Chris hanya memandang punggung pak Helmi hingga pintu tertutup. Setelah itu memandang microSD di meja itu. Dia sedikit heran dengan pak Helmi, seharusnya sikapnya seperti pak Herman yang menyangkal dan tidak terima diperlakukan seperti itu. Ternyata respon yang diberikan berbeda dan itu membuat Chris sedikit merasa bersalah. Dia pun mengambil microSD itu untuk dilihat tapi nanti ketika dia tidak berada di kantor.
Jerry yang menghampiri ketika jam pulang kantor, mengajaknya makan malam di luar terlebih dahulu. Untuk merayakan pelaku penggelapan dana Perusahaan yang sudah ditemukan.
“Maaf, Jer. Bukan aku tidak ingin merayakan tetapi saat ini masih belum waktunya.”
“Tapi kenapa?”
“Kita bicarakan di apartemen,” ucapnya pendek-pendek. Karena dia sibuk dengan pikirannya yang berimajinasi tentang skenario tentang pak Helmi.
“Hey, kok malah melamun sih. Oke nanti aku ke apartmu ya. Kalau begitu aku beli minuman saja ya.” Jerry berlalu pergi dari ruangan Chris untuk pulang duluan.
“Ya, hati-hati.” Chris yang memperhatikan Jerry membawa tas kerjanya berpikir apakah sudah tiba jam pulang.
Hari ini terasa cepat sekali bagi Chris, melakukan pemecatan terhadap karyawan senior agaknya membuat hatinya merasa bersalah. Sudah lebih dari tiga hari juga tidak ada kabar dari Alexa setelah terakhir mereka bertukar pesan. Ingin mengirim pesan tetapi dia masih banyak tanggung jawab yang harus diselesaikannya baru bisa bersenang-senang.
Dia bergegas pulang untuk membuat rencana setelah mendengarkan apa isi microSD ini. Dia membutuhkan pelepasan agar otaknya tidak penuh dengan pemikiran-pemikiran yang tidak bisa dia kontrol. Benar pendapat Jerry, hari ini membutuhkan bersenang-senang, pemikiran yang tiba-tiba muncul tetapi langsung dienyahkan oleh Chris. Dia menunggu Jerry yang entah pukul berapa akan datang ke apartemennya. Dia memilih untuk membersihkan diri dengan guyuran shower yang mungkin bisa lebih mendinginkan kepalanya.
Jerry datang saat dia sedang menyiapkan makan malamnya. Selalu saja seperti itu, ini memang insting Jerry yang bagus atau memang dia hapal dengan kebiasaan Chris untuk mendapat makanan rumahan yang gratis ini. Jerry membawa minuman sesuai yang dia katakan dan Chris membutuhkan itu.
Mereka makan malam dengan diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Jerry yang mengkhawatirkan sahabatnya sedangkan yang dipikirkan malah masih memikirkan sikap pak Helmi. Makan sudah habis dan piring pun sudah tertata rapi di atas raknya. Saatnya Chris menceritakan apa yang membebaninya kepada Jerry.
Chris mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya dan menyerahkan kepada Jerry. Jerry menerimanya dengan heran.
“Buat apa ini?”
“Aku diberi oleh pak Helmi dan beliau bilang bahwa itu adalah bukti rekaman dari beberapa pembicaraan dengan pak Herman. Dengan bukti itu kita mengetahui siapa di balik mereka yang melakukan penggelapan dana.”
“Maksudmu kasus kita belum selesai?”
“Iya, kurasa kasus ini belum selesai. Kita hanya mengetahui awalnya saja. Tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan,” cerita Chris jengkel. “Aku merasa masih ada orang di balik pak Herman dan pak Helmi.”
“Kenapa berkesimpulan seperti itu.”
“Oh iya, kamu tadi tidak ada di ruang rapat. Pak Anggara dengan sok berkuasanya berkata bahwa dia tidak akan melaporkan pak Herman karena beliau tetap berjasa untuk Perusahaan. Jasa FutureCorp juga akan tambah rusak apabila kita tetap memproses.”
“Lah. Logika yang digunakan kok bisa kebalik sih,” geram Jerry.
“Nah, itulah makanya aku mencurigai beliau. Sebegitunya membela orang yang bersalah.”
“Ya, sudah. Tunggu apalagi kalau gitu. Kita dengarkan sekarang.” Jerry mengambil laptop dan SD Card Reader.
“Ok.”
Mereka berdua bersebelahan dan menghadap meja untuk mulai mendengarkan rekaman tersebut. Rekaman tersebut berjumlah 25 file. Mereka dengarkan satu persatu dan seperti Alexa yang heran ketika mendengarkan beberapa rekaman terakhir. Karena memiliki suara yang berbeda dari rekaman sebelumnya. Mereka mengambil kesimpulan bahwa rasa curiga Chris terbukti. Dengan adanya rekaman ini Berarti ada orang yang memiliki pengaruh lebih besar sehingga membuat mereka takut.
“Jadi, kita harus menyusun rencana baru. Kita minta pendapat Alexa lagi?” tanya Chris.
“Tapi ini kan internal Perusahaan, Chris. Apa tidak apa-apa?”
“Lalu bagaimana kita akan mencari bukti. Alexa mendapatkan selama kurang lebih seminggu mendapatkan bukti sedangkan kita tidak bisa seperti itu. Kenapa tidak menyerahkan pada yang lebih ahli.”
“Baiklah jika itu maumu. Toh, dari awal juga kita menggunakan jasa Alexa.”
“Lusa seperti baru bisa kita membuat janji dengan Alexa.”
“Kenapa?”
“Besok aku mau ke kantor polisi untuk melaporkan penggelapan dana. Jangan lupa besok kamu hubungi pak Arya juga ya.”
“Ok. Kalau begitu sekarang mari kita habiskan minuman ini.” Menunjuk ke sebuah kantor berisi kaleng minuman beralkohol itu.
Chris yang merasa malam ini membutuhkannya untuk sekedar menghentikan berisik isi kepalanya saat ini. Meski dia akui dia tidak akan menghabiskan seluruh kaleng dalam kantong itu.
Mereka mengobrol dan berkeluh kesah hingga tengah malam dan memutuskan saatnya mereka tidur karena besok akan banyak kegiatan yang harus dilakukan. Jerry pada akhirnya tidur di apart Chris karena sudah malas berjalan pulang.
***
Di malam yang sama tetapi berada di lokasi yang berbeda, raut wajah pada lelaki itu tidak bisa digambarkan. Ekspresi yang menyeramkan dengan napas pendek setelah semua kemarahan dan kekesalan dikeluarkan menjadikan satu lelaki yang berada di sana ketakutan. Terlihat ruang yang berantakan hasil kemarahannya membuat ruangan itu tidak terlihat indah. Banyak pecahan kaca dan vas yang dihancurkan malam ini.
“Hanya karena satu orang saja, semua kelakuanmu ketahuan. Otakmu di dengkul?! HAH!” Bentakannya semakin membuat nyali lelaki lain itu ciut. Wajahnya sudah pucat seperti darahnya dihisap tak bersisa.
“Maafkan saya yang kurang teliti dalam menghilangkan bukti,” cicitnya ketakutan.
“Kau tidak berusaha! Terbukti semua didapatkan dengan mudah. Selama ini aku juga sudah memberikanmu uang untuk menutup jejakmu. Tapi kau mengacaukan semuanya!” tuduh si penghancur ruangan itu tidak terima.
Sang korban pun hanya bisa pasrah akan nasibnya di tangan tuannya. Karena dia berada di kedudukannya saat ini tak lain adalah karena pengaruh dari tuannya. Sekarang dia yang menghancurkan usaha itu dengan kesalahan kecilnya.
“Aku akan memberikan satu kesempatan padamu. Apa yang akan kau lakukan untuk menyelesaikan apa yang sudah kau mulai!”
“Terima kasih, Tuan. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!” teriaknya bersemangat karena diberi kesempatan.
“Pergilah. Ingat hanya satu kesempatan! Atau kau bisa merasakan akibatnya sendiri karena merugikanku.” Kata yang terucap santai dari mulutnya tetapi bagi lawan bicara sungguh membuat bulu kuduknya berdiri.
***
Keesokannya harinya, Alexa sampai di FutureCorp setelah diminta oleh Chris untuk datang. Dia kira jasanya sudah selesai hingga tidak menyangka akan dihubungi kembali. Dia langsung diantarkan menuju lift untuk naik ke ruangan Chris. Setelah di lantai 5, dia tidak diarahkan ke ruangan Chris melainkan Cloud Room. Terlihat dari luar di sana sudah ada Chris tentunya, beserta Jerry dan pak Arya. Ternyata tidak berdua saja bertemunya.
“Permisi.” Alexa dibukakan pintu oleh sekretaris Chris.
Setelah Alexa duduk di ruangan, diskusi dimulai agar permasalahan penggelapan dana ini selesai hingga akarnya. Selang beberapa jam, diskusi selesai dan saat ini Alexa tengah menolak tawaran Chris untuk mengantarnya ke tempat tujuan berikutnya. Karena Alexa sedang tidak membaca mobil.
Chris ingin sekali memaksa Alexa tetapi tidak berani karena dia masih belum melakukan pendekatan lagi terhadap gadis itu. Perasaannya tidak enak saat ini, entah kenapa, tetapi Alexa menolak ajakannya dengan halus sehingga dia pun menerima. Dia hanya akan mengantar Alexa naik taksi di depan Perusahaan agar perasaan tidak enaknya terasa lega. Alexa hanya bisa menurut daripada tidak diperbolehkan pergi.
Taksi yang dipesan Alexa sudah datang dan segera dinaikinya agar dia segera sampai di tempat tujuan. Karena dilihat dari waktu saat ini dia sudah terlambat. Mobil taksi itu melaju pelan saat pergi dari Perusahaan. Tiba di perempatan yang sudah lumayan jauh dari FutureCorp, tidak disangka siapapun dari arah depan, sisi yang berhadapan, terdapat truk dengan kecepatan tinggi menabrak taksi yang dinaiki Alexa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments