"Akulah yang telah memanggilmu ke dunia ini, Rama ..." ucapnya.
"Mu-mustahil." ucapku.
Dia kemudian memperkenalkan diri, Fifi merupakan namanya. Dia terlahir sekitar 12 tahun yang lalu sebagai seorang Dewi, dan memiliki tugas dalam siklus reinkarnasi. Namun, dia juga di kenal sebagai Dewi es.
Dia kemudian menceritakan asal mula terciptanya semesta dan dunia isekai yang ku tempati sekarang.
"Pada awalnya, ketika waktu masih berada dalam pelukan yang sangat jauh, terciptalah sebuah ledakan cahaya yang menandai permulaan segala sesuatu. Dewa pencipta bernama "Aion" dan Dewi kehidupan yang disebut "Astra" berada di balik keajaiban cahaya tersebut.
Aion dan Astra adalah dua entitas ilahi yang memiliki kekuatan tak terbatas. Dengan penuh kelembutan dan cinta, mereka melepaskan energi luar biasa dari ledakan cahaya itu untuk membentuk alam semesta yang baru yang sekarang kita tempati ini.
Bersama-sama, mereka membentuk bintang-bintang dan planet-planet yang misterius di langit kosong. Mereka menaburkan benih-benih kehidupan di setiap planet yang mereka sentuh, menciptakan kondisi yang cocok bagi kehidupan untuk hidup dan juga berkembang biak.
Namun, dengan kekuatan penciptaan ini juga datang rasa tanggung jawab besar. Aion dan Astra tahu bahwa kehidupan membutuhkan keharmonisan dan keseimbangan untuk tumbuh dengan subur. Oleh karena itu, mereka memberikan kebijaksanaan kepada makhluk-makhluk cerdas yang akan muncul di planet-planet tersebut.
Ribuan tahun berlalu, kehidupan mulai berkembang di permukaan planet-planet yang berbeda. Aion dan Astra dengan penuh kasih melihat peradaban-peradaban dan makhluk-makhluk cerdas berkembang pesat, mengisi dunia-dunia mereka dengan keindahan dan keajaiban.
Namun, takdir tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, peradaban-peradaban itu mengalami masa sulit dan perjuangan yang berat. Dalam momen-momen seperti itu, Aion dan Astra memberikan petunjuk dan pertolongan, menginspirasi makhluk-makhluk cerdas untuk mencari kebijaksanaan dalam diri mereka sendiri.
Seiring berjalannya waktu, peradaban-peradaban yang hebat dan mengagumkan terbentuk di bawah cahaya penuh cinta dari Aion dan Astra. Kehidupan di berbagai dunia menjadi beragam dan unik, mencerminkan keajaiban penciptaan yang tak terbatas.
Dalam setiap periode kejayaan dan masa sulit, makhluk-makhluk cerdas itu memandang ke langit, menghormati dan merayakan kebesaran Aion dan Astra sebagai pencipta dan penjaga alam semesta." Penjelasannya.
Mendengar ceritanya, tentu saja membuatku penasaran tentang awal mula terciptanya sebuah konflik maupun kejahatan baik di semesta maupun dunia isekai ini. Karena, di dalam deskripsi yang di ceritakan oleh Dewi Fifi tidak menyinggung apapun tentang hal tersebut.
"Maaf Dewi Fivi, jika ceritamu itu benar. Bagaimana awal mula terciptanya sebuah konflik, perselisihan ataupun kejahatan di dunia isekai atau semesta ini?" tanyaku.
Dewi Fivi kemudian menceritakan bagaimana awal mula konflik maupun kejahatan bisa tercipta.
Pada awalnya, setelah Aion dan Astra menciptakan dunia semesta dengan penuh kelembutan dan cinta, harmoni dan kedamaian mengalir di seluruh penjuru. Namun, sebuah makhluk ilahi yang bernama Caligor, yang memiliki kegelapan dalam hatinya, merasa cemburu dan iri terhadap kedamaian yang ada.
Caligor adalah makhluk yang ambisius dan berhasrat untuk mendapatkan kekuasaan mutlak. Ia merasa bahwa Aion dan Astra telah melewatkan kesempatan untuk memberikan kekuatan sejati kepadanya. Rasa cemburu dan amarahnya pun tumbuh menjadi semakin kuat, membentuk benih-benih kejahatan di dalam hatinya.
Sementara Aion dan Astra dengan kebijaksanaan mengamati dunia yang mereka ciptakan, mereka menyadari gejala gelap yang muncul dalam hati Caligor. Namun, mereka mencoba untuk memahami dan memberikan kesempatan kepada semua makhluk ilahi yang mereka ciptakan untuk menemukan jalan kebaikan.
