Note : Kali ini penulis membawakan alur cerita masa lalunya Rama, satu tahun sebelum dirinya ke isekai dan awal mula dia mengikuti ekstrakurikuler pencak silat.
Suara alarm HP yang sudah di atur sedemikian rupa terdengar menggelegar, memecah keheningan pagi yang sunyi. Rama yang tersadar bahwa hari sudah berganti, kemudian bangun dan mematikan suara alarm HP-nya dengan cepat.
Setelah mematikan alarm HP-nya, dia tidaklah langsung bangun tapi sejenak duduk sambil memandang kalender yang berada tepat di meja belajarnya. Dia kemudian menghela nafas sambil mengatakan
"17 Juli ... yah?" gumamnya pada diri sendiri, tanda dia menyadari bahwa hari ini merupakan hari pertamanya masuk SMA.
Rama kemudian kembali menjatuhkan diri ke atas kasurnya itu. Sambil memandang langit-langit rumahnya, dia kembali melamun tanda bahwa Rama malas untuk pergi sekolah.
Singkat cerita, terlihat Rama yang sudah mandi dan berganti pakaian lengkap dengan seragam dan juga atribut sekolah SMA-nya.
Saat itu, jam menunjukkan waktu pukul 06.00 tepat. Karena Rama sadar bahwa sekolahnya masuk pukul 07.30, dia kemudian memasak sarapan untuk dirinya sendiri. Maklum saja, di rumah Rama hanya tinggal bertiga bersama Ayah dan juga satu pembantu. Ayahnya bekerja sebagai seorang Bisnisman dan sangat jarang sekali untuk pulang, berbincang apalagi mengobrol adalah hal yang sangat mustahil bagi mereka berdua, walaupun sebenarnya kedua orang itu bisa saja saling menghubungi lewat ponsel, namun hal itu tidak pernah mereka lakukan. Apalagi, salah seorang dari mereka tidak pernah ada rasa inisiatif untuk menghubungi duluan.
Seorang pembantu rumah tangga paruh baya yang kurang lebih berusia 60 tahun juga tidak pernah kunjung kembali. Maklum saja, setengah tahun yang lalu pembantu tersebut izin sakit dan pada akhirnya Rama benar-benar sendirian di rumah.
Karena luka traumatis yang Rama alami saat SMP dia kemudian menjadi seseorang yang suka mengurung diri di kamar. Untuk mengusir rasa jenuhnya dia melakukan berbagai macam hal, apalagi akhir-akhir ini dia suka menonton anime, sebuah animasi kartun dengan gaya Jepang. Kemudian pada akhirnya, dia tergabung dalam sebuah komunitas pecinta animasi dengan nama akun samaran Rizadhitya.
Setelah selesai menyantap sarapannya itu Rama kemudian bersiap untuk pergi sekolah, itu merupakan hari pertamanya memasuki bangku SMA. Rasa takut masih menyelimuti Rama, karena dia jarang sekali bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi, hal yang paling ditakuti oleh Rama ketika harus berjumpa dengan orang-orang yang mengenal betul Rama pada saat SMP.
Rama kemudian memeriksa apakah ada hal yang ketinggalan atau kelupaan, dan setelah memastikannya dia kemudian mengunci pintu rumahnya.
Sejak kejadian 3 tahun yang lalu, ia menyadari bahwa ini merupakan langkah pertama ia kembali menginjakkan kaki keluar batas pagar rumah.
Dalam ingatannya, Rama masih di hantui oleh kenangan buruk yang pernah menimpanya pada masa SMP dulu. Sebenarnya, di hari pertamanya ini, ia tidak memiliki mood yang bagus, Rama berencana untuk kembali lagi masuk ke rumah.
Saat akan kembali, Rama kemudian mendengar seseorang yang sedang memanggil namanya.
"Rama ... ayo bareng." ucapnya
Suara lembut ciri khas wanita, sebagai tanda ajakan untuk Rama pergi bersamanya ke sekolah.
Rama kemudian membalikkan badan, dan menyadari bahwa suara ajakan tadi memang keluar dari mulut seorang wanita. Namanya adalah Hani yang merupakan tetangga rumahnya. Tidak percaya dengan apa yang didengarnya Rama kemudian bertanya.
"Kamu ngajak aku?" tanya Rama pada wanita itu sambil menunjuk dirinya sendiri.
Mendengar pertanyaan itu, sontak membuat Hani tertawa. Dia kemudian balik bertanya.
"Iyalah, memang di sini ada yang namanya Rama selain kamu?" jawab Hani.
Di saat Hani masih tertawa kepadanya, sambil memalingkan wajah dan membuat ekspresi kesal Rama bergumam.
"Dasar wanita, di kasih pertanyaan bukannya menjawab malah balik bertanya." gumamnya
Setelah selesai tertawa, Hani kembali mengajak Rama untuk segera pergi bersama ke sekolah
"Ayo pergi ... nanti telat loh." ucapnya sambil tersenyum manis
Rama kemudian mengangguk sambil mengatakan "iya"
Mereka berdua pada akhirnya pergi bersama-sama menuju sekolah.
Dalam perjalanan itu, pipi Rama tampak merah mengisyaratkan bahwa dia malu jalan berdua bersama seorang wanita. Sesekali dia melihat muka Hani yang selalu tertuju ke depan. Dalam hatinya, dia berkata bahwa ini pertama kalinya dia berjalan berdua bersama apalagi secantik Hani ini. Memandang wajah Hani dari samping, terlihat dengan sedikit riasan tipis-tipis, wajah ayu dan juga putih bersih, hidung mungil, serta pipinya yang chubby.
Karena Rama yang terlalu fokus memandang wajahnya Hani, tanpa disadari, dia menabrak tiang listrik.
Dengan perasaan kaget dan kesal, dia malah memaki-maki tiang listrik yang memang sejak dulu berada di tempatnya.
"Siapa yang menaruh tiang listrik ini sembarangan?!" ucap Rama
Sontak karena kelakuan nyelenehnya Rama, Hani kemudian tertawa sambil mengejeknya
"Kamu ini ada-ada saja, kamu sendiri yang gak fokus jalannya malah salahin tiang." ucap Hani
"Memang kamu memandang apa dari tadi, Rama?" lanjut ucap Hani
Mendengar pertanyaannya itu, Rama semakin malu dan kemudian memalingkan wajah sambil mengatakan "kepo."
Singkat cerita akhirnya mereka berdua sampai di sekolah, Hani kemudian mengatakan bahwa dirinya akan menemui Rama di kelasnya nanti.
Rama merasa bingung mendengar hal tersebut dari Hani, karena ia merasa bahwa saat itu pasti sudah masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS) Rama berkeyakinan bahwa mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bertemu.
Di tengah kebingungan itu, Hani kemudian berlari sambil melambaikan tangannya kepada Rama
"Selamat tinggal yah Rama ... semangat terus pokoknya." ucapnya
Kemudian sound system sekolah berbunyi, terdengar operator sekolah mengumumkan bahwa siswa-siswi baru untuk segera berkumpul. Mereka akan mengadakan upacara serta pembagian kelas.
Singkat cerita, Rama akhirnya berada di dalam kelas 10 IPS 3. Dia kemudian duduk di bangku paling belakang dan tentunya dekat dengan jendela.
Seperti biasa, hari-hari pertama sekolah merupakan masa perkenalan dengan lingkungan baru. Mulai berkenalan dengan teman sekelas, memperkenalkan kegiatan OSIS, ekstrakurikuler hingga yang lainnya. Tapi, Rama tampaknya terlihat tidak peduli dengan semua itu, dia terus menatap keluar jendela dengan berharap bisa segera pulang ke rumah.
Di saat asyik menatap keluar jendela, terdengar seseorang memanggil namanya.
"Tolong perhatian semuanya!
Khususnya untuk Rama yang sedang asyik melamun di sana." ucap orang itu.
Suara tersebut kemudian memecah kebisingan. Yang timbul karena suara bising orang-orang yang entah itu sedang mengobrol, tertawa dan sebagainya.
Rama seperti pernah mendengar suara ini, suara seseorang yang pertama kali dia dengar di hari ini. Saat menoleh, ternyata benar suara itu berasal dari kakak kelasnya yaitu Hani. Dengan wajah malu sambil mengatakan
"iya .. maaf."
Kakak kelas itu kemudian memperkenalkan diri, dan mengatakan bahwa dia merupakan perwakilan dari ekstrakurikuler pencak silat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Richie
semnagat thoe
2023-08-31
1
luhax
Bikin deg-degan tiap babnya.
2023-07-30
1
Amalia Mirfada
Gila, endingnya bikin terharu.
2023-07-30
1