Ibu VS Kuntilanak

"Mu-mustahil ... Bagaimana caranya ada kuntilanak ada di sini ... ?" ucapku karena heran.

Penjelasan : Kuntilanak merupakan sosok hantu wanita yang berasal dari mitologi Indonesia. Di berbagai daerah, kuntilanak kerap di kaitkan dengan kematian seorang calon Ibu yang sedang mengandung. Dendam serta rasa iri nya lah yang membuat arwahnya menjadi tidak tenang.

Dengan badan gemetar di sekujur tubuh melihat langsung sosok yang diriku anggap hanya mitos, kini berada tepat di depan mataku.

Rasa takut, heran serta tidak percayaku bercampur menjadi satu. Di kala badanku terpaku diam ketakutan, tiba-tiba sosok kuntilanak itu berteriak dan membuat suara yang sangat nyaring.

"Aargghh ... gendang telingaku seperti mau pecah!" ucapku sambil menutup telinga.

Tidak berhenti sampai disitu, rambut kuntilanak itu kemudian menjadi sangat panjang dan berhasil membuat diriku terbelit dengan posisiku yang masih menutup telinga.

Perlahan dia mendekat, tentu saja aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia mengikatku dengan rambutnya.

Saat sosok itu berada tepat di depanku, dia terlihat sedang menangis. Ke dua tangannya meraih wajah dan memegangi pipiku. Sosok kuntilanak itu kemudian berkata.

"A-a-Anakku." ucapnya

Tentu saja aku merasa heran. Karena, sosok ini seperti mencari sesuatu, entah apa yang di carinya saat ini. Dengan perlahan aku kemudian bertanya kepada dirinya.

"A-apa yang kau mau dariku ..?" tanyaku.

Terlihat dia tidak mengucapkan sepatah kata apapun dan masih memandang ke arahku dengan tangannya yang tentu saja masih memegangi pipiku.

Saat itu, tiba-tiba Ibu datang sambil membuat sihir api. Sosok kuntilanak yang menyadari serangan Ibu kemudian membuat semacam pelindung dengan rambutnya.

"Dasar arwah tidak tenang, kembalikan anakku!" teriak Ibu

Dengan rambut panjangnya, kuntilanak itu kemudian menyerang. Terjadi serangan bertubi-tubi yang di lancarkan olehnya, namun Ibu juga bisa menghindarinya dengan sangat cepat.

"Rama ... bantu Ibu cepat! kenapa kamu malah diam saja seolah enak berada di dekatnya!" teriak Ibu kepadaku

"Salah paham! Ibu salah paham!" jawabku

Tentu saja mendengar teriakkan dan sindiran itu membuatku sedikit kesal. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah diriku sedang menganalisis situasi dan kemampuan sosok ini.

Setelah yakin, aku kemudian mencoba melepaskan diri dari ikatan rambut kuntilanak ini. Disela-sela tanganku yang tidak terlalu terikat aku kemudian merapal mantra dan membakar ikatan rambutnya. Karena sadar aku telah melepaskan diri darinya, dengan rambutnya yang lain dia mencoba untuk menjerat dan mengikatku kembali. Namun, dengan sigap aku kembali membuat sihir api dan membuat rambut yang akan menyerang ku itu terbakar.

Melihat celah, Ibu kemudian menerjang sosok kuntilanak itu dan berniat untuk melenyapkannya dengan pukulan yang diperkuat oleh energi sihir. Namun, saat serangan pukulan Ibu akan mengenainya , tiba-tiba sosok kuntilanak itu menghilang.

"Ke-kemana dia?" ucap Ibu

Aku kemudian menganalisa sekitar, melihat ke segala arah dan sadar bahwa Kuntilanak itu ada di atasnya Ibu dan bersiap untuk menyerangnya.

"Maa ... Kuntilanak itu ada di atas!" teriakku pada Ibu

Ibu kemudian menghindari serangan rambut kuntilanak itu. Dengan cepat aku merapal mantra dan menggunakan sihir elemen tanah yang ku jadikan tajam.

"Makanlah serangan ku ini!" ucap teriakku

Saat serangan ku akan mengenainya, sosok kuntilanak itu kemudian tiba-tiba kembali menghilang.

"Sial, dia kembali menghilang!" ucap kesalku

Di saat kebingungan karena mencari wujudnya, Ibu kemudian menghampiriku. Karena pengalamanku yang tadi di tipu oleh sosok kuntilanak tadi, lantas membuatku tidak mempercayainya.

