Keputusan Dan Ajakkan

Di saat diriku kagum dengan kemampuan Ibu yang bisa menggunakan energi alam. Tiba-tiba Putri Isabella terbangun dari pingsannya.

"Di-dimana aku?" ucapnya sambil melihat-lihat sekitar.

"Ara ... Ara ...

Akhirnya Tuan Putri siuman." ucap Mama.

Kemudian mata Selvia dan Isabella saling bertemu, terlihat dari keduanya sama-sama mengerutkan dahi tanda bahwa mereka masih kesal ke satu sama lain.

Kemudian aku menjelaskan bahwa tidak ada pemenang diantara pertarungan mereka. Dan aku justru mengusulkan hal lain dimana, aku tidak akan pergi ke pesta puncak perayaan hari panen nanti.

Sontak setelah itu Isabela dan Selvia tampak kesal ke padaku.

"Hah ... ?" ucap keduanya.

"Aku yang akan pergi bersamamu!" ucap Putri Isabella dengan nada tegas.

"Hah ... ?

Apa-apaan kau ini?

Bukankah Kau yang kalah tadi?!" ucap Selvia pada Putri Isabella.

"Aku bukan kalah ...

Tapi justru Aku yang mengalah!" jawabnya

"Kau jelas-jelas kalah dalam pertarungan, jika aku tidak menahan diri tadi, justru Kau bisa saja tewas!" balas Selvia.

Mendengar kegaduhan dan ucapan mereka yang merasa diri mereka diatas yang lain, tentu saja membuatku kesal dan marah. Seketika itu, aku berteriak kepadanya mereka berdua untuk diam.

"Diam!" teriakku pada Putri Isabella dan Selvia.

"Kenapa kalian merasa berada diatas yang lain?!

"Apakah kalian sadar bisa menyakiti diri kalian sendiri dan orang lain?!

"Hanya karena pesta konyol, kalian sampai sejauh ini!

"Aku muak dengan kalian berdua!" lanjut perkataanku.

'Ibu setuju dengan perkataan Rama, untuk kali ini Ibu mengizinkannya tidak ikut ke puncak perayaan hari panen.

Seketika itu tampak Isabella dan Selvia diam, tanda bahwa memikirkan semua perbuatan yang mereka perbuat selama ini.

Setelah itu, Putri Isabella meminta maaf khususnya kepada Selvia. Dan Selvia juga meminta maaf kepada Isabella.

*Keesokkan harinya

Tampak mereka sudah mulai rukun dan akur, mereka berdua seolah sudah melupakan semua hal yang terjadi diantara mereka. Baik Selvia atau Isabella nampak mulai berlatih dan juga bermain bersama, aku yang melihat pemandangan tersebut tentu saja bahagia.

catatan : Selvia dan Isabella hanya akan akur ketika berada dekat dengan Rama saja, dan akan kembali bertengkar ketika Rama tidak ada.

"Cih, sebenarnya aku begitu jijik ketika harus begini denganmu." ucap Selvia.

"Ya, begitu pula denganku yang begitu jijik sampai-sampai ketika harus bersentuhan denganmu ingin sekali membasuh tanganku menggunakan 7 mata air suci

...

"Tapi mau bagaimana lagi, ini semua demi Rama." balas Isabella.

"Cepatlah pulang ke kerajaanmu!" balas Selvia

...

Tidak terasa sudah 1 minggu berlaku sejak kejadian itu, dan 4 hari yang lalu juga merupakan puncak perayaan hari panen.

Nampak Putri Isabella juga sudah kembali ke penginapannya, karena keberadaannya disini tentunya akan membuat kami dicurigai terutama oleh pihak kerajaan Verdifield. Awalnya Dia tidak begitu ingin meninggalkan rumahku, karena Dia bilang masakkan buatan Mama dan Kak Wulan begitu enak.

"Tidak ...

Aku tidak ingin kembali ke penginapan ...

Aku sudah menganggap rumah ini sebagai rumahku ...

Tidak .... " ucapnya sambil memegang pintu rumah.

"Mengapa kau seperti anak kecil ... ?

"Jika Kau tetap disini, Kami akan dicurigai dan di cap sebagai kriminal dengan tuduhan menculik Putri kerajaan!" ucap tegasku sambil menarik tangan Putri Isabella.

"Tidak ...

Makanan yang dimasak oleh koki disana, tidak seenak buatan Bibi Elyzia dan Kak Wulan ...

Aku tidak ingin kembali ... " jawabnya.

"Cepatlah pulang ke penginapanmu dan biarkan hidup kami menjadi tenang!" ucapku kembali.

Setelah mengatakan hal tersebut, Putri Isabella tampak diam dan bersedih. Dia yang tadinya dengan sangat erat memegang pintu rumah, kemudian melepaskannya.

"Ke-kenapa?" Tanyaku

Dia kemudian menjelaskan, bahwa 8 hari lagi dari sekarang, akan kembali pulang ke istananya. Tentu saja aku sedikit khawatir dengannya, dikarenakan Dia memiliki hubungan yang begitu harmonis dengan Ayah dan juga Kakaknya.

Tanpa disangka-sangka, Putri Isabella mengajakku untuk ikut bersamanya ke istana Verdifield.

"Bagaimana ...

Jika kau ikut saja bersamaku ke istana?" tanya Dia sambil bersemangat.

Aku yang mendapatkan tawaran tersebut tentu saja kaget dan menolaknya.

"Tidak ... tidak ...

Aku tidak mau ... " ucapku sambil menggelengkan kepala.

Setelah itu, Putri Isabela yang justru menarikku untuk ikut bersamanya.

"Apa-apaan sih ...

Kenapa sekarang dirimu yang justru menarikku?!" ucapku bertanya-tanya.

"Ayolah, aku akan memberimu uang ...

Iya yah, ikut ...

Aku mohon ... " ucapnya sambil membuat ekspresi memohon-mohon.

Setelah itu, Mama dan Kak Wulan keluar dari rumah dan mengatakan bahwa kita semua tidak bisa pergi ke istana Verdifield. Dikarenakan, disini masih ada ternak dan juga perkebunan, yang jika ditelantarkan akan tentunya sayang.

Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa rasa berdosa Putri Isabella mengatakan.

"Mengapa tidak dijual saja?" ucapnya.

mendapat pertanyaan tersebut seketika membuat Mama diam, Dia terlihat murung dan dari ekspresinya tampak begitu sedih.

Dan setelah itu, jawabannya membuat diriku kaget.

"Maaf ...

Aku tidak bisa melakukan hal itu ...

Baik ternak maupun perkebunan, merupakan peninggalan mendiang Papahnya Rama." ucap Mama.

Setelah mendapatkan jawaban itu dari lisan Mama secara langsung, aku menyadari mengapa Dia selama ini selalu menolak ketika ditanyai keberadaan Papahku saat ini, ternyata Dia sudah tiada.

Kami semua tampak diam, tak ada satupun dari kami yang berbicara setelah itu, baik Aku, Isabella, Mama maupun Kak Wulan.

Dengan tiba-tiba Mama mengatakan hal yang membuatku terkejut.

"Mama akan mengurus semua ini!

Rama dan Wulan kalian pergilah ke istana Verdifield!" ucap Mama sambil tersenyum kembali.

"A-apa ... ?!" ucap kagetku.

"Apa Mama serius?" ucap Kak Wulan juga.

Setelah itu, Mama kemudian menjelaskan mengapa Dia mengizinkan diriku dan Kak Wulan untuk pergi ke Istana Verdifield. Dia mengatakan bahwa disana merupakan tempat terbaik untuk belajar lebih dalam tentang sihir.

Akademi Verdifield merupakan sekolah sihir nomer wahid di dunia isekai ini. Akademi ini terletak dibelakang istana dan dikelola langsung oleh kerajaan. Di sana selalu menghasilkan lulusan terbaik dan pastinya merupakan penyihir yang sangat kuat. Ibu mengatakan bahwa dulunya Dia merupakan alumni disana, dan sudah mengenal dengan baik beberapa tenaga pengajar.

"Kalian berdua memiliki kesempatan emas, jangan pernah menyia-nyiakannya!

...

"Ingatlah, kesempatan belum tentu datang dua kali!

...

Mama bisa merasakan potensi dari kalian berdua yang tentunya suatu hari nanti, bisa melampaui Mama kalian ini!" nasehat Mama.

"Ta-tapi ...

Bagaimana dengan biayanya?" tanyaku

Belum sempat menjawab pertanyaanku, tiba-tiba Putri Isabella menyela.

"Hahaha ... Tenang saja!

...

Rama, jadilah pengawal pribadiku!

...

Sementara untuk Kak Wulan jadilah juru masakku!" ucapnya sambil berbangga diri.

Seketika itu terbesit dalam pikiranku, bahwa ini semua memang sudah direncanakan dari awal, baik oleh Mama maupun Isabella.

"Bagaimana, Rama?

...

Bukankah kau bilang ingin menjadi seorang petualang?" tanya Mama sambil tersenyum.

Seketika itu, aku kemudian teringat kembali dengan perkataanku yang ingin menjadi seorang petualang. Tentu hal ini merupakan kesempatan emas untuk diriku mengasah diri dan menggali potensi yang ku miliki.

Tanpa lama, dengan keyakinan penuh dan juga kepercayaan diri yang tinggi. Aku berkata "Ya!"

Begitu juga dengan Kak Wulan, dengan suaranya yang ingin mencoba keras namun tidak bisa.

"Baik!

Ayo ke istana Verdifield untuk belajar!"

Seketika itu kami berempat kemudian tertawa, karena Kak Wulan yang tidak pernah menaikkan suaranya dengan keras.

"Baiklah sudah diputuskan!

Rama dan Kak Wulan akan ikut bersamaku ke istana Verdifield!' teriak Isabella.

Singkat cerita, kami pun bersiap untuk pergi. Aku dan Kak Wulan berpamitan terlebih dahulu kepada Mama, terlihat Kak Wulan menangis karena harus meninggalkan Mama sendirian dan membiarkan Dia mengurus semua urusan, baik ternak maupun perkebunan.

"A~

Mama~" tangis Kak Wulan.

"Jangan dipikirkan!

...

Mama akan urus semua ini!

...

Kalian belajar dan bersenang-senanglah!" ucap Mama meyakinkan Kak Wulan.

"Oh iya ...

Jangan lupa mengirimkan surat yah!" lanjut perkataan Mama.

Melihat Kak Wulan dipeluk oleh Mama tentu saja membuatku iri. Dalam hatiku, Aku ingin sekali mengucapkan salam perpisahan untuk terakhir kalinya sebelum kami berangkat ke istana Verdifield.

Dengan wajah murung dan akan segera menaiki kereta kuda, tiba-tiba Ibu memanggilku.

"Rama!

Apa kamu tidak ingin mengucapkan salam perpisahan juga kepada Ibu?"

Mendengar hal tersebut seketika membuatku menangis. Dengan segera, aku kemudian berlari dan memeluk Mama.

"Mama~

Rama pamit pergi~" ucapku.

"Hati-hati dijalan yah!

...

Jangan lupa untuk mengirim surat!" Ucap Mama.

"Ya ... Pasti!" balasku.

Menggunakan kereta kuda kerajaan, kami semua bersama rombongan prajurit pergi ke istana Verdifield. Terlihat Mama selalu melambaikan tangannya ke arah kami, tanda bahwa dia sudah melepas kami sepenuhnya.

"Hati-hati, semua!" teriak Mama.

"Ya! selamat tinggal!" balasku sambil melambaikan tangan juga.

"Rama! jangan sampai dirimu pulang malah membawa seorang istri!" lanjut teriakannya.