Namun, kegelapan dalam hati Caligor semakin kuat, dan ia mulai mencari cara untuk mencapai ambisinya. Ia menemukan cara-cara yang gelap dan kejam untuk memanipulasi kekuatan yang ada di dunia semesta ini.
Dengan kecerdikannya, Caligor menyesatkan makhluk-makhluk lain dan mempengaruhi beberapa di antaranya untuk berpaling dari kebenaran dan kedamaian. Dia membentuk aliansi dengan makhluk-makhluk jahat lainnya untuk menciptakan kekacauan di dunia yang indah ini.
Konflik mulai timbul di antara makhluk ilahi dan kejahatan muncul di berbagai sudut dunia semesta. Aion dan Astra merasa sedih dan prihatin melihat keadaan ini, namun mereka juga menyadari bahwa kebebasan dan pilihan adalah hak bagi semua makhluk.
Seiring berjalannya waktu, kejahatan semakin berkembang dan menjadi ancaman bagi harmoni dunia semesta yang indah. Aion dan Astra berunding dan merasa perlu untuk mencari cara untuk menghadapi kejahatan ini tanpa menghilangkan kebebasan makhluk ilahi yang lain.
Mereka memutuskan untuk memberikan bimbingan dan kekuatan kepada beberapa makhluk pilihan yang memiliki kebaikan dalam hati untuk melawan kejahatan. Perjuangan melawan kegelapan pun dimulai, dan dunia semesta ini menjadi medan perang antara kebaikan dan kejahatan.
Pada akhirnya, peperangan yang mengatasnamakan kejahatan dan kebaikan dapat segera di redam oleh seorang pahlawan yang gagah berani, beserta teman satu kelompoknya (party) dia berhasil mengalahkan Caligor dan memenjarakannya dalam kurungan tanpa batas. Akhirnya, dia berhasil mengibarkan bendera perdamaian di berbagai sudut bumi ini.
Namun, hal yang tidak diduga justru terjadi, kami para Dewa-Dewi bisa merasakan bahwa benih-benih konflik serta kejahatan yang di tanam oleh Caligor masih ada dan eksis sampai saat ini.
Caligor merupakan ras ilahi yang sangat kuat, dan merupakan cikal bakal terciptanya ras demon (iblis) beserta keturunannya yang lain.
Kemudian aku bertanya mengapa para ras demon di tempat-tempat yang ku kunjungi contohnya pasar tadi tidak melakukan kejahatan dan malah terlihat rukun dan berbaur bersama para ras lainnya. Dan malah para manusia lah yang melakukan hal tersebut.
Dengan lemah lembut dia menjawab pertanyaan dariku bahwa selama ini pemahamanku tentang ras demon itu ternyata salah kaprah.
Dia kemudian menceritakan bahwa sebenarnya ras demon itu berhati serta bersikap netral, layaknya seperti manusia. Demon hanyalah nama ras dan tidak lebih, tidak ada kolerasinya dengan tindak kejahatan apapun.
Tentu saja jawaban dari Dewi Fifi membuatku semakin penasaran, kemudian bertanya padanya.
"Lantas, kenapa kalian para Dewa maupun Dewi tidak ikut terjun langsung melawan kejahatan dan malah melimpahkannya kepada kami para mahluk hidup?" ucap pertanyaanku padanya.
"Kalian seolah-olah mengatakan bahwa kami haruslah menyelesaikan masalah kami sendiri, dan kalian juga seolah-olah tidak peduli." lanjut perkataan ku.
Dewi Fifi kemudian tersenyum dan mengatakan
"Jika kau ingin tahu jawaban itu, carilah dengan usaha dan juga perjuanganmu." ucap Dewi Fifi
"Tolong Rama, jangan biarkan benih-benih konflik, kejahatan, perselisihan serta kebencian yang ditanam oleh Caligor untuk terus ada. Kau adalah satu-satunya harapan." lanjut ucapannya
Setelah mengucapkan hal tersebut, terlihat keberadaan Dewi Fifi mulai menghilang, sambil mengatakan namanya dan memintanya untuk jangan pergi, diriku terbangun.
Saat melihat ke samping terlihat Ibu yang sedang tertidur di kursi sembari memegang tanganku, wajahnya jatuh tepat di tempat tidur.
"Mimpi ... yah?" ucapku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Maisarah Asril
Setiap kali aku selesai baca, aku sangat berharap ada lebih banyak lagi. Teruskan fighting, author!
2023-08-01
1
Joko Castro
Makin seru aja tiap chapternya, berasa dibawa ke alam cerita! 😍
2023-08-01
1