DBSC 19

“Maaf, apabila membuatmu tidak nyaman.”

“Tidak kok, hanya kaget saja.” Alexa masih tersenyum tetapi suasana menjadi canggung.

Karena menjadi canggung sehingga membuat Chris lebih baik membahas masalah pekerjaan untuk mencairkan suasana kembali.

“Apa yang sudah kamu dapatkan dari memeriksa data yang kemarin.”

“Jadi, tadi Bianca memberitahu jika aku sempet menyalin data invoice fisik di kantor tetapi karena kuletakkan di meja kecil dekat sofa jadi terlupakan. Waktu si OB membersihkan ruanganku, dia bertanya pada Bianca ada tumpukan kertas mau dibuang atau tidak. Untungnya sama si Bianca dilihat dulu.”

“Jadi, kita masih punya salinan data invoice fisik tersebut.”

“Iya, sehingga kita bisa mempercepat pencarian bukti kembali tetapi tetap saja dia hanya dijadikan sebagai bukti tambahan.”

“Baiklah, aku ijin mandi dulu ya. Gerah sekali setelah pulang kerja tadi langsung ke sini.”

“Emang bawa baju ganti?”

“Bawa kok, tadi siang mampir sebentar ke rumah.”

“Oke. Aku lanjutkan pekerjaanku.”

Chris menuju kamar mandi yang berada di dalam ruangan itu dan segera mandi cepat saja hanya untuk menghilangkan gerahnya saja. Dia hanya memakai kaos polos lengan pendek dan celana pendek jeans karena pikirnya hanya pindah tidur saja.

Alexa yang melihat Chris keluar dari kamar mandi mendadak hilang fokus pada pekerjaannya dan berubah fokus kepada Chris yang menggunakan pakaian santai seperti itu dan habis mandi. Dia memperhatikan Chris yang terlihat menjadi lebih segar dan vibesnya santai membuatnya ingin bersantai dengan Chris. Seketika dia menggelengkan kepalanya agar kembali fokus ke pekerjaannya.

“Kenapa?” Chris yang heran melihat Alexa tiba-tiba menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak, aku hanya pusing melihat angka-angka ini sehingga biar aku kembali fokus. Iya begitu.”

Chris yang tidak memperpanjang itu fokus ke pakaian kerjanya sudah dipakai seharian. Dilipatnya dan dimasukkan ke kantong tempat dia membawa baju gantinya tadi.

“Besok pulang dulu atau gimana?”

“Jerry kusuruh ke sini pagi, jadi mungkin berangkat dari sini. Lagipula tadi kami berdua ke sini naik satu mobil. Mobilku ada di kantor.”

“Terus sekarang kamu mau apa?”

“Mungkin memeriksa laporan yang sengaja kubawa ke sini.”

“Maaf ya merepotkanmu. Sampai-sampai menemaniku di rumah sakit.”

“Hey, tidak apa-apa. Ini keinginanku untuk merawatmu. Ok!” Alexa hanya mengangguk.

“Karena kita sudah makan malam, lebih baik kamu istirahat sekarang. Sementara aku akan melanjutkan pekerjaanku?”

“Ok.” Alexa memilih untuk kembali membaringkan ranjangnya agar dia bisa tidur dengan nyaman. Untuk malam ini, Chris akan tidur di sofa yang tersedia di kamar itu. Panjangnya sofa yang tidak seberapa membuat kaki Chris menggantung di ujung karena tingginya yang mencapai 180cm. Melihat Alexa sudah terlelap, dia mendiamkan notifikasi ponselnya karena takut akan mengganggu Alexa. Dia keluar sebentar dari kamar Alexa untuk menelepon Jerry.

Jerry : Halo?

Chris : Halo, Jer? Kamu apa sudah mau tidur?

Jerry : Belum. Kenapa? Tidak betah di sana.

Chris : Duh, bukan. Besok pagi bisa ke sini dulu? Ambilkan aku pakaian ganti buat kerja besok. Jangan lupa jasnya ya. Besok ada meeting.

Jerry : Ish, giliran butuh aja langsung telepon aku. Kebiasaan!

Chris : Hehe. Ya sudah kalau begitu. Selamat malam.

Jerry : Heh, kok dimatiin, kirain mau cerita masalah pak Helmi.

Chris : Besok saja. Setelah meeting selesai ya. Bye.

Belum memberikan sahutan apa-apa, Chris mematikan sambungan dan di sebelah sana Jerry marah-marah padanya. Chris kembali masuk ke kamar sambil tertawa setelah menjahili Jerry dan dia melihat kembali ke Alexa yang masih tertidur. Dia pelan-pelan melangkah ke sofanya dan mulai membuka laptop dan mulai membuka file spreadsheetnya kembali. Dia memberi filter nama Herman agar menampilkan data transaksi dengan akun rekening Herman selain gaji yang ditransfer. Di sana ada 10 transaksi di tahun ini, dia belum memeriksa untuk tahun yang lain. Dia akan mencatat terlebih dahulu dan memeriksa di laporan keuangan terlebih dahulu. Apakah memang ada untuk transaksi sebesar itu.

Meninggalkan file spreadsheet tersebut, dia memeriksa email Perusahaan yang digunakan oleh Herman selama bekerja di kantor. Dia pastikan mengubah passwordnya agar menghalangi Herman untuk tidak bisa mengaksesnya kembali. Ditakutkan akan bisa diakses dari luar dan bukti di dalam sana akan dihapus.

Setelah melakukan pengubahan data dan membuat cadangan data untuk isi email tersebut. Dia mencari dari sekian banyak email untuk data-data yang dirasa mencurigakan. Dia mencari dengan range per enam bulan dan yang memiliki lampiran di dalamnya agar lebih teliti dalam memeriksa datanya. Di enam bulan pertama dia menemukan supplier yang mengirim balasan surat perjanjian yang sudah ditandatangani dan ketika dibaca olehnya, dia tidak menyangka Herman melakukan hal seperti ini. Jadi, dalam perjanjian tersebut, apabila Herman menerima pengadaan peralatan atau Perlengkapan yang dibutuhkan kantor maka supplier tersebutlah yang dipilih padahal selama ini FutureCorp selalu melakukan Buka Tender – bertujuan mengumpulkan vendor untuk pengajuan penawaran barang/jasa.

Pantas saja selama ini selalu supplier itu-itu saja yang menyediakan barang dan jasa karena ternyata sudah bekerja sama dengan Herman. Herman akan mendapat fee sekitar berapa persen dari setiap transaksi yang terjadi. Hal ini sangat dibenci oleh Chris dan ini ketahuan di bawah kepemimpinannya. Sepertinya memang harus mengubah cara kerja Perusahaan.

Dia merencanakan untuk bertemu dengan komisaris FutureCorp, Jacob Avan, untuk membicarakan masalah ini. Karena ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, meski bukti-bukti yang dia miliki saat ini hanya membuktikan Herman dan pak Helmi saja. Saat ini, kepala Chris semakin pusing memikirkan penggelapan dana, Herman, dan mengubah sistem kerja divisi keuangan FutureCorp.

Melihat jam yang menunjukkan sudah pukul 11 malam. Dia pun mematikan laptopnya dan menuju sofa untuk beristirahat. Besok dia harus bangun pagi dan menelepon Melissa untuk mengatur jadwal dengan pak Komisaris. Dia pun terlelap setelah melihat media sosial di ponselnya.

Setelah lama terlelap, dia sudah berpindah ke alam mimpi dan bertemu gadis remajanya. Sekarang setting tempatnya berubah lagi, mereka sedang bermain dengan anak-anak panti lainnya. Gadis remaja itu bermain di sungai sedangkan Chris melihat dirinya 15 tahun lebih muda dari sekarang memperingati gadis itu agar tidak terlalu jauh bermain ke tengah sungai. Tak disangka dia terpeleset dan jatuh hampir terseret arus. Beruntungnya Chris remaja tanggung sigap dan dengan cepat berlari ke tempat gadis itu berasal dan menolongnya. Selisih beberapa detik gadis itu tenggelam ke dalam arus sungai sehingga meski sudah diangkat keluar air, dia masih takut membuka mata. Kaki gadis itu terluka karena terpeleset dan sepertinya akan meninggalkan bekas luka di punggung kakinya di bawah jari kelingking kaki. Chris segera menggendong dan membawanya ke pinggir sungai untuk dikeringkan dengan handuk. Gadis remaja masih mengalungkan tangannya di leher Chris dan tidak ingin melepaskan karena masih takut. Chris pun menyentil dahinya agar melepaskan pelukan tersebut dan disuruhnya dia membuka mata.

Ternyata memang dia sudah berada jauh dari sungai. Setelah itu, Chris marah tetapi sambil mengobati luka goresan yang agak dalam. Gadis itu berkata lirih, ‘Terima kasih, Chris.’

Chris dewasa memastikan detail peristiwa itu dan mencatat hal penting seperti luka di kaki. Gadis itu juga memakai kalung unik bertuliskan kata dalam aksara jawa. Jika Chris bangun nanti dia akan menggambar dan mencari artinya. Gadis itu tiba-tiba memegang Chris remaja dan berkata sesuatu, dan yang terdengar oleh Chris adalah bagian terakhirnya saja, “… mencintaimu.”

Chris mendadak terjaga dari tidurnya karena suara alarm yang nyaring. Disengaja untuk menyalakan karena dia ingin bangun pagi sebelum Alexa bangun dan segera dimatikan alarmnya agar tidak mengganggu Alexa yang masih tidur. Chris segera mandi dan memakai kembali kaosnya karena Jerry yang ditunggu belum datang. Pukul 07.30 pagi, tiba-tiba pintu kamar Alexa terbuka saat Chris memperhatikan sesuatu goresan di kaki Alexa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!