Mendengar teriakan tersebut tentu saja membuatku merasa malu. Semua prajurit kerajaan termasuk Putri Isabella dan Kak Wulan tertawa karenanya.

"Berisik kalian semua!" balasku kepada orang-orang yang menertawakanku.

_Bersambung.

Episodes
1 Awal Mula
2 Kesialan Yang Berujung Mengantarkan Ku Ke Dunia Lain (Isekai)
3 Ketua
4 Kakak kelas
5 Ternyata Isekai Itu Ada!
6 Potensi
7 Kekuatan Sihirku Tidak Keluar
8 Kekuatan Sihir Ibu
9 Dewi Reinkarnasi Akhirnya Muncul
10 Ada Kuntilanak Di Isekai?
11 Ibu VS Kuntilanak
12 Wulan Si Kuntilanak
13 Puncak Perayaan Hari Panen
14 Menyelamatkan Putri Isabella!
15 Teman Masa Kecil
16 Berlatih Di Malam Yang Sunyi
17 Isabella Verdifield
18 Kegaduhan Di Rumah
19 Isabella Verdifield VS Selvia Greenfield
20 Keputusan Dan Ajakkan
21 Sosok Hijau Bertubuh Besar
22 Mengalahkan Buto Ijo
23 Masa Lalu Putri
24 Masa Lalu Putri Bag. 2
25 Masa Lalu Putri Bag. 3
26 Putri dan Rama Berada Di Istana
27 Adik Kakak Yang Tidak Pernah Akur
28 Rama VS Renia
29 Raja Dan Mimpi Yang Aneh
30 Hari Pertama Masuk Akademi
31 Belajar Di Hari Pertama
32 Putri Dan Sosok Kuntilanak Merah
33 Kerja Sama!
34 Terjebak Di Lembah Neraka
35 Party Amatir
36 Kesalahpahaman
37 Melawan Petualang Dan Si Putri Keras Kepala
38 Bertemu Dengan Veteran Petualang
39 Menolong Manusia Setengah Binatang
40 Membentuk Party Sementara
41 Membentuk Party
42 Melawan Lisa Si Resepsionis Guild (Serikat)
43 Ujian Tahap Kedua Penerimaan Party
44 Mencari Isabella Di Gedung Terbengkalai
45 Sosok Kuntilanak Merah Itu Muncul Kembali
46 Misi pertama : Mencari Bunga Mawar Hitam
47 Kebingungan Yang Terjadi Di Party Kami
48 Memelihara Serigala Di Dalam Party Kami
49 Bertarung Secara Habis-habisan!
50 Kematian Luna Si Serigala
51 Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Diri Rama?!
52 Lisa VS Rama
53 Pertemuan Kembali Dengan Dewi Fifi
54 Reruntuhan Istana Volcanofall
55 Agria Raja Volcanofall
56 Misteri Yang Akan Di Ungkap!
57 Kebenaran!
58 Misi Ke Dua, Membantu Anna!
59 Anna Si Anak Yatim Piatu
60 Misi Mencari Tanaman Herbal Di Hutan Merah
61 Bertarung Melawan Kawanan Serigala Aul
62 Pengganggu Mulai Bermunculan!
63 Berkemah Di Hutan Merah
64 Perpisahan
65 Apakah Ini Benar-Benar Sebuah Kebetulan?
66 Berjalan-jalan Di Pasar Malam
67 Serangan Yang Tiba-tiba
68 Kemunculan Kembali Alter Rama
69 Alter Rama VS Vanisha
70 Rama Melawan Diri
71 Misi Di Benua Langit!
72 Misi Baru : Mengambil Batu Sihir!
73 Pertarungan Di Dalam Goa!
74 Pengorbanan Rama Dengan Sumpah Jiwa!
75 Draven Menjadi Guruku!
76 Kekuatan Yang Tidak Kuduga!
77 Pelatihan Yang Sangat Keras!
78 Mendapatkan Kemampuan Terbang!
79 Bermain-main dengan Guru
80 Alter Rama vs Draven Darkheart