"Rama ... " ucapnya

"Kau siapa? jangan harap bisa menipuku untuk kedua kalinya, yah!" ucapku mengintimidasi.

Aku kemudian di pukul olehnya, tanda dia marah karena tidak percaya.

"Dasar bodoh, aku ini Ibumu!" ucap kesalnya

Rasa sakit karena di pukul di kepala mengingatkanku bahwa ini memang benar-benar Ibuku.

Dia kemudian bertanya padaku apakah aku tahu tentang sosok hantu ini, karena tadi secara tidak sengaja aku berteriak "Kuntilanak".

Takut ketahuan bahwa aku bukanlah sosok asli anaknya serta berasal dari dunia lain. Akhirnya aku berbohong bahwa sosok hantu ini merupakan klasifikasi baru dalam roh atau spirit. Dan setelah itu menjelaskan secara singkat bahwa aku mengetahuinya dari buku sihir yang aku baca dalam 2 bulan terakhir ini.

Setelah dirasa cukup meyakinkan aku kemudian mengalihkan topik pembicaraan tentang di mana sekarang roh ini berada dan bertanya bagaimana cara untuk mengalahkannya.

Ibu kemudian memberitahuku satu rencana, dimana Dia akan menyerang sosok kuntilanak itu dengan kekuatan yang disembunyikannya dan memintaku untuk pergi dan berlindung. Namun, untuk menjalankan rencananya tersebut aku di minta untuk mengulur waktu sekurang-kurangnya 1 menit.

"Ibu punya satu rencana, Rama." ucapnya dengan penuh keyakinan.

"Afaan tuh?" tanyaku

"Ibu akan menyerangnya menggunakan kekuatan yang Ibu sembunyikan ...

Di saat Ibu mengeluarkan kekuatan itu, Ibu harap kamu menjauh dan pergi melindungi diri." ucapnya

"Namun, untuk mengeluarkan kekuatan ini, Ibu memerlukan waktu, apakah kamu bisa mengulur waktu setidaknya 1 menit?"

"Hah? Kelamaan kalau satu menit, apakah Ibu mau membuatku dalam bahaya dan menumbalkan diriku pada Kuntilanak itu?" Tanyaku.

Mendengar pertanyaan itu tentu saja membuat Ibu menjadi kesal, dan dia kemudian memukul kepalaku kembali.

"Dasar anak yang banyak permintaan! ya sudah, ulur waktu sebanyak 30 detik." ucapnya

"Nah begitu dong" ucapku sambil memberikan jempol.

Kemudian kami pun sepakat untuk aku mengulur waktu sebanyak 30 detik.

"Ayo kita hajar kuntil berak itu bersama!" ucap Ibu yang padahal kata-katanya jelas salah.

"Bukan! yang benar Kuntilanak." jawabku sambil memandang sinis ke arah Ibu

Untuk menambah kekuatan, kelincahan serta kecepatanku dalam bergerak, aku kemudian mengaliri kaki dan tanganku menggunakan energi sihir. Dan setelah melihat posisi Kuntilanak itu berada di atas pohon, dengan cepat aku bergerak dan menerjangnya dengan tendangan. Saat itu aku sadar bahwa Kuntilanak itu kembali menghilang dan berpindah tempat dengan sangat cepat.

"Sial, Dia kembali menghilang .. !" Gumamku

Seketika aku menyadari bahwa sosok kuntilanak itu berada di bawahku, karena tadi aku mencoba melompat dan menyerangnya saat masih berada di atas pohon.

Dengan reflek aku kemudian menghindari beberapa serangan rambutnya dan sesekali menangkis dan menendang rambutnya tersebut.

Saat mendarat aku menyadari bahwa kekuatan energi sihirku hanya tersisa sedikit, dan memahami kalau sekarang posisiku sedang terpojok. Setelah menarik nafas tanda menghilangkan keraguan, serta sadar bahwa ini merupakan serangan terakhir dan sekaligus serangan pamungkas dariku.

Aku kemudian membuat kuda-kuda samping serta fokus mengumpulkan energi sihirku ke telapak tangan kanan. Dan setelah mengepalkannya, kemudian aku melapisinya menggunakan sihir api.

"Red Ardor Fire Strike!" teriakku percaya diri pada jurus pamungkasku ini.

Setelah itu aku kemudian menerjang sosok kuntilanak itu dan terlihat kuntilanak itu juga tidak berdiam diri. Dia terlihat menyerangku menggunakan rambut panjangnya, aku kemudian berlari bermaksud untuk menghindari serangan rambutnya.

Dan setelah di rasa cukup dekat, aku kemudian mengayunkan tangan kananku dan meninjunya. Namun, sesaat sebelum mengenainya terlihat rambut kuntilanak itu membuat sesuatu semacam perisai untuk menahan tinjuku ini.

Kami pun beradu kekuatan, dan di saat beradu kekuatan, aku bisa merasakan bahwa perisai rambutnya ini sangat keras dan kuat. Dan beberapa saat kemudian menghasilkan suara ledakan yang cukup besar, hasil dari beradu kekuatan ini adalah aku yang terpental cukup jauh karena ledakan dari tinju berapiku sendiri.

Sekilas aku melihat rambut Kuntilanak itu juga rusak dan terbakar, namun dia masih bisa berdiri. Melihat ke sekeliling hanya pemandangan hutan terbakar yang ku hadapi.

"A-aku ... Kalah ... yah?" ucapku karena lemas.

Kemudian, Kuntilanak itu terlihat akan menangkapku kembali menggunakan rambutnya. Namun sesaat sebelum menyentuh diriku, tiba-tiba rambut kuntilanak itu terpotong. Dan tepat di depan mataku, kulihat sosok Ibu yang sudah berubah dengan di kelilingi oleh aura hijau bercampur putih.

"Maaf lama ... Rama." ucapnya

_Bersambung

Episodes
1 Awal Mula
2 Kesialan Yang Berujung Mengantarkan Ku Ke Dunia Lain (Isekai)
3 Ketua
4 Kakak kelas
5 Ternyata Isekai Itu Ada!
6 Potensi
7 Kekuatan Sihirku Tidak Keluar
8 Kekuatan Sihir Ibu
9 Dewi Reinkarnasi Akhirnya Muncul
10 Ada Kuntilanak Di Isekai?
11 Ibu VS Kuntilanak
12 Wulan Si Kuntilanak
13 Puncak Perayaan Hari Panen
14 Menyelamatkan Putri Isabella!
15 Teman Masa Kecil
16 Berlatih Di Malam Yang Sunyi
17 Isabella Verdifield
18 Kegaduhan Di Rumah
19 Isabella Verdifield VS Selvia Greenfield
20 Keputusan Dan Ajakkan
21 Sosok Hijau Bertubuh Besar
22 Mengalahkan Buto Ijo
23 Masa Lalu Putri
24 Masa Lalu Putri Bag. 2
25 Masa Lalu Putri Bag. 3
26 Putri dan Rama Berada Di Istana
27 Adik Kakak Yang Tidak Pernah Akur
28 Rama VS Renia
29 Raja Dan Mimpi Yang Aneh
30 Hari Pertama Masuk Akademi
31 Belajar Di Hari Pertama
32 Putri Dan Sosok Kuntilanak Merah
33 Kerja Sama!
34 Terjebak Di Lembah Neraka
35 Party Amatir
36 Kesalahpahaman
37 Melawan Petualang Dan Si Putri Keras Kepala
38 Bertemu Dengan Veteran Petualang
39 Menolong Manusia Setengah Binatang
40 Membentuk Party Sementara
41 Membentuk Party
42 Melawan Lisa Si Resepsionis Guild (Serikat)
43 Ujian Tahap Kedua Penerimaan Party
44 Mencari Isabella Di Gedung Terbengkalai
45 Sosok Kuntilanak Merah Itu Muncul Kembali
46 Misi pertama : Mencari Bunga Mawar Hitam
47 Kebingungan Yang Terjadi Di Party Kami
48 Memelihara Serigala Di Dalam Party Kami
49 Bertarung Secara Habis-habisan!
50 Kematian Luna Si Serigala
51 Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Diri Rama?!
52 Lisa VS Rama
53 Pertemuan Kembali Dengan Dewi Fifi
54 Reruntuhan Istana Volcanofall
55 Agria Raja Volcanofall
56 Misteri Yang Akan Di Ungkap!
57 Kebenaran!
58 Misi Ke Dua, Membantu Anna!
59 Anna Si Anak Yatim Piatu
60 Misi Mencari Tanaman Herbal Di Hutan Merah
61 Bertarung Melawan Kawanan Serigala Aul
62 Pengganggu Mulai Bermunculan!
63 Berkemah Di Hutan Merah
64 Perpisahan
65 Apakah Ini Benar-Benar Sebuah Kebetulan?
66 Berjalan-jalan Di Pasar Malam
67 Serangan Yang Tiba-tiba
68 Kemunculan Kembali Alter Rama
69 Alter Rama VS Vanisha
70 Rama Melawan Diri
71 Misi Di Benua Langit!
72 Misi Baru : Mengambil Batu Sihir!
73 Pertarungan Di Dalam Goa!
74 Pengorbanan Rama Dengan Sumpah Jiwa!
75 Draven Menjadi Guruku!
76 Kekuatan Yang Tidak Kuduga!
77 Pelatihan Yang Sangat Keras!
78 Mendapatkan Kemampuan Terbang!
79 Bermain-main dengan Guru
80 Alter Rama vs Draven Darkheart
81 Pengumuman Penting!!!
82 Tiga Bula Berlalu
83 Merencanakan Strategi
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Awal Mula
2
Kesialan Yang Berujung Mengantarkan Ku Ke Dunia Lain (Isekai)
3
Ketua
4
Kakak kelas
5
Ternyata Isekai Itu Ada!
6
Potensi
7
Kekuatan Sihirku Tidak Keluar
8
Kekuatan Sihir Ibu
9
Dewi Reinkarnasi Akhirnya Muncul
10
Ada Kuntilanak Di Isekai?
11
Ibu VS Kuntilanak
12
Wulan Si Kuntilanak
13
Puncak Perayaan Hari Panen
14
Menyelamatkan Putri Isabella!
15
Teman Masa Kecil
16
Berlatih Di Malam Yang Sunyi
17
Isabella Verdifield
18
Kegaduhan Di Rumah
19
Isabella Verdifield VS Selvia Greenfield
20
Keputusan Dan Ajakkan
21
Sosok Hijau Bertubuh Besar
22
Mengalahkan Buto Ijo
23
Masa Lalu Putri
24
Masa Lalu Putri Bag. 2
25
Masa Lalu Putri Bag. 3
26
Putri dan Rama Berada Di Istana
27
Adik Kakak Yang Tidak Pernah Akur
28
Rama VS Renia
29
Raja Dan Mimpi Yang Aneh
30
Hari Pertama Masuk Akademi
31
Belajar Di Hari Pertama
32
Putri Dan Sosok Kuntilanak Merah
33
Kerja Sama!
34
Terjebak Di Lembah Neraka
35
Party Amatir
36
Kesalahpahaman
37
Melawan Petualang Dan Si Putri Keras Kepala
38
Bertemu Dengan Veteran Petualang
39
Menolong Manusia Setengah Binatang
40
Membentuk Party Sementara
41
Membentuk Party
42
Melawan Lisa Si Resepsionis Guild (Serikat)
43
Ujian Tahap Kedua Penerimaan Party
44
Mencari Isabella Di Gedung Terbengkalai
45
Sosok Kuntilanak Merah Itu Muncul Kembali
46
Misi pertama : Mencari Bunga Mawar Hitam
47
Kebingungan Yang Terjadi Di Party Kami
48
Memelihara Serigala Di Dalam Party Kami
49
Bertarung Secara Habis-habisan!
50
Kematian Luna Si Serigala
51
Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Diri Rama?!
52
Lisa VS Rama
53
Pertemuan Kembali Dengan Dewi Fifi
54
Reruntuhan Istana Volcanofall
55
Agria Raja Volcanofall
56
Misteri Yang Akan Di Ungkap!
57
Kebenaran!
58
Misi Ke Dua, Membantu Anna!
59
Anna Si Anak Yatim Piatu
60
Misi Mencari Tanaman Herbal Di Hutan Merah
61
Bertarung Melawan Kawanan Serigala Aul
62
Pengganggu Mulai Bermunculan!
63
Berkemah Di Hutan Merah
64
Perpisahan
65
Apakah Ini Benar-Benar Sebuah Kebetulan?
66
Berjalan-jalan Di Pasar Malam
67
Serangan Yang Tiba-tiba
68
Kemunculan Kembali Alter Rama
69
Alter Rama VS Vanisha
70
Rama Melawan Diri
71
Misi Di Benua Langit!
72
Misi Baru : Mengambil Batu Sihir!
73
Pertarungan Di Dalam Goa!
74
Pengorbanan Rama Dengan Sumpah Jiwa!
75
Draven Menjadi Guruku!
76
Kekuatan Yang Tidak Kuduga!
77
Pelatihan Yang Sangat Keras!
78
Mendapatkan Kemampuan Terbang!
79
Bermain-main dengan Guru
80
Alter Rama vs Draven Darkheart
81
Pengumuman Penting!!!
82
Tiga Bula Berlalu
83
Merencanakan Strategi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!