DBSC 3

Chris yang masih terkejut atas berita itu tidak sadar bahwa ponselnya terjatuh. Alexa yang melihat dari kejauhan pun mendekat dan mengambil alih percakapan dengan Jerry. Ternyata Jerry mematikan sambungan tersebut karena tidak ada respon lagi dari Chris.

Alexa menepuk bahu Chris yang terlihat pucat dan pandangan mata menerawang, membuatnya sadar dan mencari ponselnya. Alexa yang melihat itu segera menyerahkan ponselnya.

“Ini ponsel anda yang terjatuh. Dari pihak sana sudah dimatikan juga. Mungkin karena tidak ada jawaban makanya dimatikan.”

“Terima kasih,” ucap Chris dengan lemas.

Alexa membawanya kembali ke meja mereka dan meminta pada pelayan untuk diambilkan air putih. Tak lama, pelayan datang dengan membawa air putih dan teh manis hangat. Kemudian Alexa memberikan air putih agar membuatnya lebih tenang. Chris yang masih lemas itu hanya bisa menuruti apa yang dilakukan Alexa.

“Masih lemas?”

“Sudah tidak apa-apa. Maafkan saya tapi pertemuan ini saya batalkan karena ada masalah yang timbul di kantor.”

“Baiklah, tapi jika boleh berkas-berkas ini saya bawa ya untuk saya pelajari.”

“Iya, sekali lagi maafkan saya, Nona.”

Chris membereskan barang-barangnya dan segera pergi dari restoran tersebut. Dia memilih untuk naik taksi karena dia tidak ingin terjadi kecelakaan jika dia menyetir dalam keadaan seperti ini.

Sesampainya di kantor dia bergegas menuju ruangan Jerry yang ternyata tidak ada di sana. Dena yang kebetulan datang dari pantry bertemu Chris dan memberitahukan bahwa Jerry ada di ruang meeting. Di sana dia sudah ditunggu dengan beberapa orang dari bagian PR untuk membahas informasi apa saja yang akan diberikan kepada khalayak akibat munculnya skandal.

“Bagaimana keadaan untuk saat ini?” tanyanya tidak sabar.

“Duduk dulu baru kuberi tahu.” Chris menuruti permintaan Jerry dan dia duduk di seberang Jerry.

Setelah itu Jerry menjabarkan bahwa saat ini skandal sudah dapat dikendalikan agar tidak tersebar lebih luas lagi. Dengan solusi FutureCorp harus melakukan konferensi pers terkait hal tersebut. Tidak heran, para pegawai bagian PR ikut hadir di rapat ini sedangkan untuk masalah eksekutif senior dan investor meminta untuk besok tetap diadakan rapat.

“Baiklah, kapan bisa kita melakukan konferensi pers?”

“Sudah dijadwalkan nanti pukul 3 sore dan yang akan berbicara adalah Ibu Helen.” Jerry menyerahkan naskah yang akan dijelaskan ke media.

Dia membaca sepintas dan setuju tentang hal yang dibicarakan tersebut. Tidak mengiyakan terhadap skandal tetapi juga tidak menolak agar citra perusahaan tidak menjadi jelek dan akan diadakan audit terhadap divisi yang bersangkutan yang dipimpin oleh tim independen dari luar perusahaan.

Dia kembali terpikir akan sosok Alexa, seperti pernah melihat tetapi tidak bisa mengingat tepatnya di mana. Untuk saat ini pikiran itu teralihkan dengan Jerry yang melanjutkan pembahasan dengan tim PR. Chris hanya menambahkan beberapa poin untuk melengkapi dan mengajak Jerry untuk segera menyusul ke ruangannya apabila sudah selesai dengan mereka.

Dia pergi terlebih dahulu dan meminta Melissa untuk tidak menghubunginya apabila ada telepon atau memindahkan janji temu hari ini ke hari lain. Saat ini dia harus fokus terhadap masalah ini. Mestinya tidak ada yang mengetahui penggelapan tersebut tetapi mengapa masalah ini bisa muncul ke media. Tim IT pun masih belum dapat mengetahui dari mana asal skandal tersebut. Yang artinya orang yang mengunggah ini adalah orang yang sangat ahli dalam teknologi.

Jerry yang sudah selesai rapat segera ke ruangan Chris untuk membahas langkah selanjutnya. Chris yang melihat Jerry di pintu mempersilakan masuk dan pindah ke sofa. Dia mengambil beberapa minuman dingin untuk diletakkan di meja. Karena dia haus jadi sekalian mengambil untuk Jerry yang sudah duduk.

“Bagaimana kabar terbaru dari tim IT?” tanya Chris to the point.

“Karena mereka belum bisa melacak sumbernya maka kusuruh mereka lebih fokus untuk menghapus artikel yang masih bermunculan.”

“Setelah konferensi pers dilakukan, kita harus mengadakan tim audit independen untuk segera melakukan pemeriksaan. Di saat bukti-bukti masih belum dihancurkan.”

“Itu juga yang kupikirkan. Lalu bagaimana pertemuanmu dengan Alexa?” tanya Jerry penasaran.

“Aku hanya menemaninya makan itupun belum selesai sudah kamu telepon untuk balik ke kantor.”

