Malam hari ketika istana sudah sepi dengan para petugas istana yang beristirahat dan hanya meninggalkan beberapa penjaga saja, Indra dan Valentina kini duduk berdampingan di dalam kamar permaisuri di satu sofa panjang, untuk berbincang banyak hal tentang dunia ini, khususnya tentang pantheon.
Valentina menjelaskan banyak hal tentang pantheon, yang mana sebelumnya telah bersepakat bahwa dirinya tidak akan memberitahu siapapun tentang derajat kedewaan Indra. Meskipun pada awalnya ia merasa bingung tentang keputusan Indra pada saat itu, namun setelah Indra menjelaskan tentang bagaimana ia tidak memerlukan benefit apapun dari menjadi dewa, Valentina pun langsung paham dan menurut sedang dirinya tetap menjadi satu-satunya hamba sang Dewa Indra.
Dari perbincangan tentang pantheon-pantheon, diketahuilah bahwa di dunia ini terdapat tiga pantheon dewa lama dan dua pantheon dewa baru, serta dua pantheon dewa kejahatan. Pantheon dewa lama terdiri dari Terisus, Arendiir dan Kolosus. Pantheon dewa baru terdiri dari Naga putih dan Telaga merah. Sedangkan Pantheon kejahatan terdiri dari Kematian dan Kegelapan.
Diceritakan pula kepada Indra bahwa empat pantheon di luar dewa lama adalah bermula dari Dewa-dewi kecil yang berasal dari pantheon-pantheon dewa lama, yang kemudian naik menjadi Dewa utuh lalu membuat pantheon-pantheon mereka sendiri. Namun hal ini masihlah rumor, karena masih terdapat banyak versi terkait hal tersebut.
Pantheon-pantheon yang ada di dunia ini tidak semua berfokus pada kekuatan tempur tidak seperti di dalam game, namun lebih kepada keteraturan dan ilmu. Adapun pantheon yang berfokus pada kekuatan tempur antara lain adalah Terisus, Arendiir, Kematian dan Kegelapan. Dan umat-umat mereka lah yang justru sering berperang dengan motivasi kepercayaan, meskipun seluruh pantheon memiliki tendensi yang sama ketika umat-umat mereka sedang diusik, namun tetap, keempat pantheon inilah yang sering menonjol sebab dewa-dewa mereka sendiri kebanyakan adalah dewa-dewa yang berhubungan dengan peperangan. Seperti jupiter yang dijuluki sebagai dewa petir dan kerusakan.
Selain itu, Valentina juga menjelaskan bahwa dewa-dewa kecil adalah derajat dewa yang sering dijumpai di dunia karena mereka menghuni beberapa wilayah sebagai dewa pelindung (patron). Namun meskipun begitu, ia juga memberitahu bahwa, di Balkia saat ini, tidak terdapat dewa-dewa kecil, karena sudah terlalu banyak maestro yang lebih bisa menjaga makhluk fana dengan lebih nyata.
Mungkin satu-satunya yang masih ada di sekitar Balkia adalah dewa yang bernama Quamar, yakni sang Dewa Patron di Aquantis. Dia sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu, dan sudah menjaga pulau Aquantis sejak saat itu dari invasi monster-monster bawah laut seperti kraken, leviathan dan lain-lainnya. Quamar juga sering muncul ke permukaan untuk menerima persembahan dari warga Aquantis di hari-hari tertentu.
Setelah memperkenalkan pantheon-pantheon, kemudian Valentina juga memberitahu tentang masalah-masalah yang ditimbulkan oleh mereka, salah duanya adalah dari pantheon kegelapan dan kematian yang berada di kedua kutub.
Di utara adalah domain pantheon kegelapan yang setiap beberapa periode sering muncul makhluk-makhluk kegelapan yang setara dengan maestro taraf 10, atau bahkan transendental. Namun itu semua masih tidak seberapa karena frekuensi munculnya yang sangat langka jika dibandingkan dengan kutub selatan yang frekuensi nya jauh lebih tinggi. Meskipun serangan gerombolan (swarm) undead terjadi sangat sering di kutub utara, beruntungnya mereka cukup lemah untuk bisa diatasi bahkan oleh prajurit dan penyihir biasa sekalipun. Namun tetap, yang membuatnya sulit diatasi adalah karena frekuensi kemunculan dan jumlahnya yang tinggi.
Lalu di tengah penjelasan itu, Valentina pun memberitahu Indra bahwa seharusnya Metikulus dan pasukannya lah yang akan pergi ke selatan, kota benteng Zephirus, untuk mengurus serangan gerombolan undead.
“Bagaimana jika aku yang pergi ke selatan?” Tanya Indra sambil memegang gelas kaca berisi wine. “Namun sebagai gantinya, aku akan memiliki Zephirus.”
“A-apakah anda yakin?” Valentina Balik bertanya dengan agak gugup.
“Ya … aku akan melakukannya, asal Zephirus menjadi milikku.”
“Jika anda yang memilikinya … apakah kota itu nanti akan keluar dari otoritas kekaisaran?”
“Hmm, tidak perlu, sih,” ucap Indra dengan santainya sambil mulai menaruh gelas di atas meja yang ada di depannya kemudian bersandar. “Karena aku pikir, kamu sudah sangat baik memimpin negara ini. Tak kurang-kurang, kamu sudah memimpinnya selama seribu tahun lebih. Jadi, kenapa harus repot-repot aku yang harus mengurus sendirian.”
