Chris terbangun tiba-tiba karena kaget, dan begitu mengingat bahwa dia bermimpi lagi tentang gadis kecil itu. Dia segera mengingat kegiatan yang dilakukan dalam mimpi tersebut, maksudnya agar memudahkan dia membuat timeline sejak kapan bersama gadis itu. Untuk membuat nyawanya berkumpul kembali, dia mengambil minum di kulkas karena saat ini jantungnya berdebar tidak pasti. Mimpi itu dirasakan nyata sehingga ingin mengajak bicara gadis itu tapi potongan ingatan itu mungkin hanya sekedar memori yang hilang.
Kenapa hal itu terus menerus hadir dengan seenaknya dan setelah sekian lama tidak pernah bermimpi lagi. Tidak lupa pula dia meminum obat untuk menghilangkan sakit kepalanya yang kini mulai hadir kembali. Sepertinya harus memeriksakan diri ke dokter lagi.
“Mel, minta tolong untuk buatkan janji dengan dokter Tony nanti sore pulang kantor ya kalau bisa,” pinta Chris melalui interkom.
Setelah selesai, dia menutup teleponnya dan melihat jam di tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang dan dia melewatkan makan siang yang sebenarnya bisa dibuat untuk lebih mengenal Alexa. Ah, dia menyesal ketiduran padahal kemarin tidurnya juga cukup. Ketika dia keluar ruangan, dia dihentikan oleh Melissa.
“Pak, kamu mau dipesankan makan tidak?” tanya Melissa.
“Tidak perlu, aku akan beli sendiri. Nanti kalau Jerry mencariku, bilang saja di café biasanya.” Chris meninggalkan Melissa menuju lift dan adegan itu tidak sengaja terlihat oleh Alexa yang baru saja kembali dari toilet. Dia semakin cemburu melihat interaksi mereka. Akankah dia bisa bekerja bersama mereka selama 2 minggu ke depan jika perasaannya seperti ini.
Alexa kembali ke ruangan dan sudah ada Jerry di sana, yang kembali dari meeting di luar bersama klien.
“Hai, Jer, baru saja sampai? Sudah berkenalan dengan Bianca?” Bianca hanya mengangguk.
“Iya, sudah tadi kutanya karena tidak ada kamu atau Chris. Kukira kalian kerja bersama.”
“Tidak, karena setelah dia tadi pagi menemuiku lalu ke ruangannya. Barusan juga kulihat dia pergi, sebelumnya berbicara dengan Melissa.”
“Sedetail itu?” goda Bianca.
“Apaan sih, tadi waktu dari toilet tidak sengaja melihat mereka berdua,” sangkal Alexa. “Jer, apakah aku boleh membawa sebagian laporan ini. Jadi maksudku aku tidak harus bekerja di sini setiap hari selama 2 minggu kan?”
“Memang kenapa jika kamu di sini setiap hari?”
“Ya, tidak apa-apa sih. Cuma tidak nyaman saja,” gerutu Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.
“Chris masih single kok. Kamu tidak perlu khawatir.” Goda Jerry membuat Bianca tertawa karena sebelumnya hanya menahan takut dipelototi oleh Alexa.
“Kalian itu apa sih! Aku gak peduli dia single atau tidak!” tegas Alexa yang tidak dipedulikan mereka berdua.
Alexa memilih memeriksa berkas di tumpukan ketiga dan mengambil satu kardus yang tertulis tahun yang sama dengan berkas itu. Mulai berkonsentrasi mencocokkan data dengan nota invoice fisiknya. Jerry dan Bianca yang memperhatikannya tidak menjahili lagi karena terlihat serius. Takut jika nanti malah dia marah dan tidak bisa didiamkan. Jika sudah mulai mengomel maka akan berlangsung lama. Jerry pamit keluar dari ruang itu dan menuju ruangan Chris tetapi sebelumnya bertanya pada Melissa karena teringat jika Chris keluar.
“Mel, Chris tadi keluar ke mana?”
“Kok tahu kalau dia gak ada. Dia tadi keluar ke café biasanya. Kalau mau suruh nyusul ke sana.”
“Balik kantor kan tapi nanti.”
“Iya, balik kok cuma tadi kulihat dia kusut banget lho.”
“Ah, nanti aja, nunggu dia balik.”
Jerry meninggalkan Melissa yang kembali berkutat dengan pekerjaannya. Mengatur jadwal Chris untuk minggu ini karena dia minta diubah terdapat 2 jam kosong tanpa jadwal apapun di pagi atau siang hari selama ada Alexa selama 2 minggu ke depan.
Jerry melirik jam yang menunjukkan pukul 4 sore dan Chris belum kembali ke kantor. Aneh, tidak biasa. Dia pun mencoba menghubungi Chris karena sedari tadi tidak diangkat. Jerry mencoba lagi dan untungnya terdengar jawaban dari sebrang sana.
Chris : Ada apa?
Jerry : Kamu di mana. Kok tidak kembali ke kantor sih?
