Di perjalanan menuju gedung pelelangan Venus, di dalam kereta kudanya, Indra yang seharusnya hanya pergi bersama dengan Alisa, di tengah jalan, tiba-tiba Sophia ikut membonceng di kereta kudanya. Kini Indra duduk sementara dua wanita cantik juga duduk menghimpitnya.
Kedua wanita cantik yang sekarang duduk menghimpitnya, terus memeluk erat kedua lengan Indra. Jika ini aku di dunia sebelumnya, mungkin aku akan langsung terkena serangan jantung. Pikirnya, melihat bagaimana dua pasang gunung kembar, terus memberikan stimulasi pada kedua lengannya.
"Sophia, Apakah kamu akan meninggalkan suamimu?" Tanya Alisa, Memberikan tatapan khawatir yang entah bagaimana, senyumannya seakan sedang menggoda adiknya itu. “Jika kamu terus mengulur waktu, dan orang-orang mulai mengecap dirimu yang tidak-tidak karena sering terlihat bersama dengan Tuan Indra, aku khawatir semuanya akan jadi merepotkan dan berantakan untukmu.”
“Aku tidak tahu, kak. Nanti akan aku pikirkan lagi,” balas Sophia dengan tatapan melankolisnya, sembari terus menekan dengan lebih erat dadanya ke lengan Indra.
“Tunggu … kenapa kamu sangat ingin sekali mengajak adikmu menjadi pasanganku? Dan juga, bukankah kalian sudah berkeluarga. Ditambah, kamu Alisa, kamu sudah punya seorang putri yang sedang menginjak masa remaja. Apakah kamu tidak khawatir dengan itu semua?” Indra menginterupsi keduanya.
“Jika kamu bertanya kenapa aku mengajak adikku untuk menjadi pasanganku, karena aku khawatir kamu akan mencari pasangan lain di luar sana, apalagi mengingat kamu tidak cukup dengan hanya aku, bukan?” Jelas Alisa, menatap Indra dalam-dalam. “Dan juga, Anya bukanlah anak kandungku, dia adalah anak dari suamiku dari istri sebelumnya. Jika kamu bertanya–tanya, iya, benar, aku telah menikahi seorang duda, dan penginapan itu sebenarnya adalah milik mendiang istrinya.”
“Tapi tetap, jika kamu ingin bersamaku, kamu harus meninggalkan Anya dan juga penginapan itu. Bagaimana bisa kamu setega itu?” Balas Indra dengan tatapan seriusnya.
“Haa … semakin kamu mengatakannya, semakin aku jatuh cinta, tahu tidak?” Alisa Tersenyum dengan alasan yang gila. “Apakah kamu seorang ayah sebelumnya? apakah kamu pernah memiliki istri dan keluarga?” lanjutnya bertanya, dan langsung menyentuh hati Indra begitu saja sampai-sampai dirinya langsung agak tersentak.
Bagaimana cara menjelaskannya? Pikir Indra. Kemudian mulai menunduk dengan ekspresi nostalgianya. “Benar … aku sudah mempunya istri dan bahkan anak … tetapi itu sudah lama sekali.” ya, itu terasa sudah sangat lama sekali mereka meninggalkanku. Sial. Kenapa jadi nostalgia begini?!
“Ah aku lupa kalau kamu adalah seorang Transendental, aku yakin umurmu sudah tidak muda lagi, ya kan? Mohon maafkan aku karena telah membuatmu bernostalgia begitu.”
“Apa yang— haa … intinya, kamu tidak boleh meninggalkan Anya begitu saja. Karena aku lihat-lihat, kamu dan Anya sudah memiliki ikatan batin sebagai ibu dan anak.”
Wejangan Indra pun menyentuh hati Alisa, dan langsung membuatnya melepaskan pelukannya pada lengan Indra. “Kamu benar … hiks hiks … apa yang sudah aku lakukan selama ini? Aku adalah ibu terburuk sepanjang masa.”
Indra pun memeluk Alisa dengan hangatnya, sementara membiarkan Sophia yang tampak malah tertidur di lengannya.
Kemudian setelah agak lama, Alisa yang awalnya menangis terisak-isak karena merasa menyesal pun langsung membuka matanya dengan penuh semangat. “Yap, benar … itu benar seperti yang kamu katakan. Kalau begitu, sesuai dari saranmu, mulai sekarang aku harus membagi waktu dengan Anya dan juga kamu! Pagi nya aku luangkan waktu bersama dengan Anya, sedangkan malamnya aku habiskan waktu bersama denganmu, hehehe.”
“Bu-bukan itu maksudku— tapi, ya sudahlah, yang penting kamu mengerti, dan asalkan kamu tidak meninggalkan Anya sendirian, karena peran orang tua sangat penting..” sungguh, situasi Anya saat ini benar-benar mengingatkanku dengan kalian. Haa … dan sekarang mungkin ini lah yang sebenarnya terjadi waktu itu dengan kasandra, sementara aku sibuk berbisnis keluar kota dan negeri. Maafkan aku, wahai para suami dari kedua wanita ini. Bukan bermaksud membalas dendam karena aku pernah berada di posisi kalian. Jadi, mohon maafkan aku, dan tolong jangan diambil hati.
Dan cepat atau lambat, sepertinya aku harus menyudahi hubungan ini. Aku sungguh merasa bersalah karena baru sadar sekarang. Pikirnya sementara hatinya mulai melunak tanpa ia sadari, dan memori masa lalu yang seharusnya sudah terkubur dalam juga mulai kembali menghantuinya. Perasaan tenang dan ringan yang sebelumnya dirasakan sesaat ia merasakan tubuhnya secara nyata, kini mulai merasa berat kembali dengan beban yang menumpuk.
Di tengah ketenangan dan keheningan perjalanan, mereka bertiga pun akhirnya sampai di gedung lelang dan langsung bersegera menuju tribun VVIP yang sudah disiapkan.
...****************...
Bersambung ....
********.
kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
miyamura kun~
kerennnn
2024-01-04
0