Saat mereka di pantry, segera Alexa mengambil tiga gelas dan merebus air untuk kopi. Elma kemudian menyerahkan sesuatu kepada Alexa dan diterimanya dengan senyuman yang lebar. Dia sangat berterima kasih dengan Elma saat ini karena yang dilakukan sangat amat berjasa untuknya. Elma akan diberikan bonus yang sangat besar dari Alexa.
Setelah selesai urusan dengan Elma, kopi pun sudah jadi sehingga dia membawa 2 kopi di tangan dan satu kopi dibawa oleh Elma. Mereka kembali ke ruangan Astro berada dan ternyata Astro sudah selesai menyalin data di komputer. Astro terlebih dahulu menikmati kopinya sambil menunggu menyalin data ke laptop Elma dan Alexa.
Sekitar 30 menit proses selesai dan Astro memproses harddisk kedua. Harddisk kedua membutuhkan waktu lebih lama karena data lebih banyak sehingga giliran Astro yang tidak ada kerjaan sehingga dia menawarkan kepada Alexa dan Elma untuk memesan makanan. Karena saat ini sudah mendekati waktu makan siang. Mereka berdua setuju untuk memesan makanan saja daripada harus keluar dari kantor sedangkan proses saja belum selesai.
Alexa dan Elma mulai mengolah data, mereka fokus mencari file-file dokumen terutama bagian penjualan sesuai invoice fisik yang sudah ditemukan. File-file tersebut ditemukan dalam bentuk spreadsheet yang berisi seperti catatan pembukuan transaksi mereka. Mereka harus mencocokkan transaksi dalam file dan invoice fisik tersebut. Dari penyesuaian tersebut, mereka hanya menemukan sedikit data dari tumpukan invoice yang ada. Hingga mereka terlambat untuk makan siang karena terlalu fokus pada tugas mereka.
Astro yang sudah makan siang duluan menawarkan diri untuk menjaga hasil kerja mereka agar bisa makan siang. Mereka setuju untuk makan siang karena makanan pun sudah dingin. Selama mereka makan, Astro memilih untuk melanjutkan proses pemindahan data harddisk kedua karena sampai saat ini belum selesai.
Satu jam kemudian, Alexa dan Elma kembali dari makan siang dan mendapati Astro yang sedang santai.
“Tro, kamu sedang apa?” tanya Elma.
“Main game, karena menunggu proses kedua lebih lama daripada pertama.”
“Jika kalian ingin istirahat dulu maka kalian bisa ke ruangan santai sebelum ke dapur ada satu pintu di sebelah kanan.” Alexa menunjukkan arah ruangan tersebut.
“Siap, Bu,” jawab keduanya bersamaan.
Astro yang beranjak ingin istirahat tidak sengaja melihat ke arah komputernya dan terlihat proses kedua sudah berhasil dilakukan. Yah, tidak jadi istirahat deh, pikir Astro.
“Tidak jadi, Tro?” tanya Alexa karena masih melihat Astro tidak beranjak dari tempat semula.
“Gak jadi, Bu. Lha prosesnya sudah selesai. Ini saya pindah dulu ke laptop masing-masing ya …,” Astro melanjutkan proses pindah data ke laptop.
Data kedua ini dibagi menjadi tiga bagian karena Astro turut membantu untuk pencarian bukti di harddisk kedua. Untuk mempercepat proses karena memang harddisk kedua yang diambil dari komputer pak Herman ini sangat besar kapasitasnya. Karena data dari komputer pak Helmi hanya lebih banyak file penjualan dalam bentuk spreadsheet. Dapat dipastikan untuk file yang berisi surat-surat perjanjian ada di komputer pak Herman.
Setelah berkutat dengan data sebanyak itu, mereka berhenti bekerja pada pukul 3 sore. Alexa berencana untuk menyuruh Elma dan Astro pulang karena dia sendiri sudah terlalu lelah untuk memaksa mencari data lagi.
Karena kantor Alexa hanya terdiri dari satu lantai, memudahkan untuk Chris langsung memasuki kantor tersebut tanpa adanya resepsionis. Sebenarnya dia ingin menghubungi Alexa tetapi takut mengganggu sehingga dia langsung menghampiri di kantor perempuan ini. Sebelum dia kebingungan mencari mereka berada di ruangan mana, terdengar suara percakapan di ruangan yang agak dekat dari tempatnya berada.
Didatangi ruangan tersebut dan diketuk pintu itu sehingga membuat tiga orang itu menjadi lebih waspada. Alexa sebagai pemilik kantor mau tidak mau harus membukakan pintu karena tidak ingin terlihat ketakutan. Jujur Alexa sebenarnya khawatir karena dia sudah membatalkan janji temu dengan klien selama dua hari ke depan. Setelah pintu dibuka, terlihatlah Chris dengan tanpa rasa bersalah dia masuk dan membawakan minuman dan camilan untuk bekerja.
“Kenapa tidak memberi kabar jika ingin kemari?”
“Maaf, saya tidak ingin mengganggu kalian bekerja. Ternyata kalian sudah selesai?” Chris melihat yang lainnya sedang bersantai mengambil kesimpulan.
“Belum selesai, hanya dapat sebagian saja. Yang lain sebentar lagi kusuruh pulang kok,” jelas Alexa.
“Oh, begitu ya. Kalian berdua bereskan berkas invoice ini dan bersihkan ruangan ini agar tetap bersih sebelum pulang.” Dia menyuruh anak buahnya sebelum beranjak pulang.
“Tidak perlu begitu. Saya bisa membersihkan sendiri nanti. Karena rencananya saya masih berada di sini.”
“Kamu mau bekerja sendirian?” Chris memicingkan mata menatap Alexa.
Astro dan Elma yang paham atas adanya tensi yang tercipta antara bosnya dan perempuan di samping bosnya itu, memutuskan untuk segera membereskan berkas dan ruangan tersebut sesuai instruksi. Alexa yang melihat itu langsung mengajak Chris untuk pindah ke ruangannya, untuk berbicara tentunya.
“Kamu itu kenapa sih? Tidak bisa ya tidak memerintah orang lain seperti itu.”
“Seperti apa? Saya merasa nada saya tidak membentak atau memaksa. Saya menyuruh mereka melakukan itu agar mereka selalu bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Lalu salahnya di mana?”
“Ya tidak salah. Saya hanya protes cara kamu untuk menyuruh-nyuruh mereka. Lain kali bersihkan sendiri atau biarkan saya sendiri!” Chris yang tersadar bahwa Alexa sudah mau menyebut kamu terhadapnya membuat hatinya berbunga-bunga. Dia merasa sudah tidak ada dinding pembatas saat ini karena meski masih terasa formal tetapi paling tidak sudah berubah dari sebutan anda.
***
Tiga hari kemudian mereka menyerahkan hasil pencarian data dari kedua harddisk. Memang tidak semua yang bisa dijadikan bukti tetapi menurut pak Arya sudah cukup untuk memproses pak Herman dan pak Helmi. Selama tiga hari mereka sempat merasa gagal karena sebagian invoice tidak terdapat dalam file catatan penjualan milik pak Helmi. Sedangkan di komputer pak Herman ditemukan banyak sekali bukti. Bukti tersebut berupa screenshot dari banyak transaksi pengiriman dan penerimaan uang yang masuk ke rekening pribadinya. Selanjutnya, bukti tersebut akan diserahkan kepada pihak berwajib untuk ditindak lanjuti agar bisa mendapatkan catatan rekening koran dari bank.
Di hari terakhir pemeriksaan, Alexa memutuskan untuk memulangkan tim IT dari kantornya begitu sudah selesai semua bukti diserahkan ke pak Arya. Karena dia harus memeriksa file yang terdapat dalam yang diberikan Elma padanya. File yang diberikan dalam flashdisk berbeda oleh Elma saat hari pertama mereka melakukan pemeriksaan data. Alexa juga menolak kedatangan Chris di hari ini karena hal itu. Jadi, dia ingin fokus memeriksa flashdisk itu berisi file apa.
Alexa memutuskan untuk memeriksa benda itu di rumah agar lebih aman. Dia memutuskan untuk pulang ke rumah tetapi sebelumnya dia membeli makanan siap saji di tempat yang searah dengan jalan pulang. Sesampainya di rumah dia langsung membersihkan diri sebelum makan malam. Sesudah itu, dia sudah menyiapkan bekerja di ruang tengah, dengan menyalakan televisi dan menyalakan laptopnya untuk bekerja.
Dia memeriksa semua file itu dan sebagian besar berisi file audio. Dipilihnya satu audio dan didengarkan pembicaraan antara kedua orang di dalam rekaman. Sepertinya itu adalah rekaman suara dari pak Herman dan pak Helmi tetapi mengapa pak Helmi memiliki ini? Hal itu menyebabkan tanda tanya baru bagi Alexa.
Dia mendengarkan rekaman tersebut hingga tersisa 10 rekaman terakhir dan itu menghabiskan waktu hingga tak terasa pukul 9 malam. Rekaman terakhir tersebut didengarkan Alexa dengan seksama karena ada yang berbeda pada rekaman itu. Setelah selesai mendengarkan 10 rekaman itu, dia menyimpulkan bahwa ada orang ketiga yang memiliki suara khas, lebih berat dan orang tersebut mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari pak Herman dan pak Helmi. Dikarenakan dari nada bicaranya membuat mereka tidak berani melawan orang ketiga ini. Alexa bimbang apakah akan menyerahkan rekaman ini ke Chris dan Jerry atau tidak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments