Dari hasil temuan tersebut, Chris membuat kesimpulan bahwa terdapat selisih dengan nominal 300 juta selama tiga tahun di bagian produksi dan 500 juta di bagian keuangan untuk keperluan yang masih belum diketahui. Mereka bertiga terkejut atas kesimpulan Chris, tidak menyangka bahwa sebesar itu dan selama itu tidak pernah ada yang melaporkan. Dena merupakan salah satu orang lama di divisi testing dan dipindah ke divisi keuangan atas permintaan Jerry. Sehingga dari mereka berempat tidak ada yang perlu dicurigai karena kinerja mereka masih terhitung bulan.
Saat ini mereka memilih untuk pulang dan beristirahat sehingga diskusi harus terhenti di sini. Chris dan Jerry pulang bersama karena Gedung apartemen yang mereka tempati sama hanya berbeda lantai. Kondisi kehidupan mereka dapat dibilang sangat baik, malah termasuk milyuner karena selama bertahun-tahun bekerja di FutureCorp mereka dapat dibilang workaholic. Pekerjaan merupakan “istrinya” karena jarang terlihat bersama dengan seorang wanita. Pernah juga mereka dianggap gay karena selalu berdua ke mana-mana.
Dalam perjalanan pulang, mereka berdua membicarakan langkah apa yang harus dilakukan tanpa diketahui oleh para eksekutif senior dengan adanya temuan ini. Mereka ingin bukti yang lebih konkrit karena jika hanya penemuan secara dokumen masih bisa disangkal oleh pelaku. Terlebih lagi dengan adanya bukti tersebut dapat diketahui siapa-siapa saja pelaku penggelapan dana tersebut.
“Apakah kamu ada usulan tentang bagaimana cara kita mendapatkan bukti, Jer,” tanya Chris yang sudah frustasi. Di hari pertamanya bekerja sebagai CEO sudah mendapat cobaan seperti ini.
Jerry pun memberikan pendapatnya, “Aku mempunyai kenalan di bidang audit keuangan. Banyak orang yang sudah menggunakan jasanya dan puas dengan hasilnya. Jika kamu maka akan kuhubungi besok pagi sehingga kita bisa membuat janji atau konsultasi terlebih dahulu.”
“Wah, tak kusangka kamu sudah memikirkan solusinya. Memang tepat untukmu menjadi CFO.”
Chris merangkul bahu Jerry agar tidak besar kepala dengan kata-kata pujian darinya. Mereka tertawa atas kekonyolan yang mereka lakukan seperti saat masih kuliah.
“Baiklah, Jer. Buatkan janji besok siang saat makan siang saja ya. Biar lebih formal tapi tetap santai.”
Tidak terasa mereka sudah sampai gedung apartemen dan mereka berpisah untuk ke kediaman masing-masing.
Chris segera melepaskan pakaiannya dan bergegas masuk ke kamar mandi karena badannya sudah gerah. Dia pun memilih berendam dalam bathtub karena ingin relaksasi melepas penat dari bekerja hari ini. Cukup setengah jam dia berendam dan merasakan tubuhnya sudah mulai rileks. Karena dia sudah makan malam maka dia memilih langsung merebahkan punggungnya di tempat tidur. Tidak lama dia terbuai ke alam mimpi.
Sedangkan Jerry saat ini sedang menghubungi seorang kenalannya yang dapat membantu mempercepat proses pembuktian penggelapan tersebut.
Jerry
Halo, selamat malam.
Terdengar suara dari pihak seberang sudah mengangkat telepon.
Teman Jerry
Iya, kenapa Jer?
Jerry
Maaf, menghubungimu selarut ini tetapi saya benar-benar
membutuhkan bantuanmu. Jika besok bisa bertemu untuk
sekedar konsultasi, gimana?
Teman Jerry
Pukul berapa pastinya?
Jerry
Sekalian makan siang kalau bisa.
Teman Jerry
Oke, untuk tempatnya besok kabari ya pastinya di mana?
Jerry
Ok, terima kasih, Lex.
Jerry menutup sambungan telepon tersebut setelah mendapat kepastian akan pertemuan besok. Dia mengirimkan pesan kepada Chris untuk memberikan kabar baik ini.
Jerry: Bro, besok dia menyanggupi untuk bertemu ketika makan siang. Untuk tempat enaknya di mana?
Chris yang saat ini sudah masuk ke alam mimpi tidak bisa membalas pesan Jerry padahal tadi dia yang meminta diberi kabar. Jerry yang sudah menunggu selama 30 menit tanpa adanya balasan pun beralih menonton tv kabel untuk melepas kepenatan setelah bekerja.
***
Esok hari, Chris mempersilakan Jerry masuk ke dalam apartemennya imbas pesan kemarin malam belum dibacanya hingga pagi. Jerry pun menjelaskan ulang tentang janji hari ini dan kebetulan siang ini ternyata Jerry tidak bisa menemani Chris. Demi memudahkan pertemuan antara keduanya, Jerry memesan makan siang di restoran Sheraton Hotel karena privasi pengunjung terjaga. Dipesankan atas namanya sehingga lebih memudahkan keduanya saat mencari nanti. Setelah itu dia memberi kabar kepada teman wanitanya.