Chris : Aku lupa beritahu, aku saat ini ke dokter Tony. Aku tidak kuat menahan sakit di kepalaku lagi.
Jerry : Kamu tadi mimpi lagi? Apa kamu paksa kepalamu untuk mengingat?
Chris : Tidak, tadi tiba-tiba aku tertidur di ruanganku sebentar mungkin 30 menit dan ingatan itu datang lagi tetapi beda lagi yang muncul.
Jerry : Maksudnya bukan yang terakhir kamu ceritakan?
Chris : Iya, sudah ya. Aku mau masuk ke ruangan dokter Tony.
Jerry : Ok, aku akan menyusulmu.
Begitulah Jerry, sangat menyayangi Chris seperti saudara laki-laki yang tidak dia punya. Dia segera keluar ruangan dan menuju lift untuk turun ke tempat parkir. Dia lupa jika masih ada dua orang yang sedang di ruang meeting yang ingin pulang tapi tidak jadi karena menunggu salah satu Chris atau Jerry yang muncul.
Alexa dan Bianca yang sudah tidak sabar menunggu kliennya ini akhirnya keluar dan mencari ruangan Melissa atau Dena. Ternyata mereka berbeda lantai, ruangan CEO di lantai 5, itupun setelah bertanya pada office boy yang kebetulan lewat. Pergilah mereka berdua ke lantai 5 dan menemui Melissa.
“Eh, Lex, ada apa sampai kemari? Kupikir kalian sudah pulang.” Melissa terlihat sudah merapikan meja untuk bersiap pulang.
“Justru itu, dari tadi Jerry atau Chris tidak ada menghampiri ke ruangan kita. Jadi kita harus bertanya dulu pulangnya jam berapa?”
“Ya ampun, mereka berdua itu lupa kalau kalian di sini. Sebenarnya kalian bisa kok pulang sekarang. Biasanya jam 4 mereka sudah pulang. Ini tadi ada Chris urusan pribadi sedangkan Jerry aku tidak bertemu lagi setelah tadi jam 2.”
“Terima kasih ya, Mel. Ayo, Bi, kita juga pulang kalo gitu,” sambil mengajak Bianca.
“Ayo bareng sama aku, Lex, Bi.”
Mereka bertiga turun dan berpisah di depan gedung. Melissa yang naik taksi sedangkan Alexa dan Bianca menuju tempat parkir mobil mereka. Baru saja masuk ke mobilnya, ponsel Alexa berbunyi dan terlihat ada nama Jerry. Alexa memilih untuk mengangkat telepon itu daripada menjalankan mobil dulu.
Alexa : Apa?
Jerry : Duh, kamu marah yaa. Maafkan kita berdua, aku sedang bersama dengan Chris soalnya Chris lagi di rumah sakit.
Alexa : Hah? Chris sakit apa? Kok tiba-tiba, tadi perasaan baik-baik aja.
Jerry : Eh, yang mulai perhatian. Hahaha … kalian langsung pulang aja ya. Harusnya jam 4 jam kerja sudah berakhir, aku lupa beritahu.
Alexa : Iya, ini tadi sudah ketemu Melissa kok. Pertanyaanku belum dijawab. Jerry!
Jerry : Hahaha … Chris sakit kepala tapi tidak parah kok. Besok juga bertemu.
Alexa : Cuma sakit kepala kok pake ke rumah sakit segala?
Jerry : Kapan-kapan aku cerita alasannya. Chris sudah memanggilku. Kamu dan Bianca hati-hati ya. Bye.
Alexa lega mendapat kabar dari Jerry dan ternyata mereka ke rumah sakit. Semoga Chris segera sembuh untuk sakit yang dideritanya. Hal tersebut membuat Alexa semakin penasaran dengan perjalanan hidup Chris setelah dia pergi ke panti asuhan. Karena bukan karakter Chris yang tidak pernah memberi kabar apalagi kepada ibu panti yang disayanginya.
Alexa sampai rumah kontrakannya setelah dia mengantar Bianca pulang terlebih dahulu. Dia tadi membawa sebagian berkas yang belum diperiksa karena sungguh dia tidak sanggup bekerja dengan bertemu Chris setiap hari. Jadi, menurutnya menyelesaikan masalah ini dengan cepat akan membantunya semakin cepat berjauhan dengan Chris.
Setelah berkutat 2 jam dengan laporan tahun ketiga dan sudah menemukan beberapa invoice mencurigakan, dia akhirnya mandi dan makan malam karena baru ingat ketika perutnya berbunyi. Tidak sia-sia dia bekerja hingga pukul 8 malam, dia meninggalkan pekerjaan sebentar untuk mandi dan makan. Kemudian teringat dengan pesan dari nomor tidak dikenal dan dia pun membalas.
Alexa: Selamat malam juga, ini dengan siapa?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Oralie
Luar biasa thor, semangat terus membuat cerita 👍
2023-07-31
1
Thảo nguyên đỏ
Gaya penulisanmu sungguh memukau, thor!
2023-07-31
1