Indra.
Gemuruh petir dan lari golem centaur yang terbuat dari logam adamantite, menyatu dan saling menimpa. Tidak jelas mana suara jeritan mereka yang terinjak dan mana mereka yang berlari karena ketakutan. Suara yang unik dan beragam yang dijanjikan oleh developer, kini di hadapannya tidak berarti apa-apa. Semua terdengar sama.
Rambut merah panjang dan jenggot panjang yang sama merahnya. Tubuh berotot dengan tinggi badan 2,5 meter, tampak sangat jelas di level mana otoritas yang ia genggam. Ia hanya memandang rendah mereka yang ada dibawahnya sedang ia terbang dan tidak bergeming dengan darah virtual yang membanjiri tanah. Itu adalah darah para dewa virtual yang sudah mati ke-1251 kalinya.
Seorang Dewa berlutut, menatap ke langit seakan berdoa dan memohon. “Kumohon … hentikan! Kami tidak tahu itu akan—” tak ada kata lain yang keluar dari mulutnya. Sebab kepalanya sudah terpisah oleh pedang sang mighty centaur.
Para golem centaur berhenti dan berbaris dengan rapi. Mereka bergerak dan bertindak seperti yang sudah diprogramkan oleh Indra. Begitu musuh dikalahkan, mereka akan langsung bersikap tegak dan berbaris. Menyarungkan kembali pedang mereka sambil menunggu perintah selanjutnya dari sang Tuan.
Indra mengulurkan tangannya ke depan, kemudian mengembalikan 100.000 pasukannya kembali ke dalam dimensi kantung-nya. “Kembali-lah." Bala tentaranya pun menghilang dari sana.
[100.000 Pasukan golem centaur telah kembali ke dimensi kantung.]
Sebuah pesan muncul di hadapannya. Pesan di dalam kotak biru adalah sebuah fitur di dalam game yang memberikan pesan konfirmasi dari setiap kejadian yang cukup signifikan untuk diinformasikan. Seperti untuk mengkonfirmasi rasa sakit dan perasaan fisik lainnya karena game ini tidak mengaktifkan reseptor. Jadi, pesan-pesan itu diperlukan.
[14 Miliar exp berhasil dikumpulkan.]
[Gelar “The Omnipotence!” Diberikan karena sudah menamatkan game lebih dari 1250 kali dan tak pernah terkalahkan.]
[Beberapa pasif pun diberikan kepada pemain karena mendapatkan gelar “The Omnipotence”]
[Gelar “The Ruler of Time!” Diberikan karena sudah mengulang new game plus lebih dari 1250 kali.]
[Beberapa skill divinity pun diberikan kepada pemain karena mendapatkan gelar “The Ruler of Time”.]
[Gelar “The True Dominator of The Law of Causality!” Diberikan karena telah membuat sistem gagal mengukur kekuatan pemain.]
“Sudah?” Ucap Indra, seakan menunggu pesan selanjutnya. Ia kemudian menghela nafas, merasakan perasaan puas setiap kali ia menginjak-nginjak musuh virtualnya itu. “Hanya sebuah game, huh? Tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa saat-saat seperti ini terjadi. Siapa sangka, bahwa seorang veteran dan pebisnis bangkrut sepertiku, dengan umur yang sudah tidak lagi muda, akan terjebak di fantasi ini. Apa yang sudah aku lakukan pada hidupku ini? sungguh menyedihkan.”
Dari pria putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya melalui agen bunuh diri, sampai akhirnya kini menjadi "hikikomori" ekstrim yang membuat tubuh nya bermutasi, Indra merasa menyesal dan menjadi hilang arah.
"Kematian lebih baik daripada harus hidup di dunia fantasi, sementara tubuh asli ku sudah rusak." Kata-katanya terdengar lancar, tidak seperti di dunia nyata, karena frekuensi otaknya sudah terbiasa mengirimkan sinyal ke mulut virtualnya. "Sudah tidak ada apa-apa di dunia nyata untukku nikmati. Haa, aku harap, aku bisa tinggal dengan tubuh ini selamanya."
