DBSC 14

Kecelakaan itu terjadi begitu cepat dan seketika sehingga membuat taksi itu mundur beberapa ratus meter karena terdorong oleh truk tersebut. Sosok sopir truk yang tidak terluka itu segera mengambil bukti tas yang berisi berkas-berkas dan flashdisk yang berisi data bukti keuangan yang dibawa Alexa. Untuk laptop, dia menghancurkan harddisknya sehingga hancur tidak ada yang tersisa. Untung saja wilayah tersebut termasuk ramai sehingga orang sekitar tanggap dengan menghubungi ambulance. Di antara keramaian itu, dia pergi pelan-pelan sambil membuat dirinya terlihat seperti salah satu orang sekitar yang mengerumuni kecelakaan itu.

Keadaan Alexa sudah tidak sadarkan diri karena dia tadi menggunakan sabuk pengaman tetapi untuk sopir taksi itu sangat tidak aman. Cedera di kepalanya tidak berhenti mengalirkan darah segar. Di posisinya sebagai pengemudi membuatnya ada kemungkinan terjepit sehingga mempersulit penyelamatan.

Selang beberapa menit kemudian, dua mobil ambulance tiba di lokasi dan misi penyelamatan dilakukan secepatnya karena kondisi korban di tempat pengemudi begitu parah. Untuk Alexa sendiri, dia sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Di tempat lain, sesaat setelah kecelakaan, perasaan Chris semakin tidak enak dan dia tiba-tiba terpikirkan Alexa yang tadi meninggalkan dia. Dia mencoba menghubungi ponsel Alexa yang saat ini masih berada di lokasi kejadian. Pihak penyelamat memang tidak terpikir untuk membawa barang-barang itu karena biasanya akan ada petugas polisi yang akan melakukan penyelidikan terhadap lokasi kejadian.

Suara ponsel yang berbunyi nyaring di dalam taksi membuat perhatian orang yang tadi menghubungi ambulance mencari lokasi ponsel tersebut. Setelah ditemukan dan dijawab membuat orang di seberang telepon heran karena lelaki yang telah menjawab telepon milik Alexa.

Penolong : Halo?

Chris : Halo, ini dengan siapa? Bisa bicara dengan pemilik ponsel?

Penolong : Maaf, masnya kenal dengan korban?

Chris : Korban apa, Pak?

Penolong : Mbaknya tadi mengalami kecelakaan jadi ponsel masih tertinggal di lokasi. Polisi masih belum datang.

Chris : APA?! Bagaimana kondisi teman saya, Pak? Dan dibawa ke rumah sakit mana?

Penolong : Kondisi tadi masih pingsan. Dibawa ke Rumah Sakit Umum Yamada.

Chris : Baiklah, terima kasih, Pak. Tolong nanti diserahkan ke pihak yang bertugas.

Setelah menutup telepon itu, Chris langsung berlari keluar untuk berangkat ke RSU Yamada. Jerry yang berpapasan dengan Chris di depan lift pun heran melihatnya tergesa-gesa tetapi Jerry memutuskan untuk menemaninya. Karena yang Jerry takutkan adalah kondisi kebingungan seperti ini membuat Chris tidak akan fokus dalam mengemudi mobil.

Sudah sampai di pelataran parkir, Jerry meminta Chris untuk duduk di kursi penumpang saja dan membiarkan dia untuk menyetir. Untungnya Chris menuruti saran Jerry karena dia sadar saat ini dia begitu kalut sehingga tidak bisa berpikir.

“Kita mau ke mana?”

“Kita ke RSU Yamada, di Jalan Daun Kelor 10,” jelas Chris singkat.

“Siapa yang di sana?”

“Alexa, baru saja dia mengalami kecelakaan dan dibawa ke sana. Ponselnya masih di tempat kejadian jadi aku tahu dari situ.”

“Baiklah, setelah aku mengantarmu aku akan mengambil barang-barangnya karena tadi dia membawa berkas kan.”

“What?!” Seketika Chris terdiam dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan skenario yang terjadi pada Alexa. Karena ini sungguh kebetulan yang sangat aneh.

“Kenapa kamu jadi diam?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya tiba-tiba terpikirkan sesuatu.”

“Keluarkan pikiranmu dalam kata-kata, Chris. Aku tidak bisa menebak isi kepalamu. Justru dengan kamu mengeluarkan kita bisa bertukar pendapat.”

“Fine!” bentak Chris tidak suka. “Aku hanya berpikir mengapa terjadi kecelakaan di saat Alexa membawa berkas-berkas dan bukti yang kita kumpulkan. Biasanya dia datang dan pulang dari kantor juga tidak ada apa-apa.”

Jerry mencerna perkataan Chris baik-baik, “masuk akal jika ada yang menginginkan Alexa celaka. Kejam sekali caranya. Siapa yang kamu curigai?”

“Siapa lagi jika bukan orang yang memberikanku ancaman kemarin saat rapat.”