Di Sheraton Hotel, 15 menit sebelum waktu janji temu, tepatnya di lantai restoran datang seorang wanita dengan pakaiannya yang semi formal. Dia mendekati pelayan untuk menanyakan meja reservasi atas nama Jerry. Kemudian pelayan tersebut mengantarkannya ke tempat yang dimaksud. Wanita itu memutuskan untuk memesan terlebih dahulu karena kebetulan dia belum sarapan. Hari ini dia banyak jadwal pertemuan sebenarnya sehingga ketika diajak bertemu di makan siang dia menyanggupi karena hanya waktu itu saja yang kosong.
Sambil menunggu makanannya datang, dia pergi ke toilet terlebih dahulu karena panggilan alam. Chris pun tiba dan langsung menuju ke pelayan untuk diantar ke meja reservasi. Dia melihat di meja tersebut sudah ada barang dan bertanya kepada pelayan.
“Apakah tamu saya sudah datang?”
“Sudah, Tuan. Hanya beliau sedang ke kamar mandi. Apakah Tuan akan memesan sekarang karena tamu anda sudah melakukan pemesanan,” jawab pelayan itu.
“Baiklah, untuk saat ini saya memesan kopi pahit dan nasi goreng,” ujarnya tanpa melihat menu karena dia juga sudah lapar.
Setelah pelayan pergi, Alexa yang akan kembali ke meja tiba-tiba berhenti mendadak setelah melihat sosok yang sudah lama tidak bertemu. Pertemuan terakhir mereka saat Alexa SMP dan itu bukan pertemuan yang baik. Ya, Alexa mengenal sosok itu, sosok yang saat ini sedang duduk di meja reservasi atas nama Jerry. Jerry sudah memberikan kabar bahwa dia tidak bisa datang dan digantikan temannya. Alexa tak menyangka jika teman Jerry adalah Chris.
Wanita berumur 30 tahun itu segera menghampiri Chris dan menyapanya dengan formal dan berpura-pura tidak kenal.
“Permisi, apakah anda teman Jerry?” bertanya memastikan agar Chris tidak curiga.
“Iya, Nona. Saya Christopher, teman Jerry yang membutuhkan konsultasi masalah keuangan.”
“Ah, saya Alexa. Apa boleh jika kita makan siang dulu karena saya sudah kelaparan. Maaf jika saya terlalu jujur.”
“Tidak apa-apa. Saya juga sudah selesai memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, ini contoh beberapa berkas yang kami temukan.” Chris memberikan berkas dari divisi produksi yang dia temukan dan beberapa perbedaan pada laporan keuangan.
Alexa menerima semua itu kemudian diletakkan di meja sebelah kirinya agar nanti makanan datang tidak harus memindahkan letak berkas tersebut. Dia kemudian fokus terhadap ponselnya untuk memberitahu asistennya agar janji temu dengan klien lain pada pukul 2 siang dan 4 sore diundur atau dijadwalkan ulang. Karena ternyata berkas-berkas yang dibawa Chris banyak dan harus satu per satu diperiksa.
“Nona Alexa, maaf apakah anda sebenarnya sibuk?” sela Chris saat tidak mendapat jawaban setelah menyerahkan berkas.
“Oh, maaf, Tuan Chris, saya sedang menyusun ulang jadwal saya. Karena sepertinya pertemuan ini bakal lama.”
“Baiklah, silakan.”
Di saat itu makanan pun datang dan Chris membantu pelayan untuk menata piring di meja karena makanan yang dipesan oleh Alexa banyak jenisnya. Alexa melihat dengan bahagia makanan yang dihidangkan tersebut. Seperti sudah lama tidak makan menu tersebut. Setelah selesai, pelayan tersebut meninggalkan meja itu sehingga mereka pun saling mempersilakan untuk makan.
Karena Alexa kelaparan, dia tidak mempedulikan Chris yang ada di sana dan fokus terhadap makanan yang di depannya. Chris yang melihat itu pun hanya tersenyum kecil dan Alexa tidak sengaja melihat dan merasa seperti ditertawakan.
“Apa anda tidak pernah melihat orang makan?” cecar Alexa yang tiba-tiba berhenti mengunyah, melihat tidak suka ke arah Chris.
“Tidak, Nona. Maaf jika menyinggungmu tetapi saya senang melihat Nona makan dengan lahap. Biasanya, wanita yang saya temui, makan seperti dijaga dan tidak menikmati.”
Setelah dijawab seperti itu, Alexa mendadak malu karena sudah berprasangka, “Maafkan saya.”
Selang waktu setengah jam, tiba-tiba ponsel Chris berdering dan terlihat Jerry menghubunginya.
“Permisi, Nona, saya tinggal sebentar untuk mengangkat telepon ini. Dari Jerry,” ujar Chris singkat dan menerima teleponnya. Kemudian dia beranjak pergi menjauh.
Chris
Ya, Jer. Ada apa?
Jerry
Kamu belum melihat berita yang trending hari ini?
Chris
Belum, aku baru sampai di restoran dan makan siang.
Membahas laporan saja belum apalagi lihat berita.
Jerry
Perusahaan kita trending karena skandal penggelapan.
dana tersebut bocor.
Chris
Apa! Darimana mereka tahu? Padahal kita baru tahu
kemarin malam dan tidak ada yang tahu selain kita.
berempat.
Jerry
Itulah, aku masih belum bisa menemukan sumbernya
karena berita tergolong cepat tersebar. Kabar buruknya
adalah para investor dan eksekutif meminta besok rapat
dadakan.
Setelah menerima kabar itu, ponsel Chris terjatuh ke lantai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
edu2820
Kasih teka-teki dong, kelanjutannya seperti apa? 🤔
2023-07-28
1