Dering ponsel Chris berbunyi ketika dia sedang menikmati makan malam. Dia sedang sendiri karena Jerry sedang ada urusan setelah menjemput dia di rumah sakit. Dengan malas dia menghentikan aktifitas makannya dan mengambil ponselnya yang terletak agak jauh, takutnya pesan itu penting. Sudah pukul 8 malam, siapa tapi yang mengirim pesan. Dia kembali duduk di depan makan malamnya dan mulai menyendokkan sesuap nasi lagi. Saat dia membuka pesan tersebut, dia langsung tersedak setelah melihat Alexa membalas pesannya.
“Uhuk … uhuk ….” Nasi yang sudah dimakan tadi terpaksa dikeluarkan lagi karena tersedak itu tidak enak. Wah, Alexa memang lama-lama tidak baik untuk jantungnya. Baru mendapat balasan seperti itu saja dia sudah salah tingkah dan bahagia seperti remaja yang baru mengenal cinta.
Dia tidak bisa melanjutkan makannya, dia minum dan mencuci piring yang digunakan tadi. Setelah itu fokus dengan pesan dari Alexa.
Chris: Maaf, ini dengan Chris. Aku meminta nomormu pada Jerry karena aku ingin lebih mengenalmu.
Setelah mengirim pesan tersebut, jantungnya berdetak lebih kencang dan dia meninggalkan ponselnya begitu saja. Takut apabila ada balasan cepat dari Alexa. Bagaimana ya rasanya, tidak bisa dia deskripsikan jika orang yang kalian sukai mengirim pesan kepada kalian. Kalian pasti pernah mengalami kan.
Tetapi sayangnya berbeda dengan Chris, dia jarang mengalami hal seperti ini. Karena dia begitu fokus menuntut ilmu dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di waktu kuliah. Akibat dari itu, dia jarang berdekatan dengan wanita seumur dia. Dia tidak jelek, bisa dibilang tampan malah, dengan tinggi 184 cm dan tubuh atletis, dia popular saat kuliah. Tapi, ya itu, dia terlalu fokus mengejar mimpinya. Ketika ada seorang teman wanita mendekatinya dan mengajak berpacaran, dia hanya menjawab, apa fungsi dari pacaran. Wanita itu heran mau marah juga percuma sehingga meninggalkannya sendirian. Begitulah sedikit tentang kehidupan Chris saat kuliah.
Alexa: Christopher James? Kan sudah kubilang untuk menghubungi melalui nomor kantor saja jika ada perlu masalah pekerjan!
Chris: Iya, siapa lagi teman Jerry yang bernama itu. ini urusan pribadi bukan masalah kerjaan kok.
Alexa: Ya, ampun. Maaf, saya tidak melayani chat pribadi dengan klien.
Chris: Oh, jadi tidak melayani chat pribadi. Baiklah!
Di seberang sana, terdapat wanita yang bingung mau membalas apalagi karena lawan bicaranya saat ini jika dilihat dari pesan terakhir terlihat marah. Dia memutuskan untuk tidak membalas lagi. Tiba-tiba terdengar dering ponsel bernada panggilan telepon. Tertulis nomor laki-laki yang sedang tidak ingin dibalas pesannya tetapi malah meneleponnya.
Alexa : Halo? (dengan sangat pelan karena agak sungkan tidak membalas pesannya)
Chris : Halo, Alexa? Kenapa berbisik? (Chris tiba-tiba ikut berbisik padahal tidak sedang bersembunyi)
Alexa : Ada apa sih kok malah telepon?
Chris : Katanya tadi gak mau lewat pesan jadi ya telepon dong. Salahnya di mana?
Alexa : Sama jahilnya kaya Jerry deh, ternyata gak sekaku pas kenal yah.
Chris : Ya kan gak mode bekerja.
Alexa : Eh, tadi kata Jerry kamu sakit kepala. Sekarang apa sudah sembuh?
Chris : Iya, sembuh kok. Karena sedang telepon dengan obatnya.
Obrolan random mereka berlanjut hingga satu jam lamanya. Ketika telepon sudah terputus karena sudah malam dan mereka butuh istirahat. Lebih tepatnya, Chris yang disuruh Alexa tidur lebih awal karena dia dianggap masih sakit sehingga dia hanya bisa menuruti saja. Perasaan Chris setelah obrolan tadi itu menjadi lebih tenang dan rasanya bahagia sekali. Seperti sudah lama tidak merasakan perasaan tersebut. Chris juga heran dengan dirinya sendiri, mengapa dengan Alexa dia merasa begitu jahil dan ingin mengganggu Alexa terus.
Namun, berbeda halnya dengan yang dirasakan Alexa. Setelah telepon terputus, dia menangis karena dia merasa dekat lagi dengan Chris dan dia sangat rindu bercanda seperti tadi dengan Chris. Setelah menangis dia langsung tertidur.
***
Besoknya di kantor, Alexa langsung ke ruangan Chris untuk memberikan bukti dari beberapa invoice yang ditemukan di tahun ketiga. Sementara tahun keempat dan kelima masih dalam proses pemeriksaan. Ternyata, Chris masih belum datang padahal sudah jam 8 pagi saat bertanya pada Melissa dan Chris datangnya biasa jam 9 pagi menyesuaikan dengan Jerry. Sia-sia kalau begitu dia datang pagi-pagi begini. Dia pun pamit meninggalkan Melissa untuk kembali ke ruang meeting sambil membawa bukti tersebut. Tidak ingin menyerahkan kepada orang lain selain Chris atau Jerry.
Chris pun datang terlambat hampir pukul 10 karena ban mobilnya kempes tiba-tiba. Jadi, dia harus ke bengkel dulu memperbaiki mobilnya. Dia ke kantor menggunakan taksi dan sendirian karena Jerry ada urusan pribadi. Dia langsung menuju ruangan Alexa dan melihat Alexa sedang fokus pada pekerjaannya. Sangat cantik, menurut Chris. Bianca yang melihat Chris berdiri di pintu pun menyenggol Alexa yang tengah fokus tersebut.
Tidak ingin dia terganggu, dia pun berkata, “Apa sih, kamu tuh gangguin aja aku kerja. Apa kerjaanmu sudah selesai?” omel Alexa tanpa melihat sekitar.
“Ternyata begini ya kalau mode kerja. Tetap sama seperti mode tidak kerja,” komentar Chris yang melihat lurus ke Alexa.
Hal itu membuat Alexa jadi salah tingkah, “Kok gak bilang-bilang kalau ada dia sih,” menyalahkan Bianca dengan pelan.
“Heh, aku tadi sudah menyenggol kamu yah. Kamu sendiri malah protes gitu,” protes Bianca tidak mau disalahkan.
Chris yang melihat interaksi itu membuatnya semakin gemas terhadap Alexa. Tersenyum tipis tercetak di wajah Chris yang membuat Alexa semakin terpesona. Tidak salah dia menjatuhkan hati pada Chris.
“Ini beberapa bukti invoice fisik yang tidak mempunyai stempel dan tanda tangan pak Helmi seperti invoice lainnya.” Mendekati Chris dan menyerahkan tumpukan invoice itu, “tetapi itu masih invoice di tahun ketiga, keempat dan kelima masih kami kerjakan.”
“Cepat sekali kamu kalau bekerja,” puji Chris yang membuat pipi Alexa memerah.
“Lembur sedikit saja kok biar lebih cepat selesai.”
“Kenapa begitu? Tidak mau dekat-dekat dengan saya?”
Bianca yang memperhatikan dari tadi hanya bisa keluar karena merasa pembicaraan mereka terlalu personal sehingga dia pergi ke dapur.
“Eh, bukan begitu, karena pekerjaan saya yang lain juga masih banyak jadi kupercepat itu saja.”
“Yakin? Tidak ada alasan lain?”
“Iya,” jawab Alexa tanpa melihat Chris karena merasa seperti akan semakin ketahuan jika dia ingin menghindarinya secepatnya.
“Baiklah, saya pergi ke ruangan saya dulu ya. Untuk invoice ini saya bawa untuk saya periksa lagi. Permisi,” ucap Chris yang entah mengapa Alexa menghindarinya.
Siang hari waktu makan siang, Chris dilema ingin mengajak Alexa keluar makan siang tetapi karena kecewa dengan respon Alexa membuatnya membatalkan niatnya. Jerry yang dari luar masuk ke ruangan Chris dengan membawa 2 porsi makan siang, tentu untuknya dan Jerry sendiri.
Dia yang tidak tahan sedih akhirnya bercerita kepada Jerry bahwa Alexa ingin menghindarinya saat makan siang. Apalagi dengan respon tadi pagi padahal kemarin malam masih baik-baik saja saat berteleponan. Jerry yang terkejut ketika mereka sudah teleponan tidak menyangka bahwa Chris melewati tahapan itu.
Jerry yang bangga tidak ingin temannya bersedih sehingga setelah makan siang dia berencana untuk menghampiri Alexa. Dia ingin mendengar alasan Alexa mengapa merespon malamnya kemudian berubah keesokan harinya. Benar saja, setelah makan siang, dia pamit lagi kepada Chris dan kembali ke ruangannya padahal dia pergi ke lantai 3.
Kebetulan di ruang meeting itu Alexa sendirian sehingga memudahkan Jerry untuk bertanya. Jerry masuk kemudian menutup pintunya.
“Lex, aku mau bicara sebentar, boleh?”
“Kenapa harus tidak boleh. Ada apa?”
“Jadi, Chris cerita kepadaku tentang sikapmu yang terkesan menghindarinya padahal kalian malam sudah akrab. Boleh aku tahu alasanmu menghindarinya?”
“Sebenarnya, aku mengenal Chris dari kecil. Kami dari panti asuhan Layar Husada di Yogyakarta dan dia pergi setelah lulus SMA dan setelah itu tidak ada kabar sama sekali. Padahal Chris termasuk orang yang sangat perhatian dengan anak-anak panti.”
“Ok, terus kenapa menghindarinya?”
“Aku tidak ingin sakit hati karena dia sama sekali tidak mengingatku. Aku sedih bila ingat itu, jadi lebih baik aku tidak mengenalnya lagi.” Alexa menangis mengingat hal itu, kenangan masa kecil betapa perhatiannya Chris.
“Sebenarnya ada hal yang harus kamu tahu tentang Chris,” jelas Jerry memandang Alexa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Radin P. R.
Wah, keren betul!
2023-08-01
1