Indra - Antipolis
Di tengah kota Antipolis, kerumunan masyarakat yang berlalu lalang dalam melakukan aktivitas mereka, masihlah aktif meskipun hari sebentar lagi akan menjelang sore.
Indra, sementara itu, masih asik menikmati dan menelusuri kota. “Aku bisa merasakan dengan jelas atmosfernya … auranya … aromanya, ini benar-benar nyata.” ia berjalan sementara orang-orang yang melaluinya sibuk memperhatikannya. Mereka merasa kagum sekaligus heran dan terintimidasi dengan perawakan dan penampilannya.
Ia terus berjalan di antara keramaian. Sementara orang-orang yang merasakan kehadirannya, dan kebetulan berjalan di jalannya, langsung menepi memberikan Indra jalan. Beberapa dari warga yang melihatnya juga ikut membicarakannya.
“Itu siapa?” Salah satu wanita berbisik ke temannya.
“Entahlah … tapi pria itu terlihat tinggi … dan terlihat seperti bangsawan yang gagah.” wanita lain menjawab. “Dia terlihat sangat mengintimidasi, tapi juga tampan.”
Indra yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah kedua wanita itu.
“Hah, apakah dia melihat kita?”
Indra kemudian berjalan menuju kedua wanita itu.
“Selamat sore … apakah kalian tahu dimana tempat aku bisa menerima quest?” Tanya Indra.
Salah satu wanita tidak menjawab dan malah terpukau sesaat Indra berada di dekatnya. Sementara wanita yang lain merasa gugup, namun sempat menjawab.
“Ah … s-saya tidak tahu maksud anda, tuan.”
Indra pun mengerutkan keningnya. Ia merasa heran dengan para NPC yang tidak bisa memberi quest atau bahkan tahu makna dari Quest itu sendiri. Karena seharusnya, quest adalah kata lumrah di game.
“Haa, kalau begitu, apakah kalian tahu dimana penginapan?” Tanya Indra, berniat untuk menyimpan progres game lalu logout.
Wanita yang tadinya hanya bisa terpukau, kemudian langsung menjawab. “Saya tahu, saya tahu … saya akan mengantar anda,” ucapnya dengan semangat dan langsung melingkarkan tangannya ke lengan Indra.
Indra bergumam melihat tingkah wanita itu, sementara wanita lain masih terlihat gugup.
Wanita yang menggandeng tangan Indra kemudian menoleh dan menatap Indra, lalu berkata, “saya kebetulan putri dari pemilik penginapan.”
“Oh oke,” angguk Indra.
Keduanya pun mulai berjalan, sebelum sang wanita yang menggandeng Indra berjumpa terlebih dulu untuk berpisah dari temannya.
“Mari, tuan,” dengan manja sambil kepalanya disandarkan, wanita itu mulai menunjukkan arah jalan. Tubuhnya yang mungil dibanding dengan tubuh Indra yang tinggi besar, keduanya jadi terlihat seperti bapak dan anak yang sedang berjalan-jalan sore. “Ngomong-ngomong … anda bisa memanggil saya, Anya.”
“Salam kenal,” ucap Indra tanpa menoleh. “Kamu bisa memanggilku Indra.”
“Nnngggh … Indra?” Tanya Anya, bingung. “Itu saja? apakah tidak ada kepanjangannya?”
Indra menoleh ke arah tanya, lalu menatapnya dengan penuh perhatian. “Aku tidak punya nama belakang.”
Perlahan Anya melepas gandengannya sambil menunduk. Ia tampak kecewa sesaat mendengar Indra yang tidak memiliki nama belakang. “Ternyata bukan bangsawan,” bisiknya.
Indra mendengar itu dengan jelas berkat pendengarannya. Lalu dengan spontan ia menjawab, “tapi aku adalah seorang Maestro.”
Wajah Anya tiba-tiba menjadi cerah kembali, senyumannya pun menjadi lebar. “Wah, ternyata anda seorang maestro, toh. Pantas saja anda memakai pakaian yang mewah dan langka.”
Jadi … NPC ini adalah Gold-digger?
Indra membalas senyuman Anya, kemudian berkata, “mau melihat kemampuanku?”
“Wah … apakah boleh?” Anya Terdengar bersemangat dan penasaran.
Indra kemudian langsung memunculkan bola api dari telapak tangannya, kemudian menembakkannya ke atas. Bola apinya meluncur sangat tinggi, dan kemudian meledak sangat dahsyat dengan cahaya yang menutupi cahaya matahari.
“Bagaimana?” Tanya Indra dengan senyum sinisnya, ia terlihat jahat.
Anya hanya bisa gemetaran, matanya terbelalak saat melihat ke atas. Ia padahal awalnya hanya berharap itu hanyalah berupa kembang api. Ia benar-benar ketakutan, sementara tangannya sudah kembali menggandeng lengan siku Indra.
“Cepat tunjukkan dimana penginapannya,” ucap Indra dengan suara beratnya yang terdengar satir.
Orang-orang yang tidak memperhatikan siapa yang meluncurkan sihir sedahsyat itu pun hanya bisa bertingkah heboh sambil menutup telinga dan mata mereka. Beberapa bahkan ada yang berlari panik, menganggap bahwa kota mereka sedang diserang. Para garda kota yang berjaga juga langsung berlari ke pos mereka masing-masing.
Sementara itu, Anya hanya bisa berjalan dengan ketakutan sambil menuntun Indra. Ia tidak berani berbicara dan sembarang melirik, apalagi mengadu kepada para garda kota yang berlarian di dekatnya. Ia kini hanya bisa berjalan gugup penuh keringat dengan tatapan kosong ke depan.
Sesampainya di depan penginapan, seseorang pun membuka pintu dari dalam. Dan itu adalah seorang wanita dewasa, Alisa, pemilik penginapan sekaligus ibu Anya, dengan ekspresi terkejut sekaligus khawatir.
“Anya! Kemana saja—” Alisa terdiam dan tertegun sesaat sebuah bayangan besar menutupi putrinya yang sedang terlihat ketakutan itu.
Bayangan besar itu, Indra, kemudian menatap Alisa sambil tersenyum lebar. “Apakah masih ada kamar kosong?”
Mata Alisa terus bergantian menatap Indra dan juga Anya. Ia merasa bingung dengan apa yang terjadi, tetapi insting keibuannya langsung membuat ekspresinya yang tadinya hanya tertegun kini menjadi memerah dan marah.
“Lepaskan putriku,” ucap Alisa, takut menatap tatapan Indra. “Cepat … lepaskan putriku … Tuan,” lanjutnya dengan suara yang mulai gemetaran.
“Tidak perlu takut, madam. Aku hanya menunjukkannya kembang api. Tidak lebih kok,” jawab Indra, tersenyum.
“Ledakkan itu,” ucap Alisa, mulai berani menatap Indra. “Apakah itu anda yang melepaskannya?”
“Benar. Sebab, putri anda mengira saya adalah seorang bangsawan, padahal saya bukan dan saya adalah Maestro. Jadi untuk membuktikan bahwa saya adalah seorang Maestro, saya memperlihatkannya kembang api.”
Alisa terdiam untuk sesaat, kemudian menghela nafas panjang. “Silahkan masuk kalau begitu, Tuan.”
Ketiganya pun masuk.
Anya.
**********.
Bersambung ….
********.
kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
dark sistem
wkwk prank bentar
2024-12-06
0
lance lor
lanjut thur
2023-10-20
2