DBSC 20

Chris memperhatikan luka goresan itu, memang hampir hilang tapi masih ada bekas goresan tipis. Mengingat di mimpinya, lokasi luka itu hampir sama dengan luka di kaki Alexa tetapi dia tidak ingin langsung mengambil kesimpulan. Nantilah jika ada waktu dia akan bertanya pada Alexa, hari ini dia harus bertemu dengan Predir FutureCorp, Jacob Avan.

Tak lama pintu kamar Alexa terbuka, muncullah sosok Jerry yang sedari tadi ditunggu oleh Chris. Jerry menyerahkan kemeja baru untuk Chris pakai dan mereka akan menunggu kedatangan Bianca karena tidak mungkin meninggalkan Alexa sendiri di rumah sakit. Menurut Chris, masih belum aman dan tidak tahu apa yang akan Herman lakukan meski mereka telah mendapatkan bukti itu.

Pukul 8 pagi, Bianca datang membawa sarapan untuk mereka, Chris dan Jerry makan sarapan dulu baru berangkat ke kantor. Hari ini Chris akan meeting dengan FrozenLife Corp untuk membahas tentang menciptakan sistem keamanan yang melindungi sistem mereka agar data mereka tidak bocor. Dia menghampiri Melissa, meminta presentasi tersebut untuk dipelajari sebentar dan tidak lupa, dia juga dia meminta untuk menjadwalkan pertemuan dengan Presdir.

Meeting dimulai tepat pukul 10, Chris yang mempresentasikan hal tersebut memukau para direktur dan manajer FrozenLife yang mengikuti meeting tersebut. Mereka ingin bekerja sama dengan FutureCorp dan itu menambah daftar kesuksesan Chris sebagai CEO. Karena saat ini mereka ingin memperluas klien di segala bidang, bahwa teknologi tidak terbatas apapun.

Sekarang, maju ke pertemuan selanjutnya dengan Presdir Jacob, membahas masalah internal Perusahaan ini. Dia menemui beliau di ruangannya setengah jam sebelum makan siang. Yang berarti batas waktu temunya hanya setengah jam.

“Permisi, Pak Jacob.”

“Masuk, Chris. Ada apa?”

“Mau melaporkan perkembangan masalah pak Herman dan pak Helmi.”

“Oke, silakan duduk.”

Chris duduk di hadapan Jacob, “Jadi, begini, Pak. Untuk permasalahan ini belum bisa dilaporkan ke polisi karena kurangnya bukti dikarenakan bukti itu menghilang saat Alexa, kepala tim audit independen kecelakaan.”

“Apa! Jadi tidak bisa segera dibereskan ya?”

“Dalam waktu dekat ini, belum, Pak. Tetapi saya usahakan untuk segera menyelesaikan. Karena meski bukti fisik hilang tetapi kami masih memiliki salinan bukti sehingga memudahkan kami mencari data penggelapan tersebut.”

“Lalu, apakah hanya itu saja?”

“Sebelumnya maaf apabila saya lancang. Saya ingin bertanya tentang pak Anggara, apakah saya boleh lebih mengenal beliau dengan bertanya kepada Bapak?”

“Oh, setau saya dengan pribadi pak Anggara, beliau baik, sering melakukan amal terhadap panti sosial. Melakukan Gerakan sosial dan mempunyai dua atau tiga Perusahaan. Beliau sebagai eksekutif senior FutureCorp, merupakan seseorang yang patut dicontoh. Beliau sering memberikan arahan kepada tim, mengawasi proyek, dan menjalankan strategi Perusahaan.”

“Baik, Pak. Terima kasih untuk informasinya. Saya tertarik dengan beliau karena caranya yang efektif untuk menjalankan Perusahaan.”

Chris berlalu dari ruangan Jacob dan melanjutkan rencananya untuk makan siang bersama Jerry di luar kantor tentunya. Jerry yang sudah penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh Chris dari kemarin hanya bisa menunggu tanpa kepastian kapan Chris akan mengajaknya turun untuk beraksi. Mereka makan di café, dengan ruangan privat sesuai permintaan Chris.

“Pesan dulu, Jer, makanannya.”

“Duh, aku gak sabar ingin dengar ceritamu.”

“Iya, tetapi aku sudah lapar sejak tadi. Bicara dengan pak Jacob membuatku jengkel.”

Mereka memesan makanan terlebih karena memang saat ini Chris membutuhkan tambahan tenaga dari porsi yang akan mereka makan.

“Jadi, begini ceritanya dari kemarin …,” Chris menceritakan dari pertemuan dengan pak Helmi, surat pernyataan merugikan yang dibuat pak Herman, serta pengecekan email dan laporan keuangan atas saran pak Helmi.

“Jadi menurutmu pak Helmi jujur?”

“Iya, karena aku menemukan beberapa transaksi ke rekening pak Herman selain gaji dalam tahun ini tetapi memang aku belum melihat secara detail itu transaksi apa.”