Ia kemudian membuka kembali menu game untuk memulai kembali new game plus. Tetapi sesaat ia menekan tombol tersebut, sebuah pesan error pun muncul.
[Error!!!]
“Lah kok error?” Ucapnya. Tak lama, pesan lain pun muncul, namun kotak pesan yang awalnya berwarna biru, kini berubah menjadi warna merah.
[Hukum kausalitas mendeteksi entitas yang tidak bisa ia bendung.]
[Hukum kausalitas meminta alam semesta untuk membuang entitas itu ke semesta lain.]
[Alam semesta meminta bayaran yang sangat mahal.]
[4000 dewa dari berbagai dunia dipilih secara acak sebagai pengorbanan.]
Pesan berantai yang muncul di hadapannya benar-benar terlihat aneh. Tidak hanya warna kotaknya yang berwarna merah, tulisannya juga aneh. Pesan-pesan itu tidak seharusnya ada di game. Karena pesan-pesan itu tidak menyediakan informasi apa-apa untuk pemain.
Indra merasa janggal dengan pesan itu. Tetapi benaknya mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah bug dari game. Sebuah bug pada mesin yang memiliki AI yang super cerdas, benar-benar terdengar janggal meskipun begitu. Tetapi memang tidak ada lagi penjelasan yang cukup masuk akal di benaknya.
[4000 dewa kehilangan nyawanya secara tiba-tiba.]
[Alam semesta mengeluarkan kekuatannya yang menyalahi kodratnya untuk pertama dan terakhir kalinya.]
[Memproses pengusiran Entitas ….]
"Entitas? Entitas apa? Siapa yang kalian maksud dengan Entitas?"
Setelah pesan muncul, glitching pada dunia di dalam game pun mulai terjadi. Diawali dengan dunia yang mulai berhamburan, terlihat gunung-gunung dan hutan pun mulai menjadi pixel-pixel hitam yang beterbangan dan mulai mengisi ruang. Perlahan, seluruh dunia pun mulai gelap.
Saat ini, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Indra. Dia hanya melamun sambil terbang, sementara ia saat ini sudah berada di ruang hampa yang gelap. Lalu secara tiba-tiba, dirinya berpindah ke luar angkasa. Ruang yang tadinya gelap, kini menunjukkan gemerlap cahaya dari bintang-bintang dan galaksi.
“Dimana ini? Apakah ini update?” Ucapnya kemudian melihat ke sekelilingnya dan menemukan sebuah planet yang mirip dengan bumi berada 500.000 kilometer darinya.
Dengan dirinya yang masih melamun, tiba-tiba ia merasa sangat sehat, tubuhnya ringan dan kelima indranya menjadi sangat tajam. Ia bahkan bisa bernafas di ruang hampa dan mendengar suara-suara dari planet yang jaraknya sangat jauh itu. Selain itu, ia juga bisa merasakan seluruh anggota tubuh dan reseptor-nya berfungsi layaknya di dunia nyata, sementara hal seperti ini bukanlah sesuatu yang ada di dalam fitur game.
"Apa yang terjadi?" ucapnya. “apakah ini fitur yang baru ditambahkan? atau … aku lah yang sedang berada di dunia nyata dengan tubuh ini?”
Setelah seluruh anggota tubuhnya mendapatkan fungsi secara nyata, seluruh informasi tentang kemampuannya pun mulai terekam pada memori ototnya. Sekarang, ia jadi bisa merasa bisa mengendalikan seluruh kemampuannya bagaikan membalik telapak tangan.
Perasaan powerful pada tubuhnya pun mulai ikut melengkapi. Ia bisa merasakan seberapa kuat otot dan tulangnya, dan seberapa cepat ia berpikir seakan otaknya berfungsi berkali-kali lipat lebih tajam. Bisa bernafas di luar angkasa saja sudah cukup mengejutkan, kini ia bisa merasakan bahwa dirinya tak terkalahkan bahkan jika ia berdiri di tengah-tengah ledakan bigbang, mungkin bingbang lah yang akan padam.
[Hukum kausalitas di semesta ini tidak mampu membendung kekuatan sang Entitas.]
[Sang Entitas secara otomatis membuat sistemnya sendiri dari otoritasnya sebagai “sang Dominator Sejati Atas Hukum Kausalitas.”]
[Pembuatan sistem sedang diproses ….]
“Oh, ini masih di game, toh.” ia menganggap bahwa pesan yang muncul di hadapannya adalah sebuah indikasi jika dia masih berada di dalam game. “Fuhh~ syukurlah. Tapi kenapa dipanggilnya jadi Entitas dan bukan pemain?”
[Pembuatan sistem selesai.]
Pesan terakhir pun muncul.
Indra yang masih mengambang di luar angkasa dan mendengar suara tanda-tanda kehidupan dari planet itu pun mulai menghela nafas. “Apakah ini benar-benar sebuah update? Kenapa tidak ada pemberitahuan?” Sebelumnya, di dalam game, dunianya tidak sebesar yang dia lihat saat ini pada planet tersebut, apalagi dengan adanya luar angkasa.
“Jika dilihat-lihat dengan adanya luar angkasa sekaligus planet, update kali ini sangat lah besar, dan seharusnya ada pemberitahuan terlebih dulu,” ucapnya mengingat bahwa setiap kali game ini memiliki update besar, developer selalu memberitahu terlebih dulu seminggu sebelum update. “… Apakah ini masih di dalam game yang sama?” Lanjutnya mulai ragu, namun masih menebak ini masih di dalam game.
Untuk menguji bahwa ini masihlah game yang sama, ia pun mulai membuka jendela statusnya.
[Jendela status tidak bisa mengukur kekuatan sang Entitas.]
Jendela pun terbuka dan memperlihatkan seluruh informasinya dari nama sampai gelar-gelarnya, bahkan warna biru pada tampilan jendela pun tetap memberikan identitas khasnya. Semua tampak sama, kecuali seluruh stats dan attributes nya yang bertuliskan “tak terukur” sebagai ganti jumlah digit angka sembilan dan simbol plus.
Indra pun mulai mengelus dagunya. “Ini cukup aneh … padahal mereka hanya tinggal menambahkan digit saja ke parameter,” ucapnya pelan. “Apakah menambahkan digit memakan banyak memori? Ah, terserah lah … yang terpenting ini masih game yang sama.”
Indra pun merasa tenang untuk pertama kalinya. Tidak pernah di dunia nyata maupun di dunia virtual ia merasa seperti ini. Hatinya kini merasa ringan seakan semua beban dunia telah diangkat darinya. Mungkin itu disebabkan karena dirinya dapat merasakan kekuatan dan seluruh kemampuannya.
Dengan hati yang ringan, pikiran pun menjadi semakin jelas dan tajam. Dengan pikiran yang tajam, maka semakin mudah baginya untuk merasakan dan mengendalikan kekuatannya itu. Meskipun baginya kini, ini hanyalah sebuah game di dalam dunia ilusi, tapi untuk pertama kalinya ia merasa hidup dan terlahir kembali. Dan seluruh perasaannya itu, sangat nyata dia rasakan.
************.
bersambung ….
//
Name : Indra
Level : ---
Unallocated Exp : Immeasurable.
Title : The Omnipotence, The Ruler of Time, The True Dominator of The Law of Causality, The God of Death, The God of Life, The Absorber Etc.
Stats : Health = Immeasurable, Stamina = Immeasurable, Mana = Immeasurable, Divinity = Immeasurable.
Attributes : Strength = Immeasurable, Agility = Immeasurable, Dexterity = Immeasurable, Intelligence = Immeasurable.
********.
kunjungi Twitter (X) Author di @alfrf_ untuk melihat ilustrasi dan bonus ilustrasi lebih banyak lagi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Rja Mlna
/Good//Good//Good/
2024-03-19
0
lance lor
mantap thor
2023-10-20
3