang membuka cabang di Antipolis.
Alisa sementara itu, sedang berada di ruang VIP di dalam gedung serikat dagang Venus, duduk menunggu seseorang terpercaya untuk menjual koin yang sudah Indra percayakan kepadanya.
"Silahkah, madam," ucap seorang pelayan sambil menuangkan secangkir teh dari dalam teko.
Alisa mengangguk sambil mengangkat cangkir yang ada di depannya, kemudian menyeruput dengan elegan. Bersamaan dengan itu, sang pelayan menaruh tekonya dan kemudian keluar dari ruangan tersebut.
"Nyoya akan menemui anda sebentar lagi," ucap sang pelayan sambil menutup pintu geser.
Tak lama, pintu pun kembali terbuka dan Sophia masuk ke ruangan VIP tersebut. "Eh, kak Alisa, apakah kamu membutuhkan sesuatu? Aku pikir siapa."
Alisa hanya tersenyum sambil menaruh cangkir tehnya kembali ke atas meja. Lalu, secara santai mengeluarkan koin dinar pemberian Indra dari dalam kantungnya. "Apakah kamu bisa memeriksa ini? Aku yakin ini akan terjual sangat mahal."
Sophia kemudian duduk di kursi seberangnya. "Ini … dari mana ini kamu dapatkan?" Matanya tertuju pada koin dinar yang ada di atas meja. Kemudian sambil memakai sarung tangan, ia mulai menyentuh dan mengangkat koin tersebut. "Ini jauh lebih berat dari ukurannya. Bagaimana bisa?"
Alisa bersandar seakan dialah bosnya. "Wahai adikku, jadi bagaimana? Kamu berani bayar berapa?"
Sophia menghela nafas sambil kembali meletakkan koin tersebut. Lalu dari saku kanannya, kemudian ia mengeluarkan sebuah vial darah dan langsung meneteskannya ke koin tersebut.
Setelah diteteskan, darah tersebut secara cepat langsung mendidih dan menguap. Sophia pun terkejut dengan reaksi tersebut.
"Ini … kenapa malah mendidih?" Ucap Sophia bertanya-tanya, sementara Alisa hanya mengangkat bahunya. "Ini adalah darah yang di dalamnya mengandung Mana, dan seharusnya reaksi darahnya berubah menjadi jelly, tapi kenapa malah mendidih?" Lanjutnya dengan tatap mata yang semakin menajam.
Sophia pun menoleh sana-sini. Matanya menelisik setiap sudut ruangan yang dipenuhi dengan buku-buku.
"Tunggu sebentar," ucap Sophia langsung bangkit dan berjalan ke arah rak, lalu mengambil sebuah buku yang berjudul ; 5000 tahun peperangan kuno. Kemudian, ia pun kembali duduk di kursinya, dan langsung membuka buku tersebut.
"Mari kita lihat, aku mengingat betul pernah membacanya dari buku ini." Sophia terus membuka buku tersebut lembar demi lembar, sementara Alisa hanya memperhatikannya sambil minum teh.
"Ah ini dia!" Ucap Sophia. "Ini dia … dia yang telah membunuh Transendental Lemegeton dengan panahnya yang membuat kulitnya meleleh dan darahnya menguap. Dia yang menggunakan emas celestial untuk anak panahnya. Dia yang bahkan membuat Dewa Jupiter bersembunyi ke dalam dimensinya …. Ah ini dia. Emas celestial! Wah, aku pikir ini hanyalah dongeng belaka!"
"Hei, Sophia! Jadi kamu bisa membayar berapa untuk koin seindah itu?" Tanya Alisa merasa tidak sabaran.
"Tunggu, Kak!" Sophia secara spontan menaruh koin tersebut ke dalam sakunya.
Alisa mengerutkan keningnya dan langsung berusaha menggapai koin tersebut.
"Tunggu sebentar, kak! Ini adalah barang yang terbuat dari bahan legendaris dari jaman kuno!"
"Sophia! Kemarikan! Jika kamu tidak mau menjualnya, cepat—"
"Tunggu! Aku akan membelinya dengan satu juta dinar!"
Alisa yang mendengar itu sontak langsung tertegun sesaat. "Apakah kau yakin koin itu seberharga itu?!"
"Aku yakin! Mungkin jika ini dilelang, aku yakin harganya akan lebih meroket!"
"Benarkah? Wah! Aku akan menjadi kaya kalau begitu! Heheheh!"
"Tapi sebelum itu, aku ingin bertemu dengan orang yang telah memberikan ini kepadamu."
"Eh?"
Keduanya pun berdiri dengan saling tatap.
Alisa menggaruk kepalanya sambil memalingkan wajahnya. "Tapi sebelum itu, kamu harus berjanji padaku, bahwa kamu tidak akan mengatakannya kepada siapapun, bahkan kepada suamiku."
"Ehhh~ tampaknya kakakku ini sedang nakal-nakalnya ya," ucap Shopia dengan senyum ledekannya.
Alisa pun hanya memasang ekspresi malu dengan pipi yang memerah.
*******.
Bersambung ….
********.
kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
lance lor
bjir bini nya sagne an :v
2023-10-20
2
kanm
lanjut thor
2023-10-10
3