“Ta-tapi anda akan berada di bawah hamba,” tambah Valentina menunduk malu.
Indra kemudian menoleh ke arah Valentina sambil agak memiringkan badannya lalu mulai tersenyum. “Aku dengar, jika kita menikah secara politik, aku bisa berada sejajar dengan kamu, apakah itu benar? Tolong edukasinya, karena aku masih baru di dunia ini.”
“Anda sungguh rendah hati, wahai Dewa,” jawab Valentina memalingkan wajahnya karena tersipu. “Hamba hanya takut itu justru akan merendahkan anda.”
“Kenapa memangnya? Lagipula tidak ada yang tahu kalau aku adalah dewa. Dan juga, bukankah akan menjadi sangat menguntungkan untuk kekaisaran jika aku berada disisimu untuk memimpin dan memerintah bersama?” Jelas Indra sambil mulai menyentuh bahu Valentina yang terekspos. “Tapi jika kamu masih berat hati, kamu hanya perlu memikirkannya. Atau … jika kamu merasa sungkan untuk menikahi seorang dewa, meskipun hanya pernikahan politik, kenapa tidak tinggal memainkan peran saja sebagai tuan dan bawahan di depan orang lain? kita hanya tinggal memainkan peran dengan diriku sebagai Tuan penguasa Zephirus, dan dirimu sebagai … ya … permaisuri.”
“Nnghh … semua saran anda sebenarnya sama sekali tidak memberatkan, bahkan hamba lebih baik jika memilih pilihan pertama, walaupun itu pernikahan yang sebenarnya sekalipun. Karena memiliki keturunan setengah dewa, siapa yang sudi menolak? Namun masalahnya, hamba … hamba lebih suka dengan wanita, wahai Dewa. Saya punya trauma sendiri jika berhubungan dengan seorang Pria.” Valentina mengatakannya seakan ia sedang berharap dengan wajah tersipu nya, meskipun itu adalah curhatan tragedinya.
“Ohhhhh … aku paham, aku paham,” ucap Indra mengangguk. Kemudian, ia pun mengingat ke belakang dan sekelebat, ia tiba-tiba menyadari bahwa ada satu kemampuan spesial yang berhasil ia dapatkan dan tidak termasuk ke dalam salah satu dari gelar setelah ia membunuh Egni. Dan kemampuan itu mungkin cukup kompatibel untuk situasinya saat ini. “Jadi kamu lebih suka wanita ya … hmmm, apakah kamu hanya suka dengan tubuh wanita atau secara keseluruhan?” Tiba-tiba ia bertanya.
Valentina agak tersentak sesaat mendengar hal tersebut, kemudian dengan malu-malu ia pun lebih mengelaborasi. “Ngghh … hamba tidak terlalu peduli dengan sikap mereka, yang terpenting mereka cantik … dan … aku bisa memuaskan hasratku dengan mereka … ahem.”
Oke … Indra … jangan lakukan itu! Pikirannya kemudian mulai konflik dengan keinginannya saat ini. Dirinya yang teringat akan kemampuan Polymorph dan Partenogenesis milik Egni yang ia serap (refr : chapter 7), kini benar-benar mendorong rasa penasarannya melampaui pikiran dan moral. “Jika kamu mengatakan seperti itu sambil memasang wajah tersipu, kau akan benar-benar membuat Dewa ini tidak punya pilihan.” kemudian ia pun berdiri.
“Dewa Indra … Apa yang ingin anda lakukan?” Tanya Valentina melihat Indra tiba-tiba berdiri di hadapannya.
Indra kemudian tersenyum menatap Valentina dengan tatapan tajam dan penggodanya. Lalu bersamaan dengan itu, seakan tubuhnya masuk ke dalam sebuah robekan ruang, ia pun muncul kembali. Namun kini ia kembali dari robekan tersebut bukan sebagai Pria kekar, gagah dan tampan berjenggot merah, tetapi sebagai wanita berparas cantik dan seksi dengan rambut berwarna merah muda.
“Sekarang kamu bisa panggil aku, Andra,” ucapnya sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.
Valentina pun terkejut menjadi-jadi, sementara jantungnya hampir meledak karena terlalu terpukau dengan wanita yang kini sedang berdiri di hadapannya. Dan wanita itu adalah Indra yang menggunakan kemampuan Egni, yaitu Polymorph untuk merubah persona dan tubuhnya menjadi wanita bernama Andra.
“To-tolong nikahi Hamba, Wahai Dewi!” Valentina Tiba-tiba bersujud di kaki Andra dengan pipi memerah dan nafas yang berat dan berasap seperti seekor banteng.
*F*ck! Apa yang baru saja aku lakukan?! Padahal tidak perlu sampai sejauh ini! Baiklah sudah cukup sampai disini kalau begitu, aku tidak akan mencoba ataupun mencari tahu apa itu partenogenesis.
Andra (Indra)
********.
Bersambung ....
********.
kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Lucian
Huft episode yang sangat berat...
2024-07-26
0
Rainfall Cahya
semoker andra ..
2023-10-23
1
Leon Aveiro
what de hell 💀
2023-10-19
2