“Maafkan aku. Lalu apa dia bersedia untuk membantu kita?”

“Untuk saat ini dia masih memilih untuk memeriksa berkas laporan tersebut. Jadi belum memberi keputusan.”

“Baiklah, paling tidak dia mau membantu.”

“Oh iya, aku penasaran bagaimana kamu bisa mengenalnya?”

“Kamu tahu Baron? Teman kita waktu kuliah dulu yang sukanya telat pas kuliah. Nah, dia itu pernah memakai jasa si Alexa. Dari situ aku dikenalkan waktu ada pesta ulang tahun perayaan si Baron dan saat itu kamu tidak bisa datang karena harus keluar kota. Kenapa bertanya seperti itu? Apa kamu mengenalnya?”

“Oh, gitu. Aku sepertinya pernah mengenal dia tetapi aku tidak ingat kapan dan di mana.”

“Masak? Atau jangan-jangan kamu terpesona sama dia, secara dia cantik dan masih single loh.”

“Apaan sih. Tidak ada bahas-bahas ke sana.”

“Kalau begitu, besok saja menanyakan jawaban si Alexa. Aku balik ke ruanganku ya.”

Pukul 3 sore tepat, Chris dan Jerry datang ke lantai 1 untuk menghadiri konferensi yang dilakukan Ibu Helen di dalam aula. Di sana sudah banyak wartawan yang hadir karena banyak pihak yang membutuhkan kejelasan akan skandal tersebut. Serta selama ini citra FutureCorp di mata masyarakat sangat terjaga. Itulah yang membuat trending dan ramai di media sosial. Apabila tidak segera dilakukan klarifikasi masalah akan merembet dan citra FutureCorp akan jatuh.

Ibu Helen sudah berdiri di depan podium untuk memberikan penjelasan yang sudah dinanti. Selama 15 menit berbicara, saatnya wartawan memberikan pertanyaan untuk memenuhi rasa penasaran mereka. Pertanyaan yang diajukan membuat ibu Helen kewalahan sehingga Chris merasa dia harus maju dan mengambil alih konferensi ini.

“Para wartawan yang terhormat, saat ini seperti yang sudah dijelaskan oleh Ibu Helen, pihak FutureCorp tidak mengetahui banyak atas munculnya berita tentang skandal penggelapan dana dalam perusahaan. Hal tersebut menyebabkan kita akan melakukan peninjauan terhadap divisi-divisi yang bersangkutan,” tegas Chris, “dan tentu saja proses tinjauan ini akan dilakukan dan dilaporkan secara transparan.”

Tanya jawab berlanjut selama 20 menit dan dengan terpaksa Chris harus mengakhiri konferensi tersebut. Citra perusahaan yang selama ini dia ikut bangun hampir hancur karena skandal sialan. Setelahnya dia pergi dari aula diikuti oleh Jerry dan Ibu Helen serta beberapa pegawai yang membantu ibu Helen tadi.

Dia dan Jerry sudah sampai di ruangannya dan melirik ke jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore. Mereka memutuskan untuk pergi makan malam di restoran dekat apartemen.

Keesokannya, Chris bangun lebih pagi daripada Jerry karena dia sudah berada di depan pintu apartemen temannya itu. Dia mengajak Jerry untuk segera berangkat ke kantor karena pagi tadi dia mendapat kabar dari tim IT bahwa saham FutureCorp turun 2%. Hal tersebut membuat para investor semakin murka dan membuatnya berpikir ulang apakah dia tidak cocok memegang jabatan sebagai CEO? Baru satu hari saja menjabat sudah mendapat masalah bertubi-tubi.

Chris langsung menuju Future Hall di mana para investor sudah menunggu. Dia hanya membawa perhitungan selisih dari laporan yang dia temukan untuk diperlihatkan pada investor. Agar bisa menghilangkan kecurigaannya terhadap beberapa eksekutif senior. Mungkin saja dari mereka ada yang panik melihat laporan tersebut sudah ada di tangannya.

Perdebatan terjadi setelah Chris menunjukkan laporan tersebut. Ada yang pro dan kontra karena bukti tersebut dianggap tidak valid. Yang kontra memintanya untuk menyelesaikan skandal dengan memberikan bukti yang lebih konkret. Selama berdebat, dia memperhatikan beberapa orang yang tadi dicurigainya terlihat gelisah. Dari pengamatan ini, penyelidikannya dia nanti bisa lebih mengerucut terhadap orang-orang tersebut.

Dia harus membuktikan kepada para investor dan eksekutif muda yang memilih kontra dalam waktu dua minggu. Apabila tidak terpenuhi dia harus bersedia turun dari jabatan CEO yang baru saja didapatnya. Apa yang harus dilakukan Chris?

Terpopuler

Comments

🔍conan

🔍conan

Bukan hanya cerita yang membuatku senang, tapi juga cara penulisan yang luar biasa! 🤩

2023-07-29

1

Ani

Ani

Senang banget bisa menemukan karya bagus kayak gini, semangat terus thor 🌟

2023-07-29

1

dziyyo

dziyyo

cerita ini bikin hatiku meleleh...terima kasih, author!

2023-07-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!