“Argh!” Jerry memukul setir mobil yang tidak bersalah sehingga menyebabkan klakson ikut berbunyi.

Dia sedikit mengebut untuk mempercepat laju mobil agar tiba di rumah sakit lebih cepat. Lima menit kemudian dia sampai di sana dan menurunkan Chris di lobi rumah sakit. Kemudian dia melanjutkan perjalanan ke lokasi kejadian setelah menelepon ponsel Alexa. Ternyata posisi ponsel Alexa sudah dibawa ke kantor polisi sehingga Jerry mengubah arah ke kantor polisi.

Di kantor polisi, Jerry mengambil lebih dulu barang-barang Alexa dan ternyata benar dugaan Chris bahwa tidak ada tumpukan berkas di lokasi. Dia juga menanyakan nasib laporannya terhadap Herman dan Helmi. Laporan mereka masih dalam proses sehingga kira-kira mereka akan dipanggil dalam waktu 3 hingga 7 hari kerja tetapi bukan sebagai tersangka tetapi terlapor.

Jerry segera pergi dari sana setelah mendengar keterangan petugas tersebut. Dia kembali mengemudi dengan tujuan rumah sakit. Sampai di sana dia menelepon Chris karena tidak menemukan dia di IGD dan Chris ternyata berada di ruang tunggu operasi karena kondisi Alexa yang mengalami cedera pada dada karena sempat terlempar meski tertahan dengan sabuk pengaman. Serta mengalami patah tulang pada kaki kirinya. Jerry pun menghampirinya di ruang tunggu operasi.

***

Di tempat yang berbeda, pria yang menjadi sopir tadi telah menjauh dari lokasi kejadian. Setelah dia melakukan perbuatan jahat itu, dia menelepon seseorang.

“Halo, tugas saya sudah selesai dan saya sudah mengambil barang yang anda maksud.”

“Baiklah, uangnya akan kutransfer segera setelah kamu kirimkan barang itu ke alamat ini.” Pria yang dihubungi mengirimkan pesan berisi sebuah alamat rumah.

“Saya akan kirimkan setelah ini.”

“Kamu tidak meninggalkan jejak kan?” tanyanya memastikan.

“Iya, Tuan.”

Sambungan telepon terputus dan pria itu beranjak untuk segera mengirim barang agar dia bisa mendapatkan uang yang dijanjikan. Pesan berisi alamat itu dia screenshot dan dia kirimkan ke nomor lain, nomor yang berbeda dari nomor yang diteleponnya.

Pria yang tadi menerima telepon tersebut saat ini hanya tersenyum dan menyesap minumannya karena barangnya akan tiba tidak lama dan tidak akan terjadi apa-apa dengannya.

***

Kembali pada rumah sakit, Chris yang tidak bisa diam sedari tadi berjalan mondar mandir membuat pusing Jerry yang melihat.

“Chris, duduklah sebentar. Tenangkan pikiranmu. Dokter di dalam sedang berusaha menyelamatkan Alexa.”

“Aku tahu tetapi ini sudah berapa jam operasinya berjalan. Oh iya, apakah kamu sudah memberitahu keluarga Alexa.”

“Sudah, aku sudah menghubungi Bianca.”

“Bukan keluarganya?”

“Alexa tinggal di kota ini sendirian. Dia berasal dari panti asuhan di kota yang jauh dari sini.”

“Oh, panti asuhan? Dia sama seperti aku sebatang kara.”

“Aku bilang apa sih padamu selama ini. Kamu menganggap aku siapa?!”

“Bukan itu maksudku. Sebatang kara di sini tidak mempunyai hubungan darah. Kalau kamu memang keluargaku meski kita tidak sedarah.”

“Bagus. Bianca masih sibuk dengan urusan kantor selama Alexa pergi tadi. Mungkin dia akan ke sini setelah pulang jam kantor.”

“Tetapi bagaimana kamu tahu sedetail itu tentang dia,” sinis Chris sambil menelisik raut muka Jerry.

“Duh, cemburuan banget sih jadi orang. Aku pernah bilang kan dia pernah curhat kepadaku.” Chris hanya diam memandang Jerry.

“Iya, ya. Aku percaya, aku hanya ….” Perkataan Chris terpotong karena dokter yang mengoperasi Alexa sudah keluar dari ruang operasi.

Dia mengatakan pada Chris dan Jerry bahwa operasi yang dilakukannya terhadap Alexa sudah selesai dan berhasil. Alexa akan dibawa ke ruang pemulihan pasien yang mereka masih tidak bisa menjenguk. Harus menunggu 1 x 24 jam mereka baru bisa menjenguk Alexa karena kondisi Alexa masih harus dipantau.

Mereka hanya bisa melihat Alexa dari jendela ICU. Alexa yang terkapar tak berdaya di atas ranjang rumah sakit membuat dada Chris sakit dan tiba-tiba dirasakan pusing luar biasa sakit pada kepalanya dan tidak lama dia jatuh pingsan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!