DBSC 5

Chris hanya melihat Alexa yang tidak segera menjawab pertanyaannya dan terlihat Alexa yang tidak nyaman dengan hal itu masih mencoba untuk tetap profesional di hadapannya.

“Itu karena saat ini anda adalah calon klien saya, bukan teman dan melihat kepribadian Jerry membuat saya tidak sungkan padanya.”

“Satu hal lagi, umur kamu berapa? Sepertinya kita berdua lebih tua.”

“Apa memang perlu mengetahui umur saya karena tidak berhubungan dengan pekerjaan, Tuan?”

“Apa salahnya dijawab saja sih,” gerutu Chris.

“Usia saya tahun ini 30 tahun, Tuan.”

“Kalau begitu kita selisih 4 tahun saja. Mulai besok jika bertemu dengan saya di kantor harus panggil nama tidak pakai embel-embel Tuan atau saya akan marah tidak menanggapimu.”

Perkataan Chris itu membuat Jerry dan Alexa tertawa karena melihat dia merajuk hanya gara-gara panggilan.

“Kenapa kalian malah tertawa?” Chris makin kesal dengan Jerry yang ikut menertawakannya.

“Maaf, Tu, eh, … Chris, besok saya dan tim akan mendatangi perusahaan anda.”

“Kalau bisa datang pukul 9 pagi ya, Lex,” pinta Jerry karena menurutnya lebih pagi lebih baik.

“Siap. Jangan lupa disiapkan apa yang saya butuhkan ya jadi pekerjaan saya lebih cepat. Ini daftar yang sudah kutulis.” Menyerahkan notes berisi apa saja yang diperlukan pada Jerry.

Jerry menerima notes tersebut dan melihat daftarnya yang ternyata banyak. “Baiklah, besok kamu cari Melissa atau Dena ya di bagian resepsionis jika sudah datang.”

“Ok. Kalau sudah tidak ada lagi yang ditanyakan, saya pamit ya. Karena harus mengubah jadwal pekerjaan saya selama dua minggu ke depan.”

“Hati-hati ya, Lex.” Jerry melirik Chris yang masih diam melihat tajam ke arah Alexa. “Kamu tidak mengucapkan salam ke Alexa?”

“Oh iya, maaf saya melamun. Hati-hati, Alexa.”

Saat Chris mengucapkan namanya secara lengkap membuat Alexa merinding sampai ke hatinya. Dia harus segera pergi dari tempat ini atau dia akan mulai goyah atas sikapnya. Alexa pamit dengan menundukkan kepalanya kepada kedua orang tersebut.

Setelah Alexa pergi, Chris dan Jerry pun beranjak pergi untuk pulang ke apartemen karena akan melanjutkan diskusi di sana. Mereka memilih di apartemen Chris karena di sana terdapat bahan makanan yang bisa dimasak. Chris terbiasa hidup sendiri sehingga dia belajar memasak untuk bertahan hidup pada saat kuliah dulu. Berbeda dengan Jerry yang hidupnya jarang kekurangan sehingga dia selalu memakan masakan Chris karena selain gratis makanan yang dibuat selalu enak.

“Jer, menurutmu apa yang berbeda dari Alexa dibanding wanita lain yang kukenal ya.” Chris bercerita masalah di hatinya sekaligus dengan mempersiapkan bahan untuk dimasak.

“Berbeda bagaimana? Apa karena dia tidak tertarik kepadamu?”

“Bukan itu, aku hanya merasa nyaman ketika mulai berinteraksi dengannya. Beda yang kurasakan ketika bersama dengan wanita lain. Aku merasa menjadi diriku sendiri saat bersama dia.”

“Kamu suka sama Alexa?” Jerry yang lebih suka to the point.

“Kalau dibilang suka, iya suka sebagai teman. Jika sebagai lebih dari teman belum deh,” jawab Chris ragu-ragu.

“Jadi terasa nyaman, lalu apalagi?”

“Jika aku melihatmu berbicara dengan dia, aku tidak suka karena berasa ada jarak antara aku dan dia.”

“Kamu sedih atau cemburu jika tidak mendapat perhatiannya?”

“Lama-lama kok pertanyaanmu melenceng sih. Dibilang aku belum ada rasa suka atau cinta itulah jadi tidak ada rasa cemburu!” tegas Chris menyangkal pernyataan Jerry, lebih tepatnya menyangkal apa yang dia rasa.

Jerry lama mengamati Chris dari yang salah tingkah kemudian marah, sepertinya masih belum sadar akan perasaannya sendiri.

“Atau mungkin kamu merasa nyaman karena di masa lalu kamu mengenal Alexa?”

“Tidak tahu, hanya merasa familiar saja dengan dia. Entahlah, sudah lupakan saja. Aku mau melanjutkan memasak. Keburu lapar.”

“Tidak perlu terburu-buru memahami rasa yang kamu rasakan. Pelan-pelan saja, secara dari dulu dokter kan pernah memperingatkan tidak perlu memaksa untuk merasakan rasa.”

“Dih, sejak kapan kamu jadi sok puitis begini, heh!”

Jerry hanya tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Chris. Menyenangkan memang dari dulu menggodanya. Masakan Chris sudah jadi dan mereka menyantap habis masakan tersebut.

“Jer, aku boleh minta nomornya Alexa?” Tiba-tiba Chris memberanikan diri untuk meminta hal tersebut.

“Wah, tidak salah nih. Jujur kamu siapa? Apa yang terjadi dengan Chrisku?” sambil mengguncang-guncangkan tubuh Chris.

“Kamu itu bisanya gangguin terus. Berbaik hati kek bagi nomornya si Alexa. Dia gak mau memberi nomornya. Katanya suruh lewat kantor kalau mau menghubunginya.”

“Ya sudah, hubungi lewat nomor kantornya saja. Biar dia merasa kalau kamu tertarik sama dia.”

“Apaan sih. Dibilang dari tadi masih gak percaya.”

“Iya, ya. Aku berhenti, sekarang kita kembali ke topik utama.” Sambil memberikan daftar yang diminta Alexa tadi.

“Wah, banyak banget yang diminta. Ya sudah, kalau begitu kamu sekarang hubungi Dena untuk menyiapkan sebagian hari ini. Mumpung masih belum jam pulang.” Jerry memberi tanda Ok dengan jempolnya.

Jerry meninggalkan Chris di dapur dengan tumpukan cucian piring, untuk menelepon Dena. Sebenarnya Chris ingin protes tapi dia yang sudah menyuruh Jerry untuk segera menelepon. Kesalahan kali ini terletak padanya, terburu-buru meminta melakukan sesuatu padahal harusnya menyuruhnya membereskan piring kotor dulu baru telepon.

Jerry kembali dengan senyum mengembang hingga matanya. Dia yang melihat itu menjadi heran mengapa Jerry terlihat bahagia.

“Kenapa lagi?”

“Hehe, tidak. Ini si Dena sanggup memenuhi semua kebutuhan Alexa jadi kita besok pergi ke kantor bisa agak telat.”

“Ok. Saham kita sore ini naik 0,5%, sepertinya benar tebakan Alexa ya kalau saham gak akan langsung turun drastis.”

“Iya, tapi harus tetap kita pantau terus.”

“Oh, iya. Besok minta tolong ambil beberapa orang dari tim IT yang kita percaya dan bisa disuruh tutup mulut dan tidak membocorkan apa yang kita lakukan.”

“Wah, kamu securiga itu terhadap orang kantor?”

“Apa kamu waktu rapat tadi tidak memperhatikan beberapa orang ketika aku menunjukkan selisih laporan ini.” Sambil mengeluarkan laporan dan dibanting ke meja.

“Tidak, maaf,” cengir Jerry. “Kamu tahu kan jika aku memang kurang bisa menilai kepribadian orang. Juga kurang bisa mengobservasi orang.”

“Huh! Jadi tadi itu ada beberapa eksekutif senior yang raut mukanya berubah ketika aku mengeluarkan laporan tersebut.” Chris melanjutkan, “mereka adalah Pak Herman, Pak Jackson, Pak Anggara dan Pak Helmi.”

“Eh, pak Helmi? Kamu yakin? Orang itu sangat baik dan perhatian terhadap pegawai lho.”

“Kan masih pihak yang kucurigai karena perubahan mimik mukanya. Aku percaya pada instingku, Jer.”

“Baiklah, aku ikut kamu saja.”

“Dasar!” ejek Chris sambil melempar bantal pada Jerry.

Jerry hanya memberi cengiran yang menyebalkan.

“Sudah sana pulang ke apartemenmu!” usir Chris.

“Aku tidur sini saja. Malas pulang, besok juga hari Sabtu, kantor libur.”

“Ah!” teriak Chris karena ingat sesuatu. “Minta nomor Alexa sekarang. Cepat!”

Jerry pun memberikan nomor Alexa daripada Chris tidak mau memasakkan dia lagi. Jerry meninggalkan Chris di ruang tamu sendiri karena dia ingin mandi. Gerah setelah seharian beraktifitas di luar, aktifitas yang menghabiskan mentalnya. Padahal yang lebih banyak bekerja tadi siang adalah Chris. Dasar Jerry!

Chris mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh Jerry untuk memastikan bahwa itu benar nomor Alexa. Daripada malu nanti lebih baik malu sekarang. Dikirimlah pesan ke nomor tersebut.

Chris: Selamat Malam, apa benar ini dengan nona Alexa?

Dering notifikasi ponsel Alexa yang sedang di-charge berbunyi membuat fokusnya teralihkan dari laptop di hadapannya. Dia melihat terdapat pesan dari nomor tidak dikenal.

Nomor siapa lagi, balas gak ya? Ah, besok saja dibalas. Jika memang penting harusnya menghubungi saat hari kerja dan pagi sampai sore. Bukan malam seperti ini, batin Alexa.

Chris yang menantikan balasan berulang kali melihat ponselnya tetapi ponsel tersebut tidak terdengar notifikasi apapun sehingga dia tertidur.

Terpopuler

Comments

Blush✨☃️

Blush✨☃️

cerita ini bener-bener bikin gemas, pengen cepet-cepet nggak bahagia tapi tetep nggak mau berhenti baca🙈

2023-07-30

1

swaggy

swaggy

Sebuah karya luar biasa!

2023-07-30

1

Su kem

Su kem

Aku suka banget ceritanya, terus berinovasi ya thor!

2023-07-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!