“Baik kita bagi tugas saja kalo begitu. Laporan keuangan biar aku yang periksa, rincian dari rekening Perusahaan ke rekening pak Herman untuk tiga tahun terakhir sejak dia menjabat Manager Keuangan.”

“Tambahkan pula dari rekening Perusahaan ke rekening pak Anggara, juga untuk tiga tahun. Aku hanya ingin mengetahui apa yang sudah dia lakukan.”

“Ok. Kita makan dulu.” Jerry mengajak Chris segera menyantap pesanan yang sudah datang.

Mereka makan siang dengan tenang sambil memikirkan langkah-langkah untuk menjalankan rencana tersebut.

“Alexa juga ternyata masih mempunyai salinan data dari invoice fisik yang diambil sehingga kita memiliki acuan data-data transaksi pada laporan keuangan.”

“Baguslah jika begitu. Untuk urusan itu kita serahkan pada Alexa. Kita fokus pada internal Perusahaan kita.”

Setelah mereka merasa sudah semua dibahasnya dan selesai makan siang, mereka segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pencarian mereka. Dia menghampiri ke Melissa yang terlihat sibuk dengan ponselnya akhir-akhir ini sehingga Chris menatap curiga terhadap Melissa.

“Mel, apakah hari ini ada jadwal lainnya?”

Melissa yang tengah sibuk dengan ponselnya tidak mendengar kedatangan atasannya. Setelah terdengar ketukan di meja, “maaf, aku sibuk dengan temanku. Meeting ya, jadwalmu hari ini sampai sore masih kosong.”

“Kumohon lain kali untuk urusan kantor prioritaskan lebih dulu daripada pribadimu.”

“Iya, maafkan sekali lagi.”

Chris meninggalkan Melissa yang agak heran dengan perilakunya tiba-tiba menegurnya seperti itu. Padahal biasanya juga tidak apa-apa, entahlah mungkin sedang banyak pikiran.

Jerry yang sudah kembali ke ruangan langsung disibukkan dengan tumpukan laporan keuangan bulan ini sehingga dia lebih memilih untuk menyelesaikan laporan tersebut daripada laporan yang diminta Chris. Karena pikirnya, lebih fokus nanti setelah menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu. Apalagi laporan tersebut sudah ditunggu dari beberapa hari lalu.

Chris mencoba untuk tidak memikirkan Melissa akan mengkhianatinya. Jika memang akan terjadi seperti itu, Chris hanya akan memberikan pembalasan yang setimpal sehingga dia mengesampingkan kecurigaan itu. Dia mencoba untuk fokus lagi terhadap email pak Herman yang saat ini sudah muncul di layar komputernya.

Dia mencari data supplier pada range tanggal yang lain, yang membuat perjanjian lagi dengan pak Herman masalah Buka Tender. Kemudian dia mencetak surat tersebut yang terdapat sebagai attachment di sana. Dia akan membuat janji dengan beberapa supplier ini untuk menanyakan kepastiannya. Tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk memeriksa email pak Helmi. Mungkin saja dia menemukan hal lain.

Untuk sementara pengecekan pada email pak Herman ditinggalkan di range tahun kedua sehingga nanti akan dilanjutkan di tahun ketiga. Saat ini dia lebih penasaran dengan email pak Helmi. Dengan melakukan sedikit manipulasi data dia bisa membuka email pak Helmi. Melakukan filter yang sama seperti email di pak Herman, tetapi tidak ada yang keluar. Dicoba beberapa kali tidak ada yang keluar, kemudian dia baru ingat jika pak Helmi selalu berhubungan dengan customer bukan supplier. Setelah diubahnya muncullah banyak email dari customer. Dipilihnya satu dari sekian banyak itu, kemudian menampilkan bukti terima pembayaran atas penjualan barang. Dia juga memeriksa data pengiriman barang sesuai nomor nota tersebut dan tidak ditemukan data pengiriman.

Dia mencoba mencetak bukti terima itu dan dilihatnya lebih dekat dan terdapat informasi tentang nomor rekening untuk transfer ke mana uang dibayarkan. Itu bukan nomor rekening FutureCorp atau Chris tidak tahu apabila nomor rekening Perusahaan berubah. Dia langsung menelepon Jerry untuk memastikan dan menanyakan nomor rekening itu nomor siapa jika terdaftar dalam data Perusahaan.

Jerry memberikan jawaban yang di luar dugaan dan ternyata nomor rekening itu milik pak Helmi pribadi. Chris semakin bingung dan merasa aneh, pak Helmi bilang bahwa dia dijadikan tumbal apabila perbuatan mereka ketahuan tetapi kenapa ada rekening pak Helmi sendiri di situ. Jerry diminta mencari kembali data pengeluaran dari rekening Perusahaan ke rekening pak Helmi.

Untungnya Chris masih menaruh curiga ke pak Helmi sehingga saat ini tetap tiga orang itu yang dicurigai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!