Jerry memberikan tisu kepada Alexa karena dia masih terisak dari menceritakan masa lalunya dengan Chris. Dia tidak menyangka bahwa Alexa ternyata mengenal Chris sehingga dia memutuskan untuk menceritakan masa lalu Chris menjadi seperti sekarang.
“Saat dia berumur 19 tahun, dia mengalami kecelakaan tertabrak mobil dan kepalanya terbentur keras di trotoar sehingga dia amnesia saat itu. Dan setiap saat dia mencoba mengingat kepalanya terasa sakit sehingga dokter menyarankan untuk tidak mengingat masa lalu.” Jerry memberi tisu lagi melihat Alexa menangis lebih kencang setelah mendengar itu. “Aku saat itu berada di sekitar lokasi kecelakaan dan membantu membawanya ke rumah sakit. Untuk nama Chris yang tidak berubah saat itu dia membawa tanda pengenalnya.”
“Jadi selama ini dia menderita sendiri?”
“Iya, dia sempet sedih karena tidak ada orang yang melaporkan kehilangan sosoknya tersebut. Dia sering bolak-balik ke tempat kecelakaan itu mungkin saja dia bisa ingat lagi. Tetapi, ternyata tetap tidak bisa mengingat. Dari situ dia memutuskan untuk move on dan menjalani hidupnya sendiri. Ternyata memang dia sendirian di kota ini karena kalian berada di kota yang berbeda.”
Alexa yang mendengar itu jadi semakin merasa bersalah karena niatnya menghindari Chris. Padahal Chris tidak bersalah dan dia yang egois ingin menjauh dari Chris agar tidak sakit hati. Tetapi malah dia yang menyakiti Chris.
“Baiklah, nanti aku akan meminta maaf padanya. Aku akan menemaninya kembali agar dia tidak merasa sendirian lagi. Tapi aku minta kamu untuk tidak menceritakan hal ini. Aku ingin membantunya untuk mengingat masa lalunya.”
“Tapi, dia berhak tahu.”
“Iya, aku paham, tapi aku ingin berusaha terlebih dahulu untuk mengembalikan ingatannya.”
“Aku ingin bertanya, apa kamu dulu pernah mengungkapkan cinta di waktu kamu SMP.” Alexa terkejut dengan pertanyaan itu.
“Dari mana kamu tahu itu?”
“Beberapa hari terakhir ini, dia mendapat sekilas ingatan beberapa potong adegan dan itu diceritakan padaku. Jika memang kamu gadis remaja itu, tidak heran mengapa dia saat ini merasa nyaman berdekatan denganmu, Lex.”
“Jadi, dia nyaman ketika bersamaku?”
“Iya, Lex. Sabar ya dalam menghadapi Chris.” Jerry menepuk-nepuk bahu Alexa untuk menenangkan diri.
Tanpa disadari mereka berdua, pintu terbuka sedikit dan ada seseorang yang melihat adegan itu dan akhirnya meninggalkan mereka. Tak lama dari situ, Bianca kembali setelah lama berada di pantry dan melihat Alexa menangis lalu memarahi Jerry.
“Kenapa kamu membuat Lexa menangis, Jer?”
“Eh, bukan aku kok. Dia sendiri yang menangis gara-gara aku cerita sedih. Aku curhat saja padanya.”
“Bener itu, Lex?” tanya Bianca memastikan keadaan Alexa yang berantakan make-upnya.
“Benar, ceritanya sangat sedih. Kamu tahu sendiri aku tidak kuat mendengar cerita sedih kan.” Bianca hanya mengangguk agar Alexa tenang.
“Ya, sudah. Aku pergi dulu ya dan ingat pesanku,” pamit Jerry pergi karena ada kehadiran Bianca.
“Terima kasih sudah bercerita.”
Jerry pergi meninggalkan Alexa yang masih terisak karena merasa sudah selesai menceritakan semua masalah Chris. Dia juga berjanji pada Alexa untuk tetap menyembunyikan kenyataan bahwa Alexa adalah gadis di masa kecilnya. Untuk sekarang dia akan melihat bagaimana progres Chris dalam mendekati Alexa, suatu hiburan melihat Chris menjadi budak cinta, cinta pertama pula.
Sementara, Chris yang tadinya ingin melihat Alexa dengan alasan akan membantunya memeriksa berkas, tetapi tidak jadi dilakukan karena dia yang malah mendapatkan kejutan. Ya, dia adalah orang yang melihat adegan Jerry menepuk-nepuk bahu Alexa untuk menenangkan Alexa yang menangis. Dia berpikir Alexa menangis karena benar-benar ingin menjauhinya.
Dia harus bertanya pada Jerry mengapa Alexa menangis daripada dia terus menerus overthinking dan nantinya malah salah paham. Nanti, dia akan membahas masalah ini dengan Jerry. Apabila memang Jerry menyukai Alexa, dia akan mengajaknya bersaing secara sehat.
Malam hari, Chris menghampiri Jerry di apartemennya. Dipencet bel pintu di hadapannya karena dia tidak memberitahu Jerry bahwa dia akan datang. Tak perlu lama Jerry membukakan pintu dan mempersilakan dia masuk
“Aku mau tanya daripada aku berkutat dengan pikiranku sendiri.”
“Ada apa sih? Tiba-tiba jadi serius gitu,” tanya Jerry kebingungan melihat raut muka Chris yang serius.
“Aku ingin kamu menjelaskan mengapa tadi aku melihatmu menepuk bahu Alexa ketika dia menangis.”
“Oh, kamu melihat saat itu ya. Jadi ceritanya aku sedang mendengarkan dia curhat dan aku memberikan saran saja padanya. Dia menangis karena terharu atas saran yang kuberikan.”
“Cerita apa memangnya?”
“Mau tahu banget atau mau tahu aja? Lagian kenapa tanya-tanya gitu. Bukannya kamu bilang kalau hanya nyaman saja.”
“Bukan begitu. Aku hanya ingin tahu jika kamu suka sama dia apa tidak? Jika suka maka mari kita bersaing secara sehat.” Jerry tergelak tanpa henti mendengarkan jawaban Chris.
“Ya ampun, kukira apa. Sukailah dia, aku suka dia sebagai teman saja kok. Tidak ingin menyaingimu.” Masih tetap terbahak-bahak sehingga membuat Chris kesal pada sahabatnya.
***
Seminggu telah berlalu, Alexa sudah menyelesaikan memeriksa berkas tahun keempat dan kelima. Invoice fisik yang dimanipulasi pun bertambah sehingga terbukti adanya kecurangan. Pada saat ini yang terbukti hanya dilakukan oleh Herman Sutanto dan Helmi Cahyadi dari sejak menjabat menjadi Manajer Keuangan dan Manajer Proyek.
Mereka terlebih dahulu konsultasi dengan tim pengacara dari FutureCorp yang dikepalai oleh Arya Hutama. Mereka mencari tempat untuk berkonsultasi karena tidak mungkin berdiskusi di kantor. Chris takut ada mata-mata yang akan mendengarkan diskusi mereka. Mereka memutuskan untuk bertemu pada pukul 3 sore di The Goods Café karena memiliki ruang privasi untuk diskusi tertutup.
Jam makan siang sudah terlewat membuat Alexa dan Bianca mempersiapkan semua bukti yang akan diserahkan kepada pengacara FutureCorp. Selain itu, dia juga membawa dokumen perjanjian antara pak Herman dengan salah satu supplier. Perjanjian tersebut berisi tentang supplier tersebut harus memberikan fee sebesar 5% setiap FutureCorp melakukan pembelian.
Chris dan Jerry belum mengetahui adanya dokumen tersebut. Maka dari itu, menurut Alexa langsung saja diberikan pada pak Arya. Semakin mendekati pertemuan, mereka memutuskan untuk berangkat dan menggunakan satu mobil saja untuk menghindari macet.
Sesampainya di café tersebut, mereka langsung diantar ke ruangan privat sambil menunggu pak Arya datang. Mereka memesan banyak makanan kecil dan minuman untuk menemani diskusi nanti. Jeda 15 menit Pak Arya datang dan berkenalan terlebih dahulu dengan tim audit independen.
Setelah berbasa-basi sebentar dengan Pak Arya, Alexa mengeluarkan berkas invoice yang sudah diurutkan sesuai tanggal dan diserahkan pada pada pengacara tersebut. Dilihat apakah dari bukti itu sudah bisa untuk menuntut pak Herman dan pak Helmi. Pak Arya pun memeriksa semua invoice dan beberapa laporan yang selisih sesuai jumlah invoice tersebut.
“Bukti-bukti ini hanya bisa untuk meminta pertanggungjawaban pak Herman dan pak Helmi dalam lingkup perusahaan saja. Maksud saya, hanya sebatas dilakukan pemecatan terhadap mereka berdua. Bukti yang ditemukan tidak cukup untuk membuktikan penggelapan dana. Harus ada bukti transaksi rekening koran dan itu juga jika pelaku melakukan transfer.”
“Apa!” gusar Chris mendengar penjelasan hal itu. Padahal seminggu ini mereka sudah mencoba mencari dari laporan produksi dan hasilnya hanya seperti ini.
“Masih kurang seminggu lagi kan, Pak Chris, untuk mencari lagi bukti yang lain. Coba anda cek log dari aktifitas computer pak Herman dan pak Helmi. Harusnya bisa ditemukan secara anda adalah ahli dalam bidang IT.”
“Baiklah, Pak. Terima kasih atas sarannya. Akan kami coba untuk menyusun rencana yang lebih matang untuk mengecek komputer kedua orang tersebut.”
“Satu lagi, Pak Chris. Saya akan menambahkan beberapa hal yang dibutuhkan agar bisa membuat laporan. Yaitu, catatan dan surat dari email yang berkaitan dengan transaksi tersebut, temukan saksi yang mengetahui kejahatan yang mereka lakukan, bukti digital atau elektronik juga bisa digunakan.”
“Siap, terima kasih atas arahannya juga, Pak. Seperti ini kami bisa lebih mengerucut ketika mengadakan pemeriksaan.”
Setelah mendapat solusi dari Pak Arya, beliau pamit karena masih ada urusan. Sedangkan mereka berempat membahas rencana untuk menjebak pak Herman dan pak Helmi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Yuzuru03
Bikin aku jadi penasaran sama negara asal author nya, pengen mampir kesana🛫
2023-08-01
0