81 Pengumuman Penting!!!
82 Tiga Bula Berlalu
83 Merencanakan Strategi
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Awal Mula
2
Kesialan Yang Berujung Mengantarkan Ku Ke Dunia Lain (Isekai)
3
Ketua
4
Kakak kelas
5
Ternyata Isekai Itu Ada!
6
Potensi
7
Kekuatan Sihirku Tidak Keluar
8
Kekuatan Sihir Ibu
9
Dewi Reinkarnasi Akhirnya Muncul
10
Ada Kuntilanak Di Isekai?
11
Ibu VS Kuntilanak
12
Wulan Si Kuntilanak
13
Puncak Perayaan Hari Panen
14
Menyelamatkan Putri Isabella!
15
Teman Masa Kecil
16
Berlatih Di Malam Yang Sunyi
17
Isabella Verdifield
18
Kegaduhan Di Rumah
19
Isabella Verdifield VS Selvia Greenfield
20
Keputusan Dan Ajakkan
21
Sosok Hijau Bertubuh Besar
22
Mengalahkan Buto Ijo
23
Masa Lalu Putri
24
Masa Lalu Putri Bag. 2
25
Masa Lalu Putri Bag. 3
26
Putri dan Rama Berada Di Istana
27
Adik Kakak Yang Tidak Pernah Akur
28
Rama VS Renia
29
Raja Dan Mimpi Yang Aneh
30
Hari Pertama Masuk Akademi
31
Belajar Di Hari Pertama
32
Putri Dan Sosok Kuntilanak Merah
33
Kerja Sama!
34
Terjebak Di Lembah Neraka
35
Party Amatir
36
Kesalahpahaman
37
Melawan Petualang Dan Si Putri Keras Kepala
38
Bertemu Dengan Veteran Petualang
39
Menolong Manusia Setengah Binatang
40
Membentuk Party Sementara
41
Membentuk Party
42
Melawan Lisa Si Resepsionis Guild (Serikat)
43
Ujian Tahap Kedua Penerimaan Party
44
Mencari Isabella Di Gedung Terbengkalai
45
Sosok Kuntilanak Merah Itu Muncul Kembali
46
Misi pertama : Mencari Bunga Mawar Hitam
47
Kebingungan Yang Terjadi Di Party Kami
48
Memelihara Serigala Di Dalam Party Kami
49
Bertarung Secara Habis-habisan!
50
Kematian Luna Si Serigala
51
Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Diri Rama?!
52
Lisa VS Rama
53
Pertemuan Kembali Dengan Dewi Fifi
54
Reruntuhan Istana Volcanofall
55
Agria Raja Volcanofall
56
Misteri Yang Akan Di Ungkap!
57
Kebenaran!
58
Misi Ke Dua, Membantu Anna!
59
Anna Si Anak Yatim Piatu
60
Misi Mencari Tanaman Herbal Di Hutan Merah
61
Bertarung Melawan Kawanan Serigala Aul
62
Pengganggu Mulai Bermunculan!
63
Berkemah Di Hutan Merah
64
Perpisahan
65
Apakah Ini Benar-Benar Sebuah Kebetulan?
66
Berjalan-jalan Di Pasar Malam
67
Serangan Yang Tiba-tiba
68
Kemunculan Kembali Alter Rama
69
Alter Rama VS Vanisha
70
Rama Melawan Diri
71
Misi Di Benua Langit!
72
Misi Baru : Mengambil Batu Sihir!
73
Pertarungan Di Dalam Goa!
74
Pengorbanan Rama Dengan Sumpah Jiwa!
75
Draven Menjadi Guruku!
76
Kekuatan Yang Tidak Kuduga!
77
Pelatihan Yang Sangat Keras!
78
Mendapatkan Kemampuan Terbang!
79
Bermain-main dengan Guru
80
Alter Rama vs Draven Darkheart
81
Pengumuman Penting!!!
82
Tiga Bula Berlalu
83
Merencanakan Strategi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!