Terlihat Ibu dengan kekuatannya yang baru, di selimuti oleh Mana berwarna hijau. Di tangan kanannya terlihat bahwa Ia memegang sebuah katana,
"Maaf Lama .... Rama." ucapnya dengan sangat epik
"Mama ... Bagaimana caranya mama bisa mendapatkan kekuatan sebesar ini?" ucap penasaran ku
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan! ...
Ibu akan mengalahkannya terlebih dahulu!" tegasnya.
Sesaat setelah itu, Ibu langsung berlari ke arah sosok kuntilanak itu, namun usahanya sia-sia karena dengan cepat makhluk itu kembali menghilang. Tapi seketika itu, Ibu langsung menancapkan pedang katananya ke tanah yang seketika membuat segalanya seperti tertarik ke bawah, begitu juga dengan diriku.
"Hah? Manipulasi Gravitasi? Kuat sekali!" ucap kagumku
Saat aku melihat ke arah kuntilanak, Dia juga rupanya terjebak ke dalam kekuatan manipulasi gravitasi.
"Mama ... Makhluk itu terjebak!" ucap teriakku.
Seketika itu, Ibu kemudian merapalkan mantra api dan angin secara bersamaan! dan menghasilkan sebuah serangan berupa badai api yang sangat besar dan kuat.
"Vortex Blaze!" teriak Ibu dengan jurusnya.
Dari jurusnya tersebut, menciptakan sebuah tornado yang membakar serta menghempaskan segala sesuatu yang dilewatinya.
"Hebatnya ... " ucap kagumku pada jurus barusan.
Sesaat setelah itu aku kemudian melihat sosok kuntilanak itu terbaring, tanda bahwa jurus Ibu berhasil mengenainya.
Ibu kemudian menghampiri diriku dan menanyakan tentang keadaan ku saat ini. Sembari menyembuhkan luka-luka ku dengan sihir heal nya, Dia menjelaskan bahwa makhluk kuntilanak itu merupakan roh atau spirit yang iri dan juga pendendam, terasa dari aura Mananya yang begitu gelap dan pekat.
Untuk mengalahkannya, Dia mengatakan kekuatan energi sihir yang berasal dari emosi tidaklah akan cukup, melainkan harus digabungkan dengan Mana atau energi sihir yang berasal dari Alam.
Saat selesai menyembuhkan luka-luka ku, kami kemudian mendekat untuk memastikan kondisinya. Saat melihat sosok kuntilanak itu alangkah terkejutnya kami dengan pemandangan yang ada. Sosok kuntilanak itu berubah menjadi seorang gadis yang sangat-sangat cantik dan juga anggun.
"Mama ... Si-siapa wanita ini?" ucap tanyaku
"Entahlah Rama ... " jawab Ibu
Singkat cerita kami pun membawa gadis ini ke rumah untuk di obati. Kami berdua masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja kami alami, karena tidaklah wajar bagi seorang roh kembali lagi menjadi manusia. Kami pun sepakat bahwa kejadian ini harus di rahasiakan.
"Ingat Rama! kejadian ini tidak boleh sampai bocor ke publik, kita tidak tahu apa yang akan terjadi bilamana sampai ada orang yang tahu tentang fenomena aneh ini!" pesannya
"Humm ... Baik." ucapku sambil mengangguk.
Tiga hari pun berlalu sejak kejadian di hutan hitam, aku masih mencari informasi tentang fenomena roh yang kembali lagi menjadi manusia. Segala hal ku cari, entah itu mencarinya dari perpustakaan, bertanya kepada petualang dan lain sebagainya. Namun, hasilnya nihil dan tidak jawaban.
Sehabis mencari informasi dan juga berjualan sayur di pasar, aku kemudian pulang. Saat sampai di rumah, aku berniat untuk memeriksa kondisi manusia jadi-jadian itu. Namun, saat melihat pintu kamarnya yang terbuka aku kemudian curiga dan benar saja! Dia sudah tidak ada di kamar.
Panik karena makhluk jadi-jadian itu tidak ada, aku mencarinya di segala penjuru rumah.
"Oy ... makhluk jadi-jadian ... dimana ka-"
Belum menyelesaikan kata-kata ku, saat pergi ke belakang halaman rumah, dia terlihat sedang memandang sesuatu. Dengan badan gemetar dari ujung kaki sampai ujung kepala aku pun memberanikan diri untuk mendekati serta bertanya perihal kondisi dirinya.
"Ka-kau B aja kan?" ucapku
Dia kemudian membalikkan badannya dan kaget karena itu, aku kemudian berteriak untuk meminta ampun.
"Ampun Kunti, aku janji gak bakal ganggu kamu lagi." ucapku sambil menutup mata.
Di tengah ketakutan, aku kemudian merasakan bahwa ada seseorang yang tiba-tiba memelukku. Saat diriku melihat, ternyata orang yang memelukku tersebut adalah Dia.
Dengan rasa heran sekaligus bingung, aku kemudian bertanya padanya.
"M-mbak Kun?" tanyaku
Dengan karakteristik suara lembut bagaikan wanita Kuudere dalam anime, dia menjawab pertanyaan dariku.
"Biarkan aku memelukmu untuk beberapa saat saja .. " ucapnya
"M-mbak Kun ..." gumamku
Di tengah-tengah diriku dipeluk olehnya tiba-tiba Ibu datang, ambil tersenyum dia mengatakan.
"Anak Mama sudah besar ternyata ..." ucapnya
Aku pun berteriak
"Ibu salah paham!"
Singkat cerita kami bertiga akhirnya berkumpul di ruang keluarga, dan bertanya tentang asal-usul Dia.
Dia kemudian memperkenalkan diri, namanya adalah Wulan berusia 18 tahun dan merupakan korban pembunuhan dan pembantaian dari perang melawan Caligor 12 tahun yang lalu.
"Saat itu ... Hari yang sama seperti biasanya, di tengah sore menjelang malam, kami sekeluarga memasak dan bersiap untuk makan malam. Di saat tengah asik menyantap hidangan hangat dan juga enak itu, tanpa diduga Desa kami diserang oleh sekelompok prajurit Raja Iblis. Mereka menyerang, membunuh serta menghabisi para warga desa dengan sangat brutal.
Ku lihat para anak-anak kecil diikatkan pada jerami dan lalu membakarnya, para lelaki di habisi dengan cara di pasung kepalanya. Sedangkan para wanita di jadikan objek senang-senang pemuas hasrat duniawi para pasukan raja Iblis.
Di tempat terpisah aku bersama suamiku berhasil meloloskan diri, namun itu semua tidak bertahan lama. Karena, beberapa pasukan raja Iblis berhasil menemukan tempat persembunyian kami. Karena tidak ada jalan lain lagi, suamiku nekat mengorbankan dirinya untukku. Dia kemudian memintaku untuk hidup lebih lama dan menyuruhku berjanji agar anak yang sedang ku kandung sekarang, ku rawat dan ku besarkan dengan sebaik-baiknya.
Akhirnya kami pun sepakat dan untuk terakhir kalinya, kami mengucapkan salam perpisahan. Namun, ternyata takdir tidak berpihak kepada kami berdua. Karena, tiba-tiba pasukan raja Iblis berhasil menangkap diriku dan suamiku.
Setelah diseret cukup jauh dan membawa kami berdua ke tengah-tengah desa. Kami kemudian disiksa dan dieksekusi dengan sangat kejam. Terlihat suamiku memohon pengampunan untukku dan bersedia memberikan nyawanya. Namun, bukanlah Iblis jika tidak melakukan hal kejam. Mereka justru menusuk suamiku dengan pedang dan juga tombak.
Terlihat dalam derita, suamiku masih meminta agar diriku di lepaskan. Dan kemudian salah satu pasukan raja iblis itu bertanya, perihal mengapa suamiku begitu ingin melepaskan diriku. Dengan nada tertatih-tatih dan juga masih menahan rasa sakit. Dia menjawab
"Hei manusia! Mengapa dirimu begitu ingin melepaskan perempuan ini? Jawab!"
"Karena ... Karena aku mencintainya ...
Dan ... Dan sekarang ... Dia mengandung anakku."
Setelah mendengar jawaban itu langsung dari suamiku, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ditengah rasa sakit serta penderitaan yang sedang dialaminya, suamiku masih memikirkan keselamatanku dan juga calon bayinya.
Namun, setelah mendengar jawaban itu semua pasukan raja Iblis yang sedang menyiksanya kemudian tertawa.
"Hahaha ... lihatlah semua ... lihatlah manusia yang satu ini ...
Inilah yang menjadi penghambat kalian, rasa terlalu mementingkan orang lain menyebabkan kalian semua para manusia menjadi lemah!"
Pasukan raja Iblis yang mengatakan hal itu kemudian mendekati dan menjatuhkanku kebawah. Dalam posisi tidur perut menghadap ke bawah, dia menusukkan tombak ke punggung dan berhasil menembus perutku.
Terlihat suamiku berteriak ke arahku mengatakan "tidak" dan disaat itu juga pasukan raja Iblis yang lain memenggal kepalanya."
"Cukup! jangan dilanjutkan!" ucap teriakku kepada Wulan tanda tidak kuat dengan ceritanya.
Sambil mengepalkan kedua lengan, perasaan marah sekaligus sedih menyelimuti diriku setelah mendengarkan cerita Wulan yang menjadi korban kebiadaban raja Iblis. Aku sudah tidak kuat dengan ceritanya dan memintanya untuk berhenti.
"Rama .." ucap Ibu padaku
Wulan dengan seketika menghentikan ceritanya kepada kami, dan dia pun menangis dengan perasaan yang hancur karena mengingat serta menceritakan hal mengerikan itu kepada kami.
Dalam keadaan masih menangis, Ibu terlihat memeluk dan juga menenangkan Wulan